Sultan Rivandi

2.3K posts

Sultan Rivandi banner
Sultan Rivandi

Sultan Rivandi

@SultanRivandi

Lifelong Learning

Katılım Haziran 2012
427 Takip Edilen2.3K Takipçiler
Sultan Rivandi
Sultan Rivandi@SultanRivandi·
bom waktu yang meledak, dirakit oleh pejabat, dan sekarang gagap menangani ledakan.
Indonesia
0
0
1
205
Sultan Rivandi
Sultan Rivandi@SultanRivandi·
@TimnasIndonesia Coach Kluivert harus bisa lebih memahami sepak bola Asia. Australia sekalipun total bertahan melawan Jepang. Arab Saudi pun bertahan sehingga bisa menahan imbang. dengan segala sisi Timnas yang timpang, racikan bertahan STY masih relevan.
Indonesia
0
0
0
328
Sultan Rivandi retweetledi
lala ajah
lala ajah@Gasmedsos1·
"Di balik tawa penonton sirkus, ada jerit kesakitan yang disembunyikan. Rantai, setrum, dan paksaan kerja saat hamil — siapa sangka ini terjadi di Taman Safari?"😡🤬
lala ajah tweet media
Indonesia
359
6.3K
37.1K
4.5M
Sultan Rivandi
Sultan Rivandi@SultanRivandi·
@kompascom yang dijual destinasi liburan kebahagiaan dengan para binatang, ternyata pemilik jauh lebih binatang dari sifat asli binatang. bagaimana mungkin penyiksaan, perbudakan, pelanggaran ham, kekerasan terhadap anak, dan kebrengsekan (bahasa halus) lainya bisa berlangsung sangat lama?
Indonesia
0
6
104
6.4K
Sultan Rivandi
Sultan Rivandi@SultanRivandi·
capek-capek DPR bersiasat lolosin RUU TNI, sampe digrebek di hotel, eh oknumnya nembak polisi. 👏🏻 #RUUTNI
Indonesia
0
0
2
462
Yanuar Nugroho
Yanuar Nugroho@yanuarnugroho·
catatan saya tentang 100 hari pemerintahan baru presiden @prabowo di @hariankompas hari ini, 7/7/25 h.7. maaf, kata sebagian teman ternyata terbaca agak keras 🤭. maksud saya hanya menunjukkan realita dari kacamata saya, dan mencoba mengusulkan perbaikan. silakan disimak. kompas.id/artikel/negeri…
Indonesia
22
125
431
27.3K
Sultan Rivandi retweetledi
Yanuar Nugroho
Yanuar Nugroho@yanuarnugroho·
TANTANGAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN MASA DEPAN Catatan (sangat) ringkas dari kuliah Prof. Jeffrey Sachs dalam SDGs Lecture 2025, 17 Januari 2025, Bappenas RI @BappenasRI Yanuar Nugroho Koordinator TA Seknas SDGs Bappenas 2022-2024 Dosen STF Driyarkara, Jakarta Ada tujuh tantangan perencanaan pembangunan di masa depan, saat dunia makin 'chaotic' tapi juga 'paradoxical' - berbagai kemajuan --khususnya teknologi, ekonomi-keuangan-- akan terjadi, namun sejumlah krisis --baik krisis alamiah seperti bencana, wabah, maupun krisis 'buatan' seperti krisis ekonomi-- juga menghantui hidup manusia. Sebagai catatan pribadi, pengantar ini mengingatkan saya pada notasi 'Risk Society: Towards a New Modernity' (Ulrich Beck, 1992) dan 'Runaway World: How Globalization is Reshaping Our Lives' (Anthony Giddens, 1999). Ketujuh tantangan tersebut adalah: 1. MAKIN MUTLAKNYA PERENCANAAN YANG TERINTEGRASI Dalam bahasa Prof Sachs: "Integrated nature of plan" menjadi keniscayaan. Tak ada aspek dan sektor pembangunan yang berdiri sendiri. SDGs menunjukkan dengan jelas bagaimana obsesi akan pertumbuhan ekonomi tidak boleh menghancurkan lingkungan (dan sudah terbukti!), merusak tata sosial, dan mengabaikan tatakelola. Prof Sachs mengusulkan agar pendekatan perencanaan menyeimbangkan empat pilar dalam SDGs: (a) pilar ekonomi dengan target menghapus kemiskinan khususnya kemiskinan ekstrem; (b) pilar sosial dengan target menghilangkan kesenjangan; (c) pilar lingkungan dengan target menjaga keberlangsungan bentang (landscape) ekologi termasuk energi; dan (d) pilar tatakelola dan kemitraan dengan target membangun institusi publik yang akuntabel dan kemitraan pembangunan yang setara. 2. MAKIN PERLUNYA PERENCANAAN JANGKA PANJANG Agenda pembangunan mesti dibedakan dari program kerja pemerintah. Program kerja pemerintah bersifat jangka pendek (bahkan bisa tahunan), amat dipengaruhi dinamika politik. Agenda pembangunan selalu berjangka panjang, dan dipengaruhi oleh visi publik. Ini yang menentukan arah perkembangan keadaban. Bahaya mengancam saat visi publik direduksi semata-mata menjadi visi politik. Mengapa? Karena seluruh perubahan fundamental dunia ini hanya bisa diantisipasi dengan visi dan upaya 'membaca tanda-tanda zaman' jangka panjang. Prof Sachs mencontohkan: keniscayaan dilewatinya batas 1.5C (global warming) sudah diingatkan 20-25 bahkan 30 tahun yang lalu. Namun politisi mengabaikan hal