cepddn

5.5K posts

cepddn banner
cepddn

cepddn

@RTageh

bahagia itu sederhana asal nikmat hidup dengan bersyukur...

Katılım Mayıs 2020
155 Takip Edilen63 Takipçiler
cepddn retweetledi
Gus Dul
Gus Dul@AbdulKholik2024·
@hasyimmah Simpel saja sebenarnya, soal Ijazah Palsu ini. Kalo memang PALSU, berarti Jokowi itu bener² PENIPU. Kalo ternyata ASLI, berarti Jokowi itu tukang PEMBUAT GADUH, krn tidak mau membuktikan keaslian ijazahnya.. Sekarang Pertanyaannya : @jokowi itu PENIPU atau Pembuat Gaduh ?
Gus Dul tweet media
Indonesia
6
3
15
475
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Sekarang ada narasi yang menyatakan bahwa ketika ijazah Jokowi asli pun, yang jahat itu Jokowi. Hahaha... Pokoknya semua Jokowi yang salah. Yang nuduh, yang fitnah, nggak jahat. Bahkan UGM sudah bilang asli, tetap nggak ada yang salah. Yang salah cuma Jokowi.
Indonesia
253
45
245
13K
cepddn
cepddn@RTageh·
Hmmmm....MBG...rugi bandar...ckckck
Indonesia
0
0
0
2
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ
KENDARI - Publik dibuat heran setelah seorang terpidana kasus korupsi dengan nilai kerugian negara mencapai Rp233 miliar terpantau bebas berkeliaran di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), bahkan masih sempat menuju (OTW) coffee shop meski sedang menjalani hukuman penjara. Terpidana tersebut adalah Supriadi, narapidana korupsi tambang di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) yang sebelumnya telah divonis 5 tahun penjara oleh Dangadilan Tinikor Kendari. ~Liputan : sultrafeeds~
Indonesia
338
3K
5.1K
135.5K
cepddn
cepddn@RTageh·
@DedynurPalakka Hmmm...kamu masih tetap bodoh ded ...ckckck ...wong dia ngak pernah lihatin ijazahnya yang asli....
Indonesia
0
0
0
5
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Tidak ada bukti sah yang menyatakan ijasah Jokowi palsu. Tapi ada satu bukti yang menyatakan bahwa ijasah Jokowi asli, ia datang dari institusi yang menerbitkan ijasah tersebut. ⚖️ Fakta Resmi & Klarifikasi 1. Universitas Gadjah Mada: Menegaskan Jokowi adalah lulusan Fakultas Kehutanan (1985). 2. Beberapa pengadilan di Indonesia: Menolak gugatan terkait ijazah palsu karena tidak terbukti. 3. Dokumen akademik: Telah diverifikasi oleh institusi terkait. Kalau JK dan kebanyakan orang minta untuk menunjukkan ijasah Jokowi secara terbuka dan langsung agar polemik ini bisa segera selesai 🔚📍🏁 adalah permintaan politis. Dan dalam politik, hal-hal seperti ini berpotensi tidak akan pernah berakhir. Alasannya juga tidak sesederhana dalam bayangan JK atau orang-orang yang berpikiran sama. Politik memang terdengar sederhana, tapi sangat kompleks.
Indonesia
215
20
89
8.6K
Tita
Tita@Tita83079013·
kau menyuruh menaikkan BBM, kau pula nanti yang menyuruh demo. Dan nyuruh dukung Iran negara teroris
Tita tweet media
Indonesia
101
59
309
18.4K
Najmi Fuady
Najmi Fuady@najmifuady·
Surat dukungan untuk Gus Yaqut dari masyarakat. Kita percaya akan selalu ada yang jernih menilai hukum di negeri ini.
Najmi Fuady tweet media
Indonesia
208
210
231
4.3K
cepddn
cepddn@RTageh·
@amrudinnejad_ NU ngak ada masalah ...yang masalah elu nya yang mengaku-ngaku orang NU.....
Indonesia
0
0
0
1
Amrudin Nejad
Amrudin Nejad@amrudinnejad_·
Sebenarnya buat para Pembenci NU tidak akan pernah mempan jika harus dijelaskan panjang lebar tentang sebuah kebenaran, bagi mereka hoax dan fitnah terhadap NU adalah kebanggaan Namun bagi para Netizen yang budiman, mohon waspada dan jangan mudah percaya karena Framing Jahat dan Politik Kebencian terhadap PBNU dilakukan secara masif dan membabi buta #TurnBackHoax
Amrudin Nejad tweet media
Indonesia
164
31
64
7.7K
ℍ𝕒𝕣𝕤𝕠𝕟𝕠 🚴‍♀️🚴‍♀️
Melucuti Topeng Intelektual: Mengapa Keberanian Farhat Abbas Adalah "Alarm" Moral yang Diperlukan Di tengah riuhnya panggung aktivisme digital Indonesia, sebuah hantaman keras datang dari arah yang tak terduga. Farhat Abbas, pengacara yang kerap disalahpahami karena gaya bicaranya yang tanpa filter, kembali mengguncang kemapanan. Kali ini, ia tidak sedang bermain-main. Tudingannya terhadap Refly Harun dan Dokter Tifa bukan sekadar bumbu karaoke, melainkan sebuah ujian integritas bagi mereka yang selama ini berdiri di atas podium moralitas publik. Melampaui Retorika: Menguji Konsistensi Tokoh Publik Publik sering kali terbuai oleh narasi konstitusional dan analisis medis yang keluar dari bibir Refly dan Tifa. Namun, Farhat Abbas mengajukan pertanyaan fundamental yang tidak berani disentuh orang lain: Apakah pribadi di balik argumen tersebut memiliki integritas yang selaras dengan pesan yang mereka bawa? Pernyataan Farhat tentang insiden "satu kamar" bukan sekadar serangan personal murahan. Ini adalah upaya validasi karakter. Bagi seorang pemimpin opini, integritas pribadi adalah fondasi. Jika fondasi itu retak oleh dugaan "hubungan spesial" yang menyalahi norma, maka setiap argumen hukum dan kritik