
~
95.1K posts


~ retweetledi
~ retweetledi
~ retweetledi

Innalillahi
#GazaGenocide
#FREEPALESTİNE
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾@Naz_lira
Karim yg berusia 18 bulan diserahkan ke Palang Merah setelah berjam-jam disiksa agar ayahnya mengaku. Tentara Israel menyiksanya dng rokok, menusukkan paku di tubuhnya dan menusuknya. Setelah selesai, mereka menyerahkannya kepada Palang Merah. Dan itu hal yg biasa bagi mereka!.
Indonesia
~ retweetledi
~ retweetledi

Masyaa Allah Tabarakallah.
Begitulah mestinya persatuan.
—-
Sebanyak seribu ulama Sunni di Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran, menyampaikan sebuah sikap yang sarat makna: kesetiaan kepada Sayyid Mojtaba Khamenei, menyusul terpilihnya beliau sebagai pemimpin ketiga Revolusi Islam dan Republik Islam.
Dari wilayah yang kerap dipandang pinggiran, suara itu justru menggema kuat—menegaskan bahwa dukungan terhadap kepemimpinan tidak berhenti pada batas mazhab, tetapi berakar pada keyakinan akan arah perjuangan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu, para ulama dan cendekiawan tersebut menegaskan dukungan mereka atas keputusan Majelis Pakar.
Mereka tidak hanya menerima hasil pemilihan, tetapi juga mengikatnya dengan sumpah setia—sebuah komitmen moral dan spiritual yang menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya kepemimpinan dalam menjaga stabilitas dan martabat negara.
"Kami, para ulama Sunni di provinsi Sistan dan Baluchestan, mengapresiasi pilihan Majelis Pakar dalam memilih Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin ketiga Revolusi dan Republik Islam," demikian bunyi pernyataan tersebut. "Dan kami menyatakan kesetiaan kami kepadanya," kata mereka.
Lebih dari sekadar dukungan formal, para cendekiawan itu memandang keputusan tersebut sebagai pukulan terhadap berbagai skenario yang selama ini diarahkan untuk melemahkan Iran.
Mereka menilai terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei kembali membuktikan bahwa upaya-upaya eksternal untuk memecah belah bangsa tidak menemukan tempat di tengah persatuan internal. Di akhir pernyataan, mereka menyerukan kepada seluruh umat Islam—terutama rakyat Iran yang revolusioner serta para pejabat yang memegang amanah—untuk memperkuat sistem Wilayat al-Faqih melalui persatuan dan kesadaran.
Sebuah seruan yang tidak hanya bernuansa politik, tetapi juga mengandung pesan emosional: bahwa di tengah tekanan dan konspirasi, kekuatan sejati terletak pada kesatuan sikap dan kejernihan tujuan.
Pic 2&3: kenangan Sayyid Ali Khamenei dengan para ulama Sunni.
Sc: ngertiagama, Al Mayadeen



Indonesia

~ retweetledi
~ retweetledi
~ retweetledi
~ retweetledi
~ retweetledi
~ retweetledi
~ retweetledi

VIRAL ‼️
Dewi Yulian tak henti berjuang, terus berupaya meski kerap merasa diabaikan.
Hampir satu tahun dia melakukan berbagai cara, supaya kematian adiknya Dedi Putra menemukan titik terang.
Dia bergerak dalam sunyi, bersuara meski tak didengar, berjuang dalam ketakutan besar.
Dia menentang pernyataan polisi yang menyebut bahwa adiknya tewas karena kecelakaan.
Pagi itu, Senin 19 Mei 2025 Dewi mendapat telepon bahwa Dedi Putra ditemukan kritis di atas kasur di dalam kamarnya.
Tak ada luka ataupun goresan di sekujur tubuhnya layaknya orang kecelakaan. Hanya ada di bagian matanya.
Hari itu Dewi dan keluarga masih dibalut luka mendalam, bagi mereka mengubumikan Dedi adalah hal utama dibanding menanyakan kematiannya.
Namun kemudian pihak dari Polsek Kumpe Ulu, Polda Jambi datang ke rumah duka, tak lama setelah proses pemakaman.
Polisi menyampaikan duka, sekaligus menyebut Dedi tewas karena kecelakaan, tetapi tanpa ada laporan kepolisian, tanpa ada tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan.
Dewi kemudian mendebat polisi itu, membantah Dedi tewas karena kecelakaan. Bukan tanpa dasar, sepeda motor Dedi tidak rusak, bahkan tak ada satu goresan sedikitpun, begitu juga dengan helmnya.
Indonesia









