tejo

260 posts

tejo

tejo

@RizaldiFarhat

Capek

Katılım Mart 2022
79 Takip Edilen3 Takipçiler
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@yeyoyiyao Ketika semua tindakan kebaikan dan kepedulian dalam keluarga melulu diterjemahkan sebagai bentuk penindasan, di situ kelihatan kalau lu sudah kehilangan pemahaman soal dinamika hubungan emosional. Gak semua hal dalam hidup ini bisa ditakar pakai rumus eksploitasi.
Indonesia
0
0
0
29
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@cuntielanak Lu cuma mendukung kebebasan perempuan selama pilihan mereka persis sama kayak ideologi yang lu anut. Begitu mereka memilih jalan hidup yang beda, topeng kebebasan lu langsung lepas dan berubah jadi sikap otoriter.
Indonesia
0
0
0
79
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@tsetchaiklatte_ Mencoba memonopoli kebebasan berpendapat seolah-olah itu 'jatah' yang cuma boleh dinikmati oleh orang yang sevisi sama lu itu bentuk kesombongan ideologis. Perempuan punya hak bersuara karena dia manusia, bukan karena 'izin' dari kelompok lu.
Indonesia
7
0
0
2.2K
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@1sigewinne Pakai kata-kata kasar dan makian cuma buat merendahkan pilihan hidup perempuan lain itu bukti kalau lu gak punya empati maupun argumen yang matang. Lu cuma marah karena realitas pilihan perempuan di lapangan gak sesuai dengan dogma ideologi yang lu pegang.
Indonesia
5
2
46
4.6K
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@RioDewanto78013 @IndoagainstLGBT Kalau lu mau konsisten pakai logika dangkal itu, sekalian aja cela seluruh tokoh dan peradaban dunia abad pertengahan dari Eropa sampai Asia yang punya standar usia pernikahan serupa. Membidik satu figur cuma nunjukin kebencian selektif, bukan objektivitas.
Indonesia
0
0
1
24
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@RioDewanto78013 @IndoagainstLGBT Anehnya, norma sosial dunia abad ke-7 yang dipraktikkan secara umum di seluruh belahan bumi hanya dipermasalahkan kalau pelakunya figur yang gak lu sukai. Sikap cherry-picking standar moral begini yang bikin argumen lu makin kelihatan murah.
Indonesia
1
0
1
53
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@kanikahrmwn Ini bukan soal "pembagian tugas memperjuangkan nasib", tapi soal konsistensi berpikir. Lu mau membongkar struktur patriarki, tapi giliran pasal yang menguntungkan posisi lu sebagai perempuan, mendadak patriarkinya diwajarkan. Itu namanya cherry-picking.
Indonesia
3
0
8
919
kanikaaa
kanikaaa@kanikahrmwn·
typical laki laki patriarki kalo berargumen pasti ngebebanin semua keresahan laki laki ke perempuan, kalo emang ngerasa ngeganggu ya ajak kaum lu buat memperjuangkan kesetaraan laki laki lah. ngapain nyuruh feminist buat bersuara untuk kalian? kita aja masih berjuang, tolol bgt🙄
ブラックステムナイト@MiamiKoltahu

Kamu sendiri kenapa ga nuntut undang-undang perkawinan yang menuntut Suami harus menafkahi, mengayomi dan melindungi dihapus? Itu UU kan patriaki banget. apa kamu sendiri juga "choise feminist" yang nikmatin benefit patriaki?

