Hero

12K posts

Hero banner
Hero

Hero

@SkeptisU

Tanya, Pengetahuan, Klaim, Dogma dan Kepercayaan

JakUt Katılım Şubat 2023
2 Takip Edilen41 Takipçiler
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
News⚡:Malaysia memperkenalkan dan biodisel dari kelapa sawit bernama B100 siap edar, biodisel pertama didunia tanpa campuran minyak bumi
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
22
73
618
21.4K
Hero
Hero@SkeptisU·
@bangherwin 335 TRILIUN Lari ke rente dan vendor besar: menciptakan lapangan kerja baru. Rp 66 JUTA/TAHUN ke orang miskin: inflasi tdk terkontrol, belanja barang konsumtif, jud0l meningkat, motivasi utk bersaing hilang. "Yg MISKIN akan tetap MISKIN, yg KAYA akan tambah KAYA"
Indonesia
0
0
0
9
herwin
herwin@bangherwin·
Bayangkan kalau keluarga miskin bisa dapet 5,2 juta per bulan. Anak nggak perlu nahan lapar. Orang tua nggak perlu ngutang buat hidup.
Indonesia
32
1.1K
2.5K
28.9K
Hero
Hero@SkeptisU·
@BangEddy67 @bangherwin Inflasi tdk terkendali, pemain judai bertambah banyak, laba pabrik rokok bertumbuh positif. Yg miskin akan tetap miskin. Sedangkan yg kaya akan tambah kaya.
Hero tweet media
Indonesia
0
0
1
16
Bang Eddy
Bang Eddy@BangEddy67·
@bangherwin padahal kalau langsung dibagiin tunai, akan lebih menguntungkan karena mereka yang mendapatkan manfaatnya akan menjadi basis suara buat incumbent.
Indonesia
2
0
17
645
Hero
Hero@SkeptisU·
@MariaAlkaff_ Just wonder klo janggut setebal itu punya fitur stealth dan anti rudal. Bahkan pasukan Romawi yg tangguh pun tidak akan memperbolehkan pasukannya punya jenggot setebal itu untuk bertarung di medan perang.
Indonesia
0
0
0
119
Maria A. Alkaff
Maria A. Alkaff@MariaAlkaff_·
Abu Azrael, "Malaikat Maut," telah tiba di Teheran. 🇮🇶 🇮🇷 Nama aslinya Ayoub Falih Hassan al-Rubaie, lahir tahun 1978 di Irak. Mantan dosen universitas, mantan juara Taekwondo, dan ayah dari lima anak. Ia pertama kali mengangkat senjata bersama Tentara Mahdi melawan pasukan AS selama invasi tahun 2003, kemudian menjadi salah satu komandan yang paling ditakuti melawan ISIS di Suriah dan Irak, sebagai bagian dari Pasukan Mobilisasi Populer. Ia sekarang berada di Teheran untuk berkoordinasi dengan IRGC mengenai rencana invasi darat AS. Pria yang melawan Amerika di Irak telah kembali, dan siap untuk melakukannya lagi. Slogan khasnya: "Illa tahin" — "Akan kuhancurkan sampai menjadi debu."
Indonesia
15
117
469
17.2K
Hero
Hero@SkeptisU·
@GMCsuburbanv8 @NyaiNeneng Kalau sudah ada indikasi mau jadi oligarki bakal ketahuan kalau beneran ada proses "cuci uang"
Indonesia
1
0
0
2.3K
General Lee
General Lee@GMCsuburbanv8·
@NyaiNeneng Halaaaahh apa lagi kalau bukan cuci uang. Manusia2 tai babi. Usaha bis apa bisa punya private jet segala? Emangnya Pemilik Rosalia Indah yg usaha otobus dr dulu seperti apa sekarang? Lalu Bini bisnis skin care bisa jadi miliader? 😂😂😂😂
Indonesia
1
1
144
22.4K
Hero
Hero@SkeptisU·
@idbaruid @Dandhy_Laksono Air keran di IKN dan beberapa perumahan cluster elit dgn Water Treatment Plant sudah bisa diminum langsung. Memang perlu adanya percontohan dahulu.
Hero tweet media
Indonesia
0
0
0
49
Ekspedisi Indonesia Baru
Negara dengan industri besar (otomotif, penerbangan, dll.) justru bisa kasih hal paling basic ke warganya yaitu air keran yang aman diminum. Indonesia yang belum punya industri sebesar itu, kenapa gabisa? Jawabannya ada di podcast Novel Baswedan. Sudah tayang di YouTube.
