bungulators army

1.8K posts

bungulators army banner
bungulators army

bungulators army

@Musdali34805696

live for better goop

Malang, Jawa Timur Katılım Kasım 2016
106 Takip Edilen18 Takipçiler
Republik Rupiah
Republik Rupiah@RepublikRupiah·
Sebelum ramai salahkan Presiden soal Rupiah anjlok ada satu fakta hukum yang perlu diluruskan🧐 Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1999, menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah adalah mandat "Bank Indonesia" lembaga yang secara hukum independen dari pemerintah. Bukan mandat Presiden. Bukan mandat Menteri. Ini bukan pembelaan politik ya guys, ini bunyi undang-undang. Nilai tukar rupiah → tanya Bank Indonesia Fiskal dan kepercayaan pasar → tanya pemerintah Intinya jangan sampai salah sasaran ya guys untuk minta kejelasan 😁
Republik Rupiah tweet mediaRepublik Rupiah tweet media
Indonesia
227
24
103
16.1K
alexa
alexa@CoffeL0ver·
@LambeSahamjja Ya selama ini kesalahan terbesar kita percaya pada opini yang mereka sampaikan, se-olah² kebenaran hanya milik mereka dan hari ini anda tetap bodoh karena lebih percaya mereka.
Indonesia
1
0
2
1.1K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Raymond Chin baru curhat tentang keresahan dia dengna pemeritah sekarang Dan isi curhatnya menurut gue adalah paling berani yang pernah diucapkan oleh seorang content creator bisnis besar Indonesia tentang kondisi negara kita sekarang. Judulnya: "Gw Muak Dengan Komunikasi Pemerintah Sekarang." Dan dia bukan oposisi. Bukan aktivis. Bukan pengamat politik. Dia adalah orang yang selama ini fokus ngajarin anak muda Indonesia soal bisnis dan AI. Tapi ada satu titik di mana diam tidak lagi bisa dipertahankan. Dan ini yang Raymond katakan langsung, tanpa filter: "Harusnya dari jajaran pemerintah sadar bahwa praktik ini bukan lagi borderline menyesatkan. Ini sudah manipulasi narasi. Cherry picking." The Economist nulis Indonesia lagi di rute yang sangat berbahaya. Dan respons pemerintah: Majalah bego. Enggak sepintar gua. Instansi pemerintah bilang ke reporter: 'Anda tidak mengerti ekonomi. Anda bodoh. Belajar lagi. Logikanya di mana? Kalau tim Anda kuat jelaskan duluan. Ternyata enggak kuat-kuat amat Dan ini yang paling menohok dari seluruh videonya Raymond menyebut dua kemungkinan yang sama-sama mengerikan. Kemungkinan pertama yang terbaik: Pemerintah tahu ada masalah besar. Tapi sengaja komunikasi bahwa semua baik-baik saja untuk menenangkan warga. Di balik layar mereka sedang kerja keras mencari solusi. Kemungkinan kedua yang terburuk: Pemerintah bilang tidak ada masalah dan mereka benar-benar percaya tidak ada masalah. Tidak ada yang fokus memikirkan solusi karena mereka yakin tidak ada yang perlu diselesaikan. "Itu menurut gua kebodohan paling fatal yang bisa dilakukan oleh instansi Republik Indonesia." Dan dari semua pernyataan pejabat yang sudah kita lihat selama ini Purbaya bilang fundamental kuat, Perry mengganti definisi stabilitas, Prabowo bilang orang desa tidak pakai dolar pertanyaan Raymond sangat relevan: Mereka pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu? Dua-duanya berbahaya. Tapi yang kedua jauh lebih mengerikan. Dan ini soal narasi rupiah melemah yang katanya bagus: Ada yang bilang: rupiah melemah itu bagus karena ekspor kita jadi lebih kompetitif. Devisa masuk lebih banyak. Raymond langsung potong: Justru ekspor kita melambat growth-nya dan impor naik. Angka dari mana bilang pelemahan rupiah itu bagus? 