🦊

1.4K posts

🦊 banner
🦊

🦊

@SonLeader_J

Ego sum lux mundi: qui sequitur me, non ambulat in tenebris, sed habebit lumen vitæ.

Katılım Mart 2020
145 Takip Edilen200 Takipçiler
🦊
🦊@SonLeader_J·
@sapphicsfess Sini kak sama aku f32 nanti kita ngobrol byk sekalian learn sign language , dan belajar lainnya juga. Yuk temenan
Indonesia
1
0
0
96
🦊 retweetledi
Mindset Machine 
Mindset Machine @mindsetmachine·
This guy literally explained why some people become successful while others stay average.
English
261
8.5K
34.2K
4.5M
txtdarialter
txtdarialter@textfromalter·
M2X, working and living abroad. looking for friend here, pengen ngobrol in Bahasa, udah lama ga ngobrol Indo selain sama keluarga. oh ya, lebaran nanti mudik ke Jkt siapa tau bisa ketemu😎 aku bawain oleh2 deh, parfum or lipstik? 😅 reply below ill follow u first. see you!
txtdarialter tweet media
Indonesia
273
3
307
34.5K
🦊 retweetledi
🦅 Golden Eagle 🦅
🦅 Golden Eagle 🦅@Y_D_Y_P·
Buat yang penasaran, yes, banyak Immigran di AS yang join Militer untuk bisa cepet dinaturalisasi dan dapet segudang benefit untuk hidup mereka termasuk subsidi Perguruan Tinggi, layanan kesehatan biaya rendah bahkan gratis, rumah dinas, kredit lunak, dan sekolah teknik
ً@AhlulQohwah

Army specialist

Indonesia
237
1.5K
18.7K
1.5M
🦊 retweetledi
casey
casey@ethanhcwke·
the first born daughter is always the female version of her father
casey tweet mediacasey tweet media
English
3
118
3.9K
98.9K
🦊 retweetledi
Dr.Ari Syam
Dr.Ari Syam@DokterAri·
Pasien ke RS karena Kembung begah, tidak BAB sejak seminggu dan jarang kentut, pada pemeriksaan abdomen distensi bising usus meningkat, dilakukan pemeriksaan abdomen 3 posisi terdapat gambaran sumbatan usus, pasien harus dioperasi..jangan remehkan kondisi tdk BAB dan Tidak kentut #kentut @ygi_gastro_id @infosehatfkui
Indonesia
238
694
4.6K
1M
🦊
🦊@SonLeader_J·
@sapphicsfess Maaau ikut jugaaa tapi lagi musim hujan ini mah mana bisa
Indonesia
0
0
0
24
🦊 retweetledi
Ifekam
Ifekam@bethabetter·
Sperm - man Egg- woman Morning sickness_ woman 9 months gestation - woman Possible complications- woman Pain of delivery -woman Possible death -woman Life long aftermath- woman Breastfeeding - woman But somehow it's the man lineage that needs to be passed on.
WALKER🪂@maxl1am

What’s something you could never understand?

English
1K
15.8K
118.8K
2.7M
🦊 retweetledi
miw.
miw.@lilaccountz·
namanya korban pelecehan/perkosaan, mau korbannya lg mabok, lg mandi, lg makan, lg diem, lg bengong, lg kesurupan, tetep aje dia korban. pelakunya 100% yg bersalah. gaada pembenaran pemerkosaan sama sekali. aneh bgt ga waras
chadam@AnnaCharel27779

@neVerAl0nely___ kalau zaman saya itu namanya SALOME satu lobang rame rame,, harus diselidiki dg cermat karena ceweknya juga ikut minum dusitu,,,bukan berarti tidak simpati atau membela,,kalau beritanya anak pulang sekolah diperkosa ,,nah itu Baru pelakunya harus dihukum seberat-beratnya

