oh no here we go again
431 posts


@Jateng_Twit "Itu kan POMnya ROSIN. Jd bebas lah."
Bebas ki nak tukune pertamina dex, pertamax, dexlite, kui bebasssss. Losss wong ra subsidi. La iki barang subsidi je suuu. Ibarate bansos diwehke lurahe tur dipangan keluargane tok. Alesane "wong lurahe nyekel bansos yo karepe lurahe to."
Indonesia
oh no here we go again retweetledi

INFO GUYS!
Akhirnya tembok raksasa yang selama ini katanya nggak bisa hancur, rata dengan tanah juga! Rodtang Jitmuangnon, sosok yang katanya punya dagu dari besi dan nyawa cadangan, resmi dibikin "mati kutu" sama Takeru Segawa di depan publik Tokyo.
Ini bukan cuma soal kalah angka, tapi ini penghinaan buat label "The Iron Man" yang selama ini diagung-agungkan.
Rekor 13 tahun nggak pernah TKO langsung hangus terbakar, jadi abu dalam satu malam yang bener-bener memalukan buat sejarah Muay Thai.
Jujur aja, kita semua dipaksa liat kenyataan pahit kalau era Rodtang itu sebenernya sudah usai dan basi.
Selama ini dia cuma jago akting, jago mukul dada, dan jago ngeremehin lawan dengan gaya sombongnya di atas ring.
Tapi di hadapan Takeru, semua gimmick murahan itu nggak ada gunanya sama sekali. Takeru nggak butuh banyak gaya, dia cuma butuh pukulan akurat buat bikin Rodtang yang katanya "manusia baja" itu malah nangis sesenggukan kayak anak kecil yang kehilangan mainannya.
Ronde demi ronde kita disuguhi pemandangan Rodtang yang didominasi total, dikejar-kejar, dan akhirnya dibikin tersungkur sampai wasit harus turun tangan karena nyawanya sudah di ujung tanduk.
Ini adalah bukti sahih kalau teknik kickboxing Takeru itu berada di level galaksi yang berbeda, jauh di atas Rodtang yang cuma modal nekat dan tahan pukul doang.
Rodtang yang kita kenal sebagai singa ring, berubah jadi kucing rumput yang nggak berdaya di tangan monster Jepang.
Jangan ada lagi yang bilang Rodtang itu petarung terbaik sepanjang masa kalau kenyataannya dia bisa dibuat KO secara brutal. Kekalahan ini adalah tamparan keras buat fans fanatiknya yang selalu tutup mata sama penurunan performanya.
Rodtang terlalu sibuk sama popularitas dan drama, sampai lupa kalau di luar sana ada petarung sejati kayak Takeru yang siap ngerobek-robek kesombongannya.
Malam itu di Ariake Arena bukan cuma jadi saksi jatuhnya seorang juara, tapi jadi pemakaman buat reputasi "Iron Man" yang ternyata cuma terbuat dari plastik murah. Rodtang bener-bener hancur, mentalnya kena, dan fisiknya remuk redam.
Dunia akhirnya tahu, kalau mau jadi legenda itu butuh disiplin dan teknik, bukan cuma modal petantang-petenteng tapi akhirnya tidur di kanvas!


Indonesia

BREAKING: SKANDAL HUKUM INDRAMAYU! KAKI TERDAKWA DIPATAHKAN POLISI, JPU TAKUT HADIRKAN SAKSI KUNCI! 😱
"Saya bukan pembunuh, kaki saya sengaja dipatahkan biar mengaku!"
Itulah teriakan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan 1 keluarga di Paoman, Indramayu. Sambil merangkul wartawan—karena kakinya sudah hancur—Ririn membongkar konspirasi keji yang menghentakkan nurani.
YANG MEMBUAT BANYAK ORSNG TERBELALAK:
1. Sadisnya "Pengakuan" Palsu
Polres Indramayu diduga mematahkan kaki Ririn agar mengaku sebagai pembunuh. Padahal saat pembantaian terjadi, Ririn TIDAK ADA DI TKP. Sidik jarinya ada karena ia bertamu sebelum & sesudah kejadian—bukan saat eksekusi.
2. JPU Kabarkan Ketakutan
Saksi kunci, Priyo Bagus Setiawan, keburu buka suara: Pelaku sesungguhnya adalah Hardi & Yoga, otaknya Aman Yani (motif utang Rp120 juta). Namun Jaksa Penuntut Umum TIDAK MAU menghadirkan Priyo di persidangan. Alasannya? Takut kebongkar bahwa Ririn hanyalah korban salah tangkap!
3. Ironi Mencari Keadilan
Ririn sampai merangkak ke wartawan karena suaranya berusaha dibungkam. Kakinya patah, jiwanya terluka, tapi semangatnya membakar. Ia berani melawan meski tubuhnya hancur.
4. Ancaman Besar:
Jika pria tak bersalah ini dipenjara, maka pembunuh asli masih bebas. Bayangkan, keluarga korban pun tak dapat keadilan sejati.
PERTANYAAN BESARNYA UNTUK POLRES INDRAMAYU & JPU:
"Jika dakwaan Anda benar dan bukti kuat, kenapa takut menghadirkan saksi kunci? Hadirkan Priyo! Biar terang benderang!"
Ririn bukan pembunuh.
Dia hanya tamu yang salah waktu.
Dan kakinya dibayar dengan harga yang terlalu mahal.
Jangan biarkan orang tak bersalah membusuk di penjara sementara para pembunuh sejati tersenyum bebas!
Indramayu butuh jawaban, bukan luka lagi!
Indonesia