70% bahan baku produk jadi sehari-hari di Indonesia adalah impor. Artinya: rupiah melemah bahan baku impor makin mahal biaya produksi naik harga barang naik daya beli rakyat turun. Dan narasi yang bilang rupiah melemah itu bagus adalah narasi yang hanya masuk akal kalau kita tidak melihat data ekspor yang sebenarnya. Alias: cherry picking. Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh situasi: Raymond menunjukkan video Perdana Menteri Singapura yang sedang viral: "I cannot promise that there will be no disruption. We may not be able to protect every job. But we will protect every worker." Singapura yang katanya lebih otoriter dari Indonesia bisa lebih jujur dari kita. Bisa bilang ada masalah. Bisa bilang ada yang perlu diperbaiki. Bisa bilang tidak semua akan aman. Dan itu justru yang membangun kepercayaan. Bukan karena Singapura sempurna. Tapi karena pemimpinnya tidak berpura-pura sempurna. Sementara Indonesia yang mengklaim dirinya demokratis justru merespons kritik media internasional dengan menghina kecerdasan reporternya. Dan ini yang paling fundamental dari seluruh video Raymond: "Kalau ekonomi melambat, kalau rakyat lagi susah ya udah so be it. Memang lagi susah. Tapi kalau itu ditambah dengan komunikasi yang ugal-ugalan, instansi yang merendahkan rakyat dan menyalahkan cara berpikir kritis di situ baru menurut gua negara ini sudah dung." "Siapa yang mau tinggal di Indonesia? Siapa yang mau berkarya di Indonesia? Siapa yang mau masuk ke pemerintahan? Ujung-ujungnya bukan yang pintar lagi tapi yang sekedar mau mengeruk dari sistem yang sudah rusak." Ini bukan ancaman Ini adalah pernyataan tentang bagaimana brain drain terjadi. Orang-orang terbaik Indonesia pergi bukan karena tidak cinta negara tapi karena sistem yang tidak menghargai kejujuran dan pemikiran kritis tidak punya ruang untuk mereka. Dan yang tersisa: mereka yang mau masuk bukan untuk memperbaiki tapi untuk mengambil bagian dari yang sudah rusak. Dan ini yang paling relevan dengan semua yang sudah kita bahas: Mahfud MD: Proses bubarnya negara berjalan di atas distrust lalu disobedience lalu disintegrasi. Dr. Tirta: Kebodohan struktural. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin warga yang pintar. Ahok: Yang paling dikhawatirkan oknum pejabat jangan ada yang punya ide nolong rakyat. Karena kalau ada ide ini rakyat akan tanya: kenapa dia bisa, lu enggak bisa? Dan Raymond Chin 3,4 juta subscriber, fokus pada bisnis dan AI terpaksa bikin video tentang komunikasi pemerintah. Bukan karena dia mau jadi oposisi. Tapi karena ada titik di mana diam sudah menjadi bagian dari masalah. "Ada satu titik tertentu di mana kata-kata yang harusnya menenangkan itu jadi manipulatif dan menyesatkan. Itu tidak boleh. Rupiah di Rp17.700. IHSG di level terendah sejak COVID. Investor kabur. Ekspor melambat. Impor naik. Daya beli turun. Dan respons resmi: ekonomi sehat, fundamental kuat, orang desa tidak pakai dolar, The Economist bego, yang mengkritik tidak mengerti ekonomi. Di satu sisi ada rakyat yang setiap hari membuka dompet dan merasakan semua angka itu. Di sisi lain ada pejabat yang setiap hari membuka podium dan mengatakan semua baik-baik saja. Jarak antara dua realita itu semakin hari semakin lebar. Dan semakin lebar jarak itu semakin dalam lubang yang sedang digali. Bukan karena masalahnya tidak bisa diselesaikan. Tapi karena yang seharusnya menyelesaikan masalah sibuk meyakinkan semua orang bahwa tidak ada masalah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
36
344
837
50.5K
- ( - )
- ( - )@djoniecash2·
@LambeSahamjja Ini kenapa prabowo n purbaya diserang habis2an. Praktek mafia dibongkar. Seharusnya semua netizen dukung prabowo n purbaya. Sambil terus awasi.
