Sabitlenmiş Tweet
BaraJiwa 🌋
18.1K posts

BaraJiwa 🌋
@Pyroncalanyala
Amator rerum iocundarum | Shitpost | Random | Geologi UGM | 🚴♂️⚡️🌋
Katılım Kasım 2020
9.4K Takip Edilen11.8K Takipçiler
BaraJiwa 🌋 retweetledi

Buat yang punya kucing, ada yang bisa jelasin ga kenapa kucingnya bisa kayak gini?
Anak gw beberapa waktu ke belakang lagi minta binatang peliharaan, tiba2 liat video ini jd serem jg
Wild Clips@JCFights
Imagine being home alone with your cat and this just happens
Indonesia

@gIikowings Wih banyak, semoga cair ya kak besok pagi hehe
Indonesia
BaraJiwa 🌋 retweetledi
BaraJiwa 🌋 retweetledi

Mau tanya ke teman-teman creator X yang udah pernah gajian monetisasi sekaligus belajar.
Kenapa ya meskipun akun udah eligible, punya Premium followers, dan impressions lumayan, earnings masih sering di bawah minimum payout?
Yang bikin penasaran:
- Sebenarnya minimal berapa verified impressions biar bisa gajian tiap periode?
- Apakah masalahnya karena total impressions masih kurang?
- Atau justru verified impressions yang kurang?
- Atau memang RPM creator Indonesia masih kecil?
Ini aku share screenshot analytics & revenue biar lebih jelas.
Kalau ada yang udah pernah payout, boleh dong share pengalaman:
- Udah berapa kali cair?
- Kira-kira butuh berapa verified impressions sampai bisa gajian?
Bantu jawab ya, biar kita sama-sama belajar cara kerja monetisasi X.
Jika kalian punya coach Monet tolong di tag dong biar bisa bantu jawab ini


Indonesia
BaraJiwa 🌋 retweetledi
BaraJiwa 🌋 retweetledi
BaraJiwa 🌋 retweetledi

Mantan jurnalis dan menjadi hakim yang satu satunya mengajukan dissenting opinion dan menyatakan bahwa Nadiem Makarim seharusnya dibebaskan dari segala hukuman karena menilai unsur niat jahat (mens rea) tidak terbukti kuat.
Namanya Andi Saputra lahir di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 25 Januari 1982.
Tahun 2006, ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Pada tahun yang sama, ia memulai karier sebagai wartawan.
Sambil berkarier sebagai jurnalis, Andi melanjutkan pendidikan Magister Hukum (S2) di Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Jakarta dan lulus pada 2017.
Setelah mengabdikan diri sebagai wartawan selama kurang lebih 18 tahun (2006–2024), Andi Saputra kemudian diangkat sebagai hakim ad hoc tindak pidana korupsi (Tipikor) pada 2024.


Indonesia



















