🅽🅳🅾🅱🅾🆂
894 posts


@KompasTV Kalau bea masuk sudah lama ada aturan seperti ini, prakteknya tetap tidak mudah. PPN tetap dipungut.
Indonesia

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat jadi 0 Persen dlvr.it/TRv3Jf
Indonesia

@innovacommunity Maaf sy ga masuk circle bau bensin dan asep hehe.. mobil listrik beyond..
Indonesia

Kalau Saiful Mujani itu umur 63 tahun maka beliau aktivis 80-an era anak manis aktivis mahasiswa, berbeda dengan aktivis 50-an, 60-an , 70-an (Malari & NKK/BKK), 90-an (reformasi) Kami.
Beliau ini hanya ngoceh saja minta diperhatikan, tapi dia tidak punya pengalaman dalam gerakan perubahan, ibarat “berjalan tanpa senter dimalam hari”.
Kami yang punya pengalaman dalam gerakan hampir sebagian besar sudah jadi Menteri/Wamen dan Pejabat di Pemerintah dan BUMN.
Siapa saja boleh mengkritik untuk memperbaiki program-program kerja pemerintah, tetapi jangan punya niat jahat termasuk misalnya untuk mengganti pemerintahan sebelum 2029.
Saya sampaikan sedikit di sini. Tahun 1999 saat reformasi, saya aktivis SMID, PRD, LMND, PMKRI, Senat Mahasiswa juga Ketua Mahasiswa Papua Internasional (gerakan 98 juga tidak lepas dari masalah Timor Leste, Aceh dan Papua). Dan Saya Ketua Mahasiswa Papua dan Saya Pelakunya.
Untuk sampai ke reformasi 1999, kami sudah bekerja 5 tahun sebelumnya. Dari tahun 1994, muncul lagi 1996, puncaknya di 1997, gerakan masif 1998, di mana saya sendiri yang membakar Gejayan 98 (karena Moses Gatotkaca meninggal) yang sekarang terkenal dengan jargon "Gejayan Memanggil", hingga reformasi baru bisa kami tuntaskan di tahun 1999. Tidak ada itu perubahan rezim seperti kilat dan guntur.
Lagipula, TNI dan Polri saat ini sangat kompak melaksanakan tugas negara, dunia internasional juga melihat Indonesia sedang memberi kontribusi aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.
Dunia melihat Presiden Prabowo sebagai figur penting dan prominen dari negara netral dan beliau dibutuhkan para pemimpin dunia.
Saya saksikan dengan mata kepala sendiri Sekjen PBB Gutierrez meminta Presiden Prabowo ikut andil menciptakan perdamaian dunia termasuk menjaga perdamaian kawasan.
Dari sini Saya simpulkan bahwa circumtance-nya tidak memungkinkan untuk sebuah perubahan rezim, ya tidak akan mencapai target jangka pendek seperti yang Saiful Mujani sampaikan. Tunggu saja bertarung di tahun 2029.
Data juga menunjukkan bahwa Indeks Ratio Gini saat ini 0,363 terbaik dalam 15 tahun terakhir. Artinya adanya keadilan distributif (distribution of Justice) yang merata seantero negeri karena komitmen Prabowo adalah “Takhta Untuk Rakyat dan Harta Untuk Rakyat”. Hampir 50% APBN didistribusikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk program. Mayoritas rakyat mencintai Prabowo.
Saya meyakini Saiful Mujani adalah seorang aristokrat dan pengikut aliran pembangunan efek tetesan ke bawah yang sudah usang dan gagal dan membuat rakyat menderita di era 90-an ke bawah.
Beliau mungkin aristokrat beraliran “APBN untuk pembangunan gedung pencakar langit dihiasi lapisan emas, jembatan2 tanpa sungai menghiasi kota-kota Metropolis. Janganlah menjadi ilmuwan yang menginginkan “Pembangunan Tanpa Perasaan”.
Baca buku ini dan renungkan dengan mata hati dan ucapkan dalam hati bahwa program2 pemerintah berjalan di jalan yang benar.

