Ndalem
12.6K posts

Ndalem
@Ndalem4
Karena folowerku mini ya cuma like dan komen. yang penting uneg2 tersampaikan
Katılım Eylül 2020
1.1K Takip Edilen507 Takipçiler

@SigitWasito8 Ya, menghadapi orang kuat apalagi bagian dari termul itu hrs dg kekuatan penuh, itu saja masih sulit untuk kasusnya bisa berjalan, sampe sekarang belum ada panggilan polisi.
Indonesia

🤣🤣🤣 ngurus jakarta aja gak becus, bermanfaat omon2nya iya.
Gus Choy Markochoy@choymarkochoy_
Sudah banyak bukti bahwa @aniesbaswedan memiliki kwalitas, dan itu bisa bermanfaat untuk negeri apabila diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini
Indonesia

@txtdrkuliner Toko2 kicil di kampung2 masih bisa bertahan bersaing dg Indomart dan Alfamart krn ada kesadaran dari masyarakat untuk berbelanja di tetangga, kalo.sudah ada Koperasi ini pasti toko2 kicil akan mati sbb disparitas harga yg tinggi.
Indonesia

@DedynurPalakka Gak apa2 kalo bisa tembus senayan, syukur2 bisa menang mutlak 90%.
Memperbaiki Indonesia baru bisa kalo sudah benar2 hancur mai dari nol
Indonesia


@Fahrihamzah Mumpung pak Prabowo jadi Presiden, segera angkat pahlawan aktivis Reformasi 98 yg diculik dan hilang sampe sekarang.
Kasihan keluarga korban sampr skrg mayatnya belum ditemukan. Atau barangkali mau menunjukkan dimana kuburannya aktivis yg diculik.
Indonesia

BARANGKALI KITA LUPAKAN MARSINAH,
PRESIDEN MENGINGATKAN!
Kemarin, Sabtu, 16 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk — lalu berziarah ke makamnya. Enam bulan sebelumnya, ia menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Negara, rupanya, belum sepenuhnya lupa.
*****
Saya tidak menyangka akan menulis kalimat ini: seorang presiden Indonesia kemarin datang ke Desa Nglundo, Nganjuk, meresmikan sebuah museum buruh, lalu berjalan satu kilometer ke pemakaman untuk berziarah ke pusara seorang perempuan yang dibunuh karena menuntut upah.
Bukan perempuan sembarangan, tentu. Marsinah. Operator mesin jam tangan di sebuah pabrik kecil di Sidoarjo yang wafat pada 9 Mei 1993, usia dua puluh empat tahun, karena ia memimpin tuntutan atas Upah Minimum Regional sebesar Rp 1.700 per hari — angka yang sudah ditetapkan pemerintah sendiri, tapi tidak pernah dibayarkan.
Tiga puluh tiga tahun kemudian, Presiden Prabowo Subianto berdiri di depan museum yang dibangun di tanah rumah masa kecilnya, menandatangani prasasti, dan berkata: "Museum ini adalah simbol, tonggak peringatan, untuk memperingati keberanian seorang pejuang muda, seorang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh."
Saya membaca kalimat itu berkali-kali. Dan saya pikir: ini bukan hal kecil.
Mari kita susun urutannya dengan benar, karena ini penting.
Pada 10 November 2025 — Hari Pahlawan — Presiden Prabowo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025. Marsinah menjadi Pahlawan Nasional pertama dari generasi yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. Seluruh organisasi buruh, kata Prabowo, satu suara mengusulkannya.
Lalu pada 1 Mei 2026, di hadapan puluhan ribu buruh yang memadati Monas, Prabowo mengumumkan ia akan ke Nganjuk bulan ini juga untuk meresmikan Museum Marsinah.
Dan kemarin, Sabtu 16 Mei 2026, ia benar-benar datang.
Peresmian itu bukan acara pemerintah dengan dana APBN. Museum seluas 938,6 meter persegi itu dibangun dari iuran buruh, diprakarsai KSPSI, didirikan di atas tanah tempat Marsinah tumbuh. Isinya: pakaian terakhir yang ia kenakan, tas, catatan harian, keluh kesah yang ia tulis kepada kakaknya, serta kliping koran asli yang merekam peristiwa pembunuhan dan pengadilannya. Ada pula diorama momen penganugerahan Pahlawan Nasional, dan kamar kecilnya — yang dilihat Prabowo dengan takjub bersama Andi Gani sebelum acara dimulai.
Setelah peresmian, Prabowo berjalan ke makamnya. Satu kilometer. Khidmat, kata laporan yang saya baca. Penuh penghormatan.
Saya ingin jujur tentang apa yang saya rasakan membaca berita itu.
Ada bagian dari saya yang terharu. Seorang presiden Indonesia berziarah ke makam seorang buruh perempuan yang kasus hukumnya tidak pernah tuntas diadili. Yang namanya selama bertahun-tahun lebih sering disebut di spanduk demonstrasi daripada di kantor pemerintah apalagi istana. Itu bukan sesuatu yang bisa diremehkan.
Tapi ada juga bagian dari saya yang bertanya-tanya.
Bukan karena curiga. Tapi karena saya percaya bahwa Marsinah sendiri — perempuan yang memilih bertindak bukan berkata-kata — akan mengajukan pertanyaan yang sama jika ia masih hidup: baik, museum sudah ada, gelar sudah diberikan, makam sudah diziarahi. Lalu apa yang berubah untuk tujuh puluh juta pekerja yang hari ini masih bekerja tanpa jaminan sosial yang layak?
Karena itulah yang ia perjuangkan. Bukan monumen untuk dirinya. Ia berjuang agar pekerja mendapat apa yang menjadi haknya. Upah yang benar. Perlindungan yang nyata. Negara yang hadir.
Prabowo sendiri, dalam pidato peresmian itu, berkata sesuatu yang saya kira penting untuk dikutip lengkap.
"Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, karena negara kita didirikan dengan falsafah dasar Pancasila," kata Prabowo.
Indonesia