@98d24ee59fa0405 @mrtweepsID Jelas mantan Karyawan bca finance abangnya ini, tau betul persoalan mobil mewah DP rendah 😝
Indonesia

@mrtweepsID Banyak mobil mewah BPKB nya atas nama tukang gorengan, di cicil paling 2-3 kali abis itu mobil dah pindah tangan ke berapa orang, ujungnya biasanya yang pegang oknum ijo/coklat, pusing dah dc yang mau narik unitnya juga
Indonesia

BFI finance sepertinya apes banget kali ini. Ternyata BPKB yang dijaminkan ke leasing tersebut palsu. Yang asli ada di ownernya yang sekarang.
Pertanyaannya kok bisa sih BPKB palsu bisa lolos ke pembiayaan?
Duh ampun dah amburadul banget perusahaan pembiayaan di indonesia. Kemarin kasus MTF.. sekarang BFI.. yang BFI kena combo banget masalahnya..


Indonesia

@KompasTV Bela bangsa tidak sama dg sama dg bela Pemerintah. Sebagai produk demokrasi via pemilu, Pemerintah harus akuntabel kpd publik yg ditunjukkan dg keterbukaan thd kritik.
Indonesia

Prabowo: Sepintar Apa Pun Kalau Tak Bela Bangsa, Tidak Ada Tempat di Sekitar Saya
kompas.tv/nasional/66600…
Indonesia

@kang___L Saya guru SMP, setiap pelajaran saya selalu mengatakan hal yang sama kepada para murid bahwa mbg itu berasal dari uang orang tua kalian lewat pajak.
Indonesia

@zanatul_91 Di tempat saya guru honorer dapat bansos 500rb /bulan, waktunya /2bln pernah juga 6bln baru dikasih, sudah beberapa tahun berjalan, tapi di tahun 2026 terpotong 50℅ alias sekarang 250rb perbulan, tidak ada penjelasan apapun tiba-tiba dipotong gitu aja.
Kalau untuk poin c smga
Indonesia

PENGUMUMAN GUYS,
Untuk guru Non-ASN termasuk honorer, saya parafrase ya poin pentingnya:
✅ a. Kalau punya sertifikat pendidik dan memenuhi beban kerja, dapat TPG (2 juta rupiah, kecuali inpassing).
✅ b. kalau punya sertifikat pendidik tapi gak memenuhi beban kerja tetep dapat insentif dari Kemdikdasmen
✅ c. kalau belum punya sertifikat pendidik tetep dapet insentif dari Kemdikdasmen
Poin b dan c ini melegakan ya. Yang misteri cuma 1, itu b dan c, berapa insentifnya, punten 🙏😊


Indonesia

@LambeSahamjja Di kabupaten malang bansos untuk guru honorer tahun 2025 perbulan sebesar 500rb, untuk tahun 2026 dipotong perbulan hanya 250rb 😂, ini tiap hari kerja lo masih dipotong awokwokwokwokwok
Indonesia