Indonesia

@kompascom Gubernurnya termul, mendagrinya termul.. bikin ulah terus spy rusak citra presiden..
Indonesia

“Yang jelas semuanya prosesnya sesuai dengan SOP, di situ dianggarkan, dibahas di TAPD, dibahas dengan DPR, dan disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri. Intinya semuanya transparan, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan pastinya,” kata Rudy Mas'ud.
Baca selengkapnya: regional.kompas.com/read/2026/04/0…
~SN #rumahdinas #gubernurKalteng #25miliar

Indonesia

bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi semua seperti diungkapkan film dirty vote @BivitriS @zainalamochtar @feriamsari mbg, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial tni, semuanya gentong babi. dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029. pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. harus dihentikan politik gentong babi ini.
Indonesia

Guys baru aja nih
Shigeru Ishiba cerita pengalamannya ketemu Donald Trump.
Katanya:
kalau lu bilang Trump salah → dia langsung marah
kalau lu coba benerin dengan halus → dia malah makin ngegas
Jadi menurut dia,
lu tuh nggak bisa frontal kalo mau buat si trump ini lunak
Ngadepin dia tuh bukan soal bener atau salah…
tapi soal gimana caranya lu ngomong tanpa bikin dia meledak.”
Harus sering-sering bilang:
iya bener kok…
ya harus sering kasih pujian ke dia
dan bikin di merasa di atas
biar situasi tetap aman.

Indonesia

@kompascom Bangsa IQ 78,5 dibiayai kuliah ke harvard juga kagak bakal diterima saat test kemampuan dasar.. so, ini bukan soal duit.. ini soal otak..
Indonesia

“Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum,” tegas Menag.
Baca selengkapnya: cahaya.kompas.com/aktual/26D0508…
~SN #Menag #tambahanAnggaran #madrasah

Indonesia

@karirfess Udah ga jaman mobil bensin boosss.. obsolate.. perawatan semakin rumit dan mahal.. dan yg paling utama kalah jauh smooth nya dgn mobil listrik
Indonesia

@papua_muslim95 Jokowi berisiknya luar biasa.. cara² yg dia lakukan spy tetap populer..
Indonesia

“Karni Ilyas dan Aiman Witjaksono diperiksa polisi sebagai saksi dalam kasus dugaan penyebaran isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo.”
Yang jadi pertanyaan sekarang bukan lagi siapa yang diperiksa…
tapi kenapa masalah ini jadi ke mana-mana?
Dari isu ijazah → ke laporan polisi
Dari diskusi publik → ke pemeriksaan jurnalis
Padahal kalau memang semuanya jelas, harusnya ini perkara paling sederhana di dunia:
Tunjukkan saja ijazah aslinya. Selesai.
Gak perlu melebar.
Gak perlu tarik sana-sini.
Gak perlu sampai jurnalis ikut diperiksa.
Semakin diputar ke mana-mana, justru publik makin bertanya-tanya:
sebenarnya ini mau diluruskan… atau malah ditutupi?
Ini bukan soal benci atau dukung.
Ini soal logika sederhana yang semua orang paham.
Kalau memang ada dan sah, kenapa tidak ditunjukkan secara terbuka dan tuntas?
Kenapa harus berujung pada proses hukum terhadap yang membahas?
Negara ini butuh kejelasan, bukan drama berkepanjangan.
Butuh transparansi, bukan eskalasi.
Karena semakin jauh kasus ini dibawa,
yang rusak bukan cuma kepercayaan publik… tapi juga akal sehat kita bersama. @jokowi @prabowo @ListyoSigitP

Indonesia

@PatubMbel Jadi maiyah yahmono yahmene keliling dr kota ke kota ga ono hasile.. bangsamu tambah pekok..
Indonesia

@khanifirsyad 1. Nggak mau KB supaya jd umat mayoritas jadi berbagi lahan
2 iQ rendah ga ngerti teknik
3. Penyebab IQ rendah (bangsa karbo padi)
Indonesia

