Pepatah bilang "Sudah jatuh tertimpa oknum pula"
Di balik penanganan cemaran radioaktif di Cikande, muncul dugaan pemerasan yang melibatkan oknum dari aparat.
Sebuah sumber anonim mengungkapkan kepada panduga.id bahwa salah satu pabrik dimintai uang sebesar Rp 188 juta agar plang police line paparan radioaktif dicabut.
Sumber tersebut, yang merupakan pekerja di pabrik itu, menyebutkan pemerasan dilakukan oleh oknum bernama Joy Ananda Putra Sianipar dari KBRN (Kimia Biologi Radiologi Nuklir) milik Gegana Brimob.
Ia mengklaim tingkat radiasi di pabriknya masih di bawah ambang batas aman, namun oknum tersebut tetap memaksa dekontaminasi dan menjanjikan hasil pemeriksaan “tanpa paparan” jika pembayaran dipenuhi.
Menurutnya, pemerasan ini tidak hanya terjadi pada perusahaannya, melainkan menyasar 22 tempat usaha lain yang dianggap tercemar radioaktif.
“Katakanlah 1 tempat diminta bayar Rp 150 juta. Padahal ada 22 tempat usaha yang dimintai uang. Total ada Rp 3,3 miliar lebih masuk ke sana,” tambahnya.
Dugaan kuat pelepasan plang peringatan paparan radioaktif dilakukan setelah pelunasan transaksi yang diminta oleh oknum tersebut.
Hal ini juga didukung oleh adanya dua versi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang berbeda sebelum dan sesudah pembayaran dilakukan.
Versi kedua BAP menunjukkan hasil yang lebih ringan, bahkan mencantumkan keterangan: “TIDAK ADA TEMUAN, LAJU PAPARAN MASIH DALAM AMBANG BATAS AMAN.”
Meski sudah dinyatakan tidak ada temuan, pihak perusahaan yang diperas oleh oknum Gegana Brimob memilih tetap menutup pabriknya dan pindah ke lokasi lain.
Berikut informasi kronologi pemerasan dari narasumber yang diterima Panduga.id:
“Gegana Brimob dr unit KBRN melakukan screening pada pabrik² di daerah Cikande krn ada pencemaran radioaktif Cessium-137 dr limbah radioaktif yg dibuang di dekat kawasan industri Cikande
jadi Brimob screening dulu, nah pabrik itu mentaati tindakan pemerintah utk dilakukan screening di pabriknya dan menyiapkan sekian juta (tidak sesuai keinginan oknum), sebagai bagian dari partisipasi perusahaan atas kegiatan tersebut.
tapi setelah selesai screening, oknum Brimob itu mintanya 188 juta dan mengatakan “kita tidak jualan pak..” dan menyampaikan kalau tidak dipenuhi maka hasil screening akan dibikin pabrik itu kontaminasinya tinggi sehingga bisa ditutup oleh pemerintah…dan oknum Brimob itu mintanya tunai tanpa tanda terima,” tulisnya.
@adriansyahyasin Terimakasih atas informasinya, untuk Plat Nomer Polisi Dinas tersebut tidak terdaftar di database Sistem Kepolisian, Namun saat ini sedang kami telusuri kepemilikan Mobil Tersebut.
Yallahhhhh pagi2 udah dpet perlakuan menjijikan mau lapor ortu takut bgt mau ngmong aj gabisa udah dlecehkan bbrpa kali sma oknum polisi bjingn itu stress bgt ak 😭😭😭😭😭😭😭
@lonewolfff@fajarnugros agar pihak Internal @Siberpaminal Divpropam Polri akan menindaklanjuti atas dari informasi yang disampaikan. Terimaksih. jika adanya oknum Polisi yang merugikan Masyarakat bisa melapor melalui aplikasi Propam Persisi play.google.com/store/apps/det…
@fajarnugros adek sepupu gw meninggal ditabrak, kasus dan asuransi jasamarga ditangani 1 polisi. seminggu asuransi turun, dia minta 10% dari asuransi :)
maksud gw ya, om gw pasti bakal ngasih dg sendirinya, om orang baik yg suka sedekah. jd jangan nodong apalagi ke orang yg lagi berduka lah
Coba pikir.
Kenapa korban dari berbagai macam kasus kadang malah lapor ke sosmed ketimbang ke perangkat-perangkat hukum?
Mestinya Pemerintah mulai sensitif soal ini. Apakah perangkat hukum kita tidak bisa jadi tumpuan kah? Atau apa? Dan mulai segera antisipasi/ berbenah.
@lonewolfff@fajarnugros selamat siang @lonewolfff berdasarkan informasi ibu tersebut diatas agar tidak bias informasi yang disampaikan dan agar tidak ada lagi kejadian yang dilakukan oleh oknum polisi. agar @lonewolfff dapat menyampaikan detail kejadian dan nama serta pangkat oknum Polisi tersebut
@Laaasaja atas informasi yang disampaikan diatas jika benar adanya dan tidak bias kami harap bisa diperjelas kronologis dan nama oknum tersebut bisa melalui kirim pesan ke akun @Siberpaminal ini atau melalui aplikasi play.google.com/store/apps/det… Propam Presisi. terimakasih
@Laaasaja Selamat pagi ibu/bapak semoga diberikan kesehatan selalu, menanggapi cuitan di atas jika ada perlakuan yang tidak menyenangkan yang dikakukan oleh Oknum Anggota Polisi, harap dicantumkan jelas nama, pangkat serta kronologis kejadian untuk di tindaklanjuti oleh internal Kepolisian