Indonesia
5
83
431
6.8K
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@justikaru_ Katanya memperjuangkan hak untuk 'bebas dari rasa takut', tapi begitu perempuan merasa tidak nyaman jika batas ruang privat biologisnya dikaburkan, aspirasi mereka malah diremehkan dan dituduh pakai 'tameng'. Di mana letak keadilannya?
Indonesia
1
0
0
68
jussiii
jussiii@justikaru_·
gini ya moslem, gua jelasin dikit, semoga paham😊 perempuan dan LGBT itu sama sama kelompok yang selama ini sering mengalami diskriminasi, kekerasan, dan pembatasan hak. makanya banyak organisasi perempuan juga ikut bersuara soal isu LGBT. bukan karena "agendanya sama", tapi karena perjuangannya memang sering beririsan patriarki dan norma gender yang kaku netepin gimana seseorang "seharusnya" hidup: perempuan harus feminin, laki laki harus maskulin, dan semua orang dianggap harus heteroseksual. ketika ada orang yang dianggap menyimpang dari norma itu, baik perempuan yang menolak peran tradisional, laki laki gay, lesbian, maupun trans, mereka sering menjadi sasaran diskriminasi dan kekerasan. karena itu, misogini, seksisme, homofobia, dan transphobia sering kali saling berkaitan dan berakar pada cara pandang yang sama tentang gender makanya perjuangan organisasi perempuan dan komunitas LGBT sering berjalan beriringan. banyak isu yang mereka perjuangkan juga sama: hak untuk hidup aman, bebas dari kekerasan berbasis gender, bebas dari diskriminasi, dan memperoleh perlindungan hukum yang setara. kalau prinsipnya adalah "setiap orang berhak hidup tanpa kekerasan dan perlakuan yang tidak adil" ya wajar kalau solidaritasnya juga meluas ke kelompok lain yang mengalami hal serupa dan semoga gaada yg bawa argumen "nanti perempuan harus berbagi toilet sama trans" ya, karena lucu aja banyak orang yang tiba tiba mengatasnamakan hak perempuan ketika membahas isu trans, tapi jarang kelihatan bersuara soal persoalan yang selama ini benar-benar dihadapi perempuan. femisida, KDRT, pelecehan seksual, perkawinan anak, sampai perlindungan korban kekerasan seksual sering kali jauh lebih sepi perhatian, jadi kesannya perempuan baru diingat ketika bisa dijadikan tameng buat nyerang kelompok minoritas lain, setelah itu, isu isu perempuan yang sebenarnya ya ditinggal lagi🙂‍↔️ jadi kalau Aliansi Perempuan Indonesia ikut menyuarakan isu LGBT, itu bukan sesuatu yang aneh ya moslem. banyak organisasi perempuan melihat bahwa sistem yang membatasi dan mengontrol perempuan sering kali juga merugikan kelompok LGBT, mereka melawan sistem dan struktur diskriminasi yang sama semoga sekarang kamu paham ya, moslem. kalau masih ga paham juga, capedeh😊
moslem againts LGBTQ@gilmar0189

@konde_co @MahardhikaKita seperti biasa nebeng mulu tuh kaum sampah LGBTAI!!! NAMANYA UDAH API (ALIANSI PEREMPUAN INDONESIA), tapi kok ya ada tuntutan LGBTAI? emang kaum hawa mau disamakan sama kaum menjijikkan itu? 🤣🤣🤣🤮🤮🤮

Indonesia
33
751
2.6K
47.9K
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@eunhosapple Ketika kehabisan logika buat membantah substansi, jurus terakhirnya memang selalu menyerang gender lawan bicara. Menyuruh orang diam cuma karena gendernya itu bukti nyata kalau lu gak punya jawaban yang berbobot.
Indonesia
0
0
5
299
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@fluoxetan @cloveswithoutc Poin dasarnya sederhana, ada benturan nyata antara nilai agama dan ideologi tertentu. Tapi daripada bahas itu, lu malah muter-muter ke isu lokasi, selera band, dan tuduhan fasisme. Pengalihan isu yang sangat transparan.
Indonesia
0
0
0
90
ega
ega@fluoxetan·
apa-apa fasis, yang keluar cuman buzzword, poin tentang konsekuensi ideologinya diabaikan karena gak bisa jawab. semua yang kontra dengan elu adalah fasis???? elu siape????🤣🤣🤣 lah dibilang gue mah dulunya feminist kayak elu-elu pada, glad i left ideology bingung tersebut, mau ape lo?
Indonesia
4
4
67
1K
Phi
Phi@cloveswithoutc·
kenapa jadi bawa-bawa wonosobo 🤣 di wonosobo lubmau jadi anarko-fem apa feminis marxis juga sah-sah aja 😋 kesentil dikit langsung taring fasisnya dah ditunjukin aja lu, tertib dikit lah jangan kemana-mana. harus banget nih gw mention lu fafifu wasweswos soal anti lgbt tapi lu nonton band yang pro lgbt? ntar ngadu ke abang-abangan fasis lainnya🤭 males gw ah gitu-gitu doang.
Phi tweet media
ega@fluoxetan

