Rudi Syahdan
221 posts

Rudi Syahdan
@Rudibwx
Sexation, Coffe and Chill || 28y || 165cm || 60kg
Banyuwangi, Jawa Timur Katılım Haziran 2024
139 Takip Edilen37 Takipçiler

@fantasionly yg kek gini klo di pijit kasian yg mijit si ka, mana tahan
Indonesia
Rudi Syahdan retweetledi
Rudi Syahdan retweetledi
Rudi Syahdan retweetledi

Kamus Mini Dunia Fantasi Pasutri (Biar Nggak Salah Paham)
🔹Bentuk kombinasi orang
1. 3Some MFM
✅ Tiga orang: satu wanita bersama dua pria. Situasi dimana ada seorang suami + seorang istri + seorang partner lelaki
2. 3Some FMF
✅ Tiga orang: satu pria bersama dua wanita. Situasi dimana ada seorang istri + seorang suami + seorang partner wanita
🔹Dinamika peran dalam pasangan
3. Soft Cuckold
✅ Suami mengetahui dan menyetujui istrinya dekat secara intim dengan pria lain, tanpa unsur peran psikologis yang berat. Tanpa intimidasi, tanpa hinaan dan tanpa merendahkan si suami
4. Hard Cuckold
✅ Versi yang lebih intens secara psikologis, biasanya ada unsur peran dominasi atau posisi emosional tertentu yang disepakati. Terdapat unsur dominasi, unsur hinaan dan unsur merendahkan pada suami
5. Stag & Vixen
✅ Suami justru merasa bangga dan mendukung istrinya mendapatkan perhatian atau kedekatan dengan pria lain
6. Hot Wife
✅ Istri yang mendapat izin suami untuk menjalin kedekatan intim dengan orang lain secara terbuka
🔹Istilah dalam aktivitas swing
7. Swing (Separate Room)
✅ Dua pasangan pasutri bertukar pasangan dan melakukannya di ruangan terpisah
8. Swing (Same Room)
✅ Dua pasangan pasutri bertukar pasangan dan melakukannya di ruangan yang sama
9. Soft Swing
✅ Interaksi dua pasangan pasutri tapi terbatas, tidak sampai pada hubungan intim penuh
🔹Istilah umum komunitas
10. FR (Field Report)
✅ Laporan atau cerita pengalaman setelah suatu event atau pertemuan, biasanya berupa sharing kejadian dan kesan

Indonesia
Rudi Syahdan retweetledi

@4ndreanwijaya Sebenernya ini berlaku juga buat yang coba coba jadi patner 😂
Indonesia
Rudi Syahdan retweetledi