yang mereka lontarkan patut dipertanyakan validitas moralnya. Farhat sedang menjalankan fungsi kontrol sosial yang ekstrem, namun diperlukan. Keberanian Menanggung Risiko: Langkah Sang Penantang Banyak yang menuding Farhat "bermain api" dengan UU ITE. Namun, mari kita lihat dari perspektif lain: Hanya orang yang memiliki keyakinan kuat yang berani mempertaruhkan reputasi profesionalnya di garis depan. Farhat Abbas bukanlah pemain baru dalam dunia hukum. Keberaniannya melempar isu ini ke ruang publik menunjukkan bahwa ia memiliki "amunisi" yang belum sepenuhnya dibuka ke meja hijau. Alih-alih berlindung di balik diksi hukum yang membosankan, Farhat memilih bahasa yang dipahami rakyat—bahasa kejujuran faktual. Ini adalah langkah pre-emptive strike untuk menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun, termasuk pakar hukum tata negara sekalipun, yang kebal terhadap pengawasan moral. Membongkar Hipokrasi di Balik Kritik Konstitusional Ada kesan bahwa Refly dan Tifa adalah sosok yang "tak tersentuh" karena jubah intelektual mereka. Farhat Abbas hadir untuk meruntuhkan dinding tersebut. Jika seorang aktivis vokal menuntut transparansi dari negara, maka mereka pun harus siap transparan terhadap perilaku pribadi mereka di ruang-ruang privat yang bersinggungan dengan etika publik. Narasi "skandal karaoke" ini adalah instrumen untuk melihat siapa yang benar-benar konsisten dan siapa yang hanya pandai bersilat lidah. Farhat tidak sedang membunuh karakter; ia sedang membedah karakter untuk melihat apakah di dalamnya terdapat konsistensi atau sekadar kemunafikan yang dibungkus gelar akademis. Menanti Pembuktian: Bola Panas Ada di Tangan Mereka Diamnya Refly Harun dan Dokter Tifa hingga saat ini justru memperkuat narasi yang dibangun Farhat. Dalam dunia komunikasi krisis, diam bisa diartikan sebagai kegamangan. Farhat telah melempar tantangan terbuka. Jika tudingan itu salah, mengapa tidak ada bantahan instan yang menggelegar? Kesimpulannya: Farhat Abbas telah menjalankan perannya sebagai katalisator. Ia memaksa publik untuk tidak hanya memuja argumen, tetapi juga memeriksa pembawa argumennya. Dunia hukum butuh orang-orang berani seperti Farhat untuk memastikan bahwa panggung demokrasi kita tidak diisi oleh para "aktor" yang pandai berakting di depan kamera, namun rapuh di belakang layar. facebook.com/share/1Hk58E19… ✍️ Lentera Merah Putih
ℍ𝕒𝕣𝕤𝕠𝕟𝕠 🚴‍♀️🚴‍♀️ tweet media
Indonesia
352
41
137
35.4K
cepddn
cepddn@RTageh·
@DedynurPalakka Salah❌ Dengan gaya begitu dia menipu... Dimulai di 2014....hmmm..pdip aja dia kadalin....ckckck...wong cilik?....
Indonesia
1
0
0
39
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Gaya politik Joko Widodo yang mengandalkan “blusukan” bekerja pada level yang sangat sederhana namun membawa pesan yang sangat kuat: sentuhan langsung. Di tengah politik yang sering terasa jauh dan elitis, kehadiran fisik di tengah rakyat menciptakan pengalaman personal, ini bukan sekadar pencitraan. Banyak politisi meremehkan pendekatan ini, menganggapnya simbolik semata, padahal justru di sanalah kekuatan utamanya . Interaksi singkat, sapaan, atau kunjungan langsung membentuk memori yang melekat secara emosional dan personal. Politik tidak lagi abstrak, tetapi hadir sebagai pengalaman nyata. Itulah sebabnya, hingga hari ini, Jokowi tetap diingat, bahkan dicari__karena ia pernah benar-benar hadir di ruang hidup masyarakat Indonesia. Catatan Harian Dedy Nur Palakka✍️
Indonesia
8
2
11
2.3K
cepddn
cepddn@RTageh·
@DianSandiU Dian oh Dian ...berapa bodohnya kamu apa hubungan sirkuit Mandalika dengan pembalap?...Aneh ...apakah sikuit Mandalika bikin pembalap pintar?...hmmm...
Indonesia
0
0
0
46
Dian Sandi Utama
Dian Sandi Utama@DianSandiU·
Semenjak ada Sirkuit Mandalika, pembalap2 muda Indonesia bisa berdiri dengan kepala tegak menghadapi pembalap2 internasional lainnya. Aldy Satya naik Podium WSBK dan Veda Ega Pratama di Moto3. Bendera Indonesia telah berkibar. Sementara Pensiunan masih ributkan MBG!
Indonesia
487
29
173
100.7K
Demokrasi Kapitalis
Demokrasi Kapitalis@yusufagro·
Buat pendukung Pak @prabowo dan Mas @gibran_tweet , kami mengajak membuat SURAT PERNYATAAN yg ditujukan kepada Pak Prabowo agar Anies Rasyid Baswedan jangan dilibatkan di pemerintahan 2024-2029 Form Surat Pernyataan akan disiapkan.... Yg setuju like&RT
Demokrasi Kapitalis tweet media
Indonesia
885
402
2.2K
255.5K
Kirana Aja
Kirana Aja@aja_kirana67009·
@Uki23 Parah @Uki23 padahal lebaran hari ini sudah 1447 hijriah bahasa nya masih Soros, boros , entah apalah sudah nggak laku bro'
Indonesia
1
0
1
502
Dedek Prayudi - Uki
Dedek Prayudi - Uki@Uki23·
Nah gitu dong jujur menikmati duit Soros buat mobilisasi grassroots biar terjadi pecah belah. Yang lain dari tadi entah apa, cuma rame doang. Bantah engga, konfirmasi juga engga. Cuma marah-marah gak karuan.
HELLO@oren2000x