Indonesia
15
3.4K
12.4K
217.3K
🦊 retweetledi
Satrio B Rahardjo
Satrio B Rahardjo@xathrya·
Makanan Kelapa Gading lebih enak drpd Blok M, tapi orang-orang antri berjam-jam di Blok M bukan krn nyari makanan enak 😁 Kelapa Gading won't become the next Blok M. Won't naturally occur hny krn LRT Jakarta nyambung sampe Dukuh Atas, for a few reasons:
marung wadura@aimr0d

Ketika LRT ini akhirnya jalan, orang-orang yang biasa nongkrong ke Blok M akan menjelajah Kelapa Gading seperti mereka baru pertama kali menemukan emas

Indonesia
106
947
7.1K
756.7K
🦊
🦊@SonLeader_J·
@sapphicsfess Apartemen sih gue. Kalau kost barang suka hilang capek bjir hilang mulu entah makanan , paket, dll. Kalau apartemen kan lu bisa ngapa2in sendiri juga bebas aja. Apart lebih luas juga itu daripada kost.
Indonesia
0
0
0
28
🦊
🦊@SonLeader_J·
@fwbhub_ Cerdas cermat kah
Indonesia
0
0
2
392
🦊 retweetledi
Habis Nonton Film
Habis Nonton Film@HabisNontonFilm·
UNEXPECTED FAMILY bagus! Rasanya kaya nonton LAHN-MAH. Hangat, lucu, haru, sedih, sampe nyeseknya ada banget. Apalagi ngeliat lansia alzheimer yg diperanin Jackie Chen dapet porsi emosional yg dieksplor lebih banyak & dalem. Emang udah saatnya Jackie Chen berenti bagbigbug ...
Habis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet mediaHabis Nonton Film tweet media
Indonesia
3
19
65
8.8K
🦊 retweetledi
Habis Nonton Film
Habis Nonton Film@HabisNontonFilm·
Mba Inayah Wahid main lagi ke LAPOR PAK! Seru nih. Terlalu pinggir jurang😆
Indonesia
411
7.6K
32.9K
2.1M
🦊 retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Biang kerok Krisis Ekonomi 1998 yang jarang dibahas adalah Tutut Soeharto. Saat itu para pebinis, bank, investor sangat menunggu susunan Kabinet Pembangunan VII. Kalau menteri yang dipilih jenius, mungkin Indonesia masih bisa diselamatkan. Yang dipilih malah Tutut. Tutut malah ditunjuk jadi *menteri* dan duduk di dalam kabinet. Ini terjadi di tengah-tengah krisis 1998. Bukan hanya Tutut. Bob Hasan juga muncul. Bob Hasan "si raja hutan", oligarki kroni Soeharto yang sudah lengket sejak mereka sibuk merampok hasil perkebunan gula di Jawa Tengah pada tahun 1950an ketika Soeharto masih jadi kolonel, malah ikut ditunjuk jadi menteri. Posisinya tidak kaleng-kaleng. Bob Hasan ditunjuk menjadi *Menteri Industri dan Perdagangan*. Ini terjadi ketika seluruh industri di Indonesia sedang meledak hancur dan seluruh perdagangan di Indonesia sedang meledak hancur. Ternyata, Soeharto yang sudah sakit-sakitan, tua, pikun, dan stroke menunjuk Tutut sebagai perwakilan utamanya untuk mengendalikan kabinet. Soeharto yang sudah sangat uzur dan ringkih tak lagi bisa mengontrol dan mendisiplinkan anak buahnya secara langsung seperti dahulu. Ini sangat meresahkannya, mengingat semua anak buahnya sedang berontak melihat negara yang semakin kacau. Karena alasan itulah, Soeharto menunjuk Tutut sebagai perwakilan utama de facto nya di kabinet. Hanya anak biologisnya sendiri yang benar-benar Soeharto percayai. Secara praktis, Tutut sebagai anak sulung dan ketua anak-anak Cendana pun ditugaskan Soeharto untuk menjadi Ahli Negara, seperti Luhut di zaman Jokowi. Padahal Ahli Negara diharapkan sangat kompeten, jenius, dan berkomitmen dalam menangani krisis ekonomi 1998 dan melakukan berbagai reformasi