Gdafu

9K posts

Gdafu

Gdafu

@Stanislaus41607

Katılım Aralık 2023
1.3K Takip Edilen75 Takipçiler
Gdafu retweetledi
Rustam 🕊️
Rustam 🕊️@RstmBcl·
👍👍👍👍👍👍👍 𝙎𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙎𝙀𝙏𝙐𝙅𝙐 🤝👍👍
Indonesia
52
497
1.3K
23.3K
Gdafu retweetledi
Boediantar4
Boediantar4@Boediantar4·
PECEKLIK KETATANEGARAAN KARENA 3 HAL: PRABOWO PRABOWO PRABOWO 👇
Indonesia
11
116
204
1.5K
Gdafu retweetledi
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Ini dulu... Saat Pak @ganjarpranowo msh gubernur.. Sekolah gratis yg beneran gratis.. no pungli.. no mark up harga.. & bener2 buat rakyat.. Skrg? Atas nama Makan bergizi gratis tp banyak dana yg gada kaitan dg Gizi bocor & dibiar2kan Atas nama sekolah rakyat, sepatu aja dimark-up, termasuk bingkai.. Oalah.. nasib Orang jujur ditolak2 Akhirnya keblondrok 🥱
Indonesia
18
80
169
2.1K
Gdafu
Gdafu@Stanislaus41607·
@Hidupsebagai62 Bank Indonesia, ayo dong jinakkan dollar pakai cadangan devisamu
Indonesia
1
0
0
44
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
PEMERINTAH DAN RUPIAH BERGERAK KE ARAH YG BERBEDA PEMERINTAH BILANG BAIK2 SAJA, RUPIAH BANTAH KERAS SAMPE TEMBUS LEVEL TERENDAH SEPANJANG SEJARAH Hari ini kita disuguhkan dua berita yang seharusnya membuat kita berpikir keras. Di satu sisi, pemerintah mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen. Di sisi lain, rupiah amblas ke Rp 17.512 per dolar AS Kalau ekonomi kita sedang tumbuh, kenapa mata uang kita justru semakin hancur? Mari kita jujur soal satu hal. Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen yang diklaim pemerintah itu dihitung dari Produk Domestik Bruto atau PDB. Dan PDB adalah angka agregat, artinya ia menghitung total nilai seluruh produksi barang dan jasa di Indonesia tanpa mempedulikan siapa yang menikmati hasilnya. Ketika perusahaan tambang batu bara milik konglomerat mengekspor miliaran ton dan menghasilkan triliunan rupiah, itu masuk hitungan PDB. Ketika properti mewah senilai ratusan miliar berpindah tangan di kawasan elit Jakarta, itu pun masuk hitungan PDB. Tapi ketika ibu-ibu di pasar tradisional tidak mampu beli tempe karena harga kedelai naik, itu tidak terlihat dalam angka pertumbuhan. INDEF sendiri sudah menegaskan dengan lugas: masyarakat bawah belum merasakan pertumbuhan itu. Ini bukan opini pengamat jalanan, ini pernyataan resmi lembaga ekonomi terkemuka Indonesia. LALU KENAPA RUPIAH TERUS MELEMAH? Inilah paradoks yang perlu kamu pahami. Pertumbuhan ekonomi dan kekuatan mata uang adalah dua hal yang berbeda, dan keduanya bisa bergerak ke arah berlawanan secara bersamaan. Rupiah melemah karena beberapa faktor yang saling bertimpa. Pertama, dolar AS menguat secara global akibat kebijakan suku bunga The Fed Amerika yang masih tinggi. Semua mata uang negara berkembang ikut tertekan, dan rupiah tidak terkecuali. Kedua, defisit neraca berjalan Indonesia masih terjadi, artinya kita lebih banyak membayar ke luar negeri daripada menerima pemasukan dari luar. Ketiga, investasi asing yang masuk masih didominasi sektor tertentu dan belum cukup kuat menopang nilai tukar. Keempat, utang luar negeri yang harus dibayar dalam dolar terus menggerus cadangan devisa. DAMPAK NYATA RUPIAH LEMAH BAGI RAKYAT BIASA Ini yang paling penting dan paling sering diabaikan dalam diskusi ekonomi di level atas. Ketika rupiah tembus Rp 17.512 per