HaRD

853 posts

HaRD

HaRD

@PadukaHaRD

https://t.co/o14S47R95C

Katılım Aralık 2023
171 Takip Edilen23 Takipçiler
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
@asyik92 @apralzolam Karena kuenya bakalan terbagi. Memang fakta ada beberapa yg seperti itu. Tapi inti dari alasan kenapa dokter dan spesialis masih sedikit: Pemerintah tidak mampu membantu menyekolahkan dokter2, dan fasilitas kesehatannya belum siap dan blm merata utk menunjang dr. Spesialis
Indonesia
0
0
0
15
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
@asyik92 @apralzolam Sedangkan lapangan pekerjaan Banyaknya di kota besar, di kota kecil RS dan fasilitasny tidak memadai, gaji sering telat, jadinya ya dokter spesialis lulusan baru ini balik ke kota lagi. Jadinya terjadi penumpukan dokter spesialis di kota2 besar. Memang ad beberapa dr. yg menolak
Indonesia
1
0
0
10
PandaLutchuuu
PandaLutchuuu@apralzolam·
Tanya sama pemerintah. Kenapa dokter sarana prasarana dikit dan dokter spesialis dikit DAN KENAPA GAJINYA CILIK.
Herlin Rezza P.@herlinrezzap

@apralzolam Yg jd pertanyaan kenapa dokter harus praktik di 3 tempat beda ya, kasian gitu loh pindah” blm lg klo nemu kasus begitu. Di jadwal selanjutnya kan jd ngaret gitu, kasian semuanya. Klo dokter stay di 1 tempat aja tp jamnya yg dilamain gabisa ya? Pure pertanyaan org awam 😗🙏🏻

Indonesia
8
88
452
12.2K
HaRD retweetledi
Masashi Misawa MD PhD
Masashi Misawa MD PhD@masa_ai_med·
PubMedをAIに検索させるなら、私のPubMedMCPがおすすめ。Opus 4.8なら50本以上検索させてもハルシネーションはありません。やり方は↓
Masashi Misawa MD PhD tweet mediaMasashi Misawa MD PhD tweet media
日本語
17
229
1.5K
133.6K
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
@AldhitamaR Dan ada juga pasien non gawat darurat ke IGD 🙂
Indonesia
0
0
0
232
Aldhitama Ramadhan
Aldhitama Ramadhan@AldhitamaR·
Banyak pasien gawat darurat datang ke klinik. Sesak berat. Nyeri dada. Kejang. Penurunan kesadaran. Lalu marah karena “kok disuruh ke IGD?” Ya karena klinik ≠ IGD. Klinik itu buat layanan non-gawat darurat kek batuk pilek, kontrol, luka ringan, konsultasi. IGD itu buat kondisi yang bisa membunuh dalam menit-jam kek serangan jantung, stroke, trauma berat, sesak berat, perdarahan, dll.
Indonesia
18
259
845
44K
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
@zanatul_91 Followback dong pakk imann, kita diskusi seputar pendidikan dan kesehatan 🙏☺️
Indonesia
0
0
1
95
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Temen-temen kalau minta di follow bilang aja ya. Atau DM. Suka siwer kalau liat timeline 🙏💪
Indonesia
73
9
93
4K
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
@yosephsamodra Ahhhh dapet pengalaman seperti ini di ujung kabupaten Tegal...
Indonesia
0
0
1
33
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
3. Swasta telat memulai bisnis kedokteran wisata seperti di Penang. Lagipun Industri kesehatan belum siap memproduksi alkes2 berkualitas
Indonesia
0
0
0
37
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
Setidaknya ada 3 hal permasalahan. 1. Masyarakat masih terlalu miskin dan belum siap untuk membayar JKN yang tinggi, belum siap co-payment rawat inap 2. Pemerintah (dalam hal ini Menkes) tidak punya uang cukup untuk menyamakan fasilitas dibanding Malay dan Singapura. 3. Swasta
Nakes Puskesmas@NakesPuskesmas

Jadi tahu kan kenapa kualitas pelayanan kesehatan kita masih susah buat naik kelas? Btw di Malaysia, alat medis yg masuk kategori esensial bisa mendapat pembebasan pajak atau tarif 0% loh 😊

