ηam ⋆

1.8K posts

ηam ⋆ banner
ηam ⋆

ηam ⋆

@Namondys

--- My archive space ...

˙⋆❍ Katılım Haziran 2022
323 Takip Edilen317 Takipçiler
ηam ⋆
ηam ⋆@Namondys·
@scorpiyu Fotonya 3:4 nanggung banget di sgnya plis 🫪
Indonesia
1
0
0
32
asha & that
asha & that@scorpiyu·
jujur rada gengges beb liat hasil potonya tp gpp makaci udah berusaha😭🫰🏻 @ jutdwae
asha & that tweet media
Indonesia
6
0
27
736
ηam ⋆
ηam ⋆@Namondys·
@penerbitharu Done! Terima kasih admin udah ngadain GA ini, aku mau banget novel Akiyoshi Rikako itu yang Island Battle Royal, semoga dapet 🫶
ηam ⋆ tweet media
Indonesia
0
0
0
400
ηam ⋆ retweetledi
Penerbit Haru
Penerbit Haru@penerbitharu·
GIVEAWAY DADAKAN!!!! Siapa yang mau buku gratis? :3 Syarat: 1. Follow @penerbitharu dan repost unggahan ini! 2. Reply buku yang kalian mau. Satu orang pilih satu buku aja ya 😁☝️ 3 orang pemenang akan diumumkan hari Senin, 13 Juli 2026. Semoga beruntung^^
Penerbit Haru tweet mediaPenerbit Haru tweet media
Indonesia
1.7K
1.8K
2.3K
94.5K
ηam ⋆ retweetledi
sephora
sephora@purplelyhaze·
Gw gaakan bosen bosennya untuk menyarankan kalian membaca buku yang judulnya adalah reopening muslim minds karya mustafa akyol. Di buku itu kalian akan tahu kenapa islam bisa jadi kayak sekarang, gak kayak jaman² golden age dulu🥲 bahkan di buku itu juga dijelasin gimana paham-
Xaeen’s Tighnari boyfie 🍀@xaeen_

@kaiashere Sumpah Islam dlu ga sebego skrng deh, apalagi jama Golden Age, bener bener mempelajari sains, ga takut belajar hal baru, banyak ilmuan Islam yg mengubah peradaban dgn sains. Skrng kaya orang dongo, kuno & di doktrin agama buat alergi sains & ilmu pengetahuan anjir

Indonesia
20
797
6.4K
160.4K
ηam ⋆ retweetledi
shei🌷
shei🌷@halohimeara·
suka banget sama statement "condemn the system not the person" jangan sampai bias kognitif bikin kita buta apresiasi sama prestasi murni seseorang cuma karena instansinya. di psikologi, fenomena ngehate individu karena stigma dari instansinya ini dapat dikaitkan dengan konsep horn effect atau sering juga disebut reverse halo effect. horn effect ini muncul ketika seseorang langsung dinilai punya atribut negatif, hanya karena satu kesalahan klo dalam konteks ini yaitu karakteristik lain dari dirinya yg berkaitan dengan sesuatu yang sudah punya stigma di masyarakat (satu keburukan/kesalahan di mata netizen terkait postingan ini bukanlah sifat atau kelakuan asli mahasiswa, melainkan label instansinya). padahal, aslinya kedua hal tersebut sama sekali tidak berhubungan. bias kognitif semacam ini sangat memengaruhi bagaimana cara orang membentuk kesan dan mengambil keputusan terhadap orang lain.
jun@presidenjun

he has every right as any other students to compete. mentang2 lu gasuka pemerintah bukan berarti you can hate him based on what university he goes to. condemn the system not the person

Indonesia
2
18
103
3.9K
ηam ⋆ retweetledi
ega
ega@fluoxetan·
false equivalence. kalau logikanya “masih berdosa berarti gak boleh mengkritik dosa lain”, maka gak ada satu pun manusia yang boleh mengingatkan siapa pun. dengan logika itu, warga yang masih berdosa juga gak boleh mengkritik rezim yang korup. jelas gak nyambung. dosa liwath (sodomi) emang dipandang lebih berat daripada zina menurut mayoritas ulama karena dianggap menyelisihi fitrah, diabadikan dalam quran, dikaitkan dengan azab yang berat. banyak ulama juga memandang hukumannya lebih berat daripada zina. keduanya emang sama-sama dosa besar, tetapi kalau dibuat setara yaa gak tepat. dan jangan oversimplifikasi deh. yang dihukumi perbuatan bukan cuma zina atau liwath aja ya kocak. menghalalkan yang Allah haramkan juga dosa (bahkan dijatuhi kufur), sengaja menyerupai lawan jenis, berbangga diri dengan mengafiliasikan dan mendukung hal tersebut juga terhitung perbuatan. inget ya, istri Nabi Luth gak zina maupun liwath, tetep binasa karena keberpihakannya
bin@amazexiu

