Sabitlenmiş Tweet
Lupa Naro
5.5K posts

Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi

@SprinterPress Ketika sang singa Padang pasir terbangun dari tidurnya, terbirit-birit lah sekawanan anjing itu dibuatnya 🤣
Indonesia

The UAE has warned of escalating tensions in the region.
The Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates issued a statement expressing serious concern over recent events in the region and calling for an immediate end to the clashes.
After months of empty rhetoric and full support for an attack on Iran, now that Iran has threatened to strike UAE infrastructure, and the UAE, seeing the fate of Kuwait, has suddenly remembered restraint and begun calling for an end to the war.
English
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi

Even more incredible footage of the attacks on Jordan: Iranian missiles easily bypass numerous interceptors and hit their targets.
The United States has transferred its troops from countries in the Persian Gulf to Jordan, hoping they would be safe there, but Iranian missiles continue to pursue them.
English
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi

This is the Iranian MAPNA water desalination plant in Qeshm which the US destroyed with the help of Qatar, Kuwait, Jordan, UAE, Bahrain and Saudi Arabia.
Arab countries gave their soil & facilities to the US which helped them bomb Iranian desalinations plants.

🇶🇦 عبدالله@AbMS19
Let me guess: The desalination and electricity plants in Kuwait have American bases too right?
English
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi

@Pantau_Situasi Tapi emang tuck Fuso muatan galon suka ngebut juga kalo disini gatau dah kenapa
Indonesia

𝐏𝐞𝐭𝐢 𝐌𝐚𝐭𝐢 𝐑𝐚𝐤𝐬𝐚𝐬𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐨𝐝𝐚 𝐃𝐞𝐥𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐓𝐮𝐫𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐛𝐨𝐥𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
Jumat (17/7/2026), tepat pukul 10.30 pagi, di Kilometer 44-45 Jalan Jamin Ginting, sebuah truk tronton bermuatan penuh galon air mineral meluncur dari arah Tanah Karo menuju Medan.
Di depannya, jalan sedang tersendat, antrean kendaraan mengular karena sebuah tabrakan kecil antara mobil travel dan truk telah lebih dulu terjadi setengah jam sebelumnya.
Sopir bernama inisial I menginjak rem.
Rem itu tidak menjawab.
Yang terjadi berikutnya berlangsung dalam hitungan detik: truk tak laik jalan yang dipaksa beroperasi itu berubah menjadi peti mati raksasa beroda delapan, menyapu sembilan kendaraan sekaligus-satu truk fuso, twee truk colt diesel, lima minibus, dan satu sepeda motor.
Empat orang meninggal dunia: Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), dan Anton Simorangkir.
Delapan lainnya luka-luka, satu di antaranya anak kecil dengan luka berat.
Salah satu korban tewas, menurut keterangan yang beredar, sedang dalam perjalanan menjemput anaknya dari sekolah.
Polisi cepat menetapkan penyebabnya.
"𝘉𝘦𝘳𝘮𝘶𝘭𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘵𝘳𝘶𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘪𝘳 𝘮𝘪𝘯𝘦𝘳𝘢𝘭 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘳𝘦𝘮 𝘣𝘭𝘰𝘯𝘨," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol 𝐉𝐞𝐚𝐧 𝐂𝐚𝐥𝐯𝐢𝐣𝐧 𝐒𝐢𝐦𝐚𝐧𝐣𝐮𝐧𝐭𝐚𝐤.
Dua kata itu "𝐫𝐞𝐦 𝐛𝐥𝐨𝐧𝐠" kini menjadi kalimat penutup resmi atas empat nyawa.
Sebab "rem blong" bukanlah sebab.
Ia adalah gejala.
Pertanyaan sesungguhnya adalah: mengapa sebuah truk dengan rem yang tak berfungsi diizinkan menuruni salah satu jalur turunan paling curam di Sumatera Utara?
Truk itu membawa muatan penuh.
Muatan penuh berarti energi yang menumpuk, dan energi itu hanya bisa ditahan oleh satu sistem: pengereman yang bekerja.
Ketika sistem itu gagal, fisika tidak mengenal ampun.
Menyalahkan sopir adalah jalan pintas yang nyaman.
Ia menutup kasus tanpa harus menyentuh rantai yang lebih panjang: pemilik truk yang menekan biaya perawatan, sistem pengawasan kelaikan yang mudah ditembus, dan pengaturan muatan yang jarang benar-benar ditimbang.
Lokasi kejadian pun bukan titik yang asing bagi maut.
Jalur Medan-Berastagi di kawasan Sibolangit adalah jalur wisata favorit yang membelah pegunungan, indah dipandang, tetapi menuntut kendaraan dalam kondisi prima karena rangkaian tanjakan dan turunannya.
Lalu lintas, kata polisi, telah kembali lancar dari dua arah.
Semuanya rapi, semuanya cepat, seolah tragedi ini adalah rutinitas yang cukup dibersihkan dari badan jalan lalu dilupakan.
Tapi rem yang blong pagi tadi seharusnya tidak diikuti oleh nalar yang ikut blong.
Karena jika satu-satunya kesimpulan dari empat kematian ini adalah "rem truk rusak", maka jalanan itu akan tetap menunggu sabar dan pasti truk berikutnya yang remnya juga kebetulan menyerah di tikungan yang salah.
#sibolangit #berastagi #remblong #ujikir
Indonesia
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi
Lupa Naro retweetledi