Indonesia
1
0
1
101
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita hari ini yang menurut gue paling mengungkapkan sekaligus paling memalukan dalam sejarah ekonomi Indonesia. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan membawa laporan 10 perusahaan yang melakukan under invoicing ke makan siang bersama Prabowo. CPO. Batu bara. Manipulasi data ekspor. Perusahaan melaporkan harga ekspor jauh di bawah harga riil dengan cara membuat perusahaan di luar negeri dan menjual ke sana dengan harga murah, lalu di luar negeri dijual dengan harga sesungguhnya. Hasilnya: pendapatan di Indonesia terlihat kecil. Pajak dan royalti yang dibayar ke negara kecil. Tapi keuntungan riil masuk ke rekening di luar negeri. Dan ini berlangsung selama 34 tahun. Dari 1991 sampai 2024. Kerugian negara: Rp15.400 triliun. Dan ini pertanyaan yang tidak bisa diabaikan: Selama 34 tahun di mana Bea Cukai? Di mana Direktorat Jenderal Pajak? Di mana KPK? Di mana semua lembaga yang dibayar dari pajak rakyat untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi? Prabowo bilang ini adalah data dari PBB. Artinya data ini bukan baru kemarin ada. Data ini sudah diketahui secara internasional. PBB sudah mencatatnya. Dunia sudah tahu. Tapi selama 34 tahun tidak ada yang bertindak di dalam negeri. Dan ini yang paling menohok: Purbaya bilang dia punya data 10 perusahaan teratas yang melakukan under invoicing. Dia bawa laporannya ke makan siang dengan presiden. Tapi dia tidak mau mengungkap nama perusahaannya. "Kalau ditanya saya akan jawab tapi kalau enggak ditanya tidak." Perusahaan yang sudah merugikan negara Rp15.400 triliun namanya tidak boleh disebutkan ke publik. Rakyat yang membayar pajak. Rakyat yang kehilangan Rp15.400 triliun potensi penerimaan negara selama 34 tahun. Rakyat yang anggaran pendidikannya dipotong. Rakyat yang subsidi BBM-nya terus dikurangi. Rakyat yang guru-gurunya digaji Rp1,5 juta per bulan. Rakyat itu tidak berhak tahu siapa yang mencuri uang mereka. Dan ini yang perlu dipahami soal Bea Cukai: Kasus ini tidak muncul dari kerja keras pemerintah yang tiba-tiba menemukan under invoicing setelah 34 tahun. Ini muncul setelah tertangkapnya sejumlah petugas Bea Cukai. Ketika petugas yang selama ini menjadi kunci karena mereka yang menandatangani dan memvalidasi data ekspor mulai tertangkap, barulah praktik ini mulai terungkap. Artinya: Bea Cukai bukan tidak tahu. Bea Cukai adalah bagian dari sistemnya. Pejabat yang seharusnya mencegah manipulasi data ekspor adalah pejabat yang selama ini membiarkan atau bahkan memfasilitasinya. Dan ketika mereka tertangkap barulah semua ini keluar ke permukaan. Dan ini angka yang harus benar-benar dipahami: Rp15.400 triliun selama 34 tahun. Anggaran pendidikan Indonesia per tahun: Rp700 triliun. Uang yang dicuri dari negara melalui under invoicing bisa membiayai pendidikan Indonesia selama 22 tahun tanpa perlu memungut pajak sepeser pun dari rakyat. MBG yang diklaim untuk rakyat menghabiskan Rp335 triliun per tahun. Uang yang dicuri melalui under invoicing bisa membiayai MBG selama 46 tahun. Rp15.400 triliun. Hilang. Selama 34 tahun. Dan tidak ada satu pun orang yang masuk penjara karenanya. Dan ini yang paling pedas dari seluruh situasi ini: Prabowo sekarang membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia badan baru yang akan menjadi satu-satunya eksportir komoditas strategis. Batu bara. CPO. Ferroalloy. Alasannya: untuk menghentikan under invoicing. Tapi pertanyaannya sangat sederhana: kalau Bea Cukai yang selama ini menjadi kunci pintu ekspor sudah bisa disuap apa yang memastikan Danantara tidak bisa disuap juga? Kalau 10 perusahaan teratas yang melakukan under invoicing tidak bisa disebutkan namanya ke publik apa jaminan bahwa perusahaan yang sama tidak akan bekerja sama dengan badan ekspor baru ini? Kalau selama 34 tahun tidak ada yang dihukum — mengapa sekarang akan berbeda? Dan ini yang Ahok pernah bilang tentang Pertamina dan sangat relevan sekarang: "Dalam satu jabatan di militer hanya boleh dua kali kepangkatan." Bukan soal militer tapi soal sistem. Sistem yang benar bukan yang mengandalkan kejujuran satu orang. Sistem yang benar adalah yang membuat ketidakjujuran sangat sulit dan sangat mahal untuk dilakukan. Pertamina di bawah Ahok efisien bukan karena semua orang tiba-tiba jujur. Tapi karena dia membangun sistem yang membuat kecurangan sangat sulit disembunyikan. Ask the Chairman Anything. Audit menyeluruh. Penolakan supplier yang tidak sesuai spesifikasi meski ada tekanan. Danantara tidak punya satupun dari sistem itu. Belum ada audit yang transparan. Belum ada laporan keuangan yang dipublikasikan. Belum ada mekanisme pengawasan independen. Dan sekarang diberi wewenang mengelola ekspor komoditas senilai ratusan miliar dolar per tahun. Dan ini yang paling relevan dengan konteks lebih besar: Mahfud MD di UII bilang: ada autocratic legalism hukum dibuat untuk melegalkan kejahatan. Orang korupsi menjadi sah karena aturannya dibuat lebih dulu. Under invoicing selama 34 tahun adalah bukti paling konkret dari itu. Sistem yang seharusnya mencegah pencurian digunakan untuk memfasilitasinya. Bea Cukai yang seharusnya memverifikasi