Septiawan Ananda
510 posts


@submh @Jakartalk Nanya oot dong bang. Bikin gini pake apa ya?
Indonesia

Septiawan Ananda retweetledi

Memang rakyat Indonesia ini dibikin bodoh, miskin, sakit, dan nganggur.
Dibikin Bodoh:
a) Sekolah mahal, timpang antara sekolah bagus dan negeri,
b) Gurunya digaji seadanya, nuntut gaji malah disuruh nyari tambahan,
c) Gurunya juga dikasih beban administrasi segaban biar gak sempet ngajar,
d) Biaya UKT kuliah mahal, gak terjangkau sampai disaranin pinjol,
e) Dosennya digaji kecil sampai perlu mroyek ke mana-mana, kuliah ditinggal dan sering kelas pengganti
f) Beasiswanya ngasih ke luar negeri dibanding ke universitas dalam negeri,
g) Mahasiswanya disuruh magang dibanding kuliah 20 SKS yang bener di kelas.
Dibikin Miskin:
h) Beras, telur, minyak goreng semua mahal,
i) Dikasih bansos dibanding tangga sosial keluar dari jurang kemiskinan,
j) Gak bisa akses pendidikan biar dapet ilmu dan kesempatan, karena mahal,
k) Generasi berikutnya tetep gitu, nunggu bansos dari pemerintah,
Dibikin Sakit:
l) Dokter dan tenaga kesehatan digaji seadanya,
m) Kerjaannya juga overload gak ngotak,
n) BPJS banyak yang bermasalah sampai banyak yang gak bisa dirawat,
o) PPDS isinya bullying dengan syarat ujian masuk yang gak masuk akal,
Dibikin Nganggur:
p) Kalau udah di atas 25 tahun susah dapet kerja,
q) Buat nyari kerja butuh pengalaman, buat nyari pengalaman butuh kerja,
r) Buat nyari magang butuh magang di tempat lain sebelumnya,
Kenapa begitu? Ya karena suara masyarakat bodoh, miskin, sakit, dan nganggur bisa dibeli cukup dengan dikasih:
- Makan siang gratis di tahun pemilu selanjutnya.
Indonesia

@WatchmenID JESEDEF nnton dimana ya kak? Netflix ada kah?
Indonesia

Woww mantaapp
SiPalingBioskop@txtanakbioskop
Hari ini, 6 Januari 2024, anime dari manhwa legendaris SOLO LEVELING Akan mulai tayang di Jepang pukul 6 sore. Di luar Jepang akan eksklusif ditayangkan di Crunchyroll mulai setengah 1 siang (harusnya sih besok ya). Ada yang udah baca manhwa nya sampai selesai? Wdyt?
East Borneo, Indonesia 🇮🇩 Nederlands
Septiawan Ananda retweetledi

ARAHAN
Hari ini, kita tidak sedang mencatat sejarah. Hari ini, sejarah-lah mencatat kita. Bahwa untuk pertama kalinya kita bersatu melawan (bukan hanya mengutuk) dengan apa yg kita bisa. Dengan apa yg kita punya.
Hari ini, kita lupakan segala perbedaan. Agama, keyakinan, suku, ras, golongan, pilihan politik, atau apa pun yg sedari dulu malah mencerai beraikan dan menjadi kelemahan. Hari ini kita bersatu! Melawan!
Hari ini, kita tidak sedang ingin dilihat oleh dunia! Kita sedang ingin dilihat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Bahwa kita tidak hanya selemah-lemahnya iman yg hanya berdiam dan berdoa saja. Bahwa kita pun berjuang menghentikan segala kezhaliman yg dilakukan mereka.
Hari ini, kita bersatu, berjuang dan berjaya bukan saja untuk kemerdekaan Palestina! Melainkan juga untuk kejayaan hidup kita nanti di sebuah negeri yg kekal abadi selama-lamanya.
#SeranganUmum #JulidFiSabilillah
Indonesia
Septiawan Ananda retweetledi

Tak jarang kita menafsirkan kemenangan itu adalah dengan kalahnya lawan. Tidak salah memang, salah satu indikator kemenangan 'versi' kacamata manusia memang demikian adanya. Namun, kemenangan dalam Islam tidak sesempit itu.
Mari kita sejenak 'lompat' ke masa perjanjian Hudaibiyah. Saat di mana secara kacamata manusia, Sayyiduna Rasulullah Muhammad saw dan para sahabat di Madinah 'kalah'. Mulai dari tidak diakui ke-Tauhid-an Allah dan ke-Rasul-an Muhammad saw dalam naskah perjanjian hingga poin-poin kesepakatan dalam perjanjian yg sampai-sampai kebanyakan sahabat 'tidak menerima'-nya.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra sampai bertanya: "Ya Rasulullah, apakah benar kita akan menuliskan ini?" (HR. Muslim 3/1411/No. 1784)
Sayyidina Umar bin Khathab ra pun bertanya: "Bukankah engkau benar seorang Nabi dan utusan Allah? Bukankah kita di atas kebenaran sementara mereka di atas kebatilan? Kenapa kita (seakan-akan) memberikan kerendahan pada agama kita? Bukankah engkau mengatakan bahwa kita akan mendatangi (menaklukkan) Ka'bah dan melaksanakan thawaf di sana?" (HR. Bukhari 11/167-178/No. 2731-2732)
Pertanyaan-pertanyaan para sahabat mulia itu kemudian dijawab oleh Allah dan Rasul-Nya dengan sebuah fenomena di mana justru dakwah Islam dapat menembus relung hati jauh lebih banyak orang hingga para penguasa dan pembesar bangsa Quraisy pun banyak yg menerima hidayah-Nya, termasuk Abu Sufyan. Bahkan, Allah swt menurunkan ayat-ayat kemenangan, Al Quran surat Al Fath, pada masa 'terlihat kalah' pada perjanjian Hudaibiyah ini.
Ya, sampai hari ini lebih dari 11.000 orang saudara Muslim kita di Gaza, Palestina memang telah tiada dibantai habis oleh Zionis Israel. Belum lagi puluhan ribu lainnya yg terluka. Belum lagi ratusan ribu hingga jutaan jiwa yg kini terkatung-katung tak punya tempat tinggal dan sebatangkara. Belum lagi ketersediaan senjata para pejuang Palestina baik itu Hamas, Saraya Al Quds, dan faksi pejuang lainnya sangat jauh di bawah ketersediaan senjata Zionis Israel (baik secara jumlah atau pun kecanggihan) yg selalu disupport oleh sekutu-sekutunya. Secara kacamata kita sebagai manusia, rasa-rasanya jauh dari kata 'menang'.
Namun, ketahuilah bahwa justru saat inilah ada banyak hal yg tidak kita duga dengan banyaknya merekai yg 'kembali' ke dalam dekapan hidayah-Nya. Saat ini kita banyak menyaksikan betapa masifnya bantuan dikerahkan oleh mereka yg justru mungkin kita nilai jauh dari ssi-sisi kemanusiaan. Saat ini kita banyak menyaksikan bagaimana peristiwa keteguhan saudara kita yg dizhalimi menjadi inspirasi banyak orang untuk meninggalkan kemaksiatan.
Sebagai contoh misalnya foto dalam tautan ini, bahwa seorang Megan Rice diberikan hidayah-Nya ketika melihat betapa teguhnya keimanan saudara-saudara Muslim di Gaza, Palestina ketika menghadapi cobaan yg luar biasa. Mereka tetap teguh, tetap menerima, tetap yakin dan tetap menjaga ibadahnya, bahkan tetap berbagi saling meringankan beban sesama apa pun kondisinya.
Inilah kemenangan. Dan demi Allah, kita akan terus menyaksikan kemenangan demi kemenenangan terus berdatangan sebagaimana janji Allah dan sabda Rasul-Nya.
Perkara musnahnya Zionis Israel dan sekutu-sekutunya perkara mudah dan kecil saja. Semudah dan 'sekecil' peristiwa Fathu Makkah atau runtuhnya Konstantinopel atau kembalinya Baitul Maqdis ke tangan kita. Saat Allah berkata: "Jadilah. Maka (apa yg dikatakan-Nya) pasti terjadi, Kun Fayakun".
Kita tinggal memantapkan diri di posisi mana kita berada dan bersungguh-sungguh berkontribusi terhadap perjuangan di hadapan kita. Selebihnya, bertawakkal saja kepada-Nya.
"Inna fatahna laka fathan mubina. Sesungguhnya Kami telah memberikan kemenangan kepadamu dengan kemenangan yg nyata." (QS. Al Fath, 48:1)

Indonesia

Septiawan Ananda retweetledi

Kejahatan kemanusiaan luar biasa. Lebih dari 500 jiwa gugur dalam bombardir 1sr43l terhadap Rumah Sakit Baptis Nasional Al Ahli di Gaza Tengah yang jadi tempat berlindung dan perawatan ribuan orang.
Anadolu English@anadoluagency
Over 500 people killed in an Israeli airstrike on Baptist Hospital in Gaza, Health Ministry spokesman Ashraf al-Qudra tells Anadolu v.aa.com.tr/3023435
İstanbul, Türkiye 🇹🇷 Indonesia
Septiawan Ananda retweetledi
Septiawan Ananda retweetledi

Buka jasa buat bikin CV ATS friendly ya kak sama review LinkedIn✨✨ pengalaman kerja di HR (1+tahun)
testimobisa bisa cek disini ya twitter.com/CreativeDhana/…

Dhana Creative | Jasa Buat Bikin CV ATS Friendly@CreativeDhana
✨Testimoni✨ Jadi, pembuaran CV ATS nya udh termasuk konsul dan saran (posisi yang kemungkinan cocok buat didaftarin, penggantian url linkedin menjadi lebih simpel, Q&A session juga)
Indonesia
Septiawan Ananda retweetledi
Septiawan Ananda retweetledi

@urfav_kypt @samarindabase Dm aja
East Borneo, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

@SeptiawanAnanda @samarindabase nder ini maksudnya admin sosmed kah?
Indonesia

@itsgfechaniedo @samarindabase Dm aja ya
East Borneo, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

@SeptiawanAnanda @samarindabase Ka ada kontak nya ga??
Indonesia

@samarindabase dr hesty di dpn rsi. Atau dr nurul deket smk 7.
East Borneo, Indonesia 🇮🇩 Indonesia








