Lone Wolf
37.3K posts

Lone Wolf
@Mythicalforest
A calm and reasonable person


Lagi, nobar Pesta Babi dibubarkan lagi! Babinsa sampai masuk ke dalam Universitas Khairun, Ternate untuk membubarkan nobar film Pesta Babi. NKK/BKK muncul lagi?


Nalince Wamang (17) was a teenage girl and a student at Petra Vocational High School in Mimika Regency who died from gunshot wounds sustained during an incident in the Tembagapura area of Central Papua on the night of May 7, 2026. Rev. Anton Wamang (Nalince's father) emphasized that this incident was purely a criminal act committed by certain members of the Indonesian National Armed Forces (TNI). “In this case, neither the TNI nor the OPM should point fingers at each other. This is a purely criminal incident. The TNI has already admitted that they were the ones who carried out the shooting in Tembagapura yesterday. In fact, when they visited the bereaved family’s home, they directly stated that it was their doing,” Anton stressed. Six other people were injured by gunfire from Indonesian military personnel #PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter


Komandan KODIM Ternate membubarkan nobar Pesta Babi yang digelar para jurnalis.

Sudah tidak ada lagi ruang demokrasi di lingkungan akademik. Bukan yang pertama kalinya, acara nobar Pesta Babi lagi-lagi dibubarkan. Kali ini di Universitas Mataram. Sepertinya masyarakat dipaksa buta untuk mengetahui kondisi Papua yang sebenarnya. (Kronologi di reply)

"Saya bilang ini goblok banget!" "Masa pake tumbler yang mulutnya besar banget? Ya nyiprat" “Main cantik lah. Kalau ada CCTV, bisa pakai jaket, pakai masker, pakai penutup aja. Masak di tengah jalan enggak pakai penutup muka, enggak pakai helm. Ini kan jadi lucu-lucuan” Kutipan dari hakim militer. Di persidangan militer.

PENGHANCURAN GEREJA OLEH APARAT MILITER (TNI). Sorong, Papua Barat 4 Mei 2026. Telah terjadi oprasi militer di Kampung Persiapan Tahmara, Distrik Aifat Selatan. Tentara Indonesia membakar rumah peddk di kampung & membongkar Gereja GKI POS PI Imanuel Tahmara ( Klasis Aifat).

Pastor Paroki Gereja katedral Tiga Raja Timika mengumumkan bahwa ia merasa diintimidasi oleh militer/TNI yang secara intens mendatangi komplek Katedral Tiga Raja. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu 26 April 2026 saat pengumuman sebelum berkat penutupan misa.

[BREAKING NEWS] Aksi damai mahasiswa di Kota Jayapura yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) hari ini, Senin, 27 April 2026, pukul 09.00 pagi, dibubarkan secara paksa secara brutal oleh aparat Kepolisian.



Sabtu bersama bapak, Desember 1967.

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri




Dihadapan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dan Kapolda Papua Tengah, korban penembakan di Kembru Papua Tengah (13-14 April 2026) menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat penembakan terjadi. Granat dilemparkan kehalaman honai mereka sehingga orang-orang di dalam honai terluka. Sementara korban-korban lain di luar honai ditembaki secara serentak. Ada penggunaan drone saat penembakan itu terjadi pada dini hari, sekitar pukul 05.00 - 06.00 waktu setempat. Jenazah warga yang meninggal karena tembakan sudah mereka bakar sesuai adat setempat. #PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter #humanrights #hakasasimanusia #penembakan jubi.id | FB: JubiNews | X: @News_jubi | IG: newsjubi | Tiktok: @jubinews | Youtube: @newsjubi


Lagi dan Lagi, Puncak Berdarah : 8 Nyawa Hilang di Tangan Aparat Peristiwa ini terjadi pada Senin, 14 April 2026, sekitar pukul 05.00 WIT, di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Wilayah ini bukan lokasi kontak tembak, melainkan zona yang sebelumnya telah disepakati bersama sebagai tempat pengungsian warga sipil yang melarikan diri dari konflik di Distrik Pogoma. Delapan warga sipil dilaporkan tewas dalam kejadian ini. Nama-nama mereka yang berhasil diidentifikasi adalah Wundili Kogoya (36), Kikungge Walia (55), Pelen Kogoya (65), Tigiagan Walia (76), Ekimira Kogoya (47), Daremet Telenggen (55), Inikiwewo Walia (52), dan Amer Walia (77). Satu orang lagi, seorang anak berusia lima tahun bernama Para Walia, selamat namun mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan masih menjalani perawatan. Seluruh korban adalah warga sipil pengungsi, bukan pihak yang terlibat langsung dalam konflik bersenjata. Operasi dilakukan oleh aparat keamanan TNI menggunakan helikopter dan pasukan darat. Sehari sebelumnya, pada 13 April 2026, operasi serupa lebih dulu dilancarkan di Distrik Pogoma, dengan penggunaan helikopter dan pengeboman yang menyasar markas TPNPB di Kampung Guamo. Warga yang selamat dari operasi itu kemudian mengungsi ke Distrik Kemburudan di sinilah operasi lanjutan diduga menyasar mereka. Konflik bersenjata yang melatarbelakangi peristiwa ini melibatkan TNI di satu sisi dan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) di sisi lain. Pusat kontak tembak aktif disebut berada di Distrik Pogoma. Distrik Kemburu sendiri seharusnya steril dari operasi militer karena telah disepakati oleh kedua pihak sebagai zona aman bagi pengungsi. Sumber di lapangan menyebut bahwa operasi di Kemburu dilakukan tanpa membedakan warga sipil dari kombatan. Laporan Tribun Papua Video: masyarakat evakuasi korban yang ditembak mati di TKP #Papua #PapuaTengah #Puncak #TPNPB #TNI #Sinak








