alice in padalarand

31.9K posts

alice in padalarand banner
alice in padalarand

alice in padalarand

@SepatuPiraun

tukang pager

Bandung, Indonesia Katılım Eylül 2009
609 Takip Edilen559 Takipçiler
alice in padalarand retweetledi
🍂
🍂@whiterosestea·
Sometimes, the hardest part isn't the struggle itself. It's watching other people move ahead while you feel stuck in the same place. And when this happens, your self-worth can quietly become tied to milestones #WeAreAllTryingHere #KooKyoHwan
English
1
1.8K
4.7K
76.9K
alice in padalarand retweetledi
🍂
🍂@whiterosestea·
OMG...I never expected them to hug like this. This hug felt even more intimate than a kiss scene. The way they held each other, the emotions, the atmospher it genuinely felt like they were comforting each other #KooKyoHwan #GoYounJung #WeAreAllTryingHere #WeAreAllTryingHereEp9
English
1
52
449
12.3K
alice in padalarand
alice in padalarand@SepatuPiraun·
Aaaaakkkk suka bgt sm perkembangan dong man di eps 9 iniiii👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Indonesia
0
0
0
17
alice in padalarand retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
Ini adalah komen yang sangat cerdas soal MBG. Kalo cerdas pasti paham Mbg buka lapangan kerja? Nope Hanya menciptakan kontrak kerja, Yg saat mbg dihentikan, di detik itu jg ngk ada pekerjaan Mikiirrr
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
107
8.8K
20.7K
248.4K
alice in padalarand retweetledi
miw.
miw.@lilaccountz·
dr @tirta_cipeng : “usaha dulu atau tawakkal dulu?” aldi taher : “tawakkal dulu, baru dagang” dr tirta : “rugi tetep bersyukur, untung tetep…?” aldi : “rugi itu di neraka bang. jadi kalo org usaha/dagang, tiba tiba dia rugi, itu bukan rugi. tapi emg rezekinya segitu. syukuri” dr tirta : 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻 padahal udah sering denger ceramah ustadz soal rezeki tapi entah kenapa, kata kata aldi taher yg kali ini ngena bgt ke hati gue dan berhasil bener bener ngubah perspektif gue soal rezeki wkwkwk 😹
Indonesia
119
7.7K
36.9K
733.1K
alice in padalarand retweetledi
Irilrahmanr
Irilrahmanr@catonlythoughts·
Buat orang yang paham data, pertumbuhan stabil 5 persen dari tahun ke tahun untuk ekonomi indonesia itu sangat mengerikan loh, kenapa? Karena rupiah anjlok dia masi tumbuh. Harga naik dia masi tumbuh. Kelas menengah turun dia masi tumbuh. Now gue ga bilang datanya salah, karena kalkukasi tuh bener, yang jadi pertanyaannya: Kalau tumbuh terus siapa yang nikmatin? Liat wealth gap makin naik tiap taun dah keliatan kok jawabannya :)
Indonesia
111
2.3K
7.2K
241.9K
alice in padalarand
alice in padalarand@SepatuPiraun·
@kdrama_menfess • best ever drama: the trauma code • last drama: yumi's cells 3 • fav underated drama: when the camellia bloom • fav actor: son sukku, jin young • fav actress: kim taeri, go younjung, kim go eun • fav genre: thriller, romcom • fav ost: jinyoung-shining on your night
English
0
1
1
662
K-Drama Menfess
K-Drama Menfess@kdrama_menfess·
Main about •kdm• yuk! • best ever drama: • last drama: • fav underated drama: • fav actor: • fav actress: • fav genre: • fav ost:
English
163
6
142
42.8K
alice in padalarand
alice in padalarand@SepatuPiraun·
Baru mulai the art of sarah td pagi, skrg udh tamat wowkkw.
Indonesia
0
0
0
56
alice in padalarand retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
361
5.3K
9.1K
491K
alice in padalarand retweetledi
Vikir Van Baskerville
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl·
Ada kutipan menarik dari film the Dark knight yang paling berkesan... "You either die a hero, or live long enough to see yourself become the villain" Puluhan tahun belajar ilmu serangga untuk proteksi tanaman, hanya untuk akhirnya jadi hama.
Indonesia
22
362
1.4K
31.4K
alice in padalarand retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Transformasi yang mencengangkan dari seorang Makmur Slekethep. Dulu gemoy lucu, sekarang manly abieszz jadi modelnya Heymale. “Siap mati untuk keluarga itu basi. Siap hidup, sehat dan produktif bersama keluarga, itu baru laki Ery Makmur, 42 Tahun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
397
2.3K
19.8K
1.3M
alice in padalarand
alice in padalarand@SepatuPiraun·
@tanyarlfes Adaaa, bukan aku tp suamiku🤣🤣 Sama bgt kek soonrook, kalo diajak ngobrol cuma "iya..", ga merasa perlu bertanya balik jd suka bikin bete orang yg ngajak ngobrolnya 😂😂
Indonesia
0
0
0
104
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 Kalian ada yg nonton Yumi's Cells 3? Mau tanya dong ada yg introvert parah kyk soon rook ga? Aku yg extrovert ga relate sm org2 introvert yg tenaganya abis cz ketemu n interaksi ke banyak org2. Ceritain pengalaman kalian dong hehe
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
163
16
572
51.9K
