Adwayabrahma

27.3K posts

Adwayabrahma banner
Adwayabrahma

Adwayabrahma

@SirJohnFastolf

Run off the mill

Katılım Temmuz 2010
617 Takip Edilen119 Takipçiler
Adwayabrahma retweetledi
drg. Hanum Salsabiela
drg. Hanum Salsabiela@hanumrais·
Usia hampir sama. Tapi emang mentalnya beda sih ya. Yang satu dipenjara ayok aja. Yang lain dipenjara ngacir ke Yordania. Bait Indonesia Raya dibikin WR Supratman : Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya. Yang menerapkan malah negara tetangga. Di sini yang punya lagu? : Bangunlah SPPG, Bangunlah MBG.
Iran Embassy in Indonesia@IraninIndonesia

Malaysia: Kami secara tegas mendukung Iran. Perdana Menteri Malaysia: Negara kami dalam perang antara Amerika Serikat dan rezim Israel di kawasan, mendukung Iran.

Indonesia
15
138
381
7.2K
Adwayabrahma retweetledi
PandaMerah
PandaMerah@PandaMerahku·
@zhil_arf Pak harto membenahi sektor yg harusnya itu tugas dijaman bung Karno, malah pak harto yang menyelesaikan itu semua, akhirnya Indonesia mundur dari target, lebih setuju cara pandang bung hatta, revolusi selesai, fokus ekonomi, pemerataan dan desentralisasi, tapi bung Karno ngeyel.
Indonesia
1
8
39
2.1K
Adwayabrahma retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
1. Repelita I sangat bagus, dibutuhkan, dan menyelamatkan Indonesia dari kelaparan massal dan bubar ala negara Afrika. 2. Kebijakan mengakhiri Konfrontasi dan membentuk ASEAN sangat bagus. 3. Kebijakan modernisasi birokrasi sangat bagus. Soekarno bodoh di tiga-tiganya. "Bodoh" adalah ketika kamu tidak mau belajar. Soekarno masuk ke dalam kategori "bodoh" ini. Kebodohan dan ketidakpedulian ekstrem Soekarno di ketiga bidang ini hampir menyebabkan kelaparan besar mematikan yang boleh jadi akan melebihi jumlah kematian genosida PKI. Bayangkan jutaan manusia di Indonesia tewas bukan karena perang sipil atau genosida, tapi karena pure kelaparan massal seperti di Uni Soviet, Ethiopia di bawah rezim komunis Derg, atau Korea Utara tahun 1990an. Karena kegagalan total Ekonomi Terpimpin. Jutaan mati. Bukan mati dibunuh, melainkan mati konyol. Saat itu Indonesia sangat rapuh, birokrasinya tidak ada, tentaranya tidak digaji. Apabila kelaparan massal semacam itu sampai terjadi, Indonesia dipastikan akan roboh dan bubar seperti Congo. Kemudian perang sipil dan genosidanya tetap terjadi. Tubuh termutilasi mayat Indonesia akan jadi mainan Amerika dan Sovyet. Pulau Jawa luluh lantak dibom napalm dan gas kimia. Jutaan mati. "Di zaman Soekarno, Indonesia berwibawa." Ini miskonsepsi. Di zaman Soekarno, Indonesia sombong dan arogan. Kita sok tahu dan sok berlari, padahal belum bisa merangkak. Kesombongan yang halu memang memuaskan emosi sesaat. Tetapi akibatnya fatal. Dalam worldline ini, arogansi Soekarnois itu dibiarkan hingga memusnahkan Indonesia. Keruntuhan mengerikan bangsa kita akan dipertontonkan sebagai contoh ras inferior arogan ber-IQ rendah yang melunjak dan mati konyol, padahal seharusnya pasrah diperintah kaki kolonial Belanda. Tapi alhamdulillah, worldline ini tidak terjadi. Soeharto sendiri sebenarnya juga orang militer yang tidak tahu apa-apa soal administrasi, ekonomi, atau luar negeri. Tapi, beda dengan Soekarno, ia mau mendengarkan dan mendelegasikan ke ahlinya. Dalam hal ini ia persis Jokowi. Pada awal rezim Soeharto, isinya orang yang berhasil. HB IX dan Tim Mafia Berkeley pegang ekonomi dan birokrasi, Adam Malik pegang kebijakan luar negeri. Setelah Indonesia akhirnya stabil dan selamat dari kehancuran, setelah ekonomi negara ini ranum dan semok, barulah dipanen. Tanduknya keluar. Semakin lama berkuasa, semakin serakah dan belagu dan gelap mata, sampai akhirnya meletus di Krisis 1997.
Bambang@sibambaang

Unpopular opinions about Soeharto.

