R🍉🍉🍉🍉🍉

13.1K posts

R🍉🍉🍉🍉🍉 banner
R🍉🍉🍉🍉🍉

R🍉🍉🍉🍉🍉

@RPrayugo

Appreciative Inquiry

Nusantara Katılım Ocak 2011
148 Takip Edilen304 Takipçiler
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Chelsea FC
Chelsea FC@ChelseaFC·
Chelsea Football Club is delighted to announce the appointment of Xabi Alonso as Manager of the Men’s Team. The Spaniard will begin his role on July 1, 2026, having agreed a four-year contract at Stamford Bridge. Welcome to Chelsea, Xabi!
English
12.6K
61.5K
323K
17.7M
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
【公式】暗夜-ANNYA-
【公式】暗夜-ANNYA-@ANNYAOBAKE·
[IMBALAN 50 JUTA RUPIAH] Kami adalah organisasi dari Jepang yang mengadakan event stay SEMALAMAN di rumah angker (Real, bukan settingan). Saat ini kami berencana mengadakan event serupa di Indonesia. Kami sedang mencari properti atau rumah yang benar-benar angker dan banyak penampakan hantunya untuk kami beli. Kriteria Properti: • Berhantu / Angker (Banyak gangguan gaib) • Bekas kejadian tertentu (Rumah sengketa/berdarah) Jika Anda memiliki informasi yang tepat, silakan hubungi kami: 📧 takada548963@gmail.com Reward: Rp 50.000.000 (Akan dibayarkan jika kami resmi membeli properti tersebut setelah proses survei). Mohon bantuannya. Terimakasih. ※Foto-foto di bawah ini adalah beberapa properti angker yang saat ini sedang kami gunakan untuk event di Jepang.
【公式】暗夜-ANNYA- tweet media【公式】暗夜-ANNYA- tweet media【公式】暗夜-ANNYA- tweet media
Indonesia
1
4.9K
33.7K
10.3M
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
14. Anggaran perjalanan dinas: Rp. 20 T per tahun. Ini pemborosan. Harus dicoret. Jika saya presiden, tidak boleh pejabat RI plesiran ke LN.
Indonesia
3.3K
23.1K
29K
0
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
Tidak ada prajurit yang jelek. Hanya ada komandan yang jelek. Segala yang dilakukan, dan tidak dilakukan prajurit adalah karena komandannya.
Indonesia
368
4.3K
6.6K
0
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Abu Janda, adalah kucing mati yang dilempar ke meja makan kita. tapi siapa yang melemparnya? 1). Mengenal strategi Dead Cat (2013). Stratehi ini dipopulerkan oleh Eks. PM Englen, Boris Johnson atas saran konsultan politiknya, Lynton Crosby. Ada yang sengaja melempar isu yang sangat mengejutkan atau kontroversial ke tengah publik seperti melemparkan bangkai kucing ke meja makan, agar orang-orang berhenti membahas masalah utama yang sedang menyudutkan penguasa. 2). Abu Janda sebagai umpan emosi / rage bait. Kalay kita ingat, sejak era @jokowi Abu Janda sering muncul dengan pernyataan yang menyenggol isu sensitif, atau hal-hal yang tidak wajar. Tujuannya adalah memicu kemarahan publik (rage bait) sehingga perhatian masyarakat teralih dari kritik terhadap kebijakan pemerintah yang lebih penting. 3). dg memposisikan diri sebagai sosok yang siap dihujat, ia berfungsi menarik semua energi negatif dan kemarahan netizen kepada dirinya sendiri. Hal ini membuat aktor politik utama di balik layar tetap aman dari sorotan dan tekanan publik. pinter kan? kader @psi_id harus belajar dr abu janda. 4). Kontroversi yang dibuat sengaja dirancang agar algoritma media sosial mengangkatnya menjadi topik hangat. Akibatnya, berita mengenai kasus korupsi atau undang-undang yang bermasalah jadi tenggelam oleh kebisingan komentar netizen yang sibuk merespons tingkah lakunya. 5). Bahkan kita jadi sibuk mengomentari peran KPI, iNews TV, Aiman... dll. rispek utk abu janda 😌
Dosen Kesayanganmu tweet media
The Kerupuk@TheKerupuk