buat muslim yang masih pacaran tapi ngejelek jelekin lgbt, gua cuma mau bilang kalau dalam Islam yang dosa itu bukan orientasi seksual tapi perbuatan zinahnya terlepas orientasi seksual apapun dan pacaran adalah salah satu perbuatan zinah, jadi gausah hetero supermacy.

Indonesia
2
71
309
6.9K
ηam ⋆
ηam ⋆@Namondys·
@insidefolkative Suka nih, banyakin konten informatif baik seperti ini 🙂‍↕️
Indonesia
0
0
0
780
folkative
folkative@insidefolkative·
Profil Fansen Candra Funata, mahasiswa Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan GPA sempurna 5.00/5.00, yang kini jadi peserta Clash of Champions Season 3: - Fansen Candra Funata merupakan mahasiswa Massachusetts Institute of Technology dengan GPA sempurna 5.00/5.00 di jurusan Electrical Engineering. - Menjadi peraih Silver Medal di International Physics Olympiad, salah satu kompetisi fisika paling bergengsi di dunia. - Kembali meraih Silver Medal di Asian Physics Olympiad. - Menjadi Absolute Winner Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika 2022, sekaligus meraih Medali Emas dan penghargaan Best Theory. - Berhasil meraih nilai tertinggi di kelas Semiconductor Electronic Circuits selama berkuliah di MIT. - Diterima di MIT, universitas yang secara konsisten menempati peringkat teratas dunia, berkat rekam jejak prestasinya di bidang fisika. - Menjadi lulusan terbaik SMA Darma Yudha sebelum melanjutkan studi ke MIT. - Pernah menjadi finalis Academy of Champions (AOC) dan kini kembali bersaing sebagai peserta Clash of Champions (COC) Season 3.
folkative tweet mediafolkative tweet mediafolkative tweet mediafolkative tweet media
folkative@insidefolkative

Profil Evan Nathanael, mahasiswa National University of Singapore (NUS) dengan GPA sempurna 5.00/5.00, yang kini jadi peserta Clash of Champions Season 3: - Berhasil meraih ASEAN Undergraduate Scholarship, beasiswa penuh yang menanggung seluruh biaya kuliah sekaligus memberikan uang saku. - Mengambil double major di Computer Science dan Mathematics, dua jurusan yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi. - Menjadi peraih medali perunggu di International Mathematical Olympiad, salah satu kompetisi matematika paling bergengsi di dunia. - Mengoleksi medali di berbagai ajang matematika nasional, termasuk Gold Medal KSN Matematika 2021 dan Silver Medal OSN Matematika 2022. - Menjadi runner-up Academy of Champions (AOC) sebelum kembali bertanding sebagai peserta Clash of Champions Season 3. - Pernah menjadikan Massachusetts Institute of Technology sebagai kampus impian, namun akhirnya memilih NUS setelah memperoleh beasiswa penuh. - Aktif sebagai Wakil Ketua NUS Angklung Ensemble, membuktikan tetap aktif berorganisasi di tengah padatnya perkuliahan. - Mulai mengikuti kompetisi matematika sejak SD dan konsisten berprestasi hingga tingkat internasional. - Memiliki prinsip belajar dengan memahami konsep, bukan sekadar menghafal rumus, yang membawanya meraih prestasi akademik konsisten.