Indonesia
1
0
0
99
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
@CorpusAlienumm Harusnya kalau beneran Hospital base seperti di Jepang, USA, dan negara eropah gabakalan ngikat...
Indonesia
0
0
10
1.1K
Foreign body
Foreign body@CorpusAlienumm·
Thoughts on PPDS RS PPU?
Foreign body tweet media
English
13
5
68
13.3K
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
@aldoferly Waduhh spill siapa tuh
Indonesia
0
0
0
42
aldo ferly
aldo ferly@aldoferly·
Daripada kita berdebat mengenai spesialis mana yg plg holistik, mending berkolaborasi dan bekerja sesuai tupoksi 😁😁💪
Indonesia
2
2
12
403
HaRD retweetledi
Dr. Priyam Bordoloi
Dr. Priyam Bordoloi@DocPriyamMD·
Med students, listen up! Today let me explain how to analyze a Complete Blood Count (CBC) report step by step. A CBC is more than just numbers; it’s a clinical narrative. Let’s break down this real patient’s report together. 👇
Dr. Priyam Bordoloi tweet media
English
56
709
3.1K
363.1K
HaRD retweetledi
Avelino Guido
Avelino Guido@AvelinoGuido28·
Pernah ga lo nanya ke orang tua lo: "Kalau Papa atau Mama sakit keras, kita harus ke mana?" Dan jawabannya adalah diam. Atau "ya ke rumah sakit lah." Tapi kalian sama-sama tau bahwa jawaban itu tidak menjawab apa-apa. Karena rumah sakit terdekat tidak punya spesialisnya. Dan yang punya, antreannya berbulan-bulan. Dan yang antreannya pendek, biayanya tidak masuk akal. Gw penasaran kenapa ini bisa terjadi di negara sebesar Indonesia. Jadi gw baca riset-risetnya. Gw telusuri datanya. Dan yang gw temukan bikin gw tidak bisa tidur nyenyak beberapa malam. Ternyata ini bukan soal kurang dokter yang mau belajar. Ini soal sistem yang dari awal memang tidak dirancang untuk menghasilkan cukup dokter spesialis bagi semua orang. Jadi kali ini gw mau ceritain semuanya ke lo, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini bisa terjadi.
Avelino Guido tweet mediaAvelino Guido tweet media
Indonesia
4
36
85
15.3K
HaRD retweetledi
Nakes Puskesmas
Nakes Puskesmas@NakesPuskesmas·
Udah paling bener nih solusi buat ngurangin belanja pegawai di daerah. Pindahkan semua JFT Esensial seperti Nakes dan Guru ke pusat, selain karena program dasar, juga karena proporsinya yang sangat banyak. Apalagi kayak di Puskesmas, itu programnya pure dari Kemenkes semua tp yang nanggung APBD, jadi wajar kalau ada kesenjangan kinerja 😌
Nakes Puskesmas tweet media
Indonesia
32
60
245
15.9K
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
@listyantidewi Gajinya naikkan dulu biar yg pintar akademik tertarik
Indonesia
0
0
0
4
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
Ide saya: 1. Bubarkan saja fakultas S1 keguruan/kependidikan, kecuali manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, psikologi pendidikan, filsafat pendidikan, pendidikan khusus/pendidikan layanan khusus, dan pendidikan vokasi. 2. Mahasiswa dari semua jurusan bisa jadi guru dengan syarat kuliah tambahan 2 tahun (teacher training + magang + pendidikan profesi guru) dan bidang studi S1 harus linier dengan apa yg akan diajarkan (kecuali dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi yg legit). 3. Semua calon guru harus dilatih untuk penanganan pertama anak berkebutuhan khusus, kasus bullying, dan kekerasan seksual, serta bagaimana melakukan rujukan ke tahap berikutnya (psikolog, kepolisian, dsb). 4. Jumlah penerimaan pendidikan profesi harus disesuaikan dengan proyeksi jumlah kebutuhan guru.
Indonesia
93
141
1.1K
110.1K
HaRD
HaRD@PadukaHaRD·
@lutfithe13th Itu begimana ceritanya dokumentasi pas RJP :)...
Indonesia
1
0
0
647
Lutfi Nur Farid
Lutfi Nur Farid@lutfithe13th·
Pagi2 baca ginian...
Lutfi Nur Farid tweet media
Indonesia
31
45
154
50.8K
🍉
🍉@txtdarijasputih·
Pengaturan jam kerja internsip ini bahkan tidak jelas teknisnya dan hanya diserahkan ke wahana. Apakah ada monitoring yang dapat dilakukan secara transparan? Ada laporan terpusat wahana2 yang nakal? Apakah wahana sudah dipastikan layak oleh @KemenkesRI sebelum dibuka? Program prematur dan asal2an.
🍉 tweet media🍉 tweet media🍉 tweet media
Indonesia
1
23
44
1.5K
HaRD retweetledi
HyL
HyL@itsurboihyl·
Akar rumput Bayar dokter 20 ribu sambat 😌
HyL tweet media
Indonesia
86
243
1.2K
78.6K