malah memvalidasi kecurangan. Dan tidak ada undang-undang, tidak ada lembaga, tidak ada kekuatan yang cukup kuat untuk menghentikannya selama lebih dari tiga dekade. Sampai petugas Bea Cukai mulai tertangkap. Dan barulah semuanya terbuka. Rp15.400 triliun hilang dari negara ini selama 34 tahun. Cukup untuk membiayai pendidikan gratis selama 22 tahun. Cukup untuk menggaji guru berkualitas selama puluhan tahun. Cukup untuk membangun infrastruktur dari Sabang sampai Merauke berkali-kali lipat. Tapi tidak ada yang masuk penjara. Tidak ada nama yang boleh disebutkan. Dan solusinya adalah membentuk badan baru tanpa audit transparan, tanpa pengawasan independen, tanpa hukuman keras yang membuat orang takut. Singapura memberantas korupsi dengan hukuman yang membuat pelakunya tidak punya masa depan. China mengeksekusi koruptor. Arab Saudi menyita seluruh aset. Indonesia membuat badan baru. Dan tidak menyebut nama siapa yang sudah mencuri Rp15.400 triliun dari rakyatnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
329
2K
4.5K
185.8K
Mas Elon
Mas Elon@AbdulRozakUB·
@LambeSahamjja Gila,udah kyk gini juga kamu masih nyalahin pemerintah,seolah2 ngk kerja. Jadi kebongkar gara2 bea cukai yg ketangkep,bukan krn pemerintah yg saat ini sedang bekerja dengan serius memberantas korupsi..(?) Trus masih aja kamu framing jahat,ngk ada apresiasi sama sekali. Sakit jiwa
Indonesia
2
0
0
890
bungulators army
bungulators army@Musdali34805696·
@AbdulRozakUB @LambeSahamjja gbl0gg justru pmrintah skrng buka korupsi rezim baru yg rezim lama dibuangin,klo gk ngerti taktik politik jgn bac0tt dek!💢👊🏼👊🏼
Indonesia
1
0
1
31
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, kalau yang mengkritik MBG adalah pengamat ekonomi atau oposisi politik itu mudah diabaikan. Tinggal bilang mereka tidak suka pemerintah, selesai. Tapi kalau yang berbicara adalah Deddy Corbuzier orang yang dulu bela program ini mati-matian di depan jutaan subscriber-nya itu adalah sinyal yang jauh lebih keras dan jauh lebih sulit untuk dibungkam. Apa yang Deddy bilang: "Waktu itu saya bela mati-matian program MBG, karena menurut saya pribadi pada saat itu program ini mulia banget." Dan sekarang dia menyesal pernah membelanya. Bukan karena idenya salah. Tapi karena implementasinya berantakan. Supply chain kacau. Anggaran bocor di lapangan. Tidak ada piloting sebelum program diluncurkan ke skala masif. Tidak ada pengawasan yang memadai. Dan bukti paling viral yang dia sebut: mitra SPPG yang berjoget sambil pamer insentif harian Rp6 juta. Di saat program ini diklaim untuk mengatasi kekurangan gizi anak-anak ada pihak yang justru menikmati uang itu sambil joget di depan kamera. Ini bukan soal Deddy saja ini soal pola yang berulang: Feri Amsari yang hadir di podcast itu menyambungkan dengan cara yang sangat tepat: dia tidak menolak IKN karena konsepnya buruk. Dia menolak cara mewujudkannya. Dan hal yang sama persis terjadi dengan MBG. Ini adalah pola yang sudah sangat dikenal dalam sejarah kebijakan publik Indonesia. Ide bagus di atas kertas, kacau saat dieksekusi. Bukan karena tidak ada orang pintar yang merancangnya tapi karena tidak ada mekanisme kontrol yang jujur selama pelaksanaannya. Tidak ada pilot project berarti tidak ada kesempatan untuk menemukan masalah sebelum uang ratusan triliun digelontorkan. Tidak ada pengawasan yang ketat berarti setiap titik distribusi adalah peluang kebocoran. Dan kebocoran itu tidak hilang ke udara dia masuk ke kantong orang-orang yang tepat waktu berjoget di depan kamera. Yang paling miris: Program yang diklaim untuk mengatasi malnutrisi anak-anak Indonesia yang anggarannya dipotong dari berbagai pos termasuk pendidikan dan infrastruktur ternyata sebagian anggarannya mengalir ke insentif harian mitra SPPG Rp6 juta per hari. Rp6 juta per hari. Untuk seseorang yang tugasnya mendistribusikan makanan. Sementara guru honorer yang mendidik anak-anak yang sama masih ada yang digaji di bawah Rp500.000 per bulan. Ini bukan soal sirik atau iri. Ini soal prioritas yang sangat tidak masuk akal. Deddy Corbuzier tidak anti pemerintah. Dia tidak sedang cari panggung oposisi. Dia adalah orang yang genuinely percaya pada program ini dan rela menggunakan platform jutaan subscriber-nya untuk membelanya. Dan sekarang dia bilang menyesal. Itu bukan kritik dari musuh. Itu evaluasi dari orang yang tadinya ada di pihak yang sama. Dan justru karena itulah sulit untuk tidak mendengarnya. Pertanyaan yang harus dijawab pemerintah bukan "apakah idenya bagus" semua orang setuju idenya bagus. Pertanyaannya adalah: sudah berapa triliun yang keluar, sudah berapa yang sampai ke anak-anak yang benar-benar kekurangan gizi, dan siapa yang bertanggung jawab atas semua yang bocor di antaranya? Selama pertanyaan itu tidak dijawab dengan data yang jelas dan transparan maka kekecewaan Deddy Corbuzier hanyalah satu dari sekian banyak suara yang akan terus datang.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
98
278
1.3K
193.7K
Sindy N Pratami
Sindy N Pratami@sindycookies·
@KapudS640 Jadi bener sendiri di lingkungan yang toxic itu berat pak. Saya paham banget. Semua jadi musuh, gak ada yang suport. Padahal cuma pengen kerja bener.
