Rahmat Nurdiansyah

30.8K posts

Rahmat Nurdiansyah banner
Rahmat Nurdiansyah

Rahmat Nurdiansyah

@R19cakra

Katılım Aralık 2023
7.5K Takip Edilen1.2K Takipçiler
Rahmat Nurdiansyah retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Feri Amsari lagi ngebedah program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan poin utamanya tuh bukan soal niatnya baik atau nggak, tapi cara jalannya yang dianggap bermasalah secara hukum dan sistem. Jadi gini… menurut dia, program sebesar MBG ini harusnya punya dasar hukum yang jelas. Masalahnya? - Nggak ada undang-undang khusus yang ngatur program ini secara detail. Yang ada cuma masuk ke anggaran di Undang-Undang APBN. Padahal angkanya nggak main-main: - Bisa tembus sekitar Rp1,2 triliun per hari -atau sekitar Rp300–360 triliun per tahun Nah, di sini dia mulai nyerang logikanya: Program segede ini, makan duit ratusan triliun, tapi: -Tujuannya nggak dijelasin secara ilmiah -Mekanismenya nggak transparan -Nggak ada kajian dampak (kayak RIA / analisis ekonomi) -Bahkan nggak ada uji coba (pilot project) Jadi menurut dia: ini kayak program besar tapi lompat langsung jalan tanpa test dulu Masalah makin keliatan di lapangan Dia juga nyorot fakta-fakta kejadian: -Ada makanan nggak layak (mentah, dll) -Ada kasus keracunan - Distribusi nggak rapi Kenapa bisa dibilang berpotensi langgar konstitusi? Karena di Undang-Undang Dasar 1945 itu jelas: - Negara wajib melindungi hak warga, termasuk: - hak hidup layak - hak kesehatan - perlindungan anak Tapi kalau program negara justru: - bikin orang sakit -distribusinya kacau -nggak dirancang dengan benar Maka niat baik aja nggak cukup, bisa dianggap melanggar konstitusi Dia bilang Indonesia itu problemnya bukan cuma program, tapi sistem politiknya juga: DPR + pemerintah terlalu sejalan(koalisi besar) Hampir nggak ada oposisi kuat Akibatnya: program pemerintah mudah lolos tanpa kritik serius Program bagus + eksekusi ngawur = tetap bahaya Kalau nggak, ya siap-siap aja digugat ke Mahkamah Konstitusi. Tapi bukannya Mahkamah Konstitusi juga bisa di sogok ya sekarang???
Lambe Saham tweet media
Indonesia
34
1.3K
3.1K
57.4K
Rahmat Nurdiansyah retweetledi
kumparan
kumparan@kumparan·
KPK menetapkan Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Dia dijerat bersama dengan Asrul Azis Taba selaku Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri. Penetapan tersangka ini menyusul dua tersangka sebelumnya terlebih dahulu dijerat sebagai tersangka yakni eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas serta mantan stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. Adapun dalam kasusnya, para tersangka melakukan pengaturan pengisian kuota haji khusus tambahan yang tidak sesuai dengan aturan serta adanya pemberian sejumlah uang. KPK menyebut Ismail Adham diduga memberikan uang kepada Gus Alex sebesar USD 30 ribu serta kepada Hilman Latief selaku Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah sebesar USD 5.000 dan SAR 16.000 Dengan mendapatkannya haji khusus itu, Maktour mendapat keuntungan Rp 27,8 miliar. 📸: Dok. Shutterstock. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R176 | E053 | E025 #bicarafaktalewatberita #kumparan
kumparan tweet media
Indonesia
7
30
51
35.3K
Rahmat Nurdiansyah retweetledi
KPK
KPK@KPK_RI·
KONFERENSI PERS PENETAPAN TERSANGKA TERKAIT PENGEMBANGAN PERKARA TPK KUOTA HAJI 2023-2024 x.com/i/broadcasts/1…
Indonesia
53
24
42
9.2K
Rahmat Nurdiansyah retweetledi
BBC News Indonesia
BBC News Indonesia@BBCIndonesia·
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengatakan prajurit TNI yang tewas di Lebanon adalah Praka Farizal Rhomadhon. Sugiono meminta UNIFIL menginvestigasi penuh insiden ini, sekaligus mendesak semua pihak melakukan deeskalasi.
Indonesia
302
59
249
94.6K
Rahmat Nurdiansyah
Rahmat Nurdiansyah@R19cakra·
@OneLove4Human Heh tolol lu baca tuh beritanya yang membunuh TNI itu tentara Israel. Kalau lu ngebela Israel baiknya ngelamar jadi tentara Israel dan bunuh semua TNI di Lebanon. Goblok dipelihara.
Rahmat Nurdiansyah tweet media
Indonesia
0
0
1
3