Indonesia
20
140
935
171.1K
ηam ⋆ retweetledi
ega
ega@fluoxetan·
son😭😭😭😭 you know nothing about sharia if you think islamic rulings ignore systemic issues. padahal syariah itu sebuah sistem. di dalamnya ada aturan tentang hukum pidana, ekonomi, hak dan kewajiban negara, pendidikan, keluarga, sampai adab pergaulan dan edukasi seksual. semua direduksi jadi hijab. padahal pendidikan seksual bukan cuman hijab aja. ada perintah menjaga pandangan, menjaga kemaluan, larangan zina, larangan pelecehan, larangan khalwat, dan lain-lain yang gak sependek akal prasangkamu yang jelas gak akan menyelesaikan apa-apa
ega tweet mediaega tweet media
Indonesia
7
160
688
11.1K
ηam ⋆ retweetledi
ame
ame@taurosze·
banyak yg bilang ada yang jual obat antibiotik di marketplace hitam dengan modus dikasih nama “MULTIVITAMIN” dan ternyata bener?? 😨 ini Azithromycin, Rifampicin dan Cefixime, obat keras yang HARUS pake resep dokter malah dijual bebas online terus namanya disamarkan jadi “multivitamin” *WTF @BPOM_RI tolong diusut ini bahaya banget buat masyarakat 🚨🚨🚨
ame tweet mediaame tweet media
Indonesia
46
183
447
32K
ηam ⋆ retweetledi
folkative
folkative@insidefolkative·
"Semakin dewasa, pernah nggak sih kamu bertanya: sebenarnya aku hidup buat apa?" Di episode ini Nikita Willy bertanya ke Fahra Qoonita tentang arti kehidupan. Nikita Willy: Mungkin aku bisa bilang obrolan kita hari ini itu berawal dari aku scroll Instagram, lalu aku menemukan tulisan teh Qoonita. aku bacain ya “Pada akhirnya hanya kita sendirian yang akan memperjuangkan hidup, dulu kita kira orang tua akan selalu membantu , sahabat akan selalu menemani, kalau nikah pasti semua lebih indah. Makin dewasa akhirnya kita memahami orang tua akan ada masanya mereka melepas kita berlayar dengan perahu sendiri, ngga selamanya sahabt akan selalu ada dan menikah bukanlah magic pill yang membuat hidup bahagia.” Lalu pada saat aku baca itu langsung berpikir kita ini sebenarnya lagi mengejar apasih semuanya? sebenarnya aku lagi menjalani hidup yang seperti apa sih, kita tau bahwa tugas kita sebagai hamba di dunia ini untuk menyembah kepada Allah, tapi gimana kita bisa menemukan jawabannya teh, gimana kita tahu bahwa hidup yang kita lagi jalani ini adalah memang kehidupan yang memang Allah mau atau kegiatan-kegiatan yang sedang kita jalani ini kegiatan yang Allah mau?
folkative tweet mediafolkative tweet media
Indonesia
22
347
1.7K
80.4K
ηam ⋆ retweetledi
Dr. Yousef 🇵🇸
Dr. Yousef 🇵🇸@yousef_ki1·
If you see this photo, put a dot to break the algorithm.
Dr. Yousef 🇵🇸 tweet media
English
298
2K
7.6K
54.3K
ηam ⋆ retweetledi
miw.
miw.@lilaccountz·
belajarlah islam terutama tauhid dengan berurutan melalui guru yg ilmunya kredibel guys sampai kita paham bahwa islam tidak pernah mendzolimi kita. oknum muslim lah yg menyalahgunakan islam untuk kepentingan dirinya
Indonesia
11
112
620
9.4K
ηam ⋆ retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 reminder buat ciwi-ciwi untuk periksa payudara sendiri, bisa dilakuin 7-10 hari setelah haid yahh🤍 kalo ngerasa ada benjolan langsung periksa
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
59
925
11.5K
367.7K
ηam ⋆ retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
"Pak TU Kampus" "Iya gimana?" "Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?" "Coba saya cek, kasih nama sama NIM?" "Debi Pak, ini NIM saya." "..." "Ini ibu kamu PNS? Dosen?" "Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada." "Waduh, kalau PNS emang biasanya UKT tertinggi, memang gitu aturannya di kampus ini." "Hah? Terus gimana Pak?" "Coba kamu apply KIPK. Ini dicek ya syaratnya." *** "Bu Dinas Sosial." "Iya gimana?" "Saya mau cek orang tua saya di desil berapa di DTSEN, saya mau daftar KIPK." "Minta NIK orang tua ya." "Ini Bu, tolong dicek" "Sebentar ya" "..." "Ini ibu kamu PNS? Dosen?" "Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada." "Waduh, kalau PNS pasti kehapus dari DTSEN. Dari jaman DTKS juga rutin diapus. Perintah menteri sosial. Memang aturannya gitu." "Hah? Terus gimana Bu?" "Coba kamu pakai surat