Indonesia
10
100
495
34.5K
Adwayabrahma retweetledi
JJ Rizal
JJ Rizal@JJRizal·
raffi adalah wajah politik indonesia yaitu wajah dekadensi, istilah ini menggambarkan kondisi jatuhnya kualitas dari standar, bahkan standar yg paling rendah, kepantasan tidak ada lagi, asal en sembarang saja sehingga di mana-mana terasa ketiadaan kualitas alias serba jeblok
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, lu pada tau gak? Ternyata di balik image santai dan sultan entertainer Raffi Ahmad sekarang lagi main di level yang beda bukan cuma dunia hiburan, tapi juga lingkaran dalam pemerintahan. Dari Entertainer ke Orang Dekat Presiden Raffi sekarang punya jabatan resmi sebagai Utusan Khusus Presiden di era Prabowo Subianto. Tugasnya bukan sekadar simbolis dia bantu percepatan program pemerintah, khususnya di bidang: Generasi muda Pekerja seni Dan ini penting: Posisi ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres No. 137) Artinya: bukan gimmick, ini jabatan formal. Sebenarnya Ngapain Sih Kerjanya? Menurut Raffi sendiri, kerjaannya itu kayak: “Masuk hutan belantara” Kenapa? Karena: Dia gak dikasih blueprint jelas Harus inisiatif bikin program sendiri Harus kolaborasi lintas kementerian Contoh real: Datang ke Nusakambangan Ngeliat langsung pembinaan napi (tambak, pertanian, dll) Terus dikemas ulang jadi narasi yang relate ke anak muda dia jadi “jembatan” antara pemerintah dan generasi muda. Ini yang agak “nendang” Raffi bilang: Banyak anak muda sekarang pengen privilege dulu, proses belakangan Padahal menurut dia: Privilege itu HARUS hasil dari proses Bukan dikasih, tapi dibangun Dia bahkan bandingin sama perjalanan orang-orang sukses kayak: Hotman Paris Hutapea Nunung Yang dulunya: Bayaran kecil Perjuangan panjang Baru akhirnya “meledak” Pertanyaan paling “pedas” juga ditanya langsung: “Lu jadi pejabat karena dekat sama Prabowo?” Jawaban Raffi: Dia udah lama ikut dinamika politik Pernah dukung Joko Widodo juga Sekarang cuma “lanjutan relasi + kontribusi” Tapi jujur aja… Ini yang bikin banyak orang mikir: ini murni kompetensi, atau kombinasi koneksi + momentum? Raffi udah keliling puluhan kota Kolaborasi dengan banyak kementerian Tapi tetap bilang: “Gue masih belajar, masih ketok pintu ke senior dulu” Artinya: Meski punya power, dia sadar belum di level top decision maker Pertanyaannya sekarang: Ini awal tren baru? Atau cuma kasus spesial karena Raffi punya influence gede? Kalau menurut lu gimana? Raffi ini beneran impactful… atau lebih ke simbol aja?

Indonesia
58
1.8K
5.3K
198.5K
Adwayabrahma retweetledi
meliksumanandar
meliksumanandar@meliksuman74092·
@TirtoID * Purbaya bakal lebih BABAK BELUR dibandingkan SMI. • SMI yg sekarang jadi Dosen di Inggris, berkata dalam hati: "Alhamdulillah, saya sudah bebas dari PROSPEK BENCANA FISKAL yg MENGERIKAN".
Indonesia
3
7
149
9.7K
Adwayabrahma retweetledi
Bagas Naufal Insani
Bagas Naufal Insani@BagasN7·
Emang ga bisa mencerminkan sepenuhnya pas mereka sudah menjabat, tapi gimana ya... Ada calon yg kampanyenya berdialek langsung, kalo posting disosmed selalu pake ALT buat kaum disabilitas, bayar illustrator lokal. Satu lagi kampanye nasional dan postingan formal sosmed pake AI, diajak diskusi malah marah-marah ga suka "omon-omon", ada masalah bukannya direspon bener, malah nyerahin buzzer. Tau kok jadi pemimpin itu sulit, tapi kita sebagai pemilih (khususnya nanti 2029), harus peka sama redflag-redflag kecil kayak gini. Yuk sadar...
Eza Hazami - ハザミ。エザ@ezash

