see
150 posts

see retweetledi
see retweetledi
see retweetledi
see retweetledi
see retweetledi
see retweetledi
see retweetledi

Sepuluh tahun lalu, Como nyaris bangkrut lagi. Udah finansial klub kacau, prestasi pun ga seindah danau di kotanya yg terkenal itu.
Kenapa ada kata ‘lagi’? Karena itu bukan kali pertama. Tahun 2004, mereka bahkan udah pernah ril bangkrut & turun kasta ke Serie D.
Bertahun-tahun jadi klub filler tanpa arahnya yang jelas, tahun 2019 dateng lah Michael Bambang Hartono & groupnya.
Bermodalkan uang <€1juta (yang ga sampe dalam sehari udah balik modal dr bisnis mereka), Hartono pun beli Como, inject ratusan juta euro buat investasi di akademi & pembelian pemain, plus ngelunasin semua utang yang ada.
Belum ada 10 tahun, revival project dari group Hartono ini bisa dibilang udah sukses banget. Coba deh cek sendiri, Como sekarang peringkat berapa di Serie A? Dari mau bangkrut, jadi entitas yang bisa bikin klub-klub besar Serie A mengkerut.
Lebih lanjut, Como punya visi jadi ‘Disney-like’ institution buat warga Como. Bukan cuma klub bola, tapi pusat entertainment yg bisa blending culture, economy, tourism, fashion, dan lifestyle di sana.
Como gonna make people FOMO once they reach numero uno. Selamat jalan, Michael Bambang Hartono


Indonesia
see retweetledi
see retweetledi
















