SASTRA PUSTAKA™

4.2K posts

SASTRA PUSTAKA™ banner
SASTRA PUSTAKA™

SASTRA PUSTAKA™

@SastraPustaka

Arsip!

Ujung Pena, Sastra Sederhana Katılım Ocak 2016
103 Takip Edilen32.1K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Bagian tersulit dari hidup ini; bertahan dalam kerendahan hati. Ialah suatu ketika alam memberimu belati, dan kau tetap tak ingin melukai🙏
Indonesia
12
710
1.3K
0
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Salah satu hal terbaik di dunia ialah melepaskanmu untuk berbahagia Seperti melepas burung kecil ke rindang rimba Melihat dari jauh cuaca semi akhirnya tiba.
Indonesia
0
4
16
1.5K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Suatu saat ketika badai ini reda kau dan aku menatap dari jauh kita menyadari ternyata semua baik-baik saja hanya istana pasir kecil bertahan dari hujan, perlahan runtuh.
Indonesia
1
9
37
2.1K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Aku menghormati rasa sakit, seperti aku menghormatimu. Aku menghormati air mata, seperti aku menghormati kita. Terhadap keputusanmu aku patuh, seperti matahari terbenam di barat jauh.
Indonesia
1
8
35
1.8K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Pada masa depan yang masih rahasia pernah kutitipkan harapan untuk dijaga. Sesuatu yang sangat kecil namun menyala, hingga satu tiupan merenggut segala.
SASTRA PUSTAKA™ tweet media
Indonesia
0
5
15
1.2K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Aku pernah melihat senyum diberkati pagi wajah ketabahan meredam segala nyeri napas yang meniup bunga kuncup seketika mekar pandangan yang mengubah langit abu-abu menjadi bersinar.
Indonesia
0
3
9
960
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Ikuti kata hatimu. Apa yang tak mampu kau lihat dan rasa, kau tak berhak menggenggamnya. Pertemuan dan perpisahan adalah takdir hati. Baik dan buruk tergantung di mana kau memilih tempat berdiri.
Indonesia
0
5
22
1.5K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Bunga tidak bisa jauh dari air. Mereka yang ingin memelihara, tentu harus bersedia membayar harga.
Indonesia
0
3
11
1.5K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Kelak ketika batu kekosongan pecah, dan air yang dimurnikan menemukan wadah; kita akan menertawakan hari ini. Saat itu matahari mungkin sudah hampir pamit, dan doa-doa baik menyembuhkan kenangan pahit.
Indonesia
0
8
17
1.8K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Setelah melihat lautan sungai-sungai kecil yang meluap itu dianggapnya kefanaan ia lupa bagaimana air tawar menyembuhkan dahaga Melepas harap ke atas awan, maafkan ia tak menenali garis tangan.
Indonesia
0
4
13
1.9K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Musim-musim silih berganti menopang waktu Daun tumbuh dan gugur menghormati keberadaanmu Bentang luas langit menjatuhkan bintang saat engkau berdoa Di sana harapan pernah ditulis dengan kata-kata patah dan mata berkaca.
Indonesia
1
7
17
1.9K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Tuhan, aku percaya dengan takdirMu semua akan baik-baik saja. Nyeri kali ini kuterima selayaknya aku tersangka. Aku tak akan melawan; takdir ini hukuman, takdir ini teman hidup tak terhindarkan.
Indonesia
1
11
32
2.2K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Ibu... dengan mata yang masih basah dengan tulang rusuk patah dengan penuh rasa bersalah aku pulang, menyerah maaf, Ibu... aku kalah.
Indonesia
0
11
34
2K
SASTRA PUSTAKA™ retweetledi
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Aku terperangkap pada gelap tanpa pagi. Di sini, sebuah tempat sunyi yang tak dijangkau cahaya, kunikmati nyeri dengan kapasitas dada manusia.
SASTRA PUSTAKA™ tweet media
Indonesia
1
37
141
0
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Ini adalah air mata terakhir yang bisa kupersembahkan. Persimpangan jalan telah diputuskan. Kelak jika usia membuat kembali bertatap muka, kita adalah saudara yang tak berhutang apa-apa.
Indonesia
1
7
33
2.1K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Akhirnya kita sepakat melepaskan yang rapuh, Sebelum luka menjadi tak sanggup kau tempuh. Aku melihat bahagiamu di masa depan begitu jauh, dari sesuatu yang mungkin mampu kuisi penuh.
Indonesia
2
6
13
1.3K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Aku (jika tak layak disebut kita), selalu gagal membentuk rusuk pada umumnya; satu nyawa yang hidup dan mati dalam satu tarikan napas pada hakikatnya.
Indonesia
1
3
21
1.3K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Cinta itu... ketika kau melihatnya, kau bahagia ketika dia jauh, kau rindu jika sesuatu terjadi padanya, kau khawatir Engkau, apakah masih memiliki ketiganya?
Indonesia
1
9
38
2.1K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Pulanglah jika kelak lelah. Pintu ini akan selalu menyambut mereka yang tak berbuat salah.
Indonesia
0
3
11
1.2K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Batu pecah menyatu di dalam kawah. Lahar membakar segala yang keras, kesombongan dipermalukan dengan pantas.
Indonesia
0
5
16
1.2K
SASTRA PUSTAKA™
SASTRA PUSTAKA™@SastraPustaka·
Akan tiba waktu ketika matahari menutup pintu, bulan yang kita tunggu untuk membantu justru hanya bisa bermain dadu.
Indonesia
0
3
14
1.2K