dolar, harga barang impor naik. Kedelai yang mayoritas diimpor dari Amerika langsung ikut naik, dan harga tahu tempe pun meroket. Gandum impor naik, harga mie instan dan roti ikut naik. Spare part elektronik naik, bengkel ikut menaikkan ongkos. Obat-obatan yang bahan bakunya diimpor, harganya pun terkerek naik. Sementara itu, gaji karyawan swasta tidak otomatis naik hanya karena dolar naik. UMR tidak berubah karena nilai tukar memburuk. Petani kecil tidak mendapat kompensasi karena pupuk impor tiba-tiba mahal. Inilah yang dimaksud INDEF ketika mengatakan masyarakat bawah belum merasakan pertumbuhan ekonomi. Mereka justru merasakan sesuatu yang lain, yaitu tekanan biaya hidup yang terus meningkat dari semua arah. Satu hal yang perlu dipahami secara mendalam adalah bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan bukan prestasi, melainkan bom waktu. Ketika 10 persen orang terkaya menguasai lebih dari 70 persen kekayaan nasional, angka pertumbuhan 5,61 persen itu pada dasarnya hanya mencerminkan bertambah kayanya kelompok yang sudah kaya. Sementara 90 persen masyarakat lainnya berjuang dengan harga-harga yang terus naik, upah yang stagnan, dan rupiah yang nilainya terus tergerus. Pertumbuhan seperti ini ibarat kue ulang tahun yang makin besar, tapi hanya dipotong dan dinikmati oleh segelintir orang yang sudah duduk di meja. Orang-orang yang berdiri di luar ruangan tidak kebagian apa pun kecuali aromanya saja. Jadi ketika kamu melihat headline "Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen" di satu layar dan "Rupiah Tembus 17.512" berhenti sejenak, Angka di kertas bisa dimanipulasi dengan metodologi. Tapi harga di pasar tidak bisa berbohong kepada siapapun.
Hidup sebagai +62 tweet mediaHidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
6
21
67
6K
Gdafu retweetledi
🅱🅰🅶🅾🅽🅶
🅱🅰🅶🅾🅽🅶@RagilSemar·
Prestasi fenomenal rezim Prabowo dengan menterinya pahlawan Purbaya.
🅱🅰🅶🅾🅽🅶 tweet media
Indonesia
20
44
66
1.8K
Gdafu retweetledi
Boediantar4
Boediantar4@Boediantar4·
SELAIN MBG KEMENSOS KEMENAG ... SEMUA BOROS DI ATAS HIMBAUAN EFISIENSI ... SUSAH BENER MEMBERI CONTOH... KARENA 1,5 TH JUGA KUNJUNGI 50 NEGARA...
Boediantar4 tweet media
Indonesia
33
149
229
3.6K
Gdafu retweetledi
Tyo_Wibowo 🇵🇸
Tyo_Wibowo 🇵🇸@akuntwiter968·
Bolak-balik ditolak magang karena gak ada ordal anak muda ini complain & ungkapkan keresahannya; "Buat anak2 pejabat yang emang bikin penuh kursi di DPR, fuck you men". Dah mewakili perasaan banyak org ttg ordal? Sc. IG Poppin.class
Indonesia
22
728
3.9K
77.6K
Gdafu retweetledi
August
August@AnakLolina2·
Semoga hal ini sampai ke telinga Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewo yang mengatakan yang bilang krisis karena mereka tidak bekerja. Lihat ini, kerja keras pun tak membuahkan hasil, bahkan rugi sehingga peternak bagikan telor cuma-cuma sebanyak 2 ton.
Indonesia
10
63
150
5.5K
Gdafu retweetledi
ᶜⁱᶜᵃᵍ ᵈⁱ ᴰⁱⁿᵈⁱⁿᵍ
Dengan gaji hanya Rp500.000/bulan, Moch. Agus Wijaya, warga Tangerang Selatan (Pamulang), setiap hari mengajar di Jakarta Barat. Siang berdiri di depan kelas mendidik murid-muridnya. Malam hari berubah profesi, berjualan nasi goreng keliling, bahkan mengantar paket demi menambah penghasilan. Rutinitas berat itu dijalani bertahun-tahun, Di saat guru membangun mimpi muridnya - ia sendiri masih berjuang sekadar untuk bertahan hidup.