Indonesia
1
0
7
1.1K
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Gimana gak sakit? - Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000 - IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin - Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB) - Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara - Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India - BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya - Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina - Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES cc: threads
txt keresahan WNI tweet media
Indonesia
619
11.6K
40.3K
1.4M
Carter
Carter@not_ur_fav_boy·
@KapudS640 yuk segera ancur aja biar semua orang tolol yang milih wowok pada tau rasa, gabakal ada yg bisa mereka lakuin selain nangis tertampar kebodohannya🙄
Indonesia
2
0
4
2.2K
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
Jika saya Prabowo Subianto mundur dari Presiden apakah Rakyat akan setuju? #fotoviral
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
2.5K
834
6.6K
327.9K
Pavolia Reine (レイネ)🦚hololiveID ホロライブID
Hey, I think we taking a break from ace attorney investigations 2 this week, I wanna make sure I finish the game in one stream so we will do it next week. In the mean time, nows the perfect time to catch up! Finale of an era soon….
English
6
48
1.1K
14.2K
a warman
a warman@awarman06·
@LambeSahamjja Jgn jadi gila ya , kalo harapan2 lo itu gak ke kabul... seneng banget liat negeri sendiri chaos...
Indonesia
1
0
0
199
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, rupiah sekarang sudah di Rp17.300. Dan ada tiga skenario yang perlu lo pahami tentang apa yang bisa terjadi kalau situasinya terus memburuk. Ini bukan untuk bikin panik. Ini untuk mempersiapkan diri. Skenario 1: Rupiah di Rp18.500 Pelemahan Terkendali Ini skenario terburuk yang masih bisa dikelola pemerintah dengan intervensi serius. Yang akan terjadi: inflasi naik ke 6-8% per tahun. Harga pangan impor seperti gandum, kedelai, bawang putih melonjak tajam karena hampir semua diimpor pakai dolar. BI terpaksa naikkan suku bunga ke 6,5-7% untuk menarik modal asing kembali masuk. Dampak ke bisnis: perusahaan yang punya utang dolar atau biaya operasional dolar seperti maskapai penerbangan, telekomunikasi, farmasi, properti beban usahanya membengkak 15-20%. Risiko gagal bayar mulai nyata. Dampak ke rakyat: daya beli mulai tergerus. Yang paling terpukul adalah kelas menengah bawah karena belanja kebutuhan pokok melonjak sementara gaji tidak ikut naik. Cadangan devisa bisa terkuras di bawah 100 miliar dolar dalam hitungan bulan. Kesimpulan skenario 1: ekonomi masih bisa bertahan tapi berpotensi masuk resesi teknis dua sampai tiga kuartal. Angka kemiskinan bisa naik sekitar 3-4%. Skenario 2: Rupiah di Rp21.000 Krisis Nilai Tukar Level ini masuk kategori krisis serius. Sebanding dengan krisis 1998 meski fundamental Indonesia sekarang jauh lebih kuat dari saat itu. Yang akan terjadi: inflasi melonjak ke 10-15% masuk kategori hiperinflasi ringan. BBM dan listrik terpaksa dinaikkan atau subsidi membengkak tidak terkendali. BI rate bisa naik ke 9-13%. Bunga KPR dan kredit konsumsi bisa tembus 15-18% kredit macet dimana-mana. Dampak ke bisnis: gelombang PHK massal. Industri berbasis impor seperti tekstil, elektronik, farmasi mulai tutup atau relokasi ke luar negeri. Sektor ekspor sedikit diuntungkan dari sisi nilai tukar tapi tetap tertekan karena biaya BBM dan bunga dalam negeri yang tinggi membuat profit tidak naik. Dampak ke rakyat: kelas menengah bergeser ke bawah sekitar 10-15%. Angka kemiskinan naik 5-7%. Risiko bank run penarikan dana besar-besaran dari perbankan sangat mungkin terjadi. Pemerintah kemungkinan terpaksa keluarkan kebijakan darurat termasuk kontrol modal. Kesimpulan skenario 2: resesi sangat dalam mendekati depresi. Pemerintah kemungkinan minta bantuan IMF atau World Bank. Proyek infrastruktur semua berhenti. Pengangguran terbuka bisa tembus 20%. Skenario 