rafa.L
7K posts


Eh apalagi ini…??? Gantian ya, abis Bunted, terus si Biburrokhman, eh sekarang Menteri Magang Sugi ikut mereaksi. —— Sugiono mengatakan semua saran dan kritik untuk perbaikan merupakan hal yang baik selama disampaikan secara konstruktif serta didasarkan pada fakta dan data yang akurat. Menurutnya, masukan tersebut menjadi bagian penting dalam proses perbaikan kebijakan. Ia menjelaskan, Presiden Prabowo menjalankan amanat UUD 1945 yang menegaskan Indonesia merupakan bagian dari pergaulan internasional. Karena itu, Indonesia perlu hadir dan aktif dalam berbagai forum serta hubungan internasional. Sugiono menegaskan prinsip yang dipegang Presiden Prabowo adalah "seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak". —— Ini juga Menteri karbitan. Dengan public speaking yang belepotan begitu, meminta kritik dengan konstruktif, data akurat? Yang disampaikan diplomat senior Dino Patti Djalal, bukannya sudah konstruktif dan ada data juga yang disampaikan? Bahkan ada konklusinya jika males denger semuanya? Harusnya anda malu dan diam sebelum berlatih bicara, Sugi..!!!









Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal. Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru. Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global. Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.




