Alasan kenapa orang tua (petani), gak mau anaknya jadi petani:
1. Jadi petani gak menjanjikan. Luas lahan yg sempit (rata2 0.5 ha), sehingga pendapatan dari hasil panen kecil. Sehingga ketika menjadi petani, secara prestise punya kesan kurang sukses.
2. Jadi petani capek. Rata2 petani di desa itu masih minim mekanisasi, kurang modern. Anak muda disuruh nyangkul, nyiangi, panas2an, atau pekerjaan fisik lainnya, kayaknya berat.
3. Jadi petani gak bisa kaya. Banyak petani yg menjadikan profesi sebagai petani ini hanya utk kebutuhan rumah tangga. Misalnya, nanem padi bukan utk dijual, tapi konsumsi sendiri.
Itu kesimpulan saya, dari hasil diskusi dgn petani2. Kalo kondisi pertanian gak berubah, mayoritas petani miskin, tentu wajar jg kalo orang tuanya gak mau anaknya nglanjutin garap sawah.


Khanif Irsyad@khanifirsyad
Ini jadi fenomena yg menarik sekaligus miris. Indonesia negara agraris, tapi kenapa regenerasi petani kian menurun? Salah satu alasannya, karena ortunya sendiri yg gak mau anaknya jadi petani. Mereka ingin anaknya kerja di perkantoran atau PNS. Jika tren penurunan jumlah petani ini berlanjut, bisa aja suatu saat nanti gak ada lagi yg mau garap sawah.
Indonesia

@NdoBos_ @LambeSahamjja Akar masalahnya integritas. Apa yg bisa diharapkan kalau cara mendapat jabatan dan selama menjabat tidak berintegritas
Indonesia