yang sangat diperlukan. Ahli Negara jelas tidak boleh hanya fokus menyelamatkan pundi-pundi raksasa kekayaan bisnis pribadi keluarganya sementara seluruh negara roboh dan terbakar. Efeknya drastis. Pasar panik. Kepercayaan semua aktor bisnis domestik dan internasional jatuh. Ekonomi semakin roboh. Krisis menggila. Kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah yang sudah tak punya uang langsung memicu demo besar-besaran. Demo meluas. Kekacauan. Konspirasi faksi elite. Ketegangan. Penembakan mahasiswa di Trisakti. Ledakan kemarahan. Kerusuhan. Kota-kota besar diduduki massa ngamuk. Penjarahan. Pembakaran. Pembantaian di jalanan. Jakarta jatuh. Medan jatuh. Solo jatuh. Rakyat ternganga melihat pemerintah kehilangan kendali atas kota-kota besar ini di TV. Ketua DPR/MPR, Harmoko, terang-terangan mengumumkan di depan parlemen bahwa Soeharto sebaiknya mundur saja. DPR diduduki mahasiswa. 14 dari 34 menteri mundur massal. ABRI di bawah Jenderal Wiranto menolak melakukan "Tiananmen" hanya untuk sekadar melindungi cengkram kekuasaan pribadi keluarga Cendana yang rampok dan sia-sia. Opini Pangkostrad saat itu, yang menganjurkan penumpasan demonstran dengan pasukan militer untuk mengembalikan kewibawaan kekuasaan pribadi keluarga Cendana, kalah dan diabaikan. Soeharto pun mundur pada 21 Mei 1998. Ia langsung digantikan Habibie hari itu juga pada jam 9 pagi. 4 jam kemudian, laporan-laporan mulai masuk ke Istana bahwa ada pasukan tentara yang bergerak tanpa perintah menuju lokasi Habibie untuk melakukan entah apa. Kehebohan melanda Istana. Kudeta? 3 jam kemudian, yang muncul adalah Pangkostrad bersama sekelompok kecil pasukan yang membawa-bawa senjata. Ia datang menuntut Habibie untuk memecat Wiranto dari posisi Panglima ABRI, dan dengan demikian, meminta implisit dijadikan Panglima ABRI yang baru. Alhamdulillah Habibie selamat dan tidak sampai ditembak, diculik, ditangkap, atau dibunuh pasukan tentara apapun. Padahal belum sehari beliau menjabat. Peristiwa ini di kemudian hari dicatatkan Habibie dalam memoarnya. Besoknya, Pangkostrad saat itu langsung dipecat. Tutut juga langsung dipecat dan diganti Prof. Justika Baharsjah, Guru Besar Pertanian IPB. Bob Hasan juga langsung dipecat dan diganti Prof. Rahardi Ramelan, anak buah Habibie sejak masih di industri pesawat. Ekonomi Indonesia berhasil dipulihkan, meski lewat teori ekonomi yang tidak lazim (ekonofisika). Tutut dan adik-adiknya sendiri dimaafkan dan kini hidup santai bersama seluruh pundi-pundi kekayaan raksasa yang mereka tumpuk selama 2 dekade kekuasaan ayah mereka. Kekayaan raksasa ini termasuk hasil rampokan dari ekspor impor pasokan bensin se-Indonesia via Petral dan monopoly cengkeh BPPC milik Tommy Soeharto. --- Pada tahun 2009, Tommy Soeharto mencoba menggunakan pundi-pundi kekayaan raksasa itu untuk membeli Partai Golkar dan menjadi ketua umumnya. Ia dikalahkan oleh Aburizal Bakrie yang memasang harga lebih besar yaitu Rp 1 triliun. Aburizal Bakrie akhirnya berhasil membeli Golkar, menjadi ketua umum, dan dari situ mencoba mencalonkan diri menjadi presiden tahun 2014.