Kalo Gue di posisi sbg Partner nya Pasutri, yg akan gue lakukan sederhana.. ketika gue di undang masuk ke dinamika Fantasi 3Some dgn pasutri, gue harus datang sbg orang yg siap. Bukan sbg orang yg cuma numpang enak
Buat gue pribadi, ini bukan soal gaya atau gengsi.
Ini soal sikap dan cara gue menghargai Pasutri… sekaligus menghargai diri gue sendiri
🌿 Dari awal, gue sudah pasang mindset
Kalo gue ada di posisi sbg partner, gue slalu memastikan satu hal dulu
👉 gue harus siapin budget khusus
Kenapa?
Karena gue nggak mau masuk ke situasi di mana kehadiran gue malah jadi beban buat pasutri
Buat gue, sesimpel itu..
Kalo mau terlibat, ya harus siap secara mental dan secara tanggung jawab
📌 Mindset dasar yang gue pegang
👉Gue hadir karena dipercaya, bukan karena punya hak
👉Gue bukan tamu yg harus dilayani
👉Gue nggak mau jadi beban buat siapa pun
👉Gue harus tetap punya harga diri
🌿 Soal biaya.. gue anti mental “mokondo”
Jujur aja, gue paling nggak nyaman kalo cuma datang, menikmati, trus pulang tanpa kontribusi
Buat gue pribadi, itu bukan gaya gue banget
Makanya gue selalu tanamkan dalam diri..
Kalo gue ikut dalam dinamika Fantasi 3Some Pasutri, gue juga harus siap ikut menanggung
Bahkan dalam kondisi tertentu, gue siap kalo harus mentraktir pasutri
Apalagi kalo menurut gue, mereka adlh pasutri yg
👉berkualitas
👉menghargai gue sbg manusia
👉memperlakukan gue dgn baik
Buat gue, itu bukan soal uang.
Tapi itu soal respect
📌 Cara gue berkontribusi (versi gue)
👉Selalu siap secara finansial
👉Punya budget khusus dari awal
👉Siap sharing biaya
👉Nggak masalah mentraktir kalo diperlukan
Intinya adlh gue mau hadir sbg orang yg memberi nilai, bukan cuma mengambil dan menikmati
🌿 Tapi gue juga tahu batas
Walaupun gue siap berkontribusi, gue pegang satu aturan yg nggak bisa gue langgar
Semua harus berdasarkan persetujuan si pasutri
Karena gue paham…
Memberi itu adlh bentuk respect
🌿 Buat gue, ini bukan soal materi
Pada akhirnya, semua sikap gue itu sebenarnya cuma ingin menyampaikan satu pesan sederhana..
“Gue hadir bukan utk memanfaatkan.
Gue hadir karena menghargai kalian”
Kalo kehadiran gue bisa membuat pasutri merasa
👉lebih nyaman
👉lebih dihormati
👉nggak terbebani
baru gue merasa sikap gue sudah benar
✨ Intinya versi gue
Buat gue, partner yg berkualitas itu bukan yg paling banyak keluar uang
Tapi yg
👉tau diri
👉tau batas
👉punya empati
👉nggak pernah datang dgn mental numpang enak
Karena di dinamika Fantasi 3Some seperti ini, kualitas seseorang slalu kelihatan dari satu hal
Apakah dia datang utk menghargai… atau hanya utk menikmati

Indonesia
Rudi Syahdan retweetledi

@hanya_sayasajao Hotel mana yang ada maid nya gini 😆😆 takut salfok klo lagi cleaning room
Indonesia
Rudi Syahdan retweetledi

Tidak semua yg berlabel 3Some itu relasi. Kadang yg terlihat sbg ‘open-minded couple’ ternyata sekedar transaksi yg dibungkus istilah
Belakangan ini di timeline makin sering muncul akun pasutri yg menawarkan 3Some. Tapi kalo diamati lebih dalam, sebagian ternyata lebih dekat ke skema transaksi daripada dinamika relasional
Bukan utk menghakimi. Tapi ini penting utk kita bisa jernih membedakan
3Some Relasional vs Transaksi Berkedok Relasi
Supaya tidak salah paham, coba lihat indikatornya
🟢 3Some Relasional (Sehat & Konsensual)
👉Fokus pada komunikasi & batas
👉Ada diskusi peran suami–istri
👉Tidak terburu-buru bicara nominal
👉Biaya bisa dibicarakan, bukan dipatok
👉Ada evaluasi & after-talk
👉Partner diposisikan sbg bagian dari dinamika relasi, bukan klien
Intinya struktur jelas, uang bukan pusat
🔴 Transaksi Berkedok “3Some”
👉Nominal ditentukan di awal
👉Fokus cepat ke hotel & pembayaran
👉Partner diposisikan sbg penyedia fasilitas
👉Batas emosional tidak pernah dibahas
Intinya uang jadi poros utama
Kenapa Ini Perlu Dibedakan?
Karena dampaknya nyata
👉Partner pria bisa masuk dgn ekspektasi salah
👉Pasutri Real Fantasi secara relasional ikut terdampak stigma buruk
👉Istilah ”Fantasi 3Some” jadi bias dan kehilangan makna
Masalahnya bukan pada pilihan hidup orang lain, kita tidak bisa mencampuri urusan internal mereka, tapi..
Masalahnya muncul ketika konteks nya ketidak jujuran
Cara Bersikap Dewasa
👉Jangan menilai dari label, lihat prakteknya
👉Jangan menyerang, cukup dgn selektif
👉Kalo tidak cocok, mundur dgn elegan
👉Transparansi lebih sehat daripada kamuflase
Pada akhirnya, relasi yg sehat selalu punya satu ciri yg sama, yaitu..
bukan seberapa ekstrem prakteknya, tapi seberapa jelas tanggung jawabnya

Indonesia
Rudi Syahdan retweetledi

Saat pasutri sudah menyiapkan semuanya.. room, akomodasi, hingga konsumsi. Bagaimana seharusnya seorang partner bersikap? Apakah cukup diam saja sebagai ‘tamu’, atau tetap perlu menunjukkan kontribusi sbg bentuk respect?
Nah, di sinilah kelihatan bedanya partner biasa sama partner yg berkualitas
Partner berkualitas itu bukan diukur dari seberapa besar perannya, tapi dari gimana dia bawa sikap. Dia nggak ganggu keseimbangan relasi suami-istri, tapi tetap nunjukin respect
🌿 Partner berkualitas itu selalu tahu posisi
Yg paling basic adlh sadar diri dulu. Partner yg berkualitas ngerti bahwa
✅hubungan utama tetap milik suami-istri
✅dia ada karena dipercaya, bukan karena punya hak
✅dia bukan di posisi buat ngatur atau pegang kendali
Kalau kesadaran ini udah ada, biasanya sikapnya otomatis lebih kalem, nggak berlebihan, dan nggak bikin tekanan emosional
🌿 Kalau pasutri udah nyiapin semua fasilitas
Partner berkualitas nggak bakal bersikap kayak tamu yang cuma menikmati. Tapi dia juga nggak akan merasa harus “tandingin” atau pamer kemampuan
Sikap yg sehat sbg partner berkualitas sbb
✅nerima dengan tulus
✅ngucapin terima kasih dengan jelas
✅nggak nganggep itu kewajiban pasutri
Karena menghargai effort pasutri itu bentuk respect paling basic
🌿 Soal kontribusi: bukan soal uang, tapi sikap
Kalau partner mau ikut bantu biaya atau fasilitas, sebenarnya bukan soal nominal. Yg penting itu pesan di baliknya
✅dia nggak mau jadi beban
✅dia punya empati
✅dia hadir dengan niat menghormati
Cara kontribusi yg sehat
✅nawarin dengan sopan
✅nggak maksa
✅siap nerima keputusan pasutri jika ditolak
Intinya, bantu itu buat meringankan, bukan buat ambil peran suami
🌿 Gimana cara partner berkualitas nunjukin respect?
Biasanya kelihatan dari hal-hal sederhana
✅nggak bikin keputusan sepihak
✅komunikasi tetap terbuka ke dua pihak
✅nggak bangun kedekatan emosional yg kelewat batas dengan istri
✅selalu jaga supaya nggak ada yg merasa nggak nyaman
Partner berkualitas sadar, yg paling penting itu keamanan suasana, terutama secara psikologis
🌿 Boleh nggak partner nawarin nyiapin fasilitas?
Boleh banget. Bahkan itu bisa jadi tanda respect ke pasutri. Tapi kualitasnya keliatan dari caranya
✅nawarinnya santun, bukan ambisius
✅nggak maksa kalau ditolak
✅nggak dijadiin alat buat “punya pengaruh”
✅nggak terlalu sering sampai kesannya ambil alih
Karena di situasi fantasi pasutri yg sensitif, siapa yg pegang fasilitas sering identik sama simbol kontrol. Dan partner yg matang nggak cari posisi itu
🌿 Intinya
Partner berkualitas itu bukan dilihat dari seberapa banyak dia memberi. Tapi dari satu hal sederhana, yaitu
👉 Apakah kehadirannya bikin pasutri merasa lebih dihargai dan nyaman?! atau malah bikin ketimpangan baru
Kalau dia bisa bantu dengan empati, jaga batas dengan elegan, dan nggak ganggu keseimbangan suami-istri, di situlah kualitasnya benar-benar kelihatan

Indonesia
Rudi Syahdan retweetledi




