What if abu janda had whatsapp 😂

Indonesia
65
658
2.1K
183.8K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Watchdoc Documentary
Watchdoc Documentary@watchdoc_ID·
Dr. Media Askar menyebut kondisi ini membuat MBG lebih menyerupai corporate welfare daripada bantuan sosial langsung. Jika anggaran publik sebesar itu tidak benar-benar sampai ke masyarakat kecil, siapa sebenarnya yang sedang menerima manfaat terbesar dari program ini? #MBG
Indonesia
93
2.4K
3.8K
158.3K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
🚨 Pernyataan Sikap Kami atas Video ini 🚨 Kawan-kawan, Handai Tolan. Coba perhatikan mulai dari menit 5:41. Kacau ini presiden. Mental dendamnya kentel banget. Kemampuannya dalam mencerna kritik sangat buruk. Amat sangat buruk. "Berarti kamu butuh MBG ya? Soalnya katanya MBG gak penting. Banyak orang-orang pintar di Jakarta yang bilang kalau MBG gak penting. Buang-buang anggaran." Woy, Gendut. Kalau sedari awal 'blueprint' MBG itu menyasar anak-anak sekolah yang nasibnya seperti Yamisa, KAMI JAMIN, gelombang kritik dan protes ngga akan semasif seperti sekarang. Nilai gizi perporsi bakalan lebih bagus, anggaran yang dipakai juga nggak bakalan setekor sekarang. Masalahnya adalah, den, presiden, MBG udah berjalan setahun lebih, sektor yang dikorbankan sudah banyak, anggaran udah kebuang triliunan rupiah, tapi pendistribusiannya masih sangat carut marut. Masih banyak siswa/i kayak Yamisa yang belum kebagian, tapi di lain sisi siswa/i yang ortunya mampu, yang biaya SPP sekolahnya ada di level menengah sampai mahal, malah kebagian, dan bentuk menu yang disajikan terkesan melecehkan kemampuan ekonomi mereka. Mosok koyok ngono rak paham sih, Ndut? Tolong hentikan narasi dan berbicara pada khalayak publik perihal banyak orang pintar yang menolak MBG. Tidak ada yang menolak MBG apabila program ini berlandaskan kajian dan riset yang kuat, roadmap yang mateng, dan target kategori penerima manfaat yang sangat jelas. Dengan terus-menerus menarasikan kritik terhadap MBG sebagai bentuk penolakan, maka bukan tidak mungkin kalau kami mengecap presiden sebagai dalang konflik warga vs warga, rakyat vs rakyat. "Ya kan untuk bisa merata kami perlu waktu." Alah, omong kosong. Kalau pelaksana program sedari awal mau untuk melakukan riset yang lebih dalam terlebih dahulu, mengizinkan para ahli untuk turut terlibat, waktu dan biaya tidak akan banyak terbuang seperti sekarang. Dan tidak akan ada anak-anak sekolah seperti Yamisa, yang terlambat mendapatkan haknya.
Kompas.com@kompascom

