Raditya Adiprawiro

12.7K posts

Raditya Adiprawiro banner
Raditya Adiprawiro

Raditya Adiprawiro

@Radeeth

★ Un vero cavaliere non lascia mai una signora ★ Gemini-man, Muslim, Javanese, Indonesian ★ Proud Juventino, Father, and Husband ★

Jakarta, ID Katılım Mayıs 2009
411 Takip Edilen190 Takipçiler
Raditya Adiprawiro retweetledi
Ferry Koto
Ferry Koto@ferrykoto·
Bahaya Tabung gas CNG 3kg, Jika Meledak bukan hanya dapur yang hancur tapi rumah bahkan bangunan sekitar bisa hancur, dan serpihannya terbang seperti peluru. Kanda @bahlillahadalia harus hati-hari sekali ini dengan idenya. Di seluruh dunia tak ada yang menggunakan tabung untuk memanfaatkan CNG (Metana) untuk keperluan rumah tangga. Bukan karena mereka tidak mampu membuat tabung yang aman, tapi risiko besar yang akan muncul jika CNG dimampatkan ke tabung karena butuh tekanan SANGAT BESAR sampai 200 bar. Bandingkan dengan LPG yang hanya 5 bar. Tekanan 200 bar itu sama seperti tekanan terhadap benda yang berada dalam kedalaman laut 2.000 meter alias 2 km (1 bar ekuivalen dgn kedalaman 10 meter). Bayangkan, Kapal Selam TNI AL saja maksimal hanya mampu menahan tekanan sampai kedalaman 500 m (mungkin kurang), lebih dari itu bakal remuk dan pecah karena strukturnya ndak mampu menahan beban. Sekarang ada tabung gas CNG, yang di dalamnya ada tekanan 200 bar, diurus ibu rumah tangga di Indonesia, yang pasti tidak tahu bahwa ada bom siap meledak jika salah penanganan. Ingat, saat awal tabung 3kg LPG dibuat, berapa banyak kasus ledakan tabung, padahal cuma 5 bar. -------------------------- Kenapa bahaya CNG disimpan di dalam tabung untuk didistribusikan? Ini karena sifat dari wujud benda dengan massa jenisnya. - Benda padat, seperti besi, dengan berat 1kg, akan memiliki volume paling segenggaman tangan. - Benda cair, seperti air, dengan berat 1kg, akan memiliki volume paling sebotol mineral 1 liter. - Nah gas seperti CNG, dengan berat 1 kg, akan memiliki volume besar sekali, lebih kurang 1,4m2 atau 1.400 liter. Bayangkan besarnya ruang (volume) yang dibutuhkan gas CNG dengan berat 3kg, yaitu lebih kurang 4,2m2 di tekanan ruang (normal). Karena itu lah CNG perlu dimampatkan volumenya. Cilakanya, CNG tidak berubah bentuk saat dimampatkan, tetap dalam bentuk gas. Sehingga butuh besar sekali tekanan agar ukuran ruang yg diperlukan menjadi kecil untuk menyimpan CNG dengan berat 3kg. Besarnya tekanan yang dibutuhkan dari sisi teknis sekitar 200 bar agar bisa dimasukan dalam tabung yg kecil (lebih besar sedikit dari tabung gas LPG 3g). Untuk menahan tekanan yang besar sampai 200 bar tsb, butuh bahan tabung dari baja yang tebal, utuh, tanpa sambungan, tanpa las-lasan. Konsekuensinya tabung akan besar sekali, bisa 3-4x berat tabung LPG saat ini. Berbeda dengan LPG (yang merupakan produk sampingan pengolahan minyak), hanya butuh tekanan sekitar 5-10 bar. Dan ajaibnya gas LPG berubah wujud menjadi cair saat diberikan tekanan 5-10 bar. Itu lah yang menyebabnya tabungnya menjadi kecil sekali, dan ringan. --------------- Dari sisi ekonomi, Pemerintah harus membelanjakan anggaran yang cukup besar sekali untuk mengganti tabung LPG 3kg, yang digantikan tabung CNG 3kg. Harga produksi tabung CNG sudah pasti jauh lebih mahal, bisa sampai 20x harga produksi tabung LPG. Berbagai sumber menyebut bisa sampai Rp1,5juta-Rp3juta per tabung. Tabung semahal itu, dengan isi gas murah, selain membebani uang negara, juga ada risiko hilang dicuri karena mahalnya. Saat ini saja, data kehilangan tabung gas LPG 3kg saja buanyakkkk pol. Modal Rp15-Rp19ribu, dengan berat tabung 3kg LPG yang 5kg, jika dijual kiloan masih cuan Rp15ribu-Rp20ribu per tabung. Bayangkan bakal tingginya minat menyikat tabung CNG yang beratnya bisa sampai 20kg. 