Runi

302 posts

Runi banner
Runi

Runi

@Onverdrive

Rajutan kata untuk yang tercinta. (3/10)

🎨💄📚💃 She/Her. Katılım Ekim 2012
26 Takip Edilen4 Takipçiler
Runi retweetledi
Writing Corner.
Writing Corner.@pencorner·
Kamu terlalu vokal bahaya buat negara.
Writing Corner. tweet media
Indonesia
0
862
3K
25.2K
Runi retweetledi
𖹭
𖹭@dreeamberry·
all women are perfect in their own way
English
5
4.3K
19.8K
149K
Runi retweetledi
tay
tay@illinoisuh·
Pas baca ini keinget tweet ini. Kenapa ketika ngomongin kesetaraan gender atau perempuan in general seringkali tanggapan cowok berkaitan sama violence? Karena violence adalah cara paling gampang utk keliatan “lakik” buat cowok miskin dan kelas pekerja 🙂
tay tweet media
Indonesia
0
328
833
20.3K
Runi retweetledi
himy
himy@himyholmes·
diskursus kartini dibalik kata-kata “unpopular opinion” yg mereduksi beliau jd sekadar “istri yg mau dipoligami” atau “perempuan jawa yg patuh” akan selesai klo kalian pada paham gimana dulu perempuan banyak yg dibunuh abis2an karakternya di zaman orba (termasuk kartini sendiri)
himy tweet mediahimy tweet media
Indonesia
4
301
811
7.2K
Runi retweetledi
𖧧
𖧧@mothintoflames·
clarice lispector — too much of life
𖧧 tweet media
English
0
304
1.7K
27.5K
Runi retweetledi
deycaa🫧
deycaa🫧@ggiiyuuu·
teacup bookmark🫖💖💫
deycaa🫧 tweet mediadeycaa🫧 tweet media
English
54
510
4.2K
60.9K
Runi retweetledi
(b)eྀ
(b)eྀ@1coolgirlie·
(b)eྀ tweet media
ZXX
0
435
2.4K
20.9K
Runi retweetledi
eda ★
eda ★@edascofield·
ZXX
4
1.6K
7.6K
84K
Runi retweetledi
eda ★
eda ★@edascofield·
eda ★ tweet media
ZXX
1
191
1.3K
14.8K
Runi retweetledi
Writing Corner.
Writing Corner.@pencorner·
how you become skilled at something that's slowly killing you.
Writing Corner. tweet mediaWriting Corner. tweet media
English
5
1.7K
8K
107.5K
Runi
Runi@Onverdrive·
Literally campur aduk semua kesukaan gue di sini. 😭💔
Indonesia
0
0
0
1
Runi
Runi@Onverdrive·
Fomo berat lihat kk kk mbeb nyari mutuals TAPI akun ini akun semi-personal gmn yh. 💔
Indonesia
1
0
0
3
Runi retweetledi
⚭
@lekimgym·
⚭ tweet media
ZXX
0
453
2.9K
37.2K
Runi retweetledi
soosoorandom
soosoorandom@sluvity_____·
romanticise your life. don't miss a sunset. go find the moon. take long walks in nature and soak in the peace of those moments. capture every moment. listen to your favourite song on repeat. you are the creator of your everyday life, don't miss a moment loving it.
English
25
4.4K
15.3K
305.2K
Runi retweetledi
Delasyahma Liauw 📚
Delasyahma Liauw 📚@delasyahmareads·
Thankyouu ya kak sudah share ini, bener2 menjawab keresahanku tiap tahun di setiap Hari Kartini. Di setiap tahun ada saja opini2 yang menurut mereka "tidak populer" dengan membanding2kan Kartini dengan tokoh perempuan2 lainnya. Atau mengecilkan dan menghina Kartini karena dia istri keempat. Atau dianggap dekat dengan Belanda. Padahal menurut aku di balik itu semua Kartini tuh juga korban. Sialnya Orde Baru berhasil mereduksi perjuangan Kartini.
Delasyahma Liauw 📚 tweet mediaDelasyahma Liauw 📚 tweet media
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Kartini dipermasalahkan karena menjadi istri keempat. Kartini dipermasalahkan karena Jawa. Kartini dipermasalahkan karena hanya menulis surat-surat kepada seorang perempuan Belanda. Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang memegang pedang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika, atau menerbitkan koran seperti Roehana Koedoes. Apakah kita pernah berdebat tentang Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar terutama siapa yang paling pantas disebut pahlawan? Apakah kita pernah memperdebatkan mereka karena suku atau tipe perjuangan yang melekat pada mereka? Sejarah dipenuhi berbagai tokoh laki-laki. Pahlawan bangsa dikerubuti oleh laki-laki. Foto-foto pahlawan kita di sekolah-sekolah dipenuhi oleh foto laki-laki. Tetapi kita tak pernah memperdebatkan tokoh-tokoh itu satu dengan lainnya. Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh perjuangan perempuan, pada setiap Hari Kartini: dipermasalahkan, diperdebatkan. Apakah kita tahu bahwa Kartini adalah anak perempuan yang dinikahi di usia belia, yang reproduksinya belum sempurna, dan mengalami kematian saat melahirkan? Tahukah bahwa masa itu menjadi seorang perempuan Jawa itu lebih mengerikan daripada menjadi seorang perempuan Minangkabau? Atau tahukah bahwa menjadi seorang perempuan bangsawan Jawa di masa feodal-konial abad ke-19 adalah tidak lebih baik daripada menjadi perempuan rakyat jelata ketika bicara soal kebebasan diri? Tahukah bahwa menjadi seorang kutu buku seperti Kartini, dengan wawasannya yang mendunia itu, dia tak bisa berbuat apa-apa karena posisinya waktu itu? Kartini ibarat hidup dalam penjara. Sebagaimana tahanan penjara politik macam Pramoedya Ananta Toer, Kartini hanya bisa melawan dengan menulis. Menulis surat adalah salah satu cara supaya pemikiran-pemikirannya tentang pembebasan didengar. Kartini bersuara lewat surat-surat, sebagaimana orang-orang tahanan politik yang dipenjara. Penyiksaan yang dialaminya adalah bagaimana kebahagiaan intelektualnya dipenggal. Bagaimana kecerdasannya dikerdilkan, karena dia seorang anak perempuan Jawa yang bangsawan, yang dipelihara di penjara bertembok keraton dan diharuskan berjalan dengan sangat pelan atau berjongkok-jongkok kepada yang lebih tua, atau bahkan kepada saudara laki-lakinya sendiri. Kartini sedemikian dibatasi karena dia seorang perempuan Jawa. Kartini demikian karena ia ingin menjaga Bapaknya. Bapaknya adalah pengantar kebebasannya pada apa yang disebut buku atau bacaan, wawasan, dan pendidikan. Kartini mengungkapkan ketakutannya yang amat sangat dalam hal poligami, dimana Hukum Islam mengijinkan laki-laki kawin dengan empat perempuan. Dan masa menikah inilah yang paling dibencinya. Apa yang dibencinya adalah ketika tradisi Islam bercampur dengan Jawa, bahwa Jawa mengharuskan anak gadis menikah dengan laki-laki yang dipilihkan ayahnya, dan Islam membolehkan laki-laki berpoligami. Kartini tidak punya pilihan apa-apa dan merasa perkawinan akan membunuh dia sedalam-dalamnya dan memang masa itu pun terjadi. “Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencitai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang Ayah hanya karena dia sudah bosan dengan yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus. Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa. Bagiku semua benih perbuatan yang menyakitkan orang lain (termasuk menyakiti hewan) adalah dosa. Bisa kau bayangkan derita seorang istri yang melihat suaminya pulang membawa perempuan lain yang kemudan harus diakuinya sebagai istri sah suaminya? Sebagai saingannya? Jika demikian, suami itu bisa ‘membunuh’ istrinya... Mustahil rasanya sang suami memberi kebebasan padanya!” Kartini lahir sebagai feminis bukan dilahirkan dari teori-teori feminisme, karena seorang feminis adalah dilahirkan, bukan diciptakan. Kartini dan pikirannya bukan sesuatu yang terpisah, atau tidak memisahkan antara pengalaman dengan persepsi, pengalaman dengan diskursus. --- Tulisan di atas adalah cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari mbak @marianamiruddin yang versi lengkapnya bisa dibaca di web @jurnalperempuan. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜

Indonesia
2
197
688
17.3K