keterangan tidak mampu atau slip gaji ortu buat daftar KIPK." *** "Pak Lurah, saya mau minta SKTM buat daftar KIPK" "Kamu bukannya Debi, anaknya Bu Lala, dosen di kampus itu?" "Iya Pak" "Lah, penghasilannya bukannya lumayan?" "Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada." "Bentar saya cek dulu aturannya, Ibu PNS kan ya?" "Iya Pak" "Saya kemarin dapet instruksi dari Pemda sini, katanya kalau PNS gak boleh dapet SKTM. Jadi saya gak berani keluarin." "Hah? Terus gimana Pak?" "Coba langsung pakai slip gaji Ibu ke Dikbud." *** "Bu Dikbud." "Iya gimana?" "Saya mau daftar KIPK, cuma data ortu saya gak ada di DTSEN sama Pak Lurah gak bisa ngeluarin SKTM. Jadi pakai slip gaji." "Sebentar saya cek ya." "Ini slip gaji ibu kamu? PNS? Dosen?" "Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada." "Waduh, kalau PNS emang gak bisa daftar KIPK. Kemarin pejabat tim teknis KIPK udah bilang kalau PNS gak boleh sama sekali." "Sama sekali Bu? Gaji Ibu saya cuma segini?" "Iya. Bahkan Golongan I juga gak boleh. Memang aturannya begitu." "Hah? Terus gimana Bu?" "Coba ke bank aja sama Ibu, siapa tahu bisa ada pinjaman" *** "Bu CS Bank" "Iya gimana?" "Saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya" "Baik Bu, saya cek dulu" "..." "Bu Lala, setelah kita cek penghasilan dan riwayat finansial, kita gak bisa kasih pinjaman." "Kenapa Bu?" "Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi. Saya gak berani Bu, nanti saya yang kena." "Waduh, terus gimana ini Bu?" *** "Pak TU kampus, saya gak bisa dapet KIPK Pak" "Udah coba pinjam bank?" "Gak bisa Pak, penghasilan Ibu saya gak cukup." "Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus" *** "Mas fintech, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?" "Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun" "Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?" "Iya Mbak" "Waduh, itu segede biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya" "Memang aturannya segitu pinjaman kita." *** "Pak TU Kampus" "Iya gimana?" "Misalkan saya mau nunda kuliah jadi tahun depan, buat ngumpulin duit dulu, bisa gak?" "Jadi gak daftar ulang pertama?" "Iya." "Jalur apa?" "Prestasi." "Gak bisa, kalau udah lulus seleksi prestasi tahun ini, kamu diblacklist dari ikut ujian lagi tahun depan." "Hah?"
Indonesia
78
586
3.7K
178K
ηam ⋆ retweetledi
아답답하네진짜
아답답하네진짜@dkslrmrp0k·
아니 찬이 이거 수면중 스포였네 나 진짜 기절이야 나 진짜 기절이야 나 진짜 기 ㅈ
한국어
24
2.4K
11K
303.2K
ηam ⋆ retweetledi
Affan Basalamah
Affan Basalamah@affanzbasalamah·
Kalau orang ngerjain tugas kuliah harus sampai bawa printer ke cafe, artinya ada sesuatu yg salah di sini. Saya punya beberapa pertanyaan: - Kampus jaman sekarang UKT nya selangit, tapi kenapa tidak ada infrastruktur & layanan bagi mahasiswa untuk mengerjakan tugas di dalam kampus? Kenapa musti ke cafe? Kalau saya punya cafe, saya akan tanya kenapa kamu sampai kayak gitu? Terus kalau cafe nya tutup jam 10 malam, terus mereka pada ke mana? ke McDonald's 24 jam? - Perguruan tinggi apalagi yg masuk rangking ini itu harusnya punya layanan untuk mahasiswa begadang mengerjakan tugas, serta laboratorium komputer utk mahasiswa bisa mengerjakan tugas spesifik keilmuan. Agak aneh kalau mahasiswa teknik musti punya laptop gaming pakai GPU dan beratnya ampun-ampunan hanya utk jalankan software teknik yg harusnya bisa disharing di lab komputer. Ada teknologi namanya remote desktop & remote GPU. Kenapa fasilitas kritikal begini nggak pernah jadi iklan sebuah kampus? - Proses pengerjaan tugas itu kan dibikin di komputer dulu, ya kalau belum final ngapain diprint? Kan sekarang kampus pada langganan Microsoft 365, ya mestinya koreksi dokumen & komentar kan bisa dilakukan secara online? Diketik di Word, disimpan di OneDrive, dosen & mahasiswa nya punya akun, kan itu bisa dipakai kolaborasi? atau nggak ngerti caranya gimana? Coba saya ingin lihat komentar anda melihat hal yang aneh ini. Atau bawa printer ke cafe itu sekarang dianggap tidak aneh?
al.@dumbtrvck

nongkrong bawa laptop okelah, lah ini bawa printer!? 😭

Indonesia
37
187
941
70.3K