😅 Apa tidak amsiong itu pemerintah mengawasi dan mengganti jika tabung CNG hilang? ----------------- Jadi risiko keamanan, risiko anggaran, dan risiko dikilo itu lah yang menyebabkan tidak ada negara di dunia yang mendistribusikan CNG dalam bentuk tabung ke rumah-rumah. Yang layak secara ekonomi adalah lewat jaringan pipa gas. ------------------- Saran saya, pemerintah tidak perlu mengkonversi LPG ke CNG dalam tabung 3kg demi mengurangi subsidi yang menekan fiskal. Justru kebijakan ini akan jauh lebih membebani fiskal, bukan menghemat fiskal. Namun, harus diakui, negara kita yang kaya produksi CNG adalah salah jika tidak memanfaatkannya, malah mengimpor LPG. Impor ini selain akan cipatakan ketergantungan, juga akan membuat bengkak beban keuangan negara, terutama untuk LPG subsidi 3kg. Untuk itu, solusi yang masuk akal, hemat saya, baik dari sisi keamanan dan ekonomi adalah menggunakan hybrid; 1. Untuk daerah-daerah yang saat ini potensial pemanfaatan CNG karena penghasil gas alam, solusi pipanisasi gas yang perlu dilakukan masif. Misal seperti di Sidoarjo, dan Gresik di Jawa Timur. Yang dapat diperluas ke Kota sekitar seperti Surabaya, Mojokerto, Lumajang. Jika seluruh Rumah tangga (juga industri, restor, dll) di di daerah ini menggunakan jariangan pipa gas, ini akan dapat mengurangi kebutuhan LPG secara signifikan. Ya tetu butuh investasi pipanisasi gas. Yang memang mahal, tapi jauh lebih aman dan ekonomis dibanding distribusi dgn tabung gas CNG. 2. Untuk daerah lain yang masih sulit diakses, karena jauh dari sumber gas alam, dan belum punya stasiun storage, baiknya tetap saja gunakan LPG 3kg. Sambil ke depan pelan-pelan bangun stasiun gas dan pipanisasi gas CNG. Ini lebih masuk akal daripada konversi LPG 3kg ke CNG 3kg. 🙏 Salam FK
Ferry Koto tweet media
Indonesia
214
1.1K
2.4K
141.5K
Raditya Adiprawiro retweetledi
Yogi Natasukma™
Yogi Natasukma™@SoundOfYogi·
Jadi meninggalnya korban commuter line itu akibat dari serentetan random tai babi situation Ada perlintasan gak resmi, tapi pas mau ditutup sama pemda, ada ormas tai babj yg nolak, lalu pemdanya juga tai babi gak mampu ngatasin tekanan ormas tai babi Lalu ada sopir tai babi dari armada tai babi melintas di lintasan tai babi, lalu ditabrak oleh kereta, kemudian sangking tai babinya, taxi ini menolak diderek oleh KAI karena kebijakan manajemen armada taksi tai babi bilang kalo gak diderek oleh derek dari perusahaan tai babi, itu duit derek keluar dari sopir tai babi itu. Dan sialnya sinyal kereta api pagi tai babi sehingga KA antar kota menabrak Commuter line yg terpaksa menunggu akibat tai babi tai babi di atas. Gue kalo jadi keluarga korban sih akan ngamuk pol
Indonesia
317
8.7K
27.3K
805.9K
Raditya Adiprawiro
Raditya Adiprawiro@Radeeth·
Timnas U17 ini pemain titipan apa yak 🫢😂
Indonesia
0
0
0
132
90s Football
90s Football@90sfootball·
Pick your favourite World Cup ball 👇
90s Football tweet media
English
726
205
1.7K
299.6K
Raditya Adiprawiro retweetledi
Premier League
Premier League@premierleague·
From 2002 to 2026 📆 James Milner has set the all-time appearances record in the Premier League!
English
241
3.6K
25.6K
1.5M
Raditya Adiprawiro retweetledi
TSG Hoffenheim US
TSG Hoffenheim US@tsghoffenheimEN·
👍
QME
975
11.1K
127.8K
4.8M
Raditya Adiprawiro retweetledi
Andrew Darwis
Andrew Darwis@adarwis·
AstraZeneca is a global, science-led biopharmaceutical company headquartered in Cambridge, UK, focusing on discovering, developing, and commercializing prescription medicines. Dari Bahasa Latin yang artinya ........
Andrew Darwis tweet media
English
169
394
2.2K
165.1K
Raditya Adiprawiro retweetledi
Mas Djay™
Mas Djay™@djaycoholyc·
When Padi having a reality checked. 2001 vs 2026
Mas Djay™ tweet mediaMas Djay™ tweet media
English
34
1.4K
3.9K
103.7K
Raditya Adiprawiro retweetledi
JuveFC
JuveFC@juvefcdotcom·
🗣️ “You may or may not like the impact Damien Comolli has on Juventus, but he’s firm in his stance regarding transfers: deals are on Juve’s terms; if a club doesn’t like it, then there’s no deal. He’s not one for backing down. I repeat: you may or may not like it — it can have positive and negative effects — but he refuses to let anyone back Juventus into a corner or force the club into a position of weakness.” @FabrizioRomano YT. | #Juventus
JuveFC tweet media
English
36
39
580
45.9K
Raditya Adiprawiro retweetledi
Formula 1
Formula 1@F1·
History written in red ❤️ Since F1's beginnings, the cars themselves have evolved beyond what was thought possible. Ferrari have competed since the very first race in 1950 💪 #F1
Formula 1 tweet media
English
181
2.3K
18.2K
747.7K
Raditya Adiprawiro retweetledi
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Warga Perumahan Arafah Village di Tambun Utara, Bekasi, menyesal menempati hunian subsidi yang sebelumnya dijanjikan bebas banjir. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan ini terendam banjir hingga satu meter, merendam rumah dan perabotan warga. Banjir tercatat sudah tiga kali terjadi dalam setahun terakhir dan berdampak pada sekitar 110 kepala keluarga. Hingga kini belum melihat langkah nyata maupun tanggung jawab dari pihak pengembang. Penulis: Nurpini Aulia Rapika Editor: Faieq Hidayat Kreatif: Jessica Emmanuella Produser: Elizabeth Ayudya #banjir #bekasi #read
Indonesia
56
221
590
267.3K
Raditya Adiprawiro retweetledi
Aida Greenbury
Aida Greenbury@AidaGreenbury·
My God. Please listen to me instead: It’s important to remember that although scientists estimate the ocean produces at least 50% of the oxygen on Earth (from oceanic plankton — drifting plants, algae, and some bacteria), roughly the SAME AMOUNT IS CONSUMED BY MARINE LIFE. So unless you are a fish, don't rely too much on it. We need forests because they are crucial for air quality, regulate the climate by absorbing massive CO2, prevent erosion and landslide, support biodiversity, and provide oxygen that stays in the atmosphere longer because it's not consumed by marine decomposition, UNLIKE much of the ocean's oxygen. oceanservice.noaa.gov/facts/ocean-ox…
English
791
1.3K
2.4K
167.6K
Raditya Adiprawiro retweetledi
WWE
WWE@WWE·
The Greatest of All Time. Thank you, @JohnCena. 🫡
English
1.7K
39.6K
139.2K
3.4M