
Snech | Moviegoer
2.5K posts







Karena secara statistik, cowok Indonesia dengan tinggi +180 cm itu jarang. 😭 Rata-rata pria dewasa Indonesia itu di 165 cm (simpangan baku: 6,2 cm). Kalau pakai kurva normal, cowok Indonesia yang tingginya +180 cm itu cuma di 0.93%. Alias dari 1000 laki-laki, cuma sekitar 9 orang doang yang tingginya segitu. Dengan hitungan statistik yang sama: Cowok tinggi di atas 175 cm: 6%. Cowok tinggi di atas 170 cm: 23%. Itu belum ngitung faktor lain, apakah orangnya sudah berkeluarga, apakah beda agama, apakah redflag, apakah kaya-miskin, dsb.










Unpopular opinion tentang Sejarah yang bisa bikin kamu kayak begini:


Misalnya di dunia ada 2 laki laki 1. lelaki perokok, pemabuk, tapi setia. 2. lelaki tidak perokok, tidak pemabuk, tapi gila perempuan. kamu pilih mana?

soal gede aku kalah tapi soal bikin gampang ngaceng aku menank ✋🏽

“Normalisasi ga usah ngasih THR” “Normalisasi gausah silaturahmi” Guys, jangan coba-coba hilangin vibes lebaran ya. Kalo pelit dan males sendirian aja gausah sembunyi dibalik normalisasi😅


kartu ini yg bikin kakak & kk ipar gw rungkad, dan gw jadi korbannya duit gw ratusan juta harusnya dipake untuk gw beli mobil, diem-diem malah dipake sm mereka berdua buat beli kartu pokemon, dengan niat dia nanti bakal jual dgn harga yg jauh lebi tinggi dr harga beli taunya malah jd barang mati alias ga laku-laku, terus balikin ke gw gimana? YA MASIH BLM BALIK DUITNYA sialan skrg malah jadi di buron tu berdua sm pinjol & cc nih kartunya ada nyangsang sama gw 1



Ferry Irwandi dan Ilusi Berpikir Kritis Psikolog Hasan Askari menjelaskan kalau besarnya pengaruh Ferry itu bukan sebuah kebetulan, tapi hasil dari empat mekanisme psikologis yang terjadi di otak kita: moral elevation (kagum pada keberaniannya), vicarious dominance (merasa menang saat Ferry skakmat pejabat), sweat equity (percaya karena belio mau turun langsung ke lapangan), dan moral licensing. Ferry berhasil memposisikan dirinya sebagai simbol warga sipil yang membuat pengikutnya merasa satu kubu dan satu identitas dengannya. Namun, di balik kekaguman itu, Hasan justru merasa takut dengan adanya ketergantungan berlebihan masyarakat pada satu sosok. Bahaya terbesarnya adalah ketika para pengikut atau "warga sipil" ini berhenti bersikap kritis kepada Ferry sendiri, mereka menyerang siapa pun yang berbeda pendapat dan melabeli pengkritik sebagai buzzer, padahal visi awal Ferry adalah menciptakan masyarakat yang mandiri dan kritis. Kesetiaan yang paling besar kepada seorang idola bukanlah dengan mendukungnya secara buta, tapi dengan tetap berani memberikan ruang untuk keraguan dan kritik. Hasan mengingatkan kalau memeluk sesuatu terlalu erat justru bisa bikin yang dipeluk jadi nggak bisa napas dan akhirnya hancur. Jadi, kalau kamu benar-benar mendukung gerakan Malaka Project, cara terbaik untuk menjaganya tetap di jalan yang benar adalah dengan tetap menggunakan akal sehat sendiri dan jangan pernah memasrahkan seluruh intelektualitasmu kepada satu orang saja. Gimana tanggapannya warga sipil? Tonton lengkapnya di YT Hasan Askari








