“sunny”
36.2K posts

“sunny”
@SpiritAlam
My Religion is “humanity” .. We are defined by what we do..
Surabaya, Jawa Timur Katılım Ekim 2018
1.6K Takip Edilen1.6K Takipçiler
“sunny” retweetledi
“sunny” retweetledi

Dari mana datangnya legitimasi kekuasaan Jokowi yang begitu besar dan bisa bertahan sampai saat ini?
Saya mencatat paling sedikit ada tiga alasan mengapa beliau ini masih menjadi topik utama politik di Republik ✍️
Pertama ☝ beliau sendiri yang bilang kalau "dia bukan siapa-siapa, ia hanya orang kampung" pernyataan ini masuk dalam kategori logika tradisional dan ini sangat powerfull dalam konteks legitimasi kekuasaan ala Max Weber.
Ke-dua, beliau ini suka atau tidak suka punya kharisma, bagaimana cara kita periksa elemen ini? lihat saja bagaimana ia bisa sangat stabil selama 20th dalam menjaga postur kesederhanaan, gaya dia berkomunikasi juga sangat membumi, ia ngga pernah menggunakan bahasa-bahasa rumit seperti pengamat yeng belakangan kena inflasi kata Teddy.
Saya menyebutnya kharisma yang berbasis kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah dan kebijaksanaan. Ia juga sering menyebut dirinya adalah "orang biasa", inilah yang bikin legitimasi kekuasaan Jokowi bukannya hilang malah terus berkembang semakin jauh.
Ke-tiga, dalam mempertahankan legitimasi kekuasaannya, Jokowi selalu menggunakan pendekatan "legal-rasional".
Bagian ini yang bikin geng Tiroris kelimpungan hingga salah satu member VIP-nya memilih meninggalkan gelanggang pertarungan, karena sadar ngga bakal menang melawan Jokowi.
Kesimpulan saya, melawan Jokowi dalam arena politik adalah kesia-siaan belaka. Karena sekali lagi, legitimasi kekuasaan Jokowi tidak semata-mata karena alasan legal konstitusional, tapi beliau punya kemampuan menempatkan dirinya dalam jaringan relasi dengan rakyat.
Ingat, kalau dulu kedaulatan ada di tangan Raja, atau elit aristokrat. Sekarang legitimasi itu sudah pindah ditangan rakyat. Siapa yang berjalan bersama rakyat maka ialah yang akan di dukung oleh rakyat.
Kalau kata Jean-Jacques Rousseau "Kehendak Umum" atau Volente Generale.
Begitulah ngalur-ngidul cerita tentang legitimasi kekuasaan yang ada di tangan Jokowi saat ini.
Gambar dibuatin sama AI ✍️

Indonesia

@Tita83079013 @Pak_JK Aku suka ini. JK itu bukan siapa siapa. Kita warga negara harus sama di mata hukum. Kalau si JK harus di hukum penjara ya hukum seberat-beratnya. Minimal 15 tahun penjara !!
Indonesia
“sunny” retweetledi
“sunny” retweetledi

@Tita83079013 @Pak_JK Ahok masuk penjara yg kata mrk menista agama, maka kesetaraan hukum sdh ada yurisprudensinya kasus Ahok. Kesimpulannya @Pak_JK harus dipenjara minimal sama lamanya dg Ahok. Itu baru KEADILAN
Indonesia
“sunny” retweetledi
“sunny” retweetledi

Astaga, Rp5,7 Miliar uang negara hanya untuk rapat daring?
Anggaplan ini tidak korupsi, tapi uang sebesar itu malah hanya jadi capital outflow tanpa ada dampak ke ekonomi rakyat. Hanya untuk bayar lisensi ke asing.
Presiden @prabowo larang sering rapat di hotel, dan tempat sewa lainnya, demi hemat anggaran negara eeee malah Kepala BGN mengakali dgn beli lisensi aplikasi untuk rapat daring.
Ini orang kalau tidak dipecat juga oleh Presiden, betul2 sakti sekali. Semua kebijakannya membuat program MBG yang tujuannya baik, menjadi buruk di mata rakyat.

Indonesia
“sunny” retweetledi
“sunny” retweetledi
“sunny” retweetledi
“sunny” retweetledi

Mari kita panjatan doa, agar Presiden @prabowo pecat Kepala BGN, yg telah membuat rakyat muak & marah atas kerja2nya yg hamburkan uang negara.
Diganti dg orang yg paham bagaimana mengimplementasikan program MBG secara lebih tepat dan berkeadilan sesuai tujuan Presiden.

Indonesia
“sunny” retweetledi

God Bless Armenia 🇦🇲
April 24 is Armenian Genocide Remembrance Day. On this day in 1915, the Ottoman Empire began the systematic mass killing and deportation of the Armenian people.
The Armenians were Christians. Armenia was the first nation in history to adopt Christianity as its state religion, in 301 AD — more than a decade before Constantine legalized it in Rome. Their faith was inseparable from their identity. And it was that identity that made them a target.
To this day Turkey does not officially recognize it as a genocide. The United States recognized it in 2021. Over 30 countries have formally done so.
Every year on April 24, Armenians around the world gather with torches and candles to march in remembrance. They do not march in anger. They march so the world does not forget.
1.5 million Christians.
The first Christian nation on earth.Never forget.
Video armeniatour_
English