Respon sebuah lembaga ketika dikritik karena kebijakan yg bermasalah: -Minta maaf proper agar kedepannya bisa diperbaiki ❌ -Segera meninjau ulang sistem tersebut ❌ -Nyalahin pihak ketiga di klarifikasinya ✅ -Deploy buzzer di reply kritikan tweet ✅ 🙂

Indonesia
0
80
225
11.1K
Adwayabrahma retweetledi
Arsenal News
Arsenal News@ArsenalNews_Hub·
🚨🎙️ | Ian Wright on Arsenal F.C.: 🗣️ “If Southampton can dominate you, and players look exhausted — like they don’t even realise they’re playing a quarter-final — then what standards are we talking about? 🗣️ This is April. Seven games left in the Premier League… and you can’t win a quarter-final at Southampton? 🗣️ These are the moments that show how ready you are to go and win the league — and right now, I’m disappointed.” 😤🔥
Arsenal News tweet media
English
470
2.3K
15.8K
791.3K
Adwayabrahma retweetledi
Hendri F. Isnaeni
Hendri F. Isnaeni@hendrifisnaeni·
Gentong babi (pork barrel) merupakan pengeluaran yang diusahakan oleh politisi atau anggota parlemen untuk konstituennya sebagai imbalan atas dukungan politik dalam bentuk suara pada pemilu. Sebenarnya, politisi menggunakan uang negara bukan semata untuk kepentingan rakyat yang diwakilinya, tetapi untuk kepentingan politiknya agar terpilih kembali dalam pemilu berikutnya. Praktik gentong babi dikecam karena menguntungkan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum, serta rawan penyelewengan dan salah sasaran. Politik gentong babi berawal dari Amerika Serikat kemudian dilakukan oleh para politisi di berbagai negara dengan istilah berbeda tetapi esensinya sama. 🔗historia.id/article/genton… 📷Kartun gentong babi di New York World, 1917. (Wikimedia Commons).
Hendri F. Isnaeni tweet media
saiful mujani@saiful_mujani

bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi semua seperti diungkapkan film dirty vote @BivitriS @zainalamochtar @feriamsari mbg, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial tni, semuanya gentong babi. dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029. pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. harus dihentikan politik gentong babi ini.

Indonesia
21
632
1.2K
33.4K
Adwayabrahma retweetledi
Mohamat Mutajir
Mohamat Mutajir@mutajir_mohamat·
@LambeSahamjja Korupsi paling licin contohnya MBG, si pembuat kebijakan, relawan dan kroninya memiliki dan menguasai ratusan SPPG, dan si pembuat kebijakan kasih insentif 6 juta/hari, gaji pegawai ditanggung negara, dan belum bonus dari pengadaan barang/makanan.
Indonesia
1
2
18
1.3K
Adwayabrahma retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Semua kelompok ideologis baik Islamis, liberal dan kiri di Indonesia itu saling diadudomba Biar sibuk dengan sesamanya dan tidak menjadi ancaman kekuasaan. Oke kalian memang ga akan bisa bersatu atas dasar ideologi. Tapi ga perlulah saling menyerang. Sebaliknya, fokuslah untuk bangun kekuatan dengan berserikat, berkumpul dan berorganisir. Bangun terus pengetahuan. Banyak banyak baca sejarah dan cerdaskan dirimu sendiri sebelum mencerdaskan orang lain.
Kr@karirfess

Dear WNI untuk WNI.. apa pesan kalian untuk sesama?😐

Indonesia
9
119
419
14K
Adwayabrahma retweetledi
🐈 ☭ 🔻
🐈 ☭ 🔻@Puspen_PKI·
nasib perpusnas di tangan prabowo
🐈 ☭ 🔻 tweet media🐈 ☭ 🔻 tweet media🐈 ☭ 🔻 tweet media🐈 ☭ 🔻 tweet media
Indonesia
293
16.4K
38.1K
517.3K
Adwayabrahma retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Suharto sama sekali tidak pro kelompok Islam. Dia hanya memanfaatkan mereka untuk membendung geng CSIS + Sukarnois + Benny Moerdani yang makin jadi oposisi dan berseberangan. Sayangnya kelompok Islam telat menyadari ini. Harusnya dari dulu membangun kekuatan yang independen.
Bambang@sibambaang

Unpopular opinions about Soeharto.