Guys, gue mau rangkum semua informasi
MBG yang beredar hari ini
dan ini yang paling di luar nalar
jadi begini....................
Kepala BGN Dadan Hindayana baru saja mengkonfirmasi:
1.720 SPPG yang ditutup sementara tetap menerima insentif Rp6 juta per hari.
Bukan Rp6 juta per bulan.
Per hari.
Alasannya:
mereka masih harus mengurus pelatihan karyawan dan pemenuhan standar operasional seperti IPAL dan sertifikat laik higenis.
Mari kita hitung matematikanya:
1.720 SPPG × Rp6 juta per hari = Rp10,32 miliar per hari.
Ini adalah uang yang keluar setiap hari untuk SPPG yang tidak beroperasi.
Yang tidak memproduksi makanan.
Yang tidak melayani satu anak pun.
Dalam satu bulan: Rp309,6 miliar.
Dalam satu tahun kalau kondisi ini berlanjut: Rp3,7 triliun.
Untuk SPPG yang tutup.
Yang tidak menghasilkan satu porsi makanan pun.
Apakah masuk logika setiap hari bakal ada pelatihan?
atau memang permainan semata?
Dan ini yang membuat situasinya semakin tidak masuk akal:
Dadan bilang alasan SPPG ditutup sementara adalah karena belum punya IPAL dan belum punya Sertifikat Laik Higenis dan Sanitasi.
Pertanyaan yang sangat mendasar:
kenapa SPPG yang belum punya IPAL dan belum punya sertifikat higenis bisa beroperasi sejak awal?
Ini bukan persyaratan yang aneh atau baru.
IPAL dan sertifikat laik higenis adalah persyaratan DASAR untuk semua tempat pengolahan pangan yang melayani makanan ke orang banyak apalagi ke anak-anak.
Kalau 1.720 SPPG beroperasi tanpa memenuhi persyaratan dasar itu maka ada kegagalan verifikasi yang sangat serius di awal program.
Dan 33.000 anak yang keracunan itu mungkin sebagian adalah akibat langsung dari kegagalan verifikasi tersebut.
Sekarang tambahkan informasi dari Wamenkeu kemarin:
MBG dipangkas dari 5 hari menjadi 4 hari seminggu. Sabtu dihapus. Hemat Rp50 triliun per tahun.
Kedengarannya bagus.
Langkah ke arah yang benar.
Tapi sekarang muncul pertanyaan baru: apakah Rp6 juta per hari untuk SPPG yang tutup sementara itu ikut dipangkas?
Atau tetap berjalan seperti biasa?
Kalau penghematan Rp50 triliun dari pengurangan hari distribusi tapi Rp3,7 triliun per tahun tetap mengalir ke SPPG yang tidak beroperasi maka penghematan itu sebagian sudah tergerus sebelum benar-benar terasa.
Dan ini yang paling tumpang tindih antara pernyataan yang satu dengan yang lain:
Di satu sisi: Wamenkeu bilang MBG dipangkas untuk hemat anggaran karena kondisi fiskal.
Di sisi lain: BGN bilang SPPG yang tutup tetap dapat Rp6 juta per hari karena masih harus pelatihan.
Di sisi lain lagi: APPMBGI bilang program berjalan mulus tanpa hambatan berarti.
Di sisi lain lagi: 33.000 anak sudah keracunan di April 2026 saja.
Di sisi lain lagi: Mahfud MD pernah menyebut dari hampir Rp1 triliun per hari anggaran MBG yang sampai ke makanan hanya Rp34 miliar.
Tidak ada satu pun dari pernyataan-pernyataan ini yang konsisten satu sama lain. Dan tidak ada satu lembaga pun yang bertanggung jawab untuk merekonsiliasi semuanya menjadi gambaran yang jelas dan bisa diverifikasi.
Soal SPPG di kampus dan ini yang paling absurd:
Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yulianto hari ini mendorong perguruan tinggi untuk aktif membentuk SPPG di kampus. Universitas Hasanuddin sudah punya. IPB sudah duluan.
Ide dasarnya tidak salah kampus punya SDM, teknologi, dan infrastruktur yang bisa mendukung program gizi.
Tapi ini perlu dipertanyakan: kampus adalah institusi pendidikan yang anggaran operasionalnya berasal dari APBN.
Kalau kampus jadi pengelola SPPG dan menerima insentif Rp6 juta per hari uang itu dari mana? Dari anggaran MBG. Yang sumbernya APBN. Yang sumbernya pajak rakyat.
Artinya: uang pajak rakyat mengalir ke kampus negeri yang dibiayai oleh uang pajak rakyat yang sama untuk menjalankan program yang efektivitasnya belum bisa diverifikasi secara independen.
Soal insentif Rp6 juta per hari untuk SPPG yang tutup dan ini yang paling kritis:
Dadan bilang kualitas layanan SPPG yang ditutup sementara "dinilai baik" dari segi menu dan pelayanan. Makanya tetap dapat insentif.
Tapi ini adalah pernyataan yang sangat perlu dipertanyakan.
Kalau kualitasnya bagus kenapa ditutup?
Kalau ditutup karena tidak punya IPAL dan sertifikat higenis bagaimana bisa kualitasnya dinilai bagus?
Penilaian kualitas seperti apa yang mengabaikan standar sanitasi dasar?
Dan siapa yang melakukan penilaian "kualitasnya bagus" itu? BGN sendiri yang punya kepentingan untuk mempertahankan program berjalan atau lembaga independen yang tidak punya conflict of interest?
Dan ini ringkasan situasi MBG hari ini yang paling jujur:
Program dipangkas jadi 4 hari tapi anggaran untuk 1.720 SPPG yang tutup tetap mengalir Rp10,32 miliar per hari.
33.000 anak sudah keracunan tapi program dinyatakan tetap jalan.
1.700 SPPG ketahuan curang tapi mayoritas hanya di-suspend sementara dan tetap dapat insentif.
BPOM tidak punya anggaran cukup untuk sampling tapi BGN punya Rp1,2 miliar untuk "Jasa Pengelolaan Opini Publik."
Kampus didorong jadi SPPG untuk menambah lapisan birokrasi baru di program yang sudah penuh kebocoran.
Dan tidak ada satu pun lembaga yang bisa memberikan gambaran konsolidasi yang jelas dan bisa diverifikasi tentang: berapa yang benar-benar sampai ke anak-anak, berapa yang bocor, dan bagaimana membuktikan keduanya.
MBG adalah program yang paling banyak menghasilkan pernyataan yang saling bertentangan dari pejabat-pejabat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.
Dipangkas jadi 4 hari tapi SPPG tutup tetap dibayar. Kualitas dibilang bagus tapi ditutup karena tidak ada standar sanitasi dasar. Hemat Rp50 triliun tapi bocor triliunan dari pintu lain.
Dan di tengah semua kontradiksi itu yang tetap pasti adalah satu hal: uang terus mengalir. Ke mana persisnya itu yang tidak pernah cukup transparan untuk dijawab.

Indonesia

@Jakartalk Di kabupaten malang bansos untuk guru honorer tahun 2025 perbulan sebesar 500rb, untuk tahun 2026 dipotong perbulan hanya 250rb 😂 Emang sakit Negara ini 😝
Indonesia

DKI Jakarta butuh ±Rp253 M buat gratiskan sekolah swasta.
Kalau ditarik ke 38 provinsi di seluruh Indonesia angkanya sekitar Rp9,6 T.
Sementara satu program nasional bisa habis ±Rp1 T per hari, you know what i mean.
Artinya?
Secara hitungan kasar: cukup pause dulu 8–12 hari itu program, maka sudah bisa bantu pendidikan di seluruh Indonesia.
Dan gue yakin sih kalau program itu di stop dulu ga sampai 2 minggu, tapi bisa kasih pendidikan gratis ke seluruh provinsi, pasti rakyat setuju semua.
Tapi balik lagi, semua hanya tentang skala prioritas.


Indonesia
oh no here we go again retweetledi

@direktoridosen Alhamdulillah Pendidikan Pancasila aman 😆
Indonesia

Pendidikan Fisika
Pendidikan Kimia
Pendidikan Biologi
Pendidikan Matematika
Pendidikan Bahasa Inggris
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Pendidikan Bahasa Arab
Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Pendidikan Anak Usia Dini
Bimbingan dan Konseling
Manajemen Pendidikan Islam
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Pendidikan IPS
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Pendidikan Sejarah
Pendidikan Geografi
Pendidikan Ekonomi
Pendidikan Vokasi
Pendidikan Teknologi Informasi
Pendidikan Seni
Pendidikan Musik
Pendidikan Tari
Pendidikan Luar Biasa
Administrasi Pendidikan
Teknologi Pendidikan
Pendidikan IPA
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan Bahasa Jepang
Pendidikan Teknik Mesin
Pendidikan Teknik Bangunan
Pendidikan Administrasi Perkantoran
Pendidikan Sosial Antropologi
Pendidikan Masyarakat
Pendidikan Non Formal
Pendidikan Luar Sekolah
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Pendidikan Profesi Guru
Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah
Pendidikan Akuntansi
Pendidikan Manajemen
Pendidikan Kewirausahaan
Pendidikan Kimia
Pendidikan Biologi
Pendidikan Fisika
Pendidikan Matematika
Tadris Bahasa Indonesia
Tadris Matematika
Tadris Biologi
Tadris Fisika
Tadris Kimia
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
Pendidikan Agama Kristen
Pendidikan Agama Katolik
Pendidikan Seni Rupa
Pendidikan Drama
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Pendidikan Tata Boga
Pendidikan Tata Busana
Pendidikan Rekayasa
Pendidikan Multimedia
Pendidikan Teknik Elektro
Pendidikan Teknik Otomotif
Pendidikan Teknik Informatika
Pendidikan Koperasi dan Kewirausahaan
Pendidikan Bisnis
Pendidikan Kepariwisataan
Pendidikan Bahasa Mandarin
Pendidikan Bahasa Prancis
Pendidikan Bahasa Jerman
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia

@tanyarlfes Pria usia 30 tahun dan belum bisa mengambil keputusan secara mandiri. Kasihan ceweknya, mending sudahin aja.
Indonesia