3: Rupiah di Rp25.000 Krisis Sistemik Parah Ini melampaui krisis moneter 1998. Skenario paling ekstrem. Yang akan terjadi: hiperinflasi 25-40% atau lebih. Harga kebutuhan pokok bisa berlipat ganda dalam hitungan bulan. BI rate tembus 15-25%. Bank-bank mulai collapse karena kredit macet meroket dan likuiditas mengering. Dampak ke bisnis: perusahaan besar default utang. UMKM non-pangan bangkrut massal diperkirakan sekitar 30% UMKM terdampak parah. Pemerintah terpaksa bail out BUMN dan beberapa bank. Dampak ke rakyat: kelas menengah ludes separuh. Kemiskinan bisa naik 30-40% dibanding kondisi normal 2024-2025. Cadangan devisa habis. Indonesia terancam gagal bayar utang luar negeri. Dampak politik: kegaduhan sosial dan politik. Demo besar-besaran di mana-mana. Kesimpulan skenario 3: krisis multidimensi ekonomi, sosial, politik sekaligus. Pemulihan butuh lebih dari 5-7 tahun dengan bantuan asing besar-besaran. Seberapa mungkin ini terjadi dan ini yang paling penting: Untuk mencapai Rp18.500 saja dibutuhkan kombinasi beberapa faktor buruk sekaligus: konflik Iran-Israel yang meluas dan harga minyak menembus 135 dolar per barel, outflow modal asing yang masif dari Indonesia, Federal Reserve yang menaikkan suku bunga agresif ke 7%, dan fundamental domestik yang memburuk karena defisit APBN membengkak. Saat ini skenario 1 belum terlihat jelas akan terjadi tapi arahnya ke sana karena banyak faktor di luar kendali pemerintah: perang di Timur Tengah, ketegangan di Selat Taiwan, harga BBM global, dan gangguan supply chain akibat Selat Hormuz. Untuk skenario 2 dan 3 butuh kondisi yang jauh lebih ekstrem dan kombinasi masalah yang sangat berat. Yang bisa lo lakukan sekarang tindakan konkret: Pertama — kurangi utang berbasis dolar atau utang bunga variabel. Kalau suku bunga naik drastis, cicilan lo bisa meledak. Kedua — diversifikasi aset. Sebagian tabungan dalam bentuk emas, dolar, atau aset yang tidak bergantung pada kekuatan rupiah bisa menjadi pelindung nilai. Ketiga — perkuat ketahanan pangan keluarga. Stok kebutuhan pokok untuk beberapa bulan ke depan adalah langkah yang sangat rasional di kondisi ketidakpastian tinggi. Keempat — kalau lo pengusaha dengan biaya berbasis dolar evaluasi sekarang apakah ada cara untuk mengurangi eksposur ke dolar atau melakukan hedging. Kelima — jaga likuiditas. Cash adalah raja di kondisi krisis. Jangan lock semua aset lo di instrumen yang tidak bisa dicairkan cepat. Rupiah di 17.300 bukan berarti kita sudah menuju skenario terburuk. Tapi ini adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan bahwa kondisi sedang tidak normal. Yang perlu dilakukan bukan panik tapi mempersiapkan diri secara konkret. Karena kalau skenario 1 saja sudah cukup menyakitkan untuk kelas menengah bawah Indonesia, maka tidak ada alasan untuk tidak memulai persiapan mulai sekarang. Semoga tetap di level yang bisa dikelola. Tapi lebih baik siap dan tidak perlu, daripada perlu tapi tidak siap.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
76
667
1.8K
133.6K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, hari ini Prabowo bicara keras di acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap. Kalimatnya tegas. Dramatis. Dan kalau lo dengar sekilas terdengar sangat patriotik. Pilih, bela rakyatmu atau pilih mengabdi ke yang lain. Sepintar apapun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Mau kabur ke Yaman, silahkan. Jangan kepandaian itu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain. Pidato yang membakar. Penuh semangat. Dan gue yakin banyak yang tepuk tangan. Tapi gue mau ajak lo berpikir sebentar. Karena ada satu pertanyaan yang menurut gue harus diajukan dengan keras: Pak Prabowo, kalau standar patriotisme itu adalah bela rakyat dan tidak merugikan bangsa apakah pemerintahan yang Bapak pimpin sekarang sudah memenuhi standar itu sendiri? Mari kita cocokkan pidato dengan fakta yang ada di lapangan: Prabowo bilang: Jangan kepandaian