Indonesia
53
534
2.1K
55.9K
Adwayabrahma retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Rule of thumb politik adalah, "uangnya di mana?" Dari sini jelas bahwa "Soeharto jatuh berkat didemo mahasiswa" adalah narasi sesat. Narasi itu tidak menjawab pertanyaan, "uangnya di mana?" "Indonesia merdeka karena kita bergerilya" juga adalah narasi yang tidak lengkap. Uangnya di mana? Setelah 1945, Belanda ingin masuk lagi ke Indonesia karena satu tujuan yaitu uang. Uangnya ada dalam bentuk kayu bulat, karet, migas, kopra, tembakau, dan kopi. "NICA masuk membonceng Sekutu." Apa tujuan NICA masuk? Uang. Pada saat itu Belanda sangat butuh uang karena luluh lantak pasca Perang Dunia II. Agresi Militer I fokusnya adalah merebut dan mengamankan sumber uang, terutama perkebunan cash crop Jawa Barat. Perang gerilya yang dilancarkan TNI dan dikomandoi Jenderal Sudirman membuat Belanda tidak bisa mendapatkan uang dari perkebunan kita. Gerilyawan kemerdekaan menculik dan membunuh mandor kebun, membom rel, dan merampok truk. Rakyat dan para petani perkebunan memusuhi Belanda dan mendukung gerilyawan Republik. Tentara Republik menyerang sumber uang Belanda. Produksi perkebunan luluh lantak selama perang kemerdekaan. Tujuan perang penjajahan Belanda, yaitu memulihkan suplai uang, gagal total. Perjuangan kemerdekaan Indonesia di jalur diplomasi juga berhasil membuat Amerika mengancam memotong suplai uang Marshall Plan yang sangat dibutuhkan Belanda. Konferensi Meja Bundar 1949 berjalan mulus karena Belanda masih mendapatkan apa yang dia cari, yaitu uang, lewat kontrol kepemilikan atas perkebunan cash crop dan pemindahan utang Hindia Belanda ke Indonesia. Hindia Belanda lepas? Siapa peduli. Yang penting uang. Indonesia pun merdeka sepenuhnya pada 27 Desember 1949. Uang, uang, uang. Bom uang, hancurkan uang, negosiasikan uang, ciptakan uang, distribusikan uang. Inilah politik. Indonesia merdeka karena berhasil berstrategi uang. Kejatuhan Soeharto juga sama. Pada 15 Mei 1998, siapapun bisa melihat bahwa Soeharto, Tutut, Bob Hasan, Pangkostrad, dan anggota-anggota inti dinasti Cendana telah gagal total dan sudah mustahil untuk bisa memulihkan ekonomi Indonesia. Krisis ekonomi sejak 1997 telah membuat orang kehilangan uang. Konglomerat kehilangan uang. Jenderal kehilangan uang. Orang partai kehilangan uang. Bahkan preman kehilangan uang. Semua orang kehilangan uang bahkan bangkrut. Semua orang itu ngamuk-ngamuk terhadap Soeharto yang tua, pikun, sakit, kolot, panik, bingung, dan kehabisan ide akan bagaimana menyetop api krisis ekonomi dan kerusuhan yang semakin membakar uang yang ada di Indonesia hingga tidak bersisa. Tidak mungkin mengembalikan "stabilitas politik" dengan membantai mahasiswa yang berdemo, karena demo massal hanya bakal makin ekstrem. Ekonomi pun akan semakin hancur dan uang semakin musnah. Apabila pembantaian pendemo terjadi, IMF dan asing juga akan cabut dan Indonesia akan jadi negara pariah seperti Korea Utara. Uang asing akan hilang. Padahal, Indonesia sangat butuh uang asing IMF untuk memulihkan ekonomi dan menyelamatkan uang. Untuk menyelamatkan uang, tidak ada cara lain kecuali menelan pil pahit, membubarkan Orde Baru, dan melakukan Reformasi. Kalkulasi elite politik menjadi jelas. Reformasi = Uang. Tidak Reformasi = Tidak ada uang. Siapapun arsitek-arsitek yang menginginkan Reformasi, mereka jelas sangat berhasil melakukan cipta kondisi sampai kalkulasi ini bisa-bisanya tercipta. Inilah contoh berpolitik yang sukses: cipta kondisi. Elite politik akan bergerak sendiri sesuai keinginan hati kita, seperti boneka wayang. Golkar terang-terangan mencabut