Pakde A12345A
129 posts


Cita-citanya ingin sekasta WS Rendra, padahal martabatnya hanya sekelas pelakon sandiwara..
Kalau masih terima pesanan puisi partai politik, pastilah bukan seniman otentik..
Karena seniman itu pasti memiliki integritas, bukan yang memelas minta dibayar dengan harga pantas..
Butet Kartaredjasa bukan seniman, Butet dikenal hanya pelawak plagiat cara bicara para negarawan..
Butet bukan juga budayawan, karena isi panggungnya sebatas lucu-lucuan..
Puisi Seniman pasti sarat terisi makna, bukan caci-maki dan sumpah serapah..
Karya Budayawan pasti berisi keindahan, tidak berlumur hasutan dan kedengkian..
Wahai kawan, sampaikan pada Butet, jangan dikurang-kurangi dan jangan pula dilebih-lebihkan..
Katakan saja apa adanya, bahwa ia bukanlah Seniman, apalagi Budayawan..
Katakan saja apa adanya, bahwa ia hanya seorang PECUNDANG, yang bertahan hidup mengais derma, dari menjual sejumput puisi murahan tanpa makna…
Jakarta, 24 Juni 2023.
Seorang Pencinta Puisi.
Indonesia

@Restty_cayah Pura2 pancasila...
Sebenarnya EKA SILA...😁
Indonesia

Fuad Plered Tegaskan Imam Syafi’i bukan Keturunan Rasulullah oposisicerdas.com/2023/06/fuad-p…
Indonesia

Politikus PDIP: Kaesang Maju Bukan Bangun Dinasti Jokowi karena Sudah Beda KK
gelora.co/2023/06/politi…
Indonesia

@baqiebaka @Dandhy_Laksono Ingin ikut naik kapal pesiar...
Daftar nya dimana?
Indonesia

@Dandhy_Laksono Nambah dikit udah bisa naik kapal pesiar dan keliling 3 negara
Indonesia

Harga paket wisata Bangkok-Pattaya 7 juta. Ke Labuan Bajo Rp 8 juta. Lalu pemerintah bikin proyek wisata premium. Ongkosnya jadi 11 juta, sambil mengimbau agar rakyatnya wisata di dalam negeri.
Film 1 dari 5 serial "Dragon for Sale" bisa ditonton di rangkai.id
Indonesia

@Dandhy_Laksono @rohfiyadi Caranya daftar dimana?
Sy mau ikut
Dan berapa biayanya?
Indonesia

@ezkisuyanto Emang salahnya apa politik indentitas, kan indentitas asli...
Yg salah itu indentitas palsu...
Kayak gerombolan anda itu namanya politik indentitas palsu,