itu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan uang negara. Fakta: BGN menganggarkan Rp1,2 miliar untuk Jasa Pengelolaan Opini Publik uang pajak rakyat untuk mengontrol narasi publik tentang program yang harusnya untuk anak-anak. Kalau itu bukan menggunakan kepandaian untuk menutupi masalah gue tidak tahu apa namanya. Prabowo bilang: Kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri. Fakta: Dari total anggaran MBG yang triliunan menurut Mahfud MD hanya sekitar Rp340 miliar yang benar-benar sampai ke makanan anak-anak. Sisanya ke mana? ermasuk pengadaan ribuan kendaraan dari India. Uang rakyat. Tapi tidak sampai ke rakyat. Prabowo bilang: Sepintar apapun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya. Fakta: Deputi Gubernur Bank Indonesia yang baru dilantik Februari 2026 adalah keponakan Prabowo sendiri Thomas Djiwandono yang mengakui tidak punya pengalaman di kebijakan moneter. Kalau patriotisme adalah menempatkan orang terbaik di posisi terpenting untuk kepentingan rakyat menempatkan keponakan di Bank Indonesia bukan karena kompetensinya adalah apa? Prabowo bilang: Saya tidak akan toleransi mereka yang tidak patriotik. Fakta: 52% dari 1.046 entitas BUMN merugi dengan total kerugian Rp50 triliun per tahun. Direksi dan komisarisnya tetap bergaji ratusan juta per bulan dari uang pajak rakyat. Sudah berapa tahun ini dibiarkan? Dan siapa yang mengisi posisi-posisi itu kalau bukan orang-orang yang dipilih berdasarkan pertimbangan politik dan kedekatan bukan kompetensi? Soal "kabur ke Yaman" dan ini yang paling perlu dikritisi: Prabowo menertawakan mereka yang ingin meninggalkan Indonesia. Bilang Indonesia sekarang adalah salah satu negara paling aman di dunia. Tapi orang-orang yang frustrated dan ingin pergi itu bukan karena tidak cinta Indonesia. Mereka frustrated karena melihat sistem yang tidak adil. Melihat orang pintar yang bekerja keras tapi tetap susah maju karena koneksi lebih penting dari kompetensi. Melihat uang pajak mereka habis untuk menutup kerugian BUMN yang tidak efisien dan program yang bocor. Melihat jabatan strategis diisi berdasarkan kedekatan keluarga dan loyalitas politik. Menertawakan mereka yang ingin pergi bukan patriotisme. Itu pengalihan. Pertanyaan yang seharusnya diajukan bukan "kenapa mau kabur" tapi "kenapa sistem ini membuat orang mau kabur?" Soal "Profesor Merah Putih" dan ini yang paling ironis: Prabowo meminta intelektual menjadi "Profesor Merah Putih" yang membela rakyat dan tidak menutupi korupsi. Tapi di hari yang sama BGN mendorong kampus-kampus terbaik Indonesia untuk masuk ke ekosistem MBG sebagai pengelola SPPG. Institusi pendidikan yang seharusnya menjadi watchdog independen diundang masuk ke ekosistem yang transparansi anggarannya masih sangat dipertanyakan. Kalau kampus-kampus itu menerima insentif dari BGN seberapa bebas mereka untuk menjadi "Profesor Merah Putih" yang berani mengkritisi program pemerintah? Atau justru ini cara yang sangat cerdik untuk memastikan suara kritis dari dunia akademik teredam sebelum sempat bersuara? Yang perlu dipahami dari pidato seperti ini: Pidato patriotisme yang berapi-api sangat efektif untuk dua hal. Pertama membakar semangat dan mendapat tepuk tangan. Kedua mengalihkan perhatian dari pertanyaan-pertanyaan yang lebih penting. Ketika seorang pemimpin bicara keras soal patriotisme orang lain pertanyaan yang harus selalu diajukan adalah: seberapa patriotik sistem yang dia pimpin sendiri? Patriotisme bukan hanya soal pidato yang menggelegar. Patriotisme adalah memastikan uang pajak rakyat benar-benar sampai ke rakyat. Memastikan jabatan diisi oleh yang paling kompeten bukan yang paling dekat. Memastikan program yang diklaim untuk rakyat benar-benar bisa diaudit dan dipertanggungjawabkan. Memastikan 14 orang yang mati di Bekasi karena perlintasan kereta yang tidak dijaga sejak puluhan tahun tidak mati sia-sia. Gue tidak meragukan bahwa Prabowo genuine dalam semangatnya. Tapi semangat tanpa akuntabilitas adalah retorika. Dan