Sabitlenmiş Tweet
Bunyi Sunyi
8.6K posts

Bunyi Sunyi
@SastrawanEdan
Cinta adalah napas semesta.
Jambi, Indonesia Katılım Mart 2016
279 Takip Edilen2.9K Takipçiler
Bunyi Sunyi retweetledi

tawa itu dulu ringan,
seperti daun yang jatuh tanpa luka.
kini, bahkan angin
terdengar terlalu berat.
#TemaSS
~ @SastrawanEdan
Indonesia
Bunyi Sunyi retweetledi

jika suatu hari
kau kembali sebagai sajak
aku tak lagi membacamu
hanya diam—
dan waktu
menyelesaikanmu.
#TemaSS
~ @SastrawanEdan
Indonesia

@SelarikSyair
jika suatu hari
kau kembali sebagai sajak
aku tak lagi membacamu
hanya diam—
dan waktu
menyelesaikanmu.
#TemaSS
Indonesia

@SelarikSyair
tawa itu dulu ringan,
seperti daun yang jatuh tanpa luka.
kini, bahkan angin
terdengar terlalu berat.
#TemaSS
Indonesia
Bunyi Sunyi retweetledi

Beri aku kertas dan pena,
'Kan kutuliskan kau sajak-sajak cinta
Suguhkan aku secangkir kopi,
'Kan kuberikan kau selarik puisi
Segera saja bagai kendi,
Tuangkanlah cinta suci,
'Kan kuungkap rahasia cinta sejati;
Syarat makna dalam syair-syair sufi.
~@SastrawanEdan
Indonesia
Bunyi Sunyi retweetledi

pada akhirnya,
hanya tinggal ketuk
jam dinding
dan tabuh yang kita tafsirkan
sisanya—
diam
seluas waktu
yang lupa memeluk hidup.
#puisipendek
@PelangiPuisi
Indonesia
Bunyi Sunyi retweetledi
Bunyi Sunyi retweetledi

setelah ketakjuban,
aku menunggangi kemungkinan:
kuda-kuda ragu berderap di dada,
peta terlipat dalam doa—
perang tanpa pedang
aku mencari wajahmu
di antara yang tak ada
dan justru di sana
kau paling nyata.
#SeninPelangi
-@SastrawanEdan
Indonesia
Bunyi Sunyi retweetledi

Epilog yang Tertinggal
setelah semua gugur,
yang tersisa bukan kita
melainkan ruang—
yang terlalu penuh oleh kenangan
untuk disebut kosong.
#puisiambyar
••• @SastrawanEdan
Indonesia
Bunyi Sunyi retweetledi

Hujan dan Anatomi Sepi
sepi punya tulang,
ia tegak di tengah keramaian,
hujan melapisinya dengan daging—
menjadi sakit yang hidup
dan tak bisa mati.
#puisiambyar
••• @SastrawanEdan
Indonesia

Pelana Angin
setelah ketakjuban,
aku menunggangi kemungkinan:
kuda-kuda ragu berderap di dada,
peta terlipat dalam doa—
perang tanpa pedang
aku mencari wajahmu
di antara yang tak ada
dan justru di sana
kau paling nyata.
#SeninPelangi
@PelangiPuisi
Indonesia

Epilog yang Tertinggal
setelah semua gugur,
yang tersisa bukan kita
melainkan ruang—
yang terlalu penuh oleh kenangan
untuk disebut kosong.
@PemetikAksara
#puisiambyar
Indonesia

Hujan dan Anatomi Sepi
sepi punya tulang,
ia tegak di tengah keramaian,
hujan melapisinya dengan daging—
menjadi sakit yang hidup
dan tak bisa mati.
@PemetikAksara
#puisiambyar
Indonesia
Bunyi Sunyi retweetledi

lampu sudah kupadamkan.
hujan masih di atap.
kau sendar
di sisiku—
aku tak berani
menggerakkan malam.
#PuisiAmbyar
••• @SastrawanEdan
Indonesia
Bunyi Sunyi retweetledi

🌐 @SastrawanEdan
hitam kelam remang temaram, dan apabila pejam telah mendekam di atas tilam
o, betapa cerlang, bincang-bincang rindu pada nyalang bulan di atas sajadah panjang
di mana semalam suntuk: salik menilik dan mengetuk pintu suluk, jauh di luar kantuk.
#mainkata
Indonesia
Bunyi Sunyi retweetledi


Ungu bunga telang
di pagar tua,
pagi datang
tanpa maksud—
angin menyentuh
yang tak terlihat.
Sementara kita,
berdiri lama
di halaman hidup
lalu mengerti:
sunyi
lebih jujur
dari ingatan.
#PuisiAmbyar
@PemetikAksara
Indonesia

di bawah bunga kamboja
waktu duduk sebentar
lalu pergi
angin mengusap pelan
daun-daun gugur
seperti tangan menyeka ingatan
tanah memeluk diam
langkah-langkah
yang pernah tersesat
dan aku belajar sunyi
dari harum
yang tak kembali
#PuisiAmbyar
@PemetikAksara
Indonesia