Respons Prabowo ke Bocah Nias yang Teriak Minta Jembatan dan MBG ~RS

Indonesia
349
9.7K
24.6K
847.7K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Watchdoc Documentary
Watchdoc Documentary@watchdoc_ID·
Delpedro, Syahdan, Khariq dan Muzaffar divonis bebas. Sebelumnya Yusril Ihza Mahendra pernah berkata untuk Delpedro dkk “Perlawanan Anda harus gentleman. Anda hadapi polisi di jalur hukum." Anak muda ini sudah membuktikannya, lalu bagaimana dengan pembunuh Affan Kurniawan?
Indonesia
12
384
935
14K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Diroasting anak SD, udah kayak ga ada harga diri aja nih:
Indonesia
472
7.4K
19K
447.7K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
RisangP
RisangP@rsngprad·
Beberapa bulan lalu, di X juga, gw nemu 1 google drive isinya ilmu semuaaa. Nih langsung aja drive.google.com/drive/u/0/fold… Silakan belajar sepuasnya yaaa. Semoga bermanfaat Silakan bookmark dan bantu repost yaa!
RisangP tweet media
Indonesia
277
7.2K
24.8K
808K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Watchdoc Documentary
Watchdoc Documentary@watchdoc_ID·
Yang dulu diperdebatkan, kini menjadi tradisi bersama. Dari masjid, ia bergerak ke pasar dan jalanan. Hari ini, dalam antrean panjang dan riuh war takjil, kita bukan sekadar menunggu makanan. Kita merayakan kebersamaan yang lahir dari sejarah panjang praktik berbagi. #Ramadhan
Indonesia
0
13
73
3.1K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Watchdoc Documentary
Watchdoc Documentary@watchdoc_ID·
Gema dari Tim Advokasi untuk Demokrasi menegaskan bahwa demonstrasi Agustus kemarin adalah kemarahan publik yang valid atas carut-marutnya negara. Tapi bukannya memperbaiki akar masalah, pemerintah justru diduga sibuk membuat skenario untuk membungkam kritik.
Indonesia
12
830
1.6K
23.3K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Watchdoc Documentary
Watchdoc Documentary@watchdoc_ID·
Ketika tragedi semacam ini terus berulang, pertanyaan yang tersisa bukan hanya tentang oknum, tetapi juga tentang pembenahan sistem secara menyeluruh.
Watchdoc Documentary tweet mediaWatchdoc Documentary tweet media
Indonesia
0
9
15
569
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Watchdoc Documentary
Watchdoc Documentary@watchdoc_ID·
Peristiwa ini mengingatkan pada kasus sebelumnya. Afif Maulana (13) di Padang dan Gamma Rizkynata Oktafandy (16) di Semarang. Dalam kasus-kasus itu, keterangan awal aparat tidak sepenuhnya sejalan dengan temuan keluarga, saksi, maupun bukti di lapangan.
Watchdoc Documentary tweet mediaWatchdoc Documentary tweet media
Indonesia
3
9
18
921
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Watchdoc Documentary
Watchdoc Documentary@watchdoc_ID·
Arianto Tawakkal (14), pelajar di Tual, Maluku, meninggal setelah diduga dipukul anggota Brimob menggunakan helm baja. Arianto terjatuh dari sepeda motor, mengalami luka berat, dan meninggal enam jam kemudian di rumah sakit.
Watchdoc Documentary tweet mediaWatchdoc Documentary tweet media
Indonesia
7
225
390
10.3K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
dils
dils@ijstwnnago·
awalnya kepo, kenapa tiba-tiba Panji Pragiwaksono "Menurut keyakinan saya ..." Men's Rea sama Ryu Kintaro bocah viral "pewaris perintis" yang sempet dirujak netizen 1 indonesia dijadikan satu project di iklan produk frozen food lezza 🤔 yg satu diserang buzzer seindo ✨ yg satu diserang netizen seindo ✨ sebenernya kita dituntut buat tetep skeptis setiap ngeliat produk pop culture apalagi iklan. nah, ini bisa dijelasin pake media studies dari buku "Television Culture" John Fiske! dia bilang tv atau iklan itu bearer of meanings dan pleasures yang sirkulasi di masyarakat. nah ayo belajar bareng-bareng iklan ini pakek john fiske! simak yahhhh, klo suka tolonk laik dan saskreb #DillsYapping DISCLAIMER DULU INI BUAT HV FUN YAA BUKAN AKADEMIKK TPI OPEN KOK FOR ANY CORRECTION G KAYAK PRESIDENMU
dils tweet mediadils tweet media
Tanyarlfes@tanyarlfes

ini iklan ramadan, kagak ada ramadan2nya, tapi GOKIL 🔥🔥 bisa2nya abang2an kita ketemu bocah perintis pewaris🤣

Indonesia
27
325
3.4K
490.9K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
BP™
BP™@BangPino__·
Cakep bgt seh cara nampolnya bang @NOTASLIMBOY yg jd Narsum pihak Termul, "orang ini berkata tanpa REFERENSI" sumpah dalem banget. 🤣🤣🤣
Indonesia
120
645
2.8K
192.9K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Mojok.co
Mojok.co@mojokdotco·
Momen pengukuhan Guru Besar Prof. Zainal Arifin Mochtar atau "Uceng" berubah menjadi ajang roasting penuh satire yang mempertemukan para tokoh lintas bidang. Video lengkapnya bisa ditonton di sini 👉🏽 youtu.be/e8VJPpjKf2Q?si… Editor: Panggih Teguh #RoastingUceng
YouTube video
YouTube
Indonesia
1
34
117
6K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
Kementerian Kegelapan
Kementerian Kegelapan@kemgelapan·
Mari hadir dan berdendang sampai HAFAL! Release Party Tembang Kegelapan 23 Januari 2026 (2021 menurut Pak Prabowo)
Indonesia
4
23
111
7.8K
R🍉🍉🍉🍉🍉 retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998? Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu. Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya. Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000. Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta. 15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah. Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi. Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar. Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional. Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu. Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali. Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur. Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap. Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar. Siapa dalang bom teroris tersebut? Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto. Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum. Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel. Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan. Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC. Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api. Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka? 3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung. Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom. Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak. Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar. Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ. 2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini. Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu. Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah. Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional. Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara. Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan. Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta. Gagal. Tommy tak bisa ditemukan. Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000. Yang ini sangat mengerikan. 23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak. Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja. Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy. Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar. Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom. Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana. Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu. Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana. Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah. Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional. Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi. Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana. Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya. Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia. Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto. Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum. Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan. Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh. Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta. Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie. Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden. Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik. Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001. --- Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum. Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Dari zaman Orde Baru sampai 2014, kita punya sistem pemasokan suplai bensin se-Indonesia yang aneh. Apabila bensin dari Timur Tengah mau masuk Indonesia, ia tidak boleh masuk lewat sembarang kapal tanker, tetapi harus lewat suatu Perusahaan Misterius X. Monopoli pengimporan ini memberikan kekuasaan bagi Organisasi Hitam Jahat Misterius itu untuk menetapkan biaya pengimporan bensin nasional secara asal-asalan dan sesukanya. Monopoli ini sudah ada sejak zaman Orde Baru. Pada saat itu, keluarga Cendana yang berkuasa telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Untuk setiap liter bensin yang masuk ke Indonesia, harganya dinaikkan serampangan oleh gerombolan mafia ini. Keutungan perusahaan mafia ekspor impor ini tentu fantastis. Ratusan triliun per tahun. Perusahaan ini jelas merampok langsung dari rakyat secara gila-gilaan. Setiap kita beli bensin, sebagian uangnya dirampok oleh Perusahaan Misterius X ini. Mereka seperti hewan parasit cacing pita berbahaya yang menyedot ekonomi nasional secara gila-gilaan. Setiap tahun, uang sebanyak ratusan triliun mereka rampok. Setelah puluhan tahun, ribuan triliun dirampok. Uangnya mereka hamburkan untuk berjudi, hidup bermewah-mewahan di mansion-mansion, menyogok dan mendanai sebanyak-banyaknya orang / parpol / ormas yang perlu disogok, serta dengan paranoid membiayai usaha pembasmian terhadap siapapun yang berani membongkar. Jika usaha ini termasuk mendanai kekacauan besar-besaran yang menggoyang kestabilan nasional setelah 2014, maka ya dilakukan. Siapakah perusahaan ini? Siapa bos-bos mafia misterius ini? OK jawabannya sudah jelas. Perusahaannya adalah Petral. Nama yang muncul dalam catatan sejarah adalah Tommy Soeharto, Bob Hasan, dan lalu Riza Chalid. - Tommy Soeharto adalah anak Soeharto. Selain Petral, ia juga terlibat dan skema Perampokan Nasional fantastis lain seperti monopoli cengkeh BPPC. Ketika gabut ia juga terlibat skema-skema yang lebih kecil, tidak cerdas, dan langsung rampok seperti pencurian nilai aset tanah negara. Tommy sendiri tertangkap dan divonis sebagai dalang pembunuhan jaksa Syafiuddin Kartasasmita yang berusaha mengusutnya pada masa Reformasi. Syafiuddin dibunuh dengan brutal menggunakan senjata api hingga tewas berlubang-lubang. Pada saat yang sama, Tommy Soeharto juga berusaha membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman dan Menteri Industri dan Perdagangan Luhut B. Pandjaitan dengan bom karena dianggap membahayakan pundi-pundi kekayaan raksasa keluarganya. Pada saat yang sama, tim investigasi di masa kepresidenan Gus Dur mengumumkan bahwa Tommy Soeharto adalah dalang pengeboman Bursa Efek di Jakarta, yang dilakukan untuk merusak kestabilan nasional, membuat investor kabur, dan mencegah pengusutan lebih lanjut terhadap keluarga Cendana. Salah satu gerombolan ormas preman yang dipelihara Soeharto juga terlibat langsung dalam eksekusi pengeboman ini. "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Tim tersebut juga menduga bahwa Tommy terlibat dalam berbagai pengeboman teroris lain, bukan hanya Bursa Efek. Gus Dur sendiri kemudian digulingkan dari kursi kepresidenan. - Bob Hasan "si raja hutan" adalah operator bisnis keluarga Cendana yang sudah beraktivitas kriminal dengan Soeharto sejak mereka masih sibuk merampok hasil gula Jawa Tengah pada akhir 1950an. Ia adalah salah satu dari dua oligarki terbesar zaman Orde Baru. Oligarki satunya adalah Sudono Salim. - Riza Chalid sangat misterius. Ormas preman kalah rampok dibanding Brownies. Brownies kalah rampok dibanding Mafia Ekspor Impor. Dalam hal ini Petral adalah final boss dari Ekonomi Preman Indonesia. Tetapi apa iya yang terlibat hanyalah ketiga nama yang sering muncul ini? Siapa antek-antek mereka? Ketika SBY menaikkan harga BBM sehingga didemo besar-besaran, berapa persenkah dari harga BBM itu yang sebenarnya mereka rampok? Ketika Soeharto menaikkan harga BBM tahun 1998 yang memicu demo meluas oleh rakyat miskin dan menderita, berapa persenkan dari harga BBM itu yang masih saja dengan serakah mereka rampok? (Note: Pada Maret 1998, Bob Hasan ditunjuk Soeharto menjadi Menteri Industri dan Perdagangan. Merampok sampai akhir.) Apa yang mereka lakukan dengan uang itu? Kemanakah semua uang itu mengalir? Kok para politisi terima-terima saja dengan gerombolan preman ekspor impor migas raksasa ini sih? Apakah sistem ini masih ada hari ini? --- Selama puluhan tahun, Petral merampok ribuan triliun dari Indonesia. Dalam beberapa tahun saja, mafia judi online merampok ribuan triliun dari Indonesia. Ternyata ada final boss True Ending yang baru. Indonesia juga sedang dirampok lagi sebanyak ratusan triliun per tahun lewat MBG. Habis Petral terbitlah MBG.

Indonesia
682
12.1K
35.3K
3.2M