
Gerbong perempuan di belakang itu bukan policy failure. You know what is? Negara gagal mendidik laki-laki to not be a huge misogynistic perverted piece of shit is a policy failure, Negara ga menyelesaikan proyek double track disaat KAI punya Argo Bromo yang merupakan salah satu kereta jarak jauh tercepat mereka is a policy failure, KAI sebagai pemilik rel kalah sama preman yang menolak adanya rambu/penghalang resmi is a policy failure, Preman dibiarkan dan dipelihara oleh negara untuk jadi attack dog mereka terhadap kelompok oposisi / kalangan politik/agama tertentu is a policy failure, Perusahaan taksi punya policy yang ga manusiawi kepada driver mereka, ga ngelatih dengan baik, dan mengancam denda kalau diderek bukan oleh derek perushaan is a policy failure, Tata kota dan pengembangan kota satelit Jakarta yang tidak beorientasi pada transit is a policy failure.






