Guys, lu pada tau Gayus Tambunan?
Pegawai pajak.
Golongan 3A.
Gaji sekitar Rp12 juta sebulan.
Yang punya rekening Rp28 miliar.
Dan itu baru yang ketahuan.
Gayus Halomon Tambunan lahir 1979 di Jakarta. Kerja di Direktorat Jenderal Pajak tepatnya di subdirektorat banding pajak.
Posisinya bukan posisi strategis tingkat tinggi.
Dia bukan direktur.
Bukan pejabat eselon satu.
Tapi posisinya adalah posisi kunci.
Karena di situlah ditentukan nasib sengketa pajak antara perusahaan-perusahaan besar dan negara.
Di sinilah pajak miliaran bisa dikurangi.
Sanksi bisa dihapus.
Dan semua itu dengan imbalan tertentu.
Dan sistem pengawasannya?
Nyaris tidak ada.
Ini yang bikin gue diem lama.
Gayus bukan orang yang tiba-tiba jadi jahat.
Dia adalah produk dari sistem yang memberinya kekuasaan besar tanpa kontrol memadai.
Dalam kultur birokrasi yang sudah terlanjur permisif terhadap penyimpangan.
ICW bilang posisi Gayus adalah posisi kunci dalam ekosistem mafia pajak.
Dan hampir mustahil dia mengelola aliran dana miliaran sendirian tanpa bantuan atau perlindungan dari internal DJP, institusi perbankan, atau aparat penegak hukum.
Gayus bukan pelaku tunggal.
Dia simpul kecil dari jaringan yang jauh lebih besar.
Lalu kasusnya meledak.
Dan negara mulai bergerak.
Tapi geraknya aneh.
Dari rekening Rp28 miliar yang ditemukan penyidikan awal hanya menjerat Gayus dalam satu kasus penggelapan pajak senilai Rp395 juta.
Rp395 juta.
Dari rekening Rp28 miliar.
Ini bukan ketidakmampuan investigasi.
Ini pilihan.
Pilihan untuk melihat sesempit mungkin supaya yang di balik Gayus tidak perlu disentuh.
Dan hasilnya?
Maret 2010 Pengadilan Negeri Tangerang membebaskan Gayus.
Bebas.
Dengan rekening Rp28 miliar yang sumber uangnya tidak pernah dijelaskan secara memadai.
Publik marah.
Dan kemarahan itu masuk akal.
Tapi yang paling gila bukan vonisnya.
Yang paling gila adalah September 2010, ketika Gayus sudah berstatus tahanan, publik dikejutkan oleh foto yang beredar di media.
Gayus dengan rambut palsu dan identitas palsu ketahuan nonton turnamen tenis internasional di Bali.
Sebagai tahanan.
Yang seharusnya ada di balik jeruji.
Dan ini bukan kebetulan.
Ini bukan kelalaian.
Gayus sendiri mengaku dia membayar oknum petugas rutan dan aparat agar bisa bebas bergerak.
Dia tidak kabur lewat tembok.
Dia jalan keluar lewat pintu yang sengaja dibuka.
Dan dari sini semuanya mulai terbongkar bukan karena sistem bekerja.
Tapi karena media bekerja.
Foto-foto itu tersebar.
Investigasi jurnalistik masuk.
Publik menekan.
Dan baru setelah tekanan itu mencapai titik didih negara mulai bergerak serius.
Ini yang kemudian dikenal sebagai asal-usul istilah yang kita kenal sekarang no viral, no justice.
Tanpa foto itu mungkin Gayus selesai dengan dakwaan kecil dan hukuman ringan.
Dan dunia tidak pernah tahu.
Akhirnya Gayus masuk pengadilan serius.
Januari 2011 vonis 7 tahun.
Publik marah, jauh dari tuntutan jaksa yang 20 tahun.
Banding naik jadi 8 tahun.
Masih dianggap tidak sebanding.
Kasasi ditolak Mahkamah Agung.
Tapi kasus tidak berhenti di satu perkara.
Satu per satu kasus lain disidangkan terpisah pencucian uang, pemalsuan paspor, penyuapan pejabat rutan, suap aparat.
Total akumulasi hukuman dari semua perkara sekitar 30 tahun penjara.
Tapi ini yang paling penting dan paling jarang dibahas.
Di ruang sidang, Gayus mulai bicara.
Dia mengaku tidak bekerja sendirian.
Dia sebut nama-nama.
Dia klaim ada oknum polisi, oknum jaksa, oknum hakim yang terlibat dalam jaringannya.
KPK memeriksa.
Media meliput.
Publik berharap.
Dan kemudian sunyi.
Sebagian besar nama yang disebut Gayus tidak pernah benar-benar sampai ke meja pengadilan. Pengakuannya berhenti jadi wacana.
Tidak berkembang jadi tersangka baru dalam skala besar.
Dan ini adalah pola yang selalu berulang di Indonesia.
Individu dihukum.
Sistem diselamatkan.
Gayus dipenjara 30 tahun.
Tapi struktur yang memungkinkan mafia pajak dan mafia hukum tumbuh tidak pernah sepenuhnya dibongkar.
Pertanyaan yang paling jujur dari kasus ini bukan berapa tahun Gayus dipenjara.
Tapi apa yang benar-benar berubah setelah Gayus?
Apakah sistem perpajakan lebih bersih sekarang?
Apakah posisi-posisi kunci di DJP sekarang punya pengawasan yang memadai?
Apakah masih ada Gayus-gayus lain yang belum ketahuan kamera?
Kalau jawabannya tidak pasti maka kasus Gayus Tambunan bukan sejarah yang sudah selesai.

Indonesia

@NdoBos_ @AdamPrabata Di baca ya bang yaaaa
Biasakan literasi
Indonesia

Izin menjelaskan mengenai gambar ini.
Ini adalah vaginismus yang merupakan kontraksi involunter otot-otot dasar panggul, yang terjadi tanpa bisa dikendalikan, bahkan saat perempuan itu ingin berhubungan seks. Kondisi tersebut membuat hubungan seksual terasa sangat nyeri dan tidak nyaman bagi perempuan.
Berdasarkan penelitian, angka vaginismus di populasi umum bisa mencapai 0,5–47%. Rentangnya lebar karena banyak kasus yang tidak pernah terdiagnosis.
Vaginismus ini juga ternyata dapat membuat stress psikologis juga pada pria, karena merasa bersalah hingga frustasi.
Nah vaginismus sebenarnya bisa ditangani. Salah satu penanganannya adalah dengan pelvic floor physical therapy dikombinasikan dengan psikoterapi. Ada penelitian yang menyebutkan angka keberhasilan terapi ini cukup tinggi, yaitu mencapai 80-100% pada kasus tertentu.
Semoga bermanfaat!

Indonesia















