Museum Multatuli
2.6K posts

Museum Multatuli
@MultatuliMuseum
virtual museum: https://t.co/9SPlJj2cAX Terbitan buku : https://t.co/mcwF8NR2Kx
Rangkasbitung, Indonesia Katılım Nisan 2022
65 Takip Edilen2.8K Takipçiler

Terima kasih kunjungannya kawan-kawan Badan Sejarah Indonesia DPP PDI Perjuangan ke Museum Multatuli, Jumat, 6 Februari 2025. Sehat selalu dan hepi. Salam Multatuli. Sundul @bonnietriyana




Indonesia
Museum Multatuli retweetledi

Di tangan Ubaidilah Muchtar, Max Havelaar atau Lelang Kopi Dagang Belanda, novel yang telah melintasi zaman lebih dari satu abad, dihidupkan lewat kelompok baca di pelosok kampung di Lebak, Banten, lebih dari 15 tahun silam. Hingga kini, novel yang mendobrak kolonialisme itu terus dihidupkan di Rangkasbitung, jantung kota Lebak.
Tak sulit menemukan Ubaidilah. Sehari-hari, peraih penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional pada 2014 lalu atas perannya membangun budaya gemar membaca itu berkantor di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Sudah hampir 7 tahun, Ubaidilah yang pada mulanya meniti karier sebagai guru di Kampung Ciseel, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Lebak, ini menjabat Kepala Museum Multatuli.
Selepas jam istirahat, dengan berseragam pegawai negeri sipil warna khaki, Ubaidilah menyempatkan diri melayani pengunjung museum pada Selasa (3/2/2026) siang lalu. ”Masuknya (museum) Rp 2.000. Bisa (bayar) pakai QRIS (pembayaran dengan pemindaian kode batang),” ucapnya dengan ramah kepada pengunjung museum.
Selain sibuk mengelola museum, di hari itu Ubaidilah juga menyiapkan rencana kegiatan membaca buku bersama kelompok Baca di Rangkas untuk keesokan harinya, Rabu. Ajakan koleganya, sesama pegiat literasi dan sejarah, untuk bincang-bincang di program siniar di Jakarta pada hari Rabu pun ia tolak.
Menekuni ”Max Havelaar”
Sosok 16 Februari 2026
Ditulis oleh Madina Nusrat @madina_nusrat
komp.as/4kHcMS2
#HarianKompas #Kompasid #SosokKompas #MaxHavelaar


Indonesia
Museum Multatuli retweetledi














