retorika yang paling berbahaya adalah retorika yang terdengar sangat benar tapi digunakan untuk menutup ruang bagi pertanyaan yang lebih penting. Pak Prabowo minta pejabat dan ilmuwan yang tidak patriotik untuk mundur. Gue balik bertanya: kalau standar patriotisme itu adalah bela rakyat, tidak menutupi korupsi, dan tidak membiarkan uang negara bocor ke tempat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan siapa yang seharusnya mundur duluan? Bukan pertanyaan yang gue lempar untuk menjatuhkan. Tapi pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap pemimpin yang mau mengklaim gelar patriot. Karena patriotisme yang sesungguhnya bukan dibuktikan dengan pidato di atas panggung. Tapi dengan keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari yang tidak ada kameranya, yang tidak ada tepuk tangannya, tapi dampaknya dirasakan oleh rakyat yang paling bawah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
57
146
290
16.8K
Pavolia Reine (レイネ)🦚hololiveID ホロライブID
My head hurts… Summary: Nerissa, who was supposed to be the therapist to fix all the residents, seemed to be doing her job well, until… she fell in love with Reine, who already had a girlfriend (Iofi). Thankfully, this was short-lived, as she quickly developed a crush on Ollie and forgot about the bird. Which was good and bad, because while Ollie technically wasn’t taken, she and Anya had a mutual crush. Kiara fell in love with Lui, but seemed like she was going to take it slow. Good. Meanwhile, Police Officer Subaru introduced herself to the new residents on the island, asking questionable inquiries such as whether a resident liked recreational handcuffing or asking about their interest in committing fraud. This seemed to have worked since they seemed to trust her, but… what is the real motive? Shiori saw something she shouldn’t have at Subaru’s place, and quickly ran out in horror. What was it? Would we ever know? Zeta, despite being rejected twice, would not give up on Kaela. When she asked if Kaela had anyone she liked, she was devastated to realize that Kaela only thought of her as someone to rely on regarding love advice. Moona, who finally moved on from Risu… to Iofi, unfortunately, was ready to risk it all and ended up asking Iofi if they could live together. Sadly, their minds weren’t synced (Moona wanted to lock the fxxk in but Iofi wanted gaming together) so the plan didn’t go smoothly. To cope with her sorrows, Kobo decided to be a pet collector, asking for more pets until she needed to clear out some items in her inventory. Perhaps she simply wanted a furry companion. When we thought all hope was lost, the arrival of the newest resident, Gigi, changed everything. Perhaps her hair was reminiscent to the shade of blonde Kaela had, but this was different. Kobo was ready to get up, forget the blacksmith, and chase a potentially better future… hopefully with Gigi. Tune in to the next stream for more!
Pavolia Reine (レイネ)🦚hololiveID ホロライブID@pavoliareine

TOMODACHI LIFE: LIVING THE DREAM #Pavolive #Pavolia_Reine The island, where feelings are crushed and hope is lost... suddenly gains a small beacon of hope (and three new residents). Is there a way to salvage what's broken? 10:30 AM WIB / 12:30 JST youtube.com/live/RJH1s7QtL…

English
24
194
2.3K
50.9K
Debleng Syarif
Debleng Syarif@DeblengSya44130·
@ShenoWirang Itulah pentingnya pempimpin yg tau bacaan Do'a BerWudhu,agar Hidayah datang menghampiri jika muslim
Indonesia
1
0
2
36
SHENO WIRANG
SHENO WIRANG@ShenoWirang·
Alih-alih ingin memperbaiki ekonomi negara yang sedang terpuruk, malah merusaknya dengan menambah beban fiskal negara. Pun, alih-alih efisiensi, malah menjilat ludah sendiri dengan melantik kroni baru, tambah pemborosan baru, menambah pos anggaran baru. Presiden paradoks, tanpa ragu nggangsir uang rakyat sembari cengengesan, hanya untuk memenuhi jabatan anggota koalisi dan kroninya. Ah, dasar: 𝗥𝗘𝗭𝗜𝗠 𝗕𝗟𝗔𝗡𝗧𝗜𝗞 𝗦𝗔𝗣𝗜
SHENO WIRANG tweet media
Indonesia
56
131
241
5.4K