Sansan
2.5K posts

Sansan
@Sabarinkawan2
Kalo follow ya di follback













Bandingkan apapun dengan MBG. Kayaknya asik, bisa bikin citra MBG buruk bahkan menjatuhkan MBG. Tapi dalam jangka panjang akan jadi backslash sendiri, karena dianggap terlalu lebay. "Telepon ku setara beberapa MBG". "Rumahku ini cuma 10 detik MBG". "Aku liburan kayak habis 20 detik MBG loh" Akhirnya? Inti kritikannya hilang, dan jadi topik baru yang menyimpang dari tujuan awal buat jatuhin dan kritik MBG. Orang jadi bias, karena semakin absurdnya MBG dibandingkan dengan apapun. Lucunya? Malah nanti tumbuh kesadaran baru, kalau dana yang dikeluarkan untuk MBG itu ternyata sangat murah. Karena sudah terlalu biasa mendengarnya. Dan berpikiran Pemerintah Indonesia ini ternyata sangat kaya raya dan punya duit banyak. Mirip anak orang kaya, yang sering bandingkan barang-barang mahal yang dibeli dengan uang sakunya. "Maaf yah, tas mahalmu gak sengaja aku rusakin". "Owh itu cuma sama kayak uang sakuku 1 hari doang kok, nyantai saja, aku bisa beli lagi besok" Akhirnya itu barang kelihatan makin murah, bukan makin mahal. Lama-lama membosankan, punya oposisi gak jelas dan bodoh-bodoh gini dah...



alasan orang tua kita dulu bisa beli rumah - ga langganan netflix/spotify - ga co shopee tiap minggu - ga dikit" selfreward padahal ga ngapa ngapain














