Sabitlenmiş Tweet
Nisahabibty
127 posts

Nisahabibty retweetledi

@AllahGreatQuran Come on, let's pray that Satanyahu/Netanyahu will die!! 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
English

@spaceofraven Come on, let's pray that Satanyahu/Netanyahu will die! 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
English

سؤال عمري مافهمت جوابه هو ليه الحسد مش بيصيب الا المسلمين يعني عمري ما شفت حد كافر بيتحسد او بيحصله حاجة
Allah Islam Quran@AllahGreatQuran
Evil eye doesn't leave anyone, may Allah protect us all.
العربية
Nisahabibty retweetledi

Hukum alam dalam Surah Al-Isra ayat 7 :
• Yang membantu, akan terbantu.
• Yang menghina, akan terhina.
• Yang bersyukur, akan dicukupkan.
• Yang serakah, akan kekurangan.
• Yang berbohong, akan dibohongi.
• Yang menyakiti, akan disakiti.
• Yang curang, akan dicurangi.
• Yang meremehkan, akan diremehkan.
• Yang menipu, akan tertipu.
• Yang merendahkan, akan direndahkan.
Indonesia

@ServantOf91235 @Roohi_AI Abu Umamah reported: The Prophet Saw, said, “My Lord has promised me that seventy thousand from my nation will enter Paradise without reckoning or punishment. Along with every thousand are seventy thousand more, and three more immeasurable groups of His choosing. (AtTirmidhi)

English

Saat seseorang konsisten menjaga shalatnya ,bukan berarti hidupnya tidak ada masalah.
Tetapi ada rasa tenang yang berbeda dan apapun yang terjadi Allah akan tetap menolong.
Menjaga shalat bukan cuma soal menjalankan kewajiban, tetapi menjaga koneksi disetiap sujud,ada bentuk penyerahan disetiap Doa,ada pengakuan bahwa kita tidak selalu kuat sendirian, melainkan kita selalu dijaga dalam keadaan apapun, termasuk musibah yang kita tidak duga duga.
🤲🤲
Indonesia

@Beejaysport Prophet Muhammad SAW as the perfect embodiment of Allah's light, the light of guidance or what is called Noor al-Huda ✨
English

@BilalFahrur Ini batasnya sampe pintu ini dari arah pegunungan kaukasus (darial georg, georgia) Wallahu 'Alam bishawab ......

Indonesia

Fun fact tentang Ya'juj dan Ma'juj.
Dalam manuskrip kitab Tuhfatul Ajāib wa Thurfatul Gharāib tulisan Ibnu Atsir Al Jazariy w. 640 H disebutkan:
Yajuj Ma'juj sekarang dikurung di sebuah gunung bernama Qarnaba. Gunung ini bukan gunung biasa. Bentuknya tegak lurus, mustahil didaki, diselimuti salju yang tidak pernah mencair, dan kabut yang tidak pernah hilang.
Seolah-olah… ini memang diciptakan untuk menjadi “penjara alami”.
Yang lebih aneh lagi, di gunung itu disebutkan ada ular-ular raksasa dan makhluk melata besar. Hampir tidak ada manusia yang bisa selamat kalau mencoba naik.
Dari seribu orang, mungkin hanya satu yang kembali dan itu pun membawa cerita aneh:
Katanya, di balik gunung itu… ada api yang sangat besar.
Lalu bagaimana dengan Ya’juj dan Ma’juj sendiri?
Disebutkan bahwa mereka awalnya adalah dua saudara, yang kemudian berkembang menjadi bangsa besar. Mereka dikenal sering menyerang, merusak negeri-negeri, dan membinasakan manusia di sekitarnya.
Sampai akhirnya datang seorang raja besar: Dzulqarnain.
Tapi ada satu detail menarik yang jarang dibahas... Ternyata tidak semua dari mereka jahat.
Ada kelompok yang menolak kerusakan itu. Mereka bahkan mengadu kepada Dzulqarnain, menyatakan bahwa mereka tidak sepaham dengan kaum perusak tersebut. Dan Dzulqarnain… membela mereka.
Kelompok yang baik ini dibiarkan hidup di luar. Sedangkan yang merusak dikurung di balik tembok.
Deskripsi fisik kaum perusak ini juga tidak biasa: tubuh mereka pendek, wajah sangat bulat, telinga panjang menjuntai sampai bahu, dan suara mereka seperti siulan. Seolah-olah… bukan manusia seperti yang kita kenal.
Ekspedisi Salman At Tarjuman
Lalu bagian paling mencengangkan dari kisah ini adalah ekspedisi seorang utusan khalifah Abbasiyah bernama Salam at-Tarjuman.
Ia dikirim untuk melihat tembok itu secara langsung.
Perjalanannya bukan main-main: dua tahun lebih. Melewati wilayah berbau busuk selama berhari-hari, melintasi daerah kosong tanpa kehidupan selama sebulan penuh.
Sampai akhirnya… ia melihat tembok itu.
Sebuah pintu raksasa dari besi, sangat tinggi, dilapisi tembaga cair, dengan gembok dan kunci yang ukurannya luar biasa besar. Ini bukan sekadar tembok. Ini seperti benteng super yang dibangun dengan teknologi luar biasa pada zamannya.
Dan ada satu ritual yang terus dilakukan…
Setiap hari Jumat, para penjaga datang membawa palu besi besar, lalu memukul pintu itu hingga bumi bergetar.
Tujuannya?
Agar Ya’juj dan Ma’juj tahu… bahwa mereka masih dijaga. Setelah itu, para penjaga akan diam dan mendengarkan. Dan dari balik tembok… terdengar suara gemuruh seperti petir.
Di sekitar lokasi itu juga ditemukan sisa-sisa pembangunan: alat-alat besi, bejana besar, bahkan seperti “bata besi” yang sudah berkarat.
Seolah-olah ini adalah proyek konstruksi raksasa di masa lalu yang belum bisa kita bayangkan sepenuhnya hari ini.
Nah... pertanyaannya sekarang…
Apakah ini fakta sejarah? Trus kalau memang bener² ada, dimana tempatnya?




Indonesia
Nisahabibty retweetledi

@Palestine_UN (Asmal Masalik Lieyyam Mahdiyy Maliki Li Kull-id Dunya Biemrillah-il Malik ("The Best ways to know the time of the Mahdi, King of the World, by Allah’s command”), Qalda bin Zayd, p. 216)
Indonesia

@Palestine_UN and Allah throws down on them (unbelievers) with a disastrous punishment, burning their lands and seas and skies. And the sky rains down a harmful shower, with the people of the Earth cursing the infidels, and Allah wills the defeat of the unbelievers. “
English












