Jolly jeger
263 posts




percuma cantik kalo papnya cuma disimpan di galeri









Piala dunia kali ini jepang kehilangan pemain bintang mereka macam Mitoma, Minamino, Endo, sampai kini Kubo. Tapi permainan mereka tetap rapi dan meyakinkan. Kenapa? Karena Jepang kini sudah tak lagi bergantung pada pemain bintang. Mereka bergantung pada sistem. Perbedaannya terlihat jelas jika dibandingkan dengan Korea Selatan 🇰🇷. Saat ini sekitar 62 pemain Jepang bermain di delapan liga top Eropa. Korea Selatan? Hanya sekitar 13 pemain. Itu bukan kebetulan. Sejak 2005, Federasi Sepak Bola Jepang sudah memasang target menjadi juara Piala Dunia 2050. Bukan sekadar mimpi, mereka juga menyusun roadmap untuk mencapainya. Klub-klub J.League rela melepas pemain dengan biaya transfer yang lebih murah agar lebih mudah direkrut klub-klub Eropa. Para pemainnya pun lebih memilih tempat terbaik untuk berkembang daripada sekadar mengejar gaji. Kini bukan cuma pemain yang dikirim ke Eropa. Yg terbaru, para pelatih Jepang juga didorong buat belajar di sana agar kualitas sepak bola mereka terus meningkat dari level akar hingga tim nasional. Hasilnya mulai terlihat. Jepang tak lagi bergantung pada satu atau dua pemain bintang. Mereka membangun ekosistem yang terus melahirkan pemain berkualitas. Itulah mengapa Jepang tak pernah benar-benar kehilangan pemain. Karena yang mereka wariskan bukan sekadar talenta. Melainkan sebuah sistem.

FT: Manchester United 3-2 Nottingham Forest 5' Luke Shaw ⚽️ 55' Matheus Cunha ⚽️ 76' Bryan Mbeumo ⚽️ ------------------ 53' Morato ⚽️ 78' Gibbs-White Bruno resmi masuk daftar top assist Premier League. Casemiro pamit dengan kemenangan. Malam yang pantas untuk dikenang. 🥹❤️ #utdfocusid #mufc











