Roy

812 posts

Roy

Roy

@Royregarl

Mantan budak idealis

Katılım Kasım 2022
109 Takip Edilen1 Takipçiler
Roy
Roy@Royregarl·
@MiskinTV_ Band band dia, aku akun dia kok lu yg repot 😄
Indonesia
5
0
0
27.4K
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Busyeeettt, ketika akunnya udah ga aktif, Pakdhe malah pake akun resmi Band Dewa. Plis mending HP nya disembunyiin atau dipassword dulu 🙏
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
709
1K
18.9K
1.1M
Roy retweetledi
Reel Empire
Reel Empire@ReelEmpire_X·
Top 4 series to watch alone 🔥 Not for the weak 📌🍿
Reel Empire tweet mediaReel Empire tweet mediaReel Empire tweet mediaReel Empire tweet media
English
19
156
1.8K
443.8K
Roy
Roy@Royregarl·
@Mangujang_fc @_BangFu Aku kenal kali sama orang ini, dia orang medan. Perlu kita cari, dkt dri rumah.
Indonesia
0
0
0
275
Roy
Roy@Royregarl·
@keyikeyko Aku kenal sama ini orang, dia tinggal di medan. Perlu kita cari, dekat dari rumah.
Indonesia
0
0
0
83
cc
cc@kutsujinn·
this is so funny as fuck😭 imagine being @Arsenalsince99s yang cita-citanya mau husnul khatimah tapi dia seorang enabler rapist, pelaku sexual harassment, slutshaming, dan rasis. tapi kalo bahas prestasi assnal gak mampu. dibilang hama marah. 😹😹😹
cc tweet mediacc tweet mediacc tweet mediacc tweet media
Indonesia
51
70
316
59K
Ilhamzada
Ilhamzada@iIhamzada·
Hey @Arsenalsince99s bukan kayak gitu cara banter di medsos. Itu pelecehan. Kelakuan kayak gini, dari satu dua orang, justru bikin teman2mu yg lain ikut ga disukai. Eh bukan teman, belum tentu mereka akui kalo kamu temannya. Maksudnya fans dari klub yg sama. Lebih bijak, ada baiknya minta maaf.
Ilhamzada tweet mediaIlhamzada tweet mediaIlhamzada tweet mediaIlhamzada tweet media
Indonesia
339
560
3K
222.5K
Roy
Roy@Royregarl·
@Paulodibola Mana bg twitt kakak itu, aku kenal sama ini orang. Dia orang medan.
Indonesia
3
0
7
3K
Paulo Dibola
Paulo Dibola@Paulodibola·
Pria yang TAMPAN dan mau ngirim foto lain di DM ini protect akun setelah melakukan Harassment what he did is unacceptable. Apakah karena dia seorang.....Cancer?
Paulo Dibola tweet media
Indonesia
19
25
289
18K
Roy
Roy@Royregarl·
@Paulodibola Aku kenal lagi sama ni orang hahahha
Indonesia
0
0
0
918
Roy retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Emang mantab filmnya.
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
25
65
689
63.3K
Roy retweetledi
Muklis Nonton
Muklis Nonton@tvindonesiawkwk·
Baru nonton episode pertama banyak banget adegan ngentotnya bjir wkwkkwkwk.
Muklis Nonton tweet media
Indonesia
581
850
18.1K
2.2M
Roy
Roy@Royregarl·
@alditaher_indo Lu ngasih nya cuma sama yg centang biru bang
Indonesia
0
0
0
99
Roy retweetledi
United Focus Indonesia
United Focus Indonesia@utdfocusid·
Pada suatu hari, di sebuah rental PS 1 tahun 2004 🥺❤️
Indonesia
119
857
2.5K
158.5K
Roy retweetledi
•
@Al__Quraan·
Sedih: Al-Baqarah (25) Berharap: At-Taubah (129) Kecewa: Ali-Imran (139) Kesulitan: Al-Insyirah (5) Putus asa: Yusuf (87) Tertekan: Ar-Rad (28) Tidak dihargai: Al-Insan (22) Berdosa: Az-Zumar (53) Susah tidur: Ayat kursi Suka sama dia: Doakan dan sebut namanya disepertiga malam.
Indonesia
3
2.1K
7.4K
118.3K
Roy retweetledi
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
KASIH LEWAT DULU BUAT KING EMYU YANG NAIK KE PERINGKAT KETIGA 🔥🥶
Indonesia
32
264
1.4K
43.8K
Roy retweetledi
S. B. Yudhoyono
S. B. Yudhoyono@SBYudhoyono·
HARI-HARI YANG MENENTUKAN SEJARAH AMERIKA DAN IRAN: PERANG ATAU DAMAI? Jenewa kota yang indah, damai dan saat ini hawanya sejuk. Namun, jam-jam ini, hari-hari mendatang, kota yang penuh legenda ini bisa menjadi saksi sejarah. Bisa melahirkan sebuah “game change” yang berimplikasi besar pada perkembangan dunia. Di penghujung Februari 2026 ini, tengah berlangsung sebuah perundingan dan negosiasi yang sangat penting. Juru runding Amerika Serikat tengah melakukan pertemuan tidak langsung (melalui mediator) dengan juru runding Iran. Banyak kalangan yang tengah menunggu hasil negosiasi itu, utamanya bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah. Sukses atau gagal? Bawa kedamaian, atau sebaliknya menyulut terjadinya peperangan yang dahsyat? Semua tahu bahwa negosiasi, utamanya menyangkut masa depan proyek nuklir Iran itu sesuatu yang sangat rumit dan tidak mudah untuk membangun opsi yang bisa diterima kedua belah pihak. Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Ketika perundingan tengah berlangsung, di kawasan Timur Tengah sedang berhadap-hadapan dua negara yang siap berperang. Para juru runding juga harus cerdas membaca pikiran kedua pemimpin yang memberikan mandat pada mereka, Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei. Membangun “harmoni” antara juru runding dengan para bosnya mungkin juga sesuatu yang tidak mudah. Sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam resolusi konflik, baik pada tingkat nasional maupun internasional, saya mesti mengatakan bahwa sebuah negosiasi itu sangat melelahkan. Perlu kesabaran, kecerdasan, dan keuletan. Siap untuk berkompromi serta bersedia untuk sebuah “take and give”. Keinginan dan sasaran yang digariskan oleh kedua pemimpin negara juga harus sangat dimengerti. Khusus negosiasi Amerika-Iran ini, saya mengamati bahwa kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Ali Khamenei memiliki “uniqueness”. Keduanya memiliki ego, ambisi dan juga “personal interest”. Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta “legacy” indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan. Ali Khamenei juga khawatir kalau sengketa sengit dengan Amerika ini, jika nasibnya naas, bisa berakhir dengan pergantian rezim dan “he must go”. Berarti, ini merupakan “survival interest” buat pemimpin Iran itu. Banyak pihak yang memprediksi atau menyimpulkan jika perundingan ini gagal, maka perang besar pun akan segera meletus. Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei. Pendapat saya, terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak. Apalagi kalau para jenderal di kedua belah pihak, terus mengawal pengambilan keputusan para pemimpinnya. Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang. Terlalu tinggi risiko dan harga yang harus mereka bayar kalau keputusannya salah. Ada catatan penting bagi seorang “commander-in-chief” untuk mengambil jalan perang guna memenuhi kepentingan nasionalnya. Pertama, apakah perang itu harus dilaksanakan atau masih ada opsi yang lain? Inilah yang sering disebut “war of necessity” dan “war of choice”. Pada akhirnya, kedua belah pihak akan menentukan berperang atau menempuh jalan lain. Kedua, negara siap berperang kalau kalkulasi rasionalnya menjamin bahwa perang dapat dimenangkan. Baik Trump maupun Khamenei harus bisa meyakinkan dirinya sendiri, dengan menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang ia pilih memang akan bisa dimenangkan. Karena perang terkait dengan nasib dan masa depan rakyat yang dipimpinnya, yang memberikan mandat dan kepercayaan, suara mereka mesti didengar. Pertimbangan dan saran para jenderal dan petinggi militer juga mesti diindahkan, jangan terkubur dengan ego pemimpin yang kelewat tinggi. Bagi Amerika yang boleh dikatakan terus sesumbar untuk menghancurkan Iran (meskipun belakangan Iran juga mengobarkan dan menjanjikan ancaman), perlu dipikirkan dalam-dalam sebelum mengambil keputusan untuk berperang. Maksud saya, jangan-jangan bagi Amerika menang perangnya sulit dicapai, kemudian “exit” atau mengakhiri peperangan juga tidak mudah dilakukan. Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan. Terakhir, ada pesan dari seorang warga Indonesia dan juga warga dunia melalui media ini. Bukan hanya untuk Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei, tetapi juga untuk seluruh pemimpin politik di dunia yang di tangannya ada sebuah tombol untuk memulai peperangan. Begini pesan saya. Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan. Kalau soal berkorban untuk nusa dan bangsa, tentara selalu siap mengorbankan jiwa dan raganya. Hal itu tidak perlu diragukan. Selama 30 tahun saya mengabdi di dunia militer, lima tahun saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih. Namun, sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit. Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik – presiden atau perdana menteri – “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for” (Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati) *SBY*
Indonesia
726
7.3K
30.2K
2M
Roy retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
cantik banget kalimat ini : "selama Allah masih membangunkan mu setiap pagi berarti Allah belum selesai dengan rencananya untuk hidupmu"
Indonesia
270
16K
52.1K
598.5K
Roy retweetledi
Muklis Nonton
Muklis Nonton@tvindonesiawkwk·
Yang kuat mental aja yang lanjut nonton, ini cowok bener-bener all out. Nafkahin, jagain, nanggung anak-anak bahkan yang bukan darah dagingnya sendiri. Pressure dia pikul, risiko dia sikat, gaya hidup enak? Dia yang jadi mesinnya. Hukumannya baru selesai tahun 2036, gila banget😩😩😩
Muklis Nonton tweet media
Indonesia
18
70
549
58.1K
Roy retweetledi
eres
eres@eresteuuve·
Gara2 nexcarlos pake ini, aku jd mau jg buat jaga2 Baru denger iliadin, soalnya biasa pake larutan NaCl buat bersihin idung pilek mampet
eres tweet media
Indonesia
35
382
3.5K
248.1K