dukungannya lewat pernyataan terbuka yang dibacakan Ketua DPR/MPR, Harmoko. Menteri-menteri mencabut dukungannya dan mundur massal serentak. Aktivitas pemerintahan lumpuh total. ABRI mencabut dukungannya. Panglima ABRI, Wiranto, datang ke rumah Soeharto dan menyatakan bahwa ia "tidak lagi dapat menjamin keamanan pribadi Soeharto". Kalau ada gerombolan orang marah yang datang ke rumah Soeharto dan membantai habis Soeharto dan keluarganya dengan golok, ups, sori tapi ABRI sudah tidak bisa apa-apa lagi. Mati aja lu. Soeharto pun langsung mundur. --- Kalau kamu mau bikin demo besar-besaran, targetnya jelas: sumber uang rezim. Ciptakan kondisi di mana menerima tuntutanmu adalah opsi terbaik untuk menyelamatkan uang. 17+8 pasti gagal karena tidak ada konsekuensi apabila diabaikan. Tidak ada ancaman terhadap uang. Jadinya ya diabaikan lol. Reformasi berhasil karena konsekuensi penolakan Reformasi adalah krisis berlarut --> uang hilang. Hari ini, apa sumber uang rezim yang bisa ditarget? Ya mana gw tau. Tapi banyak opsi. Misal: mogok massal. Kalau karyawan sumber-sumber uang rezim mogok massal, aparat mau apa? Menembak karyawannya? Mogok massalnya pun berubah dari sementara jadi selamanya, karena karyawannya mati dibantai. Perusahaan bangkrut dan uangnya hilang. Mogok massal kemungkinan sangat tidak cukup tho, karena sumber uang rezim yang sesungguhnya adalah sawit dan tambang. Somehow, aliran sumber uang ini harus dipotong. Baik dengan menduduki suatu tempat secara fisik, atau lewat suatu konspirasi politik. Kejatuhan rezim Shah Reza Pahlavi di Iran pada 1979 adalah contoh paling jelas dan dramatis. Karyawan perusahaan migas Iran melakukan mogok massal. Produksi dan ekspor migas seluruh negara distop oleh karyawan yang berdemo. Dana harian operasional pemerintahan termasuk untuk gaji polisi dan tentara pun lenyap. Rezim sang Shah langsung jatuh. Uang. Politik adalah uang. Uang bisa diukur secara angka. Ketika mengancam, ancamlah uang. Ketika menyerang, seranglah uang. Ketika bernegosiasi, tawarkanlah uang. Apabila demo tidak menyentuh sumber uang, tidak ada gunanya.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Dwifungsi ABRI dibentuk pada zaman Soekarno tahun 1957, bukan zaman Soeharto. Apa itu Dwifungsi ABRI? Jabatan? UU? Kenyataannya lebih sederhana: uang. "Nasionalisasi 1957" itu maksudnya semua perkebunan cash crop milik perusahaan Belanda disita oleh AD, di semua daerah. Orang AD langsung menduduki jabatan sipil yaitu jabatan di perusahaan perkebunan. Pada saat yang bersamaan, orang AD tetap menduduki jabatan militer. *Inilah* Dwifungsi ABRI. Nasionalisasi perusahaan asing ini bisa terjadi setelah darurat militer (SOB) dideklarasikan di masa PRRI/Permesta pada masa rezim Orde Lama. Darurat Militer memberikan kekuasaan pada pangdam tiap daerah untuk basically melakukan "apapun". Misalnya, menyita aset perkebunan Belanda yang nilainya fantastis dan mengelolanya seolah milik pribadi. Boleh dong. Kan lagi darurat militer. Bebas. Kalau tidak setuju ditembak. Kekuasaan nekolim perusahaan-perusahaan asing Belanda diganti dengan kekuasaan ireng. Londo putih ditukar dengan londo ireng. Ternyata, kelakuan rezim londo ireng malah lebih red flag. Setelah pertukaran pemain, kualitas manajemen tata kelola perkebunan yang disita ternyata (1) sangat asal-asalan dan (2) sangat rampok. Perkebunan dikelola dengan sangat asal-asalan karena ternyata, gerombolan baru yang sombong dan sok tahu ternyata sama sekali tidak terdidik dalam hal manajemen ataupun teknik kehutanan. Mereka hanya terdidik dalam membunuh orang. Akhirnya ngasal saja. "Sangat asal-asalan" dan "sangat rampok" ini adalah salah satu penyebab langsung robohnya output ekonomi komoditas ekspor Indonesia selama 1958-1967, hiperinflasi, kelaparan massal. Merekalah salah satu dalang terbesar kemiskinan ekstrem di dekade itu. Karena mereka bingung dan ngasal dalam mengelola ekonomi kita. Dan rampok. Orang yang kritis terhadap perampokan nasional sekaligus bencana buatan nasional ini, seperti Buya Hamka, ditangkap dan disiksa. Rule of thumb politik adalah, "di mana uangnya?" Ketika Buya Hamka dipenjara dan disiksa, tanya: "di mana uangnya?" Ternyata uangnya di perkebunan Sumatra. --- Salah satu anak setan yang dibentuk rahim basah berdarah Dwifungsi ABRI yang ngasal dan rampok ini adalah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto. Saat itu Soeharto berkuasa terhadap perkebunan cash crop Jawa Tengah bersama gerombolan banditnya seperti Sudono Salim dan Bob Hasan. Di Jawa Tengah, gerombolan bandit liar yang diketuai Soeharto ini mencuri kayu bulat, beras, hasil gula, bahkan truk-truk tentara milik negara yang disalahgunakan untuk mengangkut komoditas-komoditas curian itu. Sungguh serakah, truknya ikut dicuri. Sebanyak 200 buah truk milik AD diam-diam dijual Soeharto ke seorang makelar bernama Tek Kiong. Barangkali Soeharto bukan bandit paling cerdas, karena buktinya ia berhasil tertangkap basah oleh PARAN, lembaga antikorupsi yang dibentuk KASAD A.H. Nasution yang panik melihat gilanya open season korupsi pasca nasionalisasi. Bandit yang lebih cerdas barangkali adalah bandit di perkebunan Sumatra dan Sulawesi, yaitu di daerah perang aktif PRRI/Permesta yang kebun-kebunnya merupakan war goal Pusat. Siapakah nama-nama bandit di sana? Tidak jelas. Itu dia. Cerdas. Soeharto juga barangkali bukan bandit terbesar di zaman Orde Lama. Bandit paling besar dan paling rampok sepertinya adalah Ibnu Sutowo, yang diberikan kendali atas Permina pada tahun 1957 (yang lalu berganti nama jadi Pertamina). Harus diingat bahwa alasan *utama* Jepang menjajah Indonesia tahun 1942 adalah karena mencari sumber daya migas pasca embargo Amerika. Setelah kita merdeka, seluruh bisnis migas raksasa ini malah jatuh dalam kekuasaan Dwifungsi ABRI di bawah keserakahan Ibnu Sutowo yang sekaligus merangkap sebagai penjahat gangster Mafia Tanjung Priok. Gatot Taroenamihardja, jaksa yang mau mengusut Ibnu Sutowo, tiba-tiba dilindas truk di jalan sampai kakinya harus diamputasi. Setelah PRRI/Permesta ditumpas, gelombang-gelombang nasionalisasi lainnya dilancarkan pada perusahaan asing milik selain Belanda yang sebelumnya tak tersentuh. Perampokan dan miskelola semakin parah selama masa Konfrontasi 1963-1965 pasca penyitaan perusahaan-perusahaan Amerika dan Inggris dan pengusiran para manajer and engineernya. Aset-aset produksi komoditas yang disita itu ikut dirampok habis dan dikelola asal-asalan. Keruntuhan ekonomi Indonesia pun semakin ekstrem, apalagi ketika dicombo dengan (1) kematian Djuanda yang meninggalkan kekosongan IQ pemerintahan dan (2) bencana politik luar negeri Soekarno yang mengakibatkan isolasi internasional. Setelah Soeharto jadi presiden, model sistem perampokan kolonial yang ia bangun di Jawa Tengah kemudian malah diterapkan secara formal dan teratur di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Inilah Dwifungsi ABRI. Kontrol Dwifungsi ABRI terhadap Indonesia diamankan dengan kekerasan bersenjata sampai level desa lewat sistem Kodam-Kodim-Korem-Koramil yang ada. Jawa dirampok *dan* luar Jawa dirampok. Uang yang dihasilkan diambil. Inilah Dwifungsi ABRI. Inilah Orde Baru. --- Dwifungsi ABRI adalah rangkap jabatan fungsi militer dengan jabatan fungsi pengamanan