sebanyak itu kritik feminisme mostly yang berseberangan dengan deen tapi yang dicapture sesempit sex bebas. kenapa? gak suka sex bebasnya disenggol apa gimana? tinggal di wonosobo, ideologi las vegas 😹

Indonesia
2
0
1
1.4K
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@vanchoppernchip @Leewdoongwook Main kata antar spektrum kiri (sosialis vs liberal) itu cuma trik pengalihan isu. Dalam konteks syariat dan fikih, mau kiri atau kanan, selama posisinya menolak hukum agama demi norma progresif sekuler, secara metodologis dampaknya sama saja.
Indonesia
0
0
0
20
Vaalz
Vaalz@vanchoppernchip·
@RizaldiFarhat @Leewdoongwook progresif emg harus liberal ya? gw identify sbagai sosialis bkn liberal n sender di sini gak salah juga ga melabeli dirinya dg label liberal
Indonesia
1
0
5
58
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@ivahobitubir Mengaku 'ini mencakup SAYA juga' cuma alasan yang dicari² buat melegitimasi sikap interogatif lu. Dengan logika itu, semua pernyataan pilihan hidup orang di internet bisa lu klaim mengganggu lu. Itu bukan diskusi, tapi ego trip.
Indonesia
3
0
1
524
⚝☆⋆ iva // ไอวา ⋆☆⚝
@RizaldiFarhat ah u muter2 mulu "pilihan pribadi". kalo udah bawa2 kata "kodrat" dan "wanita seutuhnya" mah berarti udah melibatkan perempuan secara general gak sihh? ya karena ini mencakup SAYA juga, jadi releval dong, emang gimana tuh, definisinya? kok op bilang ga sejalan dgn patriarki jg
Indonesia
1
1
55
558
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@ivahobitubir Menuntut definisi teknis dalam obrolan pilihan pribadi itu cuma trik buat menggeser arena debat ke ranah semantik. Lu bukan butuh penjelasan, cuma butuh celah buat merasa paling benar secara akademis.
Indonesia
2
0
0
755
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@Joulevansu Menyederhanakan pasang surut peradaban sains cuma jadi narasi 'dulu pinter, sekarang bodoh' itu bentuk kepicikan membaca sejarah. Sains itu tumbuh dari stabilitas politik dan ekonomi, bukan sekadar urusan mood masyarakatnya.
Indonesia
0
0
27
1.8K
joule
joule@Joulevansu·
Islam zaman dulu "sains, sains, sains, sains, KITA CINTA ILMU PENGETAHUAN" Islam zaman sekarang "SEMUANYA HARUS SESUAI YANG TERTULIS DI KITAB!! KALAU SAINS MELENCENG BERARTI SAINS SALAH!!"
Indonesia
84
7.1K
34.3K
448.4K
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@fahkta Interogasi lu soal 'definisi wanita seutuhnya' itu bentuk policing baru berkedok kepedulian. Lu gak punya hak buat mendikte batas kebahagiaan atau prinsip hidup orang lain cuma gara² pilihan mereka gak cocok sama narasi yang lu pegang.
Indonesia
1
0
3
2.8K
Agni
Agni@fahkta·
Boleh jelasin "wanita seutuhnya" itu standarnya apa? Kodrat perempuan itu apa? Apakah ujung²nya berkutat dengan nurut suami dsb? Terus kenapa ga percaya Misogini? Apa berita pelecehan seksual yg selalu update setiap hari di laman berita ga cukup untuk dibilang fenomena Misogini?
Indonesia
14
520
2.4K
28.2K
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@trashdiorama @oharamariee @Apeeeeep @bononver Laporan WBL World Bank itu indikatornya ngukur de jure dan de facto untuk mereformasi regulasi, bukan buat menolak institusi hukum. Memakai riset reformasi tatanan hukum buat mendukung narasi 'tolak kepastian hukum' itu blunder fatal.
Indonesia
1
0
0
63
lily
lily@bononver·
melayani suami was born out of patriarchy. marriage was born out of patriarchy. for you to think that its okay for a woman to choose to “serve her husband” was born out of patriarchy. dont you see where all of this coming from?
YAPPINGFESS@yappingfess