Indonesia
55
480
1.1K
23.1K
Gdafu retweetledi
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Program andalan Dibiayai ugal2an Digarap asal2an Pencetusnya cukup terima info yg menyenangkan, menutup telinga pd info yg mencengangkan 😏 Hasilnya acakadul Itu br permulaan Potensi mangkrak sdh di depan mata Tp pasti ini pendapat antek aseng yg menentang pemerintah nih 🥱 *Bangunan di gunung, tengah sawah, hadap2an, itu semata2 demi mengembangkan KDMP & memperluas jaringan. *Tidak sesuai UU koperasi dsb, itu demi kebaikan *Menggunakan APBN itu sbg dukungan pemerintah pd ekonomi kerakyatan Kelen paham ga sih? 😌
Indonesia
74
44
60
1.2K
Gdafu retweetledi
herwin
herwin@bangherwin·
Menurut CELIOS, untuk memberantas stunting di Indonesia ternyata gak butuh Rp300 triliun. Cukup sekitar Rp30 triliun. Kuncinya: fokus. Kalau memang mau bantu anak-anak yang kekurangan gizi dan sulit fokus belajar, prioritaskan daerah 3T.
Indonesia
29
240
529
10K
Gdafu retweetledi
T0361M4N
T0361M4N@toe_giman·
P35T4 8481... Tanah Papua, riwayatmu kini.
Indonesia
41
4K
18.2K
408K
Gdafu retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
loh baru tau kalo anggota DPR bisa gantikan oleh keluarga atau kerabat jadi ayahnya dulu anggota DPR tapi tiba tiba kepilih jadi hakim di mahkamah konstitusi njirr enak banget DPR tetap Jadi juga juga tetap rusak rusak sudah negeri ini
Lambe Saham tweet media
Indonesia
427
1.2K
4.2K
296.8K
Gdafu retweetledi
Endless Story
Endless Story@xendless_s·
Anak mantan anggota DPR RI beristri empat dilantik jadi wakil rakyat termuda di Jember, kelakuannya masih bocah bangett, turunin woyy 😡
Endless Story tweet media
Indonesia
508
1.1K
3.2K
212.3K
Gdafu
Gdafu@Stanislaus41607·
@triwul82 ayo pejabat yang simpan uang di Panama, caymand island, Hong Kong, Swiss, Singapur, Chrismas Island., dll bawa pulang ke Indonesia ... untuk biayai MBG dan KDMP....😅
Indonesia
0
2
12
768
Gdafu retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
Menkeu minta harta WNI di luar negeri pulang dalam 6 bulan. Pertanyaannya: Emang ada yang berani? ​Sebagian harta di sana kan disinyalir "uang panas" hasil keruk kekayaan ilegal di sini. Mana mungkin mereka pulang lewat jalur resmi kalau ujung-ujungnya kena intip PPATK/KPK. ​Lagipula, mending simpan SGD di Singapura yang adem daripada bawa pulang ke Republik Komorbid yang lagi "demam tinggi". Rakyat disuruh tanam singkong, pemilik modal disuruh setor nyawa (aset). Lucu juga game plan pemerintah sekarang. cnnindonesia.com/ekonomi/202605…
kiv z tweet media
Indonesia
91
115
289
22.3K
Gdafu retweetledi
herwin
herwin@bangherwin·
Demi iming-iming jadi “generasi sehat dan cerdas”, Gibran akhirnya ikut keracunan MBG. Rakyat disuruh percaya program ini sukses besar, padahal kasus keracunan terus bermunculan di mana-mana. Negara +62 memang aneh. Yang penting labelnya makan gratis dulu, keracunannya dipikir belakangan.