Ekspedisi Indonesia Baru tweet media
Indonesia
2
84
329
4.4K
Random Npc
Random Npc@GlitchinRandom·
@SkeptisU @chumaidijusuf @MiskinTV_ Tadinya gue pikir si doel seharusnya menjadi role model betawi, idealis, jujur Dan sederhana . Tapi di riil life betawi selalu identik dengan ormas, Dan komoditi politik pilgub. It's beyond sad really.
Indonesia
1
0
0
31
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Pengen banget sesekali berlagak spt orang kaya di sinetron: Sarapan roti ma orange juice tapi ga diabisin karena udah keburu telat dan ditungguin sopir. Kemudian pamit bokap-nyokap. "Ma, Pa, aku jalan dulu ya".
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
36
25
267
18.4K
Hero
Hero@SkeptisU·
@neohistoria_id Apapun permasalahan kelas pekerja, childfree adalah solusi. Elit2 politik, kapitalis, dan globalis akan kuatir jika kelas pekerja memutuskan utk tdk mempunyai anak.
Hero tweet media
Indonesia
0
0
0
115
neohistoria Indonesia
neohistoria Indonesia@neohistoria_id·
Jika kita membedah Sejarah dengan pisau analisis struktural, kita akan menemukan bahwa Islamofobia, Queerfobia, dan bahkan Kristenofobia adalah cipta kondisi sosial yang sengaja dipelihara. Kapan kita sadar tentang hal ini? Ketiganya merupakan gejala dari penyakit yang sama: sebuah sistem imperialis dan kapitalis yang sangat bergantung pada konflik horizontal agar sistem tersebut tetap bertahan. Imperialis Eropa tidak menaklukkan dunia hanya dengan kekuatan senjata; mereka menaklukkannya dengan memanipulasi identitas. Untuk mengontrol populasi yang jauh lebih besar dari mereka, kaum imperialis memetakan, mengkategorikan, dan menciptakan hierarki di antara penduduk lokal. Mereka memberikan hak istimewa kepada satu kelompok agama atau etnis, sambil merampas hak kelompok lain. Ketika kemerdekaan diraih, batas-batas negara sering kali digambar sembarangan oleh mantan penjajah, meninggalkan bom waktu berupa konflik etnis dan agama, seperti di India dan Pakistan, bahkan penjajahan Israel di Palestina. Luka sejarah ini kemudian diwariskan. Konflik agama tak lebih merupakan warisan dari strategi pecah-belah ini. Alih-alih menyadari bahwa sumber penderitaan mereka adalah struktur ekonomi pascakolonial yang menindas, masyarakat diakar-rumput dimanipulasi untuk melihat tetangga mereka yang berbeda agama sebagai ancaman. Kapitalisme membutuhkan kelas pekerja yang terpecah belah. Jika seluruh masyarakat kelas pekerja (apapun agama, ras, dan orientasi seksualnya) menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan ekonomi yang sama, seperti upah yang layak, perumahan, akses kesehatan, mereka akan bersatu dan "meninju ke atas" (punching up) ke arah segelintir elit yang menguasai kekayaan. Islamofobia: Sejak era Perang Dingin berakhir dan berganti dengan narasi War on Terror, Islamofobia diproduksi secara massal oleh kompleks militer-industri. Ketakutan terhadap Islam digunakan untuk melegitimasi invasi imperialis demi penguasaan sumber daya dan membenarkan anggaran militer triliunan dolar untuk melindungi kepentingan nasional. Di tingkat domestik, pekerja kerah biru di negara Barat dibuat percaya bahwa imigran Muslim-lah yang "mencuri pekerjaan mereka," bukan korporasi yang memindahkan pabrik untuk mencari buruh murah. Queerfobia: Kapitalisme sangat bergantung pada struktur keluarga inti tradisional (heteronormatif) sebagai unit ekonomi dasar untuk mereproduksi tenaga kerja baru (anak-anak/buruh masa depan) dan membebankan kerja-kerja perawatan yang tidak dibayar (mengurus anak, memasak) kepada perempuan. Eksistensi kelompok queer dianggap mengancam efisiensi jalur perakitan ini. Selain itu, politisi sayap kanan sering kali memicu kepanikan moral terkait isu LGBTQ+ murni untuk mendistraksi pemilih dari kegagalan pemerintah dalam menyediakan jaring pengaman sosial. Kristenofobia: Di beberapa wilayah non-Barat, minoritas Kristen sering kali dijadikan kambing hitam oleh elit lokal (oligarki) yang gagal menyejahterakan rakyatnya. Di sisi lain, di negara-negara Barat mayoritas Kristen, politisi populis sering menciptakan narasi palsu bahwa "Kekristenan sedang diserang" agar kelas pekerja kulit putih yang miskin tetap mendukung kebijakan pro-miliarder, demi "mempertahankan nilai-nilai agama." Ketika seorang pekerja yang kesulitan membayar tagihan listriknya diajarkan untuk membenci tetangganya yang seorang gay, atau ketika seorang penganut agama tertentu diajarkan untuk mencurigai imigran yang berbeda keyakinan, energi perlawanan mereka tersedot habis. Inilah yang disebut sebagai konflik horizontal atau punching sideways. Masyarakat terlalu sibuk berdebat tentang siapa yang berhak menggunakan toilet umum atau membangun tempat ibadah, sementara para CEO korporasi besar terus menghindari pajak dan memotong hak-hak buruh. Media massa yang dikuasai konglomerat dan algoritma media sosial meraup keuntungan (engagement) tertinggi dari kemarahan dan polarisasi. Sentimen kebencian adalah komoditas yang sangat menguntungkan. Sejarah mengajarkan kita satu hal yang pasti: elitisme dan kapitalisme paling takut pada solidaritas. Selama Islamofobia, queerfobia, dan Kristenofobia dilihat sebagai "masalah moral" atau "benturan peradaban"—dan bukan sebagai alat kendali politik-ekonomi—status quo akan tetap aman. Sebagai masyarakat, kita harus mulai mengenali siapa yang sebenarnya menuai keuntungan secara materiel ketika orang-orang di kelas bawah saling menghancurkan. Cui bono? Pembebasan sejati tidak akan terjadi dengan menindas sesama kelompok yang terpinggirkan, melainkan dengan mengarahkan kemarahan kolektif kita ke atas, membongkar sistem yang sengaja memecah belah kita sejak awal. Referensi: D'Emilio, J., 'Capitalism and Gay Identity', dalam A. Snitow, C. Stansell, dan S. Thompson (eds.), Powers of Desire: The Politics of Sexuality, New York, Monthly Review Press, 1983. Federici, S., Caliban and the Witch: Women, the Body and Primitive Accumulation, New York, Autonomedia, 2004. Harvey, D., A Brief History of Neoliberalism, Oxford, Oxford University Press, 2005. Herman, E. S., dan Chomsky, N., Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media, New York, Pantheon Books, 1988. Kumar, D., Islamophobia and the Politics of Empire, Chicago, Haymarket Books, 2012. Mamdani, M., Define and Rule: Native as Political Identity, Cambridge, MA, Harvard University Press, 2012. Said, E. W., Orientalism, New York, Pantheon Books, 1978.
neohistoria Indonesia tweet media
🍉iwin🍉@niwseir