@SigitWasito8 Anda keliru, Keluarga Bambang Tri dihancurkan sebelum ada mubahalah.
Indonesia

@Mundiwangi4 Islam mulai berkembang di AS meski kelihatan primitif tapi apa saja bisa dibeli, wqjar kalo pada ketakutan.
Indonesia

@DeHoutman_iQ Dikasih otak bisa mikir mau pilih mana? Pinter, bodo, kaya, muskin semua pasti bakal mati.
Indonesia

@tempodotco Sudah pegang kekuasaan masih ajak ajak? Artinya tidak mampu, Mending mundur jadi menteri.
Indonesia

@akbarfaizal68 Terjepit diantara dua kekuatan, JKW dan Adiknya sendiri, dan Sepertinya tdk bisa melawan.
Indonesia

Kawan, kenapa kesalahanmu makin dalam? Betapa sulit posisi Presiden karenamu sebab semua akan berujung pada persepsi publik tentang ketakmampuannya memilih org2 yg layak bekerja untuknya. Jika tak mampu meyakinkan media mainstream ttg pikiran anehmu, cukuplah dengan menjadi sedikit arif menurunkan tensi keanehan logika kekuasaan yang kamu gaungkan sejak awal itu. Sebenarnya saya ingin berterima kasih padamu sebab berani berbeda secara ekstrim dgn mayoritas org yg kuanggap sbg tawaran ide/gagasan bagi publik utk memulai dan menerima perbedaan. Tapi yg tak saya sangka kamu ternyata meyakini betul logika kacaumu. Kupikir itu hanya cara utk masuk ke kekuasaan. Kamu benar-benar salah jalan dan salah jaman kawan. @nagara_inst
Indonesia

@Franken_blues Bisa jadi 40 Ormas masih tdk mempan membawa Armando ke pengadilan, sbb telah terbuktu Armando sangat kebal, laporan2 yg lalu aja mentok gak jalan.
Laporan 40 Ormas itu hanya ubtuk menambah catatan saja bhw masih ada Ormas islam yg peduli.
Indonesia

@akbarfaizal68 @Kemenag_RI Anehnya kok gak ada tindakan terhadap kepolisian yg sangat2 lambat dalam menangani laporan. Pdhl pelapor, bukti, korban cukup konon laporan dari tahun 2000
Indonesia

Yth Pak Menteri @Kemenag_RI, segera ambil tindakan nyata menyelamatkan anak-anak kita dari para pemangsa di pondok-pondok pesantren. Puluhan santriwati dari keluarga miskin bahkan yatim dimangsa oleh pengelola pondok pesantren spt di Pati, Jawa Tengah itu. Saya marah betul. Ini sudah peristiwa berulang. Berhenti pikirkan rencana aneh semisal mengambil-alih tata kelola dana-dana umat. Perilaku bbrp manusia bejat berjubah agama itu harus diakhiri sekarang juga. Tunjukkan bahwa kementerian ini ada gunanya. @prabowo @ListyoSigitP
Indonesia

Setelah merusak Indonesia selama 10 tahun menjabat presiden, Jokowi masih cawe2 merusak Indonesia ketika sudah lengser.
#MakzulkanWapresBadut
#MakzulkanWapresBadut
Indonesia





