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Pada Maret dan April 1980, Soeharto melakukan aksi menggegerkan. Di depan pimpinan ABRI, Soeharto tiba-tiba meracau seperti penjahat super yang bermonolog di film kartun. Dalam monolog itu, Soeharto mengancam akan menculik dan membunuh anggota DPR/MPR yang berani menentangnya. Ia mengancam akan menggerakkan tentara untuk melakukan ini, seolah ABRI adalah gerombolan preman sewaan miliknya dan milik keluarganya pribadi. Saat itu, Soeharto baru saja memulai periode ketiga sebagai presiden. Masa transisi ke periode ketiga ini sebelumnya didahului aksi mengejutkan Hamengkubuwana IX yang tiba-tiba memutuskan mundur meninggalkan pemerintahan sebagai protes terhadap Soeharto yang semakin lalim dan rampok. Mundurnya HB IX tidak datang tiba-tiba, melainkan didahului pembantaian massal di Timor Timur pada 1975, terbongkarnya megakorupsi gila-gilaan Ibnu Sutowo pada 1976 di Pertamina, dan pemilu 1977 yang telat setahun dan hanya diikuti 3 parpol. Berbagai protes terhadap tren otoriter ini dibungkam. Ikrar Mahasiswa 1977 yang menolak pencalonan kembali Soeharto untuk periode ketiga ditumpas. Kampus ITB diserbu dan diduduki pasukan tentara. Tren otoriterisme ini memuncak pada dua monolog aneh yang diberikan Soeharto di markas Kopassus (dahulu Kopassandha) di daerah Cijantung, Jakarta dan di musyawarah petinggi-petinggi ABRI di Pekanbaru. Secara praktis, monolog dimaksudkan sebagai perintah terhadap para komandan tentara yang berkumpul. Perintahnya adalah supaya tentara kembali menculik dan membunuh seperti zaman 1965-1967 apabila situasi yang mengharuskan kembali muncul. Crash out "culik dan bunuh" mengerikan Soeharto jelas tidak lazim keluar dari mulut seorang kepala negara. Skandal mengejutkan ini mengundang kesedihan dan keprihatinan mendalam dari berbagai tokoh negarawan seperti A.H. Nasution, Ali Sadikin, Muhammad Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, Burhanuddin Harahap, dan berbagai tokoh lainnya. 50 orang negarawan yang berhasil terkumpul kemudian menandatangani surat petisi kepada DPR/MPR supaya dibentuk suatu komisi parlemen untuk menginvestigasi monolog yang tak wajar dan sewenang-wenang itu. Apalagi, yang diancam dibunuh adalah anggota DPR/MPR. Mendengar aksi para penandatangan petisi, ternyata Soeharto sangat marah meledak-ledak. Intel rezim langsung turun. Semua orang yang menandatangani diteror dan ditindas habis-habisan hingga ke depan rumah dan ke dalam rumah mereka. Misalkan A.H. Nasution, secara praktis bapak pendiri institusional ABRI, dilarang untuk bahkan datang ke kondangan atau pemakaman keluarga teman-teman seperjuangannya tanpa restriksi ketat. Pahlawan nasional ini dihinakan, diperlakukan seperti eks tapol PKI, dan dikucilkan. Ketika keluarga Nasution ingin berlibur ke Singapura, Nasution dicekal. Ia terpaksa gabut menunggu di Batam dengan dipelototi intel sedangkan keluarganya berlibur di seberang selat. Anak Nasution yang berprestasi cemerlang sebagi pilot pesawat tempur ikut dicekal. Karirnya buntu. Bukan hanya Nasution yang diperlakukan seperti PKI oleh Soeharto, melainkan juga keturunannya. Nasib serupa menimpa mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin yang kepopulerannya sangat ditakuti dan dicemburui Soeharto, juga berbagai tokoh lain yang menandatangani petisi 50 itu. Mereka semua diperlakukan seperti eks tapol PKI.

Indonesia
161
2.6K
9.8K
927.4K