produksi uang. Bisnis milik keluarga Soeharto dan struktur mafia nasionalnya diamankan dengan kekuatan senjata Dwifungsi ABRI. Di Kalimantan, Bob Hasan sampai mendapatkan julukan sebagai "Raja Hutan". Uang yang dihasilkan bos mafia hutan nasional ini tentu fantastis. Kelakuan Bob Hasan si Bandit Hutan ini terus berlangsung sampai ia malah ditunjuk jadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Maret 1998, yaitu di tengah kepanikan krismon. Dari posisi ini, Bob Hasan berkuasa terhadap seluruh industri dan seluruh perdagangan dan seluruh ekspor impor yang ada di Indonesia, setidaknya selama 2 bulan. Meanwhile, *40%* tanah di seluruh Timor Timur malah dirampok langsung secara pribadi oleh keluarga Cendana yang saat itu telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Tanah milik penduduk Timor Timur dicuri keluarga Cendana dan penduduknya ditembak. Sepertiga populasi Timor Timur mati dibantai. Orang yang membantai Timor Timur sangat menyeramkan. Misal, dulu santer seorang komandan gila psikopat melakukan pembantaian bersenjata di daerah Kraras di Timor Timur. Seluruh populasi Kraras termasuk anak kecil dan bayi habis dibantai. Menurut atasannya yang resah, A.M. Hendropriyono, tes psikologi komandan itu menunjukkan "G4 alias gila". Anehnya, si gila pembunuh berantai itu malah dibiarkan asyik melanjutkan perburuan manusia untuk dibantai di Timor Timur. Di Aceh lebih seram lagi karena gerombolan bandit yang menduduki Aceh selama DOM bukan hanya mencuri kayu bulat atau menyiksa penduduk atau berburu manusia atau mencuri cadangan migas Aceh, melainkan juga menanam narkoba seperti kartel Pablo Escobar di Kolombia. Tujuannya adalah uang. Aceh luluh lantak, tetapi seluruh Sumatra dan Indonesia juga ikut rusak karena narkoba. Uang dari perkebunan Sumatra dan Sulawesi, uang dari perkebunan Jawa Tengah, uang dari Kalimantan, uang dari Timor Timur, uang dari migas dan kayu bulat dan narkoba Aceh, uang dari seluruh Indonesia, semua uangnya diamankan di bawah kekerasan bersenjata Dwifungsi ABRI. Inilah Dwifungsi ABRI. --- Hari ini, banyak sekali orang yang entah bagaimana punya lahan sawit, tebu, karet, dll sebanyak ribuan bahkan ratusan ribu hektar bahkan jutaan hektar. Dapatnya kapan coba? Kapan belinya? Uangnya dari mana? Kok bisa sih, tiba-tiba ratusan ribu hektar di Aceh atau Kalimantan jadi punyanya si ini dan si itu? Memangnya itu tanah dulunya punya bapak lo?

Indonesia
24
307
1K
36.9K
Adwayabrahma retweetledi
Lily Aquina
Lily Aquina@LilyAquina·
@zanatul_91 Bocil2 diintimidasi, yg dewasa disiram air keras. Mantap republikku 👍
Indonesia
5
167
1.3K
12.5K
Adwayabrahma retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Siswa kita tidak punya ruang aman untuk berpendapat di ruang publik. Keamanan fisik, digital dan psikosisial mereka sangat rentan ketika mengkritik program pemerintah. Begitupula guru.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
303
8.3K
17.8K
190.1K
Adwayabrahma retweetledi
saiful mujani
saiful mujani@saiful_mujani·
bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi semua seperti diungkapkan film dirty vote @BivitriS @zainalamochtar @feriamsari mbg, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial tni, semuanya gentong babi. dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029. pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. harus dihentikan politik gentong babi ini.
Indonesia
217
1.4K
3.3K
114K
Adwayabrahma retweetledi
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ@KuntoAjiW·
@prabowo Israel pak. IDF. Asing itu pak. Sebut pak. 🙏🏼
Indonesia
80
8.5K
30.6K
590.1K
Adwayabrahma retweetledi