Ini bukan islamophobia tapi minoritas-phobia. Negara ini melanggengkannya dengan peraturan bersama 2 menteri dalam negeri dan agama. Peraturan ini membuat pendirian rumah ibadah/kegiatan ibadah wajib mendapatkan izin dari warga mayoritas. Kartu mati untuk minoritas jenis apapun.

Indonesia
23
154
596
17K
Hero
Hero@SkeptisU·
@chumaidijusuf @GlitchinRandom @MiskinTV_ Mandra perannya sebagai orang terbuang, hampir bundir, tidak ada orang waras yg ingin bernasib seperti Mandra. Pemirsa lebih banyak ketawa dan sedikit rasa iba, krn ada persamaan nasib seperti Mandra di diri mereka masing2.
Hero tweet media
Indonesia
1
0
0
23
Hero
Hero@SkeptisU·
@MiskinTV_ Tidak harus nunggu kaya, yg harus pertama kali diusahakan adalah sarapan/makan malam bersama di satu meja makan yg sama sambil menjalin komunikasi terbuka. Bukan tersebar di depan TV, yg lain di dalam kamar, atau mojok di ruang tamu.
Indonesia
0
0
0
8
Hero
Hero@SkeptisU·
@chumaidijusuf @GlitchinRandom @MiskinTV_ Culture memang gak bisa setara. Yg satu sarapan sambil menjalin komunikasi terbuka bersama keluarga. Yg satu kucing2an, baru ada komunikasi terbuka setelah ada konflik. itupun sambil teriak2. Kita pilih yg mana?
Indonesia
1
0
0
21
Hero
Hero@SkeptisU·
@wayangndeso77 @suzumeow12 Jaman sekarang klo keluarga 1 pendapatan itu memang berat, apalagi banyak manusia yg jadi tanggungan.
Indonesia
0
0
0
11
7757950_
7757950_@wayangndeso77·
@suzumeow12 suami yg kaya gitu biasanya duitnya cekak .. contohnya gua . wkwkwk hidup ga banyak temen ga banyak rejeki
Indonesia
1
0
1
178
suzu
suzu@suzumeow12·
Emang Laki-Laki Seperti Itu Beneran Ada 😫
Indonesia
168
548
3.3K
205.2K
Hero
Hero@SkeptisU·
@RSiswanto85965 @suzumeow12 Kenapa merasa setengah hidupnya hilang? karena tidak membangun sesuatu bersama pasangan. Sesuatu itu bisa cita2, hobi, usaha, rumah idaman, traveling bersama dll.
Indonesia
1
0
0
15
Rudi Siswanto
Rudi Siswanto@RSiswanto85965·
@suzumeow12 Sumpah demi apapun kata-kata tai, sebaik apapun lelaki akan selalu jadi pihak yang salah dan selalu disalahkan. Semuanya sudah diberikan, bahkan setengah dari hidupnya mungkin sudah hilang, dia sudah mati dari dalam, hidup lelaki hnya tuntutan dan pertanggungjawaban, gak lebih.
Indonesia
1
0
1
208
upo
upo@upo_smith·
@ndakpayurabi @howtodresvvell Itu kan klo pake teori multiverse bang, klo pake teori single universe masih bisa buat perbaiki masa depan. Sekali lagi, ini baru teori, belum ada pembuktiannya.
Indonesia
1
0
24
2.3K
Hero
Hero@SkeptisU·
@ChengliBro @sotoshisukasoto @LambeSahamjja Sawit dan nikel. Dunia sedang butuh banyak 2 hal tersebut, produk turunan sawit dan nikel utk transisi energi hijau. Yg komen "nyawit" cuma fomo politik.
Indonesia
0
0
0
110
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Iran Berikan 10 Poin Syarat Damai dan Pembukaan Selat Hormuz: 1. Jaminan bahwa Iran tidak akan diserang lagi 2. Penghentian perang secara permanen, bukan sekadar gencatan senjata 3. Penghentian serangan Israel di Lebanon 4. Pencabutan seluruh sanksi AS terhadap Iran 5. Penghentian seluruh pertempuran regional melawan sekutu Iran 6. Sebagai imbalannya, Iran akan membuka Selat Hormuz 7. Iran akan mengenakan tarif Selat Hormuz sebesar $2 juta per kapal 8. Iran akan membagi tarif tersebut dengan Oman 9. Iran akan menetapkan aturan pelayaran aman melalui Selat Hormuz 10. Iran akan menggunakan pendapatan tarif Selat Hormuz untuk rekonstruksi, bukan pampasan perang
Lambe Saham tweet media
Indonesia
82
299
2.2K
175.1K
KANTOR POS CABANG JAKARTAOCEANIA SLIPI
Sejak 2015 sudah di umumkan yah kak dan sudah menjadi pengetahuan umum ahwa layanan Bis Surat umum sudah berakhir / stop layananya yah kak jadi secara umum masyarakat sudah mengetahui bahwa Bis Surat di Jalan sudah tidak berfungsi lagi dan saat ini lokasi keberadaanya masih menjadi patokan untuk layanan Bis surat Mendatang yah kak
Duren Sawit, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
3
0
13
8.6K
Adriansyah Yasin Sulaeman
Adriansyah Yasin Sulaeman@adriansyahyasin·
Pertanyaan penasaran saya: Bis Surat / Post Box seperti ini milik @PosIndonesia kalau kita ngirim surat dari sini pakai perangko masih akan diproses tidak ya? 🤔
Adriansyah Yasin Sulaeman tweet media
Indonesia
69
95
1.7K
515.4K
Hero
Hero@SkeptisU·
@gajahserenang @tb_siswadi Sebetulnya sifat dan attitude manusia itu mirip dimanapun negaranya, negara maju atau berkembang. Klo sumber kekayaannya tdk wajar memang cenderung akan flexing. Entah itu hasil jual diri di OF/situs dewasa, menang undian/judi, atau scam kripto/investasi.
Indonesia
0
0
0
27
saweri gading
saweri gading@gajahserenang·
@tb_siswadi Ye memang gila... Lebih 2.. sudah prilakunya ga punya empati.. udah gtu ga tau malau... Bikin status bgitu. Potonya begini. Manusia yg hidup d negara maju dan manusia yg lahir dri negara gembel.. Emang attitudenya beda sama sekali .
Indonesia
3
1
45
10.7K
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Kata orang yg tiap hari naik jet , yang ga pernah token listriknya titut titut, yang ga pernah di tagih iuran RT, yg kalo pusing dikit langsung umroh. Ga ada empati nya, caption soal kebersyukuran, tp di private jet. Dikeadaan ekonomi yg cekak spt ini. Gila kali ya ?
Tubagus Siswadi W tweet media
Indonesia
666
1.9K
5.8K
308.6K