herwin tweet media
Indonesia
45
62
130
8.7K
Gdafu
Gdafu@Stanislaus41607·
@LambeSahamjja BI .. ayo gunakan cadangan devisamu agar kurs usd Rp 5000 sesuai omon2 presiden
Indonesia
0
0
7
1.1K
Gdafu retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini skenario yang menurut gua perlu dibahas dengan sangat serius dan sangat konkret karena bukan tidak mungkin terjadi. jika Rupiah tembus Rp20.000 per dolar tahun ini apakah yang akan terjadi untuk kaum menengah kebawah? Yang paling terasa adalah dapur kita kenapa begitu ?? Gandum seluruhnya impor. Semua produk berbasis tepung terigu langsung naik. Roti. Mie instan. Biskuit. Kue. Mi ayam gerobak di depan rumah lo. Kedelai mayoritas impor. Tahu dan tempe yang selama ini jadi protein paling terjangkau bagi rakyat kecil harganya naik. Ini bukan pertama kali terjadi kita sudah sering lihat demo perajin tahu tempe ketika rupiah melemah. Beras dalam negeri tapi pupuknya banyak yang impor. Harga pupuk naik berarti ongkos produksi petani naik berarti harga beras ikut naik. Minyak goreng berbahan CPO tapi biaya produksi dan distribusinya pakai bahan bakar yang harganya mengikuti harga minyak global yang dibayar pakai dolar. Gula mayoritas masih impor. Daging sapi frozen sebagian besar impor dari Australia. Estimasi kasar harga kebutuhan pokok bisa naik 10 sampai 20 persen dalam 3 sampai 6 bulan setelah rupiah tembus Rp20.000. Untuk pekerja bergaji UMR. UMR Jakarta sekarang Rp5,3 juta. Dengan inflasi yang dipicu pelemahan rupiah daya beli riil mereka bisa turun 15 persen tanpa ada potongan di slip gaji. Tidak ada notifikasi. Tidak ada pengumuman. Uang yang sama tapi bisa beli lebih sedikit. Simulasinya begini. Sebelumnya dengan Rp5,3 juta kamu bisa makan tiga kali sehari bayar kos naik transportasi masih ada sedikit sisa. Setelah harga naik 15 persen dengan gaji yang sama kamu harus memilih kurangi makan atau nunggak kos atau berhenti bayar cicilan. Dan kenaikan UMR tidak otomatis mengikuti inflasi. UMR ditetapkan setahun sekali. Inflasi bisa terjadi kapan saja. Artinya ada jeda antara harga yang naik dan gaji yang menyesuaikan dan selama jeda itu pekerja UMR yang menanggung selisihnya. Yang paling parah adalah mereka yang sudah punya cicilan. Cicilan KPR subsidi yang bunganya naik karena suku bunga acuan ikut naik untuk menjaga rupiah. Cicilan motor yang tenor-nya masih panjang. Cicilan pinjol yang sudah menumpuk sebelum rupiah lemah sekarang makin mencekik karena pengeluaran dasar sudah naik semua. Yang kedua pelaku UMKM kecil. Ini adalah kelompok yang paling tidak punya bantalan sama sekali. Ambil contoh penjual gorengan. Minyak goreng naik. Tepung terigu naik. Gas elpiji naik karena subsidi energi makin berat ditanggung negara. Tiga komponen utama biaya produksinya naik sekaligus. Kalau dia naikkan harga jual pelanggan berkurang karena daya beli mereka juga sedang turun. Kalau dia tidak naikkan harga marginnya habis bahkan bisa rugi. Solusinya yang biasa dilakukan UMKM kecil adalah shrinkflation porsinya dikecilkan tapi harganya sama. Tahu goreng yang tadinya besar jadi kecil Mi ayam yang tadinya banyak isinya jadi sedikit. Ini bukan solusi jangka panjang tapi pilihan yang paling mungkin dilakukan saat modal tidak ada dan akses kredit tidak tersedia. UMKM yang sedikit lebih besar usaha konveksi kecil misalnya kena lebih parah. Bahan baku kain dan benang sebagian besar impor atau menggunakan bahan baku yang harganya mengikuti kurs. Mesin jahit yang rusak butuh suku cadang yang harganya naik. Sementara order dari konsumen turun karena konsumen mereka sendiri juga sedang mengurangi pengeluaran. Yang ketiga buruh pabrik. Ini adalah kelompok yang ada di dua sisi masalah sekaligus. Di satu sisi sebagai konsumen mereka kena dampak inflasi yang sama dengan semua orang di atas. Di sisi lain sebagai pekerja di industri manufaktur mereka berhadapan dengan risiko PHK. Karena ketika rupiah melemah signifikan pabrik yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi dua pilihan naikkan harga jual atau potong biaya produksi. Memotong biaya produksi artinya mengurangi jam kerja mengurangi shift atau mengurangi jumlah pekerja. Buruh pabrik tekstil adalah yang paling rentan. Industri tekstil Indonesia sudah tertekan oleh serbuan produk tekstil murah dari