Yap! definisi feminist itu kan memperjuangkan hak2 kesetaraan gender. tp pas ada perempuan yg dgn sadar memilih utk jadi melayani suaminya (ambilin makan, siapin baju,dll) dan haknya jg dipenuhi, knp ada aja yg marah2 krn dianggap melanggengkan patriarki? coba pencerahan dong🙏🏻

English
23
284
1.4K
116.9K
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@trashdiorama @oharamariee @Apeeeeep @bononver Kritik de facto lu valid dalam hal penegakan hukum, tapi solusinya apa? Kalau institusi dan kepastian de jure dibuang, apakah de facto-nya otomatis jadi lebih adil? Nggak sama sekali. Yang ada justru makin banyak korban penelantaran karena gak ada payung hukum sama sekali.
Indonesia
0
0
0
39
The Smakhin Pusinks
The Smakhin Pusinks@trashdiorama·
@RizaldiFarhat @oharamariee @Apeeeeep @bononver Diskusi ini ada karena gw ngerespon twit eluuu, gw tanya di post itu argumen lu konteksnya historis/modern? Mau geser gawang? Oke, gw ladenin argumen normatif soal "evolusi hukum yg melindungi hak2 kedua pihak". De jure, iya ada. De facto? Problematik. Apakah itu kemajuan?
tejo@RizaldiFarhat

@oharamariee @Apeeeeep @bononver Meradikal-sederhanakan sejarah ikatan manusia cuma sebatas 'alat transaksi warisan tanah' itu lucu sih. Sebelum ada pertanian & patok tanah, masyarakat pemburu-ramu (hunter-gatherers) juga udah membentuk unit keluarga buat survival. Jangan asal cocoklogi.

Indonesia
2
0
0
91
tejo
tejo@RizaldiFarhat·
@trashdiorama @oharamariee @Apeeeeep @bononver Nuduh AI gak bakal bikin argumen deterministik lu otomatis bener. Kita hidup di era modern tempat hukum berevolusi ngelindungin hak kedua pihak. Kalo lu cuma mau hidup dalam bayang-bayang sejarah tanpa mau liat fungsi hukum hari ini, ya silakan terjebak di masa lalu sndrian
Indonesia
1
0
0
75
The Smakhin Pusinks
The Smakhin Pusinks@trashdiorama·
@RizaldiFarhat @oharamariee @Apeeeeep @bononver Lah tadi kan lagi ngobrol pake konteks historis, kok tiba2 loncat ke konteks modern? Kurang lengkap prompt AI lu. Minus 100! Lagian pakai konteks modern pun si ada tuh "hak kedua pihak" dan "institusi bebas dominasi". Mudah2an ini jd awal buat lu mendekonstruksi patriarki ya.
Indonesia
1
0
1
80