Iwan Pirous
931 posts

Iwan Pirous
@PirousIwan
Anthropologist. The algorithm gods silenced me. Back for more (but mostly for myself). A father and full-time #debian #void #fedora linux user, Btw.


menurut kalian gimana nih guys?





Hari ini dalam sejarah, 11 Februari 1899, Teuku Umar gugur dalam pertempuran melawan Belanda. Teuku Umar memperoleh info bahwa kekuatan Jenderal JB Van Heutsz di Meulaboh tidak terlalu besar. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk menyerangnya. Dia bersama pasukan 800 orang berangkat dari Pasir Putih. Cut Nyak Dhien melepas suaminya dengan doa semoga kembali membawa kemenangan. Teuku Umar merencanakan penyerangan akan dilakukan malam. Namun, rencana itu dibocorkan oleh seorang pengkhianat kepada Van Heutsz. Sehingga, Van Heutsz mengerahkan pasukannya untuk mencegat pasukan Teuku Umar. Pada malam di Ujung Kala sebelum Meulaboh, Teuku Umar yang berjalan di depan melihat suatu bayangan sedang menanti. Dia sadar bayangan itu adalah musuh yang menghadang. Teuku Umar pun dengan lantang memberikan komando kepada pasukannya untuk menyerang. Suara tembakan bergema di kegelapan malam. Nahas, tembakan balasan, konon peluru dari anggota Marsose Jesajas Pongoh, mengenai Teuku Umar dan menembus dadanya. Teuku Umar jatuh dan sebelum mengembuskan napas terakhir berpesan kepada tangan kanannya, Pang Laat, agar mayatnya tidak ditinggalkan dan meminta dimakamkan di tempat yang tidak diketahui Belanda. Pang Laat mengambil alih pimpinan dan memerintahkan pasukannya mundur sambil mengusung jenazah Teuku Umar. Setelah disemayamkan dengan sederhana, jenazah Teuku Umar dimakamkan di depan meunasah atau masjid di Desa Mugo di Hulu Sungai Meulaboh. Mendengar berita kematian suaminya, Cut Nyak Dhien sangat bersedih, namun dia bertekad meneruskan perjuangan dan memimpin rakyat Aceh melawan Belanda. Beberapa barang milik Teuku Umar yang diambil Belanda, seperti songkok, tongkat, gelang akar bahar, jas, dan tempat tinta, disimpan di Tropenmuseum, kini Wereldmuseum Amsterdam, Belanda. Al-Qur'an milik Teuku Umar telah diajukan untuk direpatriasi atau dikembalikan ke Indonesia. Teuku Umar (duduk di tengah) bersama pengikutnya, antara 1880 dan 1899. (Wereldmuseum Amsterdam).






Imho, bahasa² yg dipakai di Kristen tuh (di masa kini ya) memang lembut. Tone-nya lebih ke merangkul bukan menyuruh. Sementara di Islam, lebih sering ke memerintah dan guilt-trip. Aku waktu pertama lihat kalimat ini juga nangis. Lembut banget dan berasa dipeluk.