ini. Karena itu yang dibutuhkan bukan pernyataan politik spt Paris Agreement tetapi perubahan sistem ekonomi dan pembangunan. Yang diperlukan adalah agenda transformasi pembangunan - meski konteks politik akan berubah-ubah. 3. URGENSI INTEGRASI REGIONAL DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN Sudah saatnya memikirkan perencanaan-bersama di tingkat regional (supra-nasional), khususnya di Asia Tenggara. Indonesia, Singapura, Thailand tidak bisa memikirkan dirinya sendiri dan 'ignorant' akan kebutuhan tetangganya. Kasus Myanmar menjadi bukti, demikian juga dengan dampak ekonomi-sosial-geopolitik yang menghantam wilayah ini karena konflik US-China, Rusia-Ukraina. Hal semacam ini akan terus terjadi dan malah makin intensif. Karena itu perencanaan mesti bersifat regional: misalnya strategi dekarbonisasi, atau EV (electric vehicles) tak mungkin dikerjakan hanya oleh satu negara sementara tetangganya mengabaikan. Dibutuhkan regional energy grid, decarbonization strategy, strengthening economic pacts, dst. Negara mesti punya komitmen pada transformasi regional, bukan hanya nasional. 4. PERLUNYA KESADARAN BARU AKAN 'BLENDED NATURE OF TRANSFORMATION' Fakta bahwa transformasi pembangunan itu 'blended' (bercampur) tak bisa dinafikkan. Tak ada transformasi ekonomi tanpa transformasi lingkungan, sosial, maupun politik. Dan sebaliknya. Selama ini kita berfokus hanya pada transformasi ekonomi. Yang diperlakukan 'blended' hanya saat kita butuh uang untuk pembangunan, khususnya SDGs. Itu baik, tetapi tidak cukup. Kita tidak hanya butuh 'blended financing', kita butuh 'blended transformation', yang mesti dimulai dari 'blended planning'. Pendekatan pembangunan tidak bisa silo-ed (terkotak-kotak/terkompartementalisasi), tapi mesti terintegrasi dan 'campur'. Memang itulah realitas pembangunan: bahwa aspek sosial bercampur dengan aspek ekonomi, lingkungan, politik, dan semuanya. 5. PENTINGNYA PERENCANAAN YANG MEMANFAATKAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Mutlak adanya kesadaran bahwa semuanya berkembang, berinovasi secara cepat! AI, genomics, advanced materials, semuanya. Dalam Bahasa prof Sachs, "Technological progress is unstoppable." Kemajuan seluruh sektor pembangunan kini dipengaruhi, jika tidak ditentukan, oleh kemajuan teknologi. Perencanaan pembangunan perlu memanfaatkan teknologi terbaru (cutting-edge). Ada 10 'cutting-edge tech' ini (silakan disimak di videonya). `China memberi pelajaran berharga: perlu visi "made in China" - yang dicanangkan 30 tahun lalu dan jadi kenyataan saat ini. Pertanyaan Prof Sachs, "What is 'Made in Indonesia 2035' strategy?" - strategi apa yang harus dipunyai untuk mewujudkan 'Made in Indonesia 2035'? Untuk itu, (i) kebijakan teknologi (technology policy) itu sentral, dan (ii) mau tidak mau mesti disusun strategi sains dan teknologi (S&T strategy). 6. URGENSI PERENCAAN DIPLOMATIK ('DIPLOMATIC PLANNING') Perlu perencanaan diplomatik untuk menavigasi kekuatan politik besar dunia saat ini dan ke depan karena masifnya perubahan dan pergeseran geopolitik dunia membuat proses perdamaian yang dibutuhkan untuk pembangunan menghadapi tekanan/tantangan. Kekuatan besar politik dunia (US-EU-China-AU) mempengaruhi tata dunia, dan ini mesti dihadapi dengan diplomasi bersama-sama. "Don't di diplomacy alone," kata Prof Sachs. Kepemimpinan di asosiasi negara secara politis seperti ASEAN atau ekonomi seperti G20 mesti dimanfaatkan untuk membangun perencanaan diplomatik. 7. HADAPI KENISCAYAAN BAHWA PERENCANAAN MESTI DILAKUKAN SECARA DIGITAL Siklus kebijakan dan perencaan akan dijalankan secara digital -- itulah keniscayaan baru yang sebenarnya sudah terjadi tapi mungkin enggan diakui. Mulai dari penyiapan regulasi, implementasi, monev, hingga pengendalian pembangunan, teknologi digital mesti digunakan untuk membantu karena masif-dan-beragam-nya dimensi pembangunan. GIS (geospatial information system) dengan dukungan AI, misalnya, mesti bisa dimanfaatkan untuk membantu real-time monev pembangunan. Untuk itu diperlukan strategi e-government (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dan transformasi digital pemerintahan. Dunia memang menghadapi berbagai perubahan yang berlangsung amat cepat. Dan sayangnya tidak semua perkembangan tersebut membuat kita optimis. Namun kita mesti tetap punya keyakinan, bahwa dunