Sugiman Sugiman
20 posts
















SEC (OJK nya Amerika) sedang menyiapkan sebuah “innovation exemption” alias regulasi khusus yang akan membuka framework baru untuk trading saham tokenized berbasis blockchain di Amerika Serikat. Dengan regulasi baru ini: • Saham perusahaan publik AS seperti Apple, Nvidia, Tesla, dan lainnya bisa dibuat versi digitalnya (tokenized stocks) di blockchain seperti Ethereum, Solana, dll. • Potensial bisa di trading 24/7 (bukan hanya jam kerja bursa), settlement instan, akses lebih mudah karena scopenya lebih global, dan biaya lebih rendah. Menurut laporan Bloomberg, aturan ini bisa dirilis secepatnya minggu ini. Framework tersebut dianggap sebagai perubahan besar untuk aset digital yang terhubung dengan saham tradisional, sekaligus memberi SEC jalur yang lebih jelas untuk mengawasi tokenized securities di market AS. Intinya, SEC mulai “membuka pintu” supaya saham bisa diperdagangkan seperti crypto, bukan lagi melarang atau mempersulit. Ini langkah besar menuju integrasi antara pasar saham tradisional atau Wall Street dan dunia blockchain. Wen Indonesia ya? Menurut kalian apakah akan menarik kalo diterapkan ke saham Indonesia juga?




Barusan gw nonton podcast yang bilang rupiah akan nyentuh 22.000-25.000, pas bulan Juli-Agustus 2026 Itu kata Prof. Ferry Latulihin. Ekonom dan Mantan Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran. Loh kok bisa? Alasan Prof Ferry: - Efek krisis Hormuz, harga minyak sekarang di atas 100 dolar AS, bahkan otw 120 USD. - Karena masih impor BBM dan subsidi ditahan, beban APBN makin berat. - MBG sebagai the root of all evil. Bikin APBN boros karena memakan hampir 300 T - Efek MBG => Defisit fiskal membengkak sekitar Rp240 triliun Gara-gara ini kata Prof Ferry: - Pasar takut sama APBN Indo. Bisa jebol ga ni anggarannya? - Indonesia bisa turun rating menjadi non-investment grade - Ujung-ujungnya, pasar makin tidak percaya. Tapi ada lagi yang lebih seram..