Indonesia

@wasiswaseso @islah_bahrawi Ayo Tuhankan terus gus dur...🤣
Indonesia

Ketika asap reformasi sedang mengepul, Amien Rais adalah menu makan pagi, siang dan malam. Semua orang menyukai dan menyantapnya dengan lahap. Dia adalah koran dan televisi. Suaranya didengar, cara bicaranya ditiru, kesehariannya adalah komoditas yang didagangkan banyak hal.
Tapi itu tidak lama. Kemunculannya mulai terasa redup setelah tidak terpilih menjadi presiden pada Pemilu 2004. Amien Rais hanya muncul dalam beberapa peristiwa, sesekali dia bersuara, tapi primadona panggung ternyata bukan lagi Amien Rais. Momentum politik bergeser dan tak lagi berpihak. Sejak itu dia mulai terlihat sering membentak, sembari menutup kupingnya sendiri.
Momentum politik tidak diciptakan, ia tercipta. Ketika momentum itu sejangkauan tangan dan kita tidak meraihnya, maka orang lain akan merampasnya. Politik adalah elektabilitas yang terbentuk, bukan dipaksakan. Kita tidak perlu sekolah politik di Chicago untuk menjadi presiden, cukup menjadi eksportir mebel untuk meraihnya. Dan kita tidak juga harus membenci si tukang mebel dengan takdirnya itu. Popularitas, elektabilitas dan momentum dalam politik tidak selalu berbanding sejajar, masing-masing adalah wilayah aneh tanpa perbatasan.
Di usia senjanya, Amien Rais kelimpungan mencari momentumnya yang hilang. Dia mengendarai apa saja. Berkumpul bersama Habaib atau Tahlilan, sebuah sikap seorang "Muhammadiyah" yang aneh. Tapi kita harus maklum, Amien Rais perlu kendaraan untuk "deja vu" yang semakin sulit untuk dirangkai ulang. Ratusan tahun sebelum Masehi, Plato sudah mengingatkan ini dalam Repvblik: "dengan watak yang selalu berlawanan, usia muda maupun tua dalam politik, semua hal akan terasa menjadi beban."
"Presidents are selected, not elected", kata Roosevelt. Siapa saja boleh merasa terpilih untuk menjadi presiden, tapi jika tidak dipilih akan percuma - sekedar jadi "gelandangan politik". Dan secara pribadi, saya pernah mengagumi Amien Rais. Ketika dia mulai jadi penghasut, saya menjauh agar tidak terhasut. Adagium yang mendominasi Amien Rais belakangan ini hanya untuk membenci Jokowi, selebihnya adalah kegagalan untuk menenteramkan dirinya sendiri.
Sejak itu koordinat kekaguman semakin sulit bertemu dalam satu titik, bahkan absis dan ordinat itu nampaknya semakin menjauh. Mungkin karena Amien berusaha kembali ke masa lalu, sementara orang-orang yang pernah mengaguminya hanya memikirkan masa depan. Mungkin karena itu juga Amien Rais sejak dulu hanya memiliki popularitas, bukan elektabilitas. Mungkin..

Indonesia

@Velarome_ @islah_bahrawi Gus Dur lengser bukan salah nya pak amien...
Gus Dur lengser krn perilakunya sendiri yg korup...
Indonesia

@islah_bahrawi Amien Rais redup stlh GusDur lengser,semua kesalahan ditimpakan ke dia semua padahal dia cuma salah satu bagian dr pelengseran Gusdur.
Yg paling menikmati lengsernya Gus Dur terus jadi presiden malah nggak pernah disalahin oleh pendukungnya Gus Dur & di dukung terus oleh mereka
Indonesia

@islah_bahrawi Ini sih narasi ASU...
Menggonggong pada tamu yg nggak bawa daging...
Dan diam ketika ada maling bawa daging
Indonesia

@PutraErlangga95 Dasar GOBLAK, PEKOK, DUNGU....
berbuat AMORAL kok bangga...
Ketawa ngakak pula...
Gitu kok ingin jadi Presiden...
Terus andaikan jadi, rakyat nya kayak apa nanti...😇
Indonesia

@CutSarina5 Pak Gatot atau AHY boleh juga, asal jangan si mput..Karena si mput plinpan/plintat plintut.....
Indonesia

Romy PPP Sebut Pemimpin Ahli Maksiat Pun Berhak Ditaati, Mujahid 212: Pola Pikir Mantan Koruptor!
democrazy.id/2023/05/romy-p…
Indonesia

@dhemit_is_back Untuk si wowo...
Dengerin tuh mbak najwa...
Indonesia

Bangun kawan jangan Tidur dalam buai pencitraan suara kita hanya didengan 5 tahun sekali,Suara kita bah Raja 5 tahun sekali jangan mau di bodohi,Tonton sampai habis klau bermanfaat Retweet
#TenggelamkanPDIP
Indonesia

@dhemit_is_back Dengerin tu ... Pak wowo... Dengerin tuh...
Indonesia

@OmCepytea1 @AcengGandrung Pak darmo, jl kedung mundu semarang timur
Indonesia