@Uki23 ini berita bagus, rakyat bersyukur dibantu sama soros buat lawan pemerintah zolim bergelar pembohonG dari PSI👍

Indonesia
65
21
83
13.1K
cepddn
cepddn@RTageh·
Harga diri mu...cuma seharga parsel.....hmmm....rismon...Mon...
Indonesia
0
0
0
4
AEONS_HOLDER
AEONS_HOLDER@Termul_TOLOL·
@tekarok007 Indonesia maju berdasarkan data BPS yang dimanipulasi hah @tekarok007 ???...jaman SBY penghasilan dibawah 500 ribu atau sama dengan 500 ribu dianggap miskin tapi sekarang penghasilan 500 ribu dianggap mampu..akhirnya org miskin secara data berkurang...paham sampe sini tolol
Indonesia
5
0
10
873
Tekarok 007
Tekarok 007@tekarok007·
Ekonomi Indonesia juara 1 di negara G20, kurang keren bagaimana Prabowo? Indonesia= 5,11% China = 5,0% Arab = 4,5% Singapura= 4,4%. Masa masih tidak bangga jadi WNI? Bisa kalahkan pertumbuhan ekonomi raksasa dunia yaitu China, bahkan Singapura cuma juara harapan 1.
Tekarok 007 tweet mediaTekarok 007 tweet media
Indonesia
163
29
150
28.6K
cepddn
cepddn@RTageh·
@legawalif @aewin86 Om Erwin?.....hmmm ....dia adalah sampah yang harus di bersihkan otaknya......
Indonesia
0
0
0
247