Bukan Saya
4K posts

Bukan Saya retweetledi
Bukan Saya retweetledi

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum
Photo: Getty Images

English

@hakanboyv Thank God, he finally died, hopefully he will also be followed by the children of Israel, who will also die soon after being killed by their own people.
English
Bukan Saya retweetledi

Viral lagu Aku di Blokir Menteri,
Karya Wahyudi Amin Harahap
Kalau setuju dgn liriknya, ayo repost dan sebarkan..!
@sutanmangarahrp
Indonesia
Bukan Saya retweetledi
Bukan Saya retweetledi

Guys, Ferry Latuhihin baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling jujur dan paling tidak takut konsekuensi dari semua kritik yang beredar soal pemerintahan Prabowo sekarang.
Dan dia mulai dengan satu angka yang langsung bikin gue terdiam.
108 wakil menteri.
Lebih gila dari zaman Soekarno:
Soekarno terkenal dengan kabinet
gemuknya 100 menteri.
Itu sudah dicatat sejarah sebagai salah satu pemborosan birokrasi terbesar Indonesia.
Prabowo melampauinya.
108 wakil menteri saja
belum termasuk menterinya.
Ferry bilang dengan sangat datar: "Birokrasi, Bos. Wakil menteri itu 108 loh.
You can imagine ini kabinet yang lebih gila
dari zaman Soekarno."
Dan ini bukan soal gaya atau
estetika pemerintahan.
Ini soal uang.
Setiap wakil menteri punya gaji, tunjangan, staf, kendaraan dinas, protokol, dan anggaran operasional.
Dikali 108 angkanya tidak kecil.
Dan semua itu dibayar dari pajak rakyat yang sama yang katanya sedang dihemat untuk efisiensi.
Soal Purbaya Ferry akui ada yang menarik,
tapi ada yang lebih penting:
Ferry tidak membabi buta mengkritik Purbaya.
Dia mengakui keberanian Purbaya berani head to head dengan Luhut, berani buka Pandora Box soal mafia-mafia yang selama ini nyaman, berani mengakui ada kebocoran di sistem restitusi pajak.
Tapi Ferry memisahkan dengan sangat tajam antara administrasi dan kebijakan.
Memindahkan Rp200 triliun dari BI ke Himbara?
Itu administrasi.
Bukan fiscal policy.
Dan hasilnya pun menunjukkan itu: undisbursed loan di perbankan sekarang sudah hampir Rp3.000 triliun.
Bank sudah punya likuiditas berlimpah tapi kredit growth tetap jatuh dari double digit ke 7%.
Debitur tidak mau ambil kredit bukan karena tidak ada uang di bank tapi karena economic
outlook-nya tidak meyakinkan.
Bisnis tidak ekspansi di tengah ketidakpastian.
Jadi pertanyaan Ferry sangat sederhana dan sangat keras: kebijakan apa yang Purbaya tawarkan untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun ini?
Solusi Ferry dan ini yang paling provokatif:
Ferry tidak hanya mengkritik. D
ia kasih resep yang sangat berlawanan dengan narasi pemerintah sekarang.
Turunkan pajak.
Semua pajak.
PPN dari 11% ke 10%,
idealnya ke 5%.
Corporate tax diturunkan.
PPh diturunkan.
Biarkan uang itu tetap di tangan rakyat dan swasta bukan masuk ke kas negara yang menurut Ferry makin besar penerimaannya makin ngawur spendingnya.
Logikanya:
semakin besar uang yang dikuasai pemerintah semakin besar ruang untuk misallocation of resources.
Hambalang. BLBI. IKN. IKTP.
Semua terjadi bukan karena kekurangan uang
tapi karena uang yang terlalu banyak di tangan yang salah.
"The more money the government get,
itu makin kacau ekonomi kita."
Dan kalau penerimaan pajak turun spending harus dikecilkan juga.
Tidak ada jalan lain.
Defisit harus dijaga.
Negosiasi dengan kreditur kalau perlu.
Tapi cara membangun negeri ini harus berubah secara radikal dari government-driven menjadi private sector-driven.
Karena yang menciptakan lapangan kerja adalah bisnis. Bukan pemerintah.
Dan kalau bisnis punya ruang lebih besar untuk bergerak mereka yang akan menggerakkan ekonomi, bukan program pemerintah yang penuh kebocoran.
MBG salah dari awal, salah dalam desain:
Ferry tidak malu-malu:
Terus terang saja saya tidak setuju dengan program-program ultra populis macam MBG dan Koperasi Merah Putih.
Ini sudah salah dari awal."
Bukan karena niatnya buruk.
Tapi karena desainnya tidak masuk akal secara data.
Berdasarkan data statistik hanya 7,1% atau sekitar 20 juta orang yang benar-benar dalam kondisi urgen membutuhkan perbaikan gizi.
Dari 20 juta itu, mungkin 10 juta adalah anak-anak.
Tapi program MBG dirancang untuk menyuapi 83 juta orang dengan anggaran Rp328 triliun.
Pertanyaan Ferry: "
Kenapa yang harus disuapin 83 juta orang?
Kalau memang mau fokus gizi kenapa tidak targetkan 20 juta yang benar-benar butuh,
di daerah tertinggal, dengan sistem kupon yang jauh lebih efisien?
Paling mahal 5 triliun."
Dan kemudian muncul kabar ada 11 yayasan yang ikut di dalam ekosistem MBG.
Ferry langsung tanya:
Purbaya berani tidak mengcounter ini?
Kalau berani saya cium tangannya."
Kabinet 108 wakil menteri yang lebih gemuk dari Soekarno.
Program gizi yang menyuapi 83 juta orang padahal yang darurat hanya 20 juta. Anggaran Rp328 triliun untuk program yang tidak menyentuh akar masalah.
Dan tidak ada satu kebijakan fiskal yang benar-benar radikal untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun.
Ferry tidak bilang Purbaya jahat. Dia bilang Purbaya belum cukup.
Dan selama kebijakan yang diambil masih bersifat kosmetik terapi kejut administrasi tanpa perombakan struktural yang nyata angka 8% growth yang terus digembar-gemborkan akan tetap menjadi angka yang indah di slide presentasi, bukan kenyataan yang dirasakan di dompet rakyat.

Indonesia

Israel marah melihat vidio ini, mereka merasa dipermalukan.
Tolong sebarkan lebih luuass lagi ‼️
صوت الحق@AlqadmAlthar
سفير إسرائيل لدى الدنمارك يحتج على انتشار هذا الفيديو دعونا نجعل هذا ينتشر في جميع أنحاء العالم
Indonesia

Konoha wajib belajar ni dari paman ladusing
𝐎𝐦𝐉_𝙹³ռɢɢօtȶ@OmJ_J3Nggott
Cara mereka jauh beda dengan yang di Konoha yang kadang bikin jalan nya asal jadi
Indonesia
Bukan Saya retweetledi

Si taik kebo dikasih panggung, Letjen purnawirawan Yayat Sudrajat ikut gemes.. 😃😂
Jeni_Ly again@Jelli_cent
Jangan ada yg brani macam2 apalagi nentang2 ya.. Bagian dr pemerintah dia.. Paham?! *Indahnya kekompakan* 🤪🤪 Ngerrriiiií
Indonesia
Bukan Saya retweetledi

@JsDeyz_2 @Mangga1111 Mereka orang dewasa tidak cerdas.
Dah tak cerdas pekak pulak !
Indonesia

@Mangga1111 Moderator ceweknya kocak “ mungkin itu perasaan adek saja” 🤣. Berarti moderatornya juga budeg .
Indonesia

Sekelas lomba cerdas cermat MPR jurinya malah plenger anjir.
Jadi ceritanya regu C menekan tombol duluan saat sesi rebutan terkait pertanyaan mengenai Lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK.
Dan jawaban regu C gini :
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh Presiden." Malah dapat point -5
Nah pas giliran regu B menjawab,
Jawabannya sama, tapi pointnya dapat +10
Giliran regu C komplen malah juri bilang kalo regu C pertimbangan (DPD)nya tidak ada, dan malah menyudutkan regu C, dan melihat tayangan ulangnya setelah acara selesai.
Juri macam apa njir modelan kayak gitu.
Nih coba perhatikan videonya di bawah.
Indonesia

Bukan Saya retweetledi

















