Bukan Saya

4K posts

Bukan Saya

Bukan Saya

@PostTweet12

no Cebi no Porn no LgBt

Katılım Şubat 2022
1K Takip Edilen685 Takipçiler
Jawafess
Jawafess@jawafess·
Opo lur?
Jawafess tweet media
Indonesia
1.2K
22
421
101.5K
IRAN Media
IRAN Media@IRTV_Press·
Do you support Iran in its bombing of US bases in the UAE? ◯ Yes. ◯ No.
IRAN Media tweet media
English
413
267
1.2K
15.6K
͔
͔@herculep638·
hukum kita banci! aturan apalagi ini?
͔ tweet media
Indonesia
674
1.4K
2.9K
99.7K
Bukan Saya retweetledi
Life Pad
Life Pad@XLifepad·
Signs of high blood sugar
English
972
3.8K
23.8K
1.5M
Bukan Saya retweetledi
The Economist
The Economist@TheEconomist·
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images
The Economist tweet media
English
497
26.4K
40K
3.3M
Bukan Saya
Bukan Saya@PostTweet12·
@hakanboyv Thank God, he finally died, hopefully he will also be followed by the children of Israel, who will also die soon after being killed by their own people.
English
0
0
0
5
Bukan Saya retweetledi
doelpaten
doelpaten@doelpaten·
Viral lagu Aku di Blokir Menteri, Karya Wahyudi Amin Harahap Kalau setuju dgn liriknya, ayo repost dan sebarkan..! @sutanmangarahrp
Indonesia
61
1.5K
2.9K
50.9K
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Kasih nama adek imup ini pake nama makanan yg pertama kali kamu makan hari ini! 🫵🏻
Яizal do tweet media
Indonesia
1.4K
170
2.3K
104.4K
Bukan Saya retweetledi
Matt Wallace
Matt Wallace@MattWallace888·
Man accidentally walks into the scene while they are filming for Hontavirus 🤦🏻‍♂️
English
4.1K
36K
145.2K
13.2M
Bukan Saya retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Ferry Latuhihin baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling jujur dan paling tidak takut konsekuensi dari semua kritik yang beredar soal pemerintahan Prabowo sekarang. Dan dia mulai dengan satu angka yang langsung bikin gue terdiam. 108 wakil menteri. Lebih gila dari zaman Soekarno: Soekarno terkenal dengan kabinet gemuknya 100 menteri. Itu sudah dicatat sejarah sebagai salah satu pemborosan birokrasi terbesar Indonesia. Prabowo melampauinya. 108 wakil menteri saja belum termasuk menterinya. Ferry bilang dengan sangat datar: "Birokrasi, Bos. Wakil menteri itu 108 loh. You can imagine ini kabinet yang lebih gila dari zaman Soekarno." Dan ini bukan soal gaya atau estetika pemerintahan. Ini soal uang. Setiap wakil menteri punya gaji, tunjangan, staf, kendaraan dinas, protokol, dan anggaran operasional. Dikali 108 angkanya tidak kecil. Dan semua itu dibayar dari pajak rakyat yang sama yang katanya sedang dihemat untuk efisiensi. Soal Purbaya Ferry akui ada yang menarik, tapi ada yang lebih penting: Ferry tidak membabi buta mengkritik Purbaya. Dia mengakui keberanian Purbaya berani head to head dengan Luhut, berani buka Pandora Box soal mafia-mafia yang selama ini nyaman, berani mengakui ada kebocoran di sistem restitusi pajak. Tapi Ferry memisahkan dengan sangat tajam antara administrasi dan kebijakan. Memindahkan Rp200 triliun dari BI ke Himbara? Itu administrasi. Bukan fiscal policy. Dan hasilnya pun menunjukkan itu: undisbursed loan di perbankan sekarang sudah hampir Rp3.000 triliun. Bank sudah punya likuiditas berlimpah tapi kredit growth tetap jatuh dari double digit ke 7%. Debitur tidak mau ambil kredit bukan karena tidak ada uang di bank tapi karena economic outlook-nya tidak meyakinkan. Bisnis tidak ekspansi di tengah ketidakpastian. Jadi pertanyaan Ferry sangat sederhana dan sangat keras: kebijakan apa yang Purbaya tawarkan untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun ini? Solusi Ferry dan ini yang paling provokatif: Ferry tidak hanya mengkritik. D ia kasih resep yang sangat berlawanan dengan narasi pemerintah sekarang. Turunkan pajak. Semua pajak. PPN dari 11% ke 10%, idealnya ke 5%. Corporate tax diturunkan. PPh diturunkan. Biarkan uang itu tetap di tangan rakyat dan swasta bukan masuk ke kas negara yang menurut Ferry makin besar penerimaannya makin ngawur spendingnya. Logikanya: semakin besar uang yang dikuasai pemerintah semakin besar ruang untuk misallocation of resources. Hambalang. BLBI. IKN. IKTP. Semua terjadi bukan karena kekurangan uang tapi karena uang yang terlalu banyak di tangan yang salah. "The more money the government get, itu makin kacau ekonomi kita." Dan kalau penerimaan pajak turun spending harus dikecilkan juga. Tidak ada jalan lain. Defisit harus dijaga. Negosiasi dengan kreditur kalau perlu. Tapi cara membangun negeri ini harus berubah secara radikal dari government-driven menjadi private sector-driven. Karena yang menciptakan lapangan kerja adalah bisnis. Bukan pemerintah. Dan kalau bisnis punya ruang lebih besar untuk bergerak mereka yang akan menggerakkan ekonomi, bukan program pemerintah yang penuh kebocoran. MBG salah dari awal, salah dalam desain: Ferry tidak malu-malu: Terus terang saja saya tidak setuju dengan program-program ultra populis macam MBG dan Koperasi Merah Putih. Ini sudah salah dari awal." Bukan karena niatnya buruk. Tapi karena desainnya tidak masuk akal secara data. Berdasarkan data statistik hanya 7,1% atau sekitar 20 juta orang yang benar-benar dalam kondisi urgen membutuhkan perbaikan gizi. Dari 20 juta itu, mungkin 10 juta adalah anak-anak. Tapi program MBG dirancang untuk menyuapi 83 juta orang dengan anggaran Rp328 triliun. Pertanyaan Ferry: " Kenapa yang harus disuapin 83 juta orang? Kalau memang mau fokus gizi kenapa tidak targetkan 20 juta yang benar-benar butuh, di daerah tertinggal, dengan sistem kupon yang jauh lebih efisien? Paling mahal 5 triliun." Dan kemudian muncul kabar ada 11 yayasan yang ikut di dalam ekosistem MBG. Ferry langsung tanya: Purbaya berani tidak mengcounter ini? Kalau berani saya cium tangannya." Kabinet 108 wakil menteri yang lebih gemuk dari Soekarno. Program gizi yang menyuapi 83 juta orang padahal yang darurat hanya 20 juta. Anggaran Rp328 triliun untuk program yang tidak menyentuh akar masalah. Dan tidak ada satu kebijakan fiskal yang benar-benar radikal untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun. Ferry tidak bilang Purbaya jahat. Dia bilang Purbaya belum cukup. Dan selama kebijakan yang diambil masih bersifat kosmetik terapi kejut administrasi tanpa perombakan struktural yang nyata angka 8% growth yang terus digembar-gemborkan akan tetap menjadi angka yang indah di slide presentasi, bukan kenyataan yang dirasakan di dompet rakyat.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
124
985
2.2K
115.2K
Bukan Saya retweetledi
Cadas
Cadas@Music_Cadas·
Yang Mau Kerja di Jepang, simak ya 😉
Indonesia
147
657
4.4K
208.6K
apoi
apoi@Mangga1111·
Sekelas lomba cerdas cermat MPR jurinya malah plenger anjir. Jadi ceritanya regu C menekan tombol duluan saat sesi rebutan terkait pertanyaan mengenai Lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK. Dan jawaban regu C gini : "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh Presiden." Malah dapat point -5 Nah pas giliran regu B menjawab, Jawabannya sama, tapi pointnya dapat +10 Giliran regu C komplen malah juri bilang kalo regu C pertimbangan (DPD)nya tidak ada, dan malah menyudutkan regu C, dan melihat tayangan ulangnya setelah acara selesai. Juri macam apa njir modelan kayak gitu. Nih coba perhatikan videonya di bawah.
Indonesia
43
181
587
110.1K
MANTO
MANTO@KangManto123·
ASTAGAA, MEMALUKAN SEKALI JURI INI..👇👇
Indonesia
1.2K
1.7K
7.6K
289.7K
Bukan Saya retweetledi
Disclose.tv
Disclose.tv@disclosetv·
NOW - Netanyahu: "Israel is besieged on the media media front, on the propaganda front and we've not done well on the propaganda war."
English
127
89
627
153.1K
Novie Anwar
Novie Anwar@BarisanOpOsisi·
Pantasnya berapa?? 🤔🤔🤔
Novie Anwar tweet media
Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
3.1K
161
791
125.9K