alice in padalarand retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah. Dan ini bukan opini. Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur. Jawabannya satu kalimat mereka masuk ke pernikahan tanpa tahu siapa diri mereka sendiri. Dan begitu mereka masuk semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi, pengembangan diri pelan-pelan hilang. Bukan karena dirampas. Tapi karena struktur pernikahan yang mereka masuki memang tidak dirancang untuk menampung itu semua. Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani. Perempuan menikah. Anak lahir. Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri. Pengembangan diri berhenti. Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang? Saya sudah S1, saya pernah kerja, saya punya mimpi. Sekarang saya cuma masak ngurus anak, dan menunggu suami pulang. Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya. Mereka kirim ke universitas terbaik. Dorong untuk berkarir. Ajarkan untuk mandiri secara finansial. Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya. Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal. Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi. Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas. Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat. Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan. Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri. Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari. perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan. Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka. Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
285
8.5K
24.4K
1.1M
K-Drama Menfess
K-Drama Menfess@kdrama_menfess·
•kdm• 🔥 yumis cells 3 🔥 ciri khas shin soonrok "neholic" 🙏
K-Drama Menfess tweet mediaK-Drama Menfess tweet mediaK-Drama Menfess tweet media
Indonesia
11
79
848
20.1K
lit
lit@calonjemaahhaji·
@kdrama_menfess Gw yg gatau scene2 sweet nya babi ke yumi pas di s2 itu ternyata scene2 nya soonrok be like 😞😵
Indonesia
1
1
3
799
alice in padalarand retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lu pada tau gak? Ketua BGN baru aja klarifikasi soal anggaran makan gratis, tapi jujur ya, denger penjelasannya malah bikin gue makin pengen nanya: Ini Mau Ngasih Makan Anak Sekolah Atau Mau Buka Toko Elektronik? Gue beneran gagal paham sama logikanya. Dia bilang datanya meluruskan tapi buat gue ini mah malah makin bengkok. Nih, kita pretelin satu-satu biar lu tau yang dia bilang: 1. Laptop 5.000 Unit: Klarifikasi Dia: Bukan 32.000 unit kok, cuma 5.000 unit doang di tahun 2025. Logika: Woy, Pak! 5.000 unit itu kalau satu laptop harganya 10 juta (standar kantor), totalnya 50 miliar Itu baru urusan administrasi doang. Pertanyaannya: Ini Badan Gizi atau Call Center? Emang anak-anak di pelosok kalau laper mau disuapin motherboard? 2. Alat Masak 245 Miliar: Klarifikasi Dia: Pagu alat dapur cuma Rp 252 Miliar, realisasinya Rp 245 Miliar buat 315 titik. Logikanya: Berarti satu dapur jatahnya sekitar 780 juta Lu bayangin, modal 780 juta cuma buat beli alat masak di satu lokasi? Itu mah udah bisa buka resto fine dining di Jakarta Pusat Rakyat itu pengen liat dapurnya ngebul pake bahan makanan lokal, bukan liat perabotan dapur seharga mobil mewah yang ujung-ujungnya mungkin cuma dipake buat masak mie instan kalau anggarannya bocor. 3. Bayar EO 113 Miliar Klarifikasi Dia: BGN ngaku butuh EO karena internal belum siap. Logikanya : Ini paling ngeri. Lu bikin badan baru dapet duit triliunan tapi lu bilang Gue gak siap kerja, makanya gue sewa orang lain? Terus gaji lu buat apa? Rp 113 Miliar cuma buat bayar EO itu pemborosan Itu duit bisa buat gaji ribuan Ibu-ibu PKK di desa buat masakin anak-anak mereka sendiri. Kenapa duitnya malah lari ke pengusaha EO di Jakarta? Bau-bau bagi-bagi jatah proyeknya kenceng banget di sini 4. Drama Kaos Kaki Klarifikasi Dia: Itu pengadaan Universitas Pertahanan, bukan BGN. Logikanya: Saling lempar tanggung jawab?? klasik Mau Unhan, mau BGN, itu semua pake DUIT APBN, duit pajak gue dan lu semua Publik nanya kenapa program makan gratis ada bau-bau belanja kaos kaki lewat kampus militer? Jawabannya malah teknis "swakelola". intinya mah sama aja: Duit rakyat diputer-puter di antara mereka sendiri sampe kita pusing ngelacaknya Jangan mau dibego-begoin pake istilah Paguatau Realisasi" Intinya simpel: Anggaran makan gratis ini rawan banget lumer di jalan buat beli barang-barang yang gak ada hubungannya sama perut anak sekolah. Mereka lebih sibuk belanja laptop dan bayar EO daripada mastiin peternak ayam dan petani lokal dapet orderan. Klarifikasi ini cuma strategi "pemadam kebakaran" biar rakyat bisa tenang sementara, padahal lubang boroknya makin kelihatan. Gimana menurut lu, Guys? Masih percaya sama klarifikasi gajelas kayak gini, atau lu ngerasa ada yang lagi pesta pora pake duit makan siang anak-anak?
Lambe Saham tweet media
Indonesia
553
3.2K
5.5K
230.5K
alice in padalarand
alice in padalarand@SepatuPiraun·
Harus kah aku rewatch yummy cell 1 dan 2 duluuuuu??? Sambil nabung eps kali ya
Indonesia
0
0
0
30