Arsenal juara paling buruk
Over to you, @Arsenal, adalah sebuah ajakan untuk menuju level berikutnya. Aston Villa dan Crystal Palace adalah contoh betapa Liga Inggris musim ini menjadi salah satu musim paling berat untuk dimenangi.
Dulu, Liga Inggris punya big 6 tradisional. Isinya: Arsenal dan seterusnya.
Enam klub tersebut mendominasi perebutan jatah tiket ke Eropa. Makanya, ketika Arsenal berada dalam periode kegelapan, bisa lolos ke Eropa secara konsisten, di posisi 4, menjadi sebuah prestasi.
Prize money dari kompetisi Eropa itu sangat menggiurkan. Bermanfaat untuk memperkuat skuat dan fasilitas. Selain uang hadiah, klub-klub Inggris "dimanjakan" oleh uang hak siar. Bahkan kalau tidak salah, uang hak siar tim papan atas dan papan tengah, bahkan bawah, hampir sama.
Duit hak siar mengubah segalanya
Jatah dari hak siar mengubah segalanya. Banyak klub yang "menabung" dan memperkuat skuat mereka dengan pemain bagus. Hal ini memicu efek berantai. Kualitas tim pasti meningkat. Tim-tim big 6 tradisional mulai menjumpai lebih banyak lawan yang berat.
Maka, musim lalu, menjadi contoh paling nyata. Batasan kualitas yang disebut tim papan atas, tengah, dan bawah jadi semakin kabur.
Bournemouth, Sunderland, Brighton adalah 3 contohnya. Intip saja performa mereka sepanjang musim ini. Bahkan Bournemouth menjalani 18 match tanpa kalah. Catatan luar biasa di mana big 6 belum tentu bisa melakukannya.
Arsenal juara terburuk
Atas fenomena ini, Arsenal dianggapp sebagai "juara terburuk" oleh fans tanpa otak kiri.
Tahukah kamu, otak kiri atau pusat kendali kemampuan analitis, matematika, bahasa, dan pemecahan masalah secara bertahap. Secara lebih spesifik, aktivitas logis berpusat di lobus frontal, yaitu area otak besar yang mengatur penalaran dan pengambilan keputusan.
Arsenal dianggap sebagai "juara terburuk" hanya karena klub yang fans tanpa otak kiri tersebut gagal bersaing di jalur perebutan juara. Para fans kepala kopong tersebut tidak mampu melihat fakta bahwa Liga Inggris bukan lagi panggung the big 6.
Liga Inggris sudah berkembang menjadi salah satu kompetisi paling ketat dan kompetitif di dunia. Terbukti, ada 9 klub Liga Inggris yang akan bermain di Eropa musim depan. Iya, ada 9. Peserta Liga Inggris itu ada 20. Jadi ada hampir separuh klub bermain di kompetisi Eropa.
Aston Villa dan Crystal Palace sudah menjadi juara di kompetisi yang mereka ikuti. Kini, "beban" itu akan bersandar ke pundak Arsenal, yang akan bermain di panggung paling epik: Liga Champions.
Beban itu sangat nyata. Kalau kalah, bersiap saja Gooners menjadi bahan ledekan sampai akhir tahun. Kalau menang, ya bersiap saja, tetap akan dianggap juara terburuk, paling beruntung, dan dibantu wasit.
Namun satu hal, realistis itu bijak. Namun, Arsenal tidak takut. Mikel Arteta optimis dan semua pemain menantikan final yang bakal berat ini.
Ini akan jadi proses naik level satu tingkat lagi bagi Arsenal. Dan semuanya, kembali ke diri sendiri.
Karena semua fans Arsenal di seluruh dunia sangat paham. Bahwa musuh terberat Arsenal adalah Arsenal itu sendiri.
#COYG
Segelas kopi, dan teri sebiji kadang sudah bisa menjadi pelipur lelah sebelum pulang ke rumah.
Semoga lelah bekerjamu yang diniatkan karena Allah jadi berkah, dan langkahmu selalu dimudahkan.
Selamat Hari Buruh
#Muhammadiyah
Effort banget, karena lo bisa tidur/makan/diem aja di rumah, tapi lo memilih buat jemput gue, for the sake of jemput, gapeduli mau jauh atau dekat.
Semuanya perlu dihargai. 🤗
Prediksi skor Final ❌
Prediksi reaksi socmed abis Final ✅
Arsenal menang: "yaelah cuma Carabao Cup doang, hadiahnya aja receh. Tim lain mainin lapis kedua" 😏
Arsenal kalah: "HAHAHA jagain piala orang lagi, emang spesialis runner up doang 🤣"
...tapi yang ribut, biasanya malah fans klub yang timnya gak main di Final wkwkwkw
Semoga kali ini prediksi gue salah 🙏🏼
GUYS! Kalian2 yang punya stuff kek jersey (original), buku matchday, action figure ataupun tiket nonton Arsenal, boleh di-share di sini dong!
Yang paling menarik, unik, dan cetar kek rambut Gyokeres, ada hadiah kecil2an dari admin, plus hadiah yang wow dari seseorang. Goooo!
Makin kesini makin keliatan nir-empati dan egoisnya deh kebanyakan cewe. Tiap hari ada aja dirkusus bare minumum cowo, standard tinggi, demand ga realistis.
Cowo dituntut royal, valentine day ga ngasih bunga dicap ga sayang.
Lupa apa ya kalo cowo juga individu yang juga punya keinginan, dibeliin PS5 sama cewenya misalnya.
Tapi kalo ga dibeliin, cowo mana ada mengutuk ceweknya ga peduli.
Cewe yang mindset nya masih nganggep cowo harus jadi provider padahal masih pacaran, mending sendiri dulu ajasih.
Leave the men alone. Biar mereka nikmatin sendiri juga duitnya buat rakit Lego, sama nimbun game Steam.