Bunyi Sunyi

8.6K posts

Bunyi Sunyi banner
Bunyi Sunyi

Bunyi Sunyi

@SastrawanEdan

Cinta adalah napas semesta.

Jambi, Indonesia Katılım Mart 2016
279 Takip Edilen2.9K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Bunyi Sunyi
Bunyi Sunyi@SastrawanEdan·
aku bertanya pada kondektur: "di mana ujung rel ini?" ia tersenyum getir: "sunyi— dan kau sendiri yang menafsirkan." aku duduk di gerbong, peron menjauh, mentari pagi larut dalam gelas kopi. dan aku tahu, setiap perjalanan adalah doa yang mencari alamatnya sendiri.
Indonesia
0
3
14
2.1K
Bunyi Sunyi retweetledi
Selarik Syair
Selarik Syair@SelarikSyair·
tawa itu dulu ringan, seperti daun yang jatuh tanpa luka. kini, bahkan angin terdengar terlalu berat. #TemaSS ~ @SastrawanEdan
Indonesia
0
3
15
445
Bunyi Sunyi retweetledi
Selarik Syair
Selarik Syair@SelarikSyair·
jika suatu hari kau kembali sebagai sajak aku tak lagi membacamu hanya diam— dan waktu menyelesaikanmu. #TemaSS ~ @SastrawanEdan
Indonesia
0
1
9
322
Bunyi Sunyi
Bunyi Sunyi@SastrawanEdan·
@SelarikSyair jika suatu hari kau kembali sebagai sajak aku tak lagi membacamu hanya diam— dan waktu menyelesaikanmu. #TemaSS
Indonesia
0
0
5
69
Bunyi Sunyi
Bunyi Sunyi@SastrawanEdan·
@SelarikSyair tawa itu dulu ringan, seperti daun yang jatuh tanpa luka. kini, bahkan angin terdengar terlalu berat. #TemaSS
Indonesia
0
0
6
76
Bunyi Sunyi retweetledi
~Pelangi Puisi~
~Pelangi Puisi~@PelangiPuisi·
Beri aku kertas dan pena, 'Kan kutuliskan kau sajak-sajak cinta Suguhkan aku secangkir kopi, 'Kan kuberikan kau selarik puisi Segera saja bagai kendi, Tuangkanlah cinta suci, 'Kan kuungkap rahasia cinta sejati; Syarat makna dalam syair-syair sufi. ~@SastrawanEdan
Indonesia
0
3
11
795
Bunyi Sunyi
Bunyi Sunyi@SastrawanEdan·
pada akhirnya, hanya tinggal ketuk jam dinding dan tabuh yang kita tafsirkan sisanya— diam seluas waktu yang lupa memeluk hidup. #puisipendek @PelangiPuisi
Indonesia
0
2
7
271
Bunyi Sunyi retweetledi
~Pelangi Puisi~
~Pelangi Puisi~@PelangiPuisi·
setelah ketakjuban, aku menunggangi kemungkinan: kuda-kuda ragu berderap di dada, peta terlipat dalam doa— perang tanpa pedang aku mencari wajahmu di antara yang tak ada dan justru di sana kau paling nyata. #SeninPelangi -@SastrawanEdan
Indonesia
0
1
11
1.1K
Bunyi Sunyi retweetledi
Pemetik Aksara
Pemetik Aksara@PemetikAksara·
Epilog yang Tertinggal setelah semua gugur, yang tersisa bukan kita melainkan ruang— yang terlalu penuh oleh kenangan untuk disebut kosong. #puisiambyar ••• @SastrawanEdan
Indonesia
0
1
10
327
Bunyi Sunyi retweetledi
Pemetik Aksara
Pemetik Aksara@PemetikAksara·
Hujan dan Anatomi Sepi sepi punya tulang, ia tegak di tengah keramaian, hujan melapisinya dengan daging— menjadi sakit yang hidup dan tak bisa mati. #puisiambyar ••• @SastrawanEdan
Indonesia
0
3
12
321
Bunyi Sunyi
Bunyi Sunyi@SastrawanEdan·
Pelana Angin setelah ketakjuban, aku menunggangi kemungkinan: kuda-kuda ragu berderap di dada, peta terlipat dalam doa— perang tanpa pedang aku mencari wajahmu di antara yang tak ada dan justru di sana kau paling nyata. #SeninPelangi @PelangiPuisi
Indonesia
0
1
6
330
Bunyi Sunyi
Bunyi Sunyi@SastrawanEdan·
Epilog yang Tertinggal setelah semua gugur, yang tersisa bukan kita melainkan ruang— yang terlalu penuh oleh kenangan untuk disebut kosong. @PemetikAksara #puisiambyar
Indonesia
0
0
7
222
Bunyi Sunyi
Bunyi Sunyi@SastrawanEdan·
Hujan dan Anatomi Sepi sepi punya tulang, ia tegak di tengah keramaian, hujan melapisinya dengan daging— menjadi sakit yang hidup dan tak bisa mati. @PemetikAksara #puisiambyar
Indonesia
0
1
7
243
Bunyi Sunyi retweetledi
Pemetik Aksara
Pemetik Aksara@PemetikAksara·
lampu sudah kupadamkan. hujan masih di atap. kau sendar di sisiku— aku tak berani menggerakkan malam. #PuisiAmbyar ••• @SastrawanEdan
Indonesia
0
2
11
319
Bunyi Sunyi retweetledi
Pemetik Aksara
Pemetik Aksara@PemetikAksara·
🌐 @SastrawanEdan hitam kelam remang temaram, dan apabila pejam telah mendekam di atas tilam o, betapa cerlang, bincang-bincang rindu pada nyalang bulan di atas sajadah panjang di mana semalam suntuk: salik menilik dan mengetuk pintu suluk, jauh di luar kantuk. #mainkata
Indonesia
0
1
9
304
Bunyi Sunyi
Bunyi Sunyi@SastrawanEdan·
Ungu bunga telang di pagar tua, pagi datang tanpa maksud— angin menyentuh yang tak terlihat. Sementara kita, berdiri lama di halaman hidup lalu mengerti: sunyi lebih jujur dari ingatan. #PuisiAmbyar @PemetikAksara
Indonesia
0
1
8
261
Bunyi Sunyi
Bunyi Sunyi@SastrawanEdan·
di bawah bunga kamboja waktu duduk sebentar lalu pergi angin mengusap pelan daun-daun gugur seperti tangan menyeka ingatan tanah memeluk diam langkah-langkah yang pernah tersesat dan aku belajar sunyi dari harum yang tak kembali #PuisiAmbyar @PemetikAksara
Indonesia
0
2
13
341