PandaMerah
18.5K posts

PandaMerah
@PandaMerahku
Fight annoying people 👊👊 | Proud to be Indonesian | Trying to be moderate | Tidak mau cari ribut✌✌.


Inilah yang saya kurang suka sama Ferry Irwandi, dia seperti selalu berdalil biar terjadi diskusi, kritis, berpikir, dan sejenisnya. Padahal banyak narasinya yang memang keliru dan sekadar hook awal saja (ramai). Sy rasa intelektual gak bermain dengan cara itu...



quote twit ini dengan fakta unik kota-kota di indonesia yang jarang diketahui orang lain







Kalau mau rasis sama jawa aja lur. Aman.


Makanyaa dari awal gua selalu setuju kalo misalnya emang daerah papua, Sumatera atau Kalimantan pengen pisah negara dari Indonesia kayak timor leste!!! Soalnya pejabatnya emang pada kayak tai, suka banget ngeruk hasil bumi dll, tapi pembangunan ga pernah merata😭😭😭










sumatera gabung singapore, kalimantan join malaysia, sulawesi join philippine, bali-ntb join australia, ntt join timor leste, papua merdeka jadi negara sendiri.



Ayo sumatera pisah yok dari indonesia.







WATCH OUT INDONESIA. The US is putting massive pressure on Indonesia right now as part of its desperate plan to contain China. The goal? Turn Indonesia into a US client state that helps enforce an extended blockade around the Malacca Strait >> choking off China’s main energy lifeline. We’re already seeing the signs: a flood of new hit pieces on the Prabowo government popping up everywhere. Polymarket (that classic US psyop betting tool) is suddenly running projections on regime change. Western-controlled media outlets are sliding into DMs with Brian Berletic and myself, fishing for angles >> because we were among the few who called out the last color revolution attempt and exposed the Soros/NED funding networks behind the 2025 unrests. This is coordinated. There’s a clear plan to destabilize Indonesia and flip it fully into the Western camp. Don’t be surprised when your feeds (including X) get flooded with more and more negative coverage of the Indonesian government >> “authoritarian,” “corrupt,” “unstable,” the usual script. Indonesia is too important: biggest Muslim country, strategic geography, resources, and balancing act between powers. The US doesn’t like that independence. They want control over those sea lanes for any future Taiwan or South China Sea showdown. Stay vigilant, Indonesia. Separate real domestic issues from foreign-funded chaos. The hybrid war playbook is in full swing >> info ops, NGOs, media smears, and political pressure. Don’t let them turn your country into the next pawn.





Pengamat politik, Denny JA menyatakan pidato Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026 bukan sekadar pidato ekonomi tahunan, melainkan deklarasi arah ekonomi baru Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Denny JA dalam esainya yang dipublikasikan di Facebook Denny JA’s World dan kemudian beredar luas di berbagai WhatsApp Group. Menurut Denny JA, inti pidato Prabowo sangat jelas yaitu Indonesia bukan miskin karena kekurangan sumber daya alam, tetapi karena kekayaannya terlalu lama bocor keluar negeri. “Ini paradoks terbesar Indonesia: negeri kaya, tetapi banyak rakyatnya belum menikmati kekayaan itu secara adil,” ujar Denny JA dikitip Jumat 22 Mei 2026. Ia menggambarkan Indonesia seperti 'rumah besar beratap emas, tetapi lantainya bocor di banyak sudut'. Denny JA menilai Prabowo sedang membawa Indonesia menuju model ekonomi nasionalistik berbasis Pasal 33 UUD 1945. Negara, menurutnya, ingin kembali menjadi pengarah utama ekonomi strategis. Bukan untuk membunuh pasar, tetapi memastikan pasar bekerja bagi kepentingan nasional. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut selama 22 tahun Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar USD 436 miliar, tetapi sekitar USD 343 miliar kembali mengalir keluar negeri. Jika dirata-ratakan, kebocoran itu mencapai sekitar USD 15,6 miliar per tahun, atau sekitar Rp265 triliun per tahun. Ada pula estimasi kerugian akibat praktik under-invoicing selama 34 tahun yang disebut mencapai USD 908 miliar atau sekitar Rp15.400 triliun. Denny JA menyebut arah ekonomi Prabowo sangat dekat dengan konsep developmental state Asia Timur. Ia mencontohkan Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan yang berhasil menjadi negara industri maju bukan semata karena pasar bebas, tetapi karena negara hadir secara aktif: memilih sektor strategis, membangun industri nasional, mengarahkan investasi, melindungi industri muda, dan mendorong transfer teknologi. Di akhir esainya, Denny JA menegaskan bahwa pidato Prabowo akan dikenang jika benar-benar berubah menjadi disiplin tata kelola, bukan sekadar retorika politik. Jika negara mampu menutup kebocoran, memimpin industrialisasi, menjaga pasar tetap hidup, dan memastikan kekayaan alam benar-benar kembali kepada rakyat, Denny JA percaya Indonesia dapat memasuki babak baru sejarahnya. “Jika berhasil, Prabowo meletakkan fondasi Indonesia baru. Ia akan dikenang sebagai Bapak Kemandirian Bangsa,” kata Denny JA. Baca selengkapnya disini: viva.co.id/berita/nasiona… ____ #vivanews #prabowo #dennyJA