China. Rupiah yang melemah sebenarnya membuat produk ekspor tekstil Indonesia lebih kompetitif di pasar global tapi masalahnya bahan baku benang dan kain banyak yang juga impor sehingga efek kompetitifnya tidak sebesar yang diharapkan. Yang kemungkinan besar terjadi adalah gelombang PHK lanjutan di sektor yang sudah PHK massal tekstil garmen sepatu elektronik. Dan pekerja yang kena PHK tidak langsung dapat pekerjaan baru karena lapangan kerja formal juga sedang menyempit. Yang keempat petani kecil. Paradoks paling menyedihkan ada di sini. Ketika rupiah melemah harga komoditas ekspor seperti beras CPO dan kopi secara teori naik dalam rupiah karena dibayar dolar. Seharusnya petani untung. Tapi yang terjadi di lapangan berbeda. Pupuk naik. Biaya angkut naik. Bensin untuk pompa air naik. Plastik untuk pembungkus dan pengemasan naik. Dan petani kecil tidak punya daya tawar untuk menentukan harga jual yang menentukan adalah tengkulak atau koperasi atau pasar yang sering kali tidak serta-merta menaikkan harga beli dari petani secepat kenaikan harga jual di konsumen. Artinya ongkos produksi naik tapi harga yang diterima petani tidak naik proporsional. Marginnya semakin tipis. Dan petani yang sudah bergantung pada utang untuk modal tanam semakin terjepit. Yang kelima orang yang punya utang dalam dolar atau produk yang harganya mengikuti dolar. Ini termasuk cicilan kendaraan dan elektronik yang spesifikasinya diimpor. Smartphone yang baru. Laptop. Komputer. Peralatan rumah tangga. Semua yang komponen intinya impor harganya akan naik dalam rupiah. Orang yang berencana membeli laptop Rp8 juta sekarang harus siapkan Rp9 sampai Rp10 juta. Yang berencana beli smartphone Rp5 juta mungkin harus bayar Rp5,5 sampai Rp6 juta. Soal apa yang terjadi dengan subsidi dan bagaimana itu memperparah fiskal negara. Ini adalah lingkaran setan yang paling berbahaya. Rupiah melemah berarti harga BBM impor dalam rupiah naik. Tapi pemerintah tidak serta-merta naikkan harga BBM karena takut inflasi meledak dan gejolak sosial. Jadi subsidi energi yang harus dibayar negara makin membengkak. Subsidi yang sudah jebol 266 persen dari target di Q1 2026 akan semakin jebol. Defisit APBN semakin lebar. Dan untuk menutup defisit itu pemerintah harus meminjam lebih banyak atau mencetak uang keduanya menekan rupiah lebih jauh lagi. Lingkaran itu berputar ke bawah. Soal satu-satunya hal yang bisa dilakukan orang biasa untuk memproteksi diri. Dalam kondisi rupiah melemah signifikan ada beberapa langkah yang bisa diambil secara individual meskipun semua punya trade-off. Pertama untuk yang punya tabungan pertimbangkan sebagian kecil di emas atau dolar bukan spekulasi tapi sebagai lindung nilai. Nilai rupiah dari tabungan biasa akan tergerus inflasi. Kedua untuk UMKM kurangi ketergantungan pada bahan baku impor sebisa mungkin. Cari substitusi lokal meski kualitasnya mungkin tidak identik. Ketiga untuk semua orang ini waktu yang paling penting untuk tidak menambah utang konsumtif. Cicilan yang terasa ringan sekarang akan terasa lebih berat ketika harga barang kebutuhan pokok sudah naik semua. Keempat untuk yang punya keahlian digital atau bisa bekerja dalam dolar ini adalah waktu terbaik untuk mencari klien atau pekerjaan yang dibayar dalam mata uang yang lebih kuat. Rp20.000 per dolar bukan angka abstrak. Itu adalah harga beras yang lebih mahal. Tahu tempe yang lebih mahal. Ongkos produksi UMKM yang lebih berat. PHK di pabrik yang lebih banyak. Dan gaji UMR yang nilainya riilnya makin kecil meski angkanya sama. Yang paling tidak adil dari seluruh situasi ini adalah orang-orang yang paling tidak punya pilihan yang tidak bisa pindah ke investasi dolar tidak bisa raise harga tanpa kehilangan pelanggan tidak bisa nego cicilan dan tidak bisa nunggu kondisi lebih baik justru yang paling keras merasakan dampaknya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
143
1.4K
3.2K
159.3K
Gdafu retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
MBG ini sudah melenceng dari tujuan yg semestinya Tujuan utamanya adalah memperbaiki gizi anak-anak dan mencegah stunting Kenapa narapidana juga dikasih MBG? Bukankah penjara itu fungsinya untuk membuat jera narapidana agar sadar dan tak mengulangi perbuatannya? MBG untuk 2029?
Indonesia
97
207
314
7.6K