Noirz

3.2K posts

Noirz banner
Noirz

Noirz

@Sterne__

18+ • She/her • INFP • 🦌 ✨ 🪄 • Delulu is Solulu.

Katılım Ocak 2022
1K Takip Edilen24 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Noirz
Noirz@Sterne__·
Hello! I'm playing genshin, idv, roblox, and lads (temporarily retired). Hmu if u wanna play together! 😺
Noirz tweet mediaNoirz tweet mediaNoirz tweet mediaNoirz tweet media
English
0
0
0
351
Noirz retweetledi
Dadu | Heaven! ꩜ #DOTTONATION
If Pantalone really is snezhnayan then i cant imagine dottores pain being surrounded by like, 10 white people and a japaneses boy who hates you Harbinger dinner parties have like 2 spices
English
14
284
3.3K
34K
Noirz retweetledi
Disappear
Disappear@disappear30·
Disappear tweet media
ZXX
51
13.1K
76.3K
603.3K
Noirz retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Overpower berarti
Catholic 𐕣 tweet media
English
199
5.5K
34.1K
620.4K
Noirz retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
Saya ada cerita seorang bapak. Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1. Lembur. Utang. Sampai jual tanah warisan. Anaknya lulus. IPK bagus. Wisuda lengkap dengan toga. Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR. Dan si bapak masih senyum bilang, "Mungkin belum rezekinya." Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya. Tapi cerita si bapak. Dia lahir tahun 70-an. Gak tamat SMA pun bisa buka toko, punya rumah, besarin anak dengan layak. Logikanya simpel dan masuk akal: "Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah, hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya." Logika itu benar. Di zamannya. Masalahnya bukan orang tua yang salah didik. Bukan juga anaknya yang kurang usaha. Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa. Ijazah dulu adalah tiket. Sekarang ijazah adalah syarat minimum. Yang bahkan kadang pun masih belum cukup. Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh. Bayangin ya. Tahun 1995, fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan. Sekarang, lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun, skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja. Gajinya? UMR aja belum tentu. Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu. Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama. Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini: "Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus." "Kuliah dulu, baru enak hidupnya." "Investasi terbaik itu pendidikan." Nasihat itu bukan bohong. Di zamannya, itu benar dan terbukti. Tapi zamannya sudah ganti. Nasihatnya tidak ikut ganti. Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang. Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman. Dia cerita, "Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw." Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?" "Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak." "Bokap lu tau?" "Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung." Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal. Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja. Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya. Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah, jangan cuma pikirin jurusannya. Tapi ajarin juga: 1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil. 2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan. Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana. 3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang. Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata. 4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan. Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup. Soalnya begini. Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah. Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya: "Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal. Kita harus cari tau bareng-bareng." Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun. Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu. Kubu pertama bilang, "Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar." Kubu kedua bilang, "Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha." Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut: Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya. Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya. Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya. Bukan karena malas. Bukan karena manja. Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang. Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Indonesia
197
6.7K
18.8K
805.8K
Noirz retweetledi
cere
cere@3psunday·
Canon varflins size gap
cere tweet mediacere tweet mediacere tweet media
English
8
374
4K
33.2K
Noirz retweetledi
Nana
Nana@altroc1ty·
#varflins one tweet we can’t defy biology bf vs kamu kurang usaha bf
Nana tweet mediaNana tweet media
Indonesia
5
110
588
5.3K
tobias
tobias@tobbxxu·
*dos hombres teniendo la relación más romántica y profunda que alguien podría escribir* El autor: son mejores amigos
Español
74
4.4K
24K
140.8K
Noirz retweetledi
🍳
🍳@pawschamp·
sleep a little longer #orufrey
🍳 tweet media
English
23
4.2K
27.1K
153.5K
Noirz retweetledi
kumopta
kumopta@Wantacheesecake·
Naruto and his two princess
kumopta tweet media
English
12
1.8K
14.6K
128.1K
Noirz retweetledi
Aria
Aria@_krystallium·
tried to make it look official, you guys can be the judge now ig🥲regardless tartaglia is such a fun character to draw
Aria tweet mediaAria tweet mediaAria tweet mediaAria tweet media
English
79
1.7K
13.7K
235.1K
Noirz retweetledi
lasmpie
lasmpie@lasmpie·
kaeluc
lasmpie tweet media
Français
9
594
4.7K
32.8K
Noirz retweetledi
イコiko
イコiko@Renrenren003·
ルカキリ #Varflins 📸
日本語
12
5.1K
32.3K
221.1K
Noirz retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
yang minat pindah negara boleh retweet
Indonesia
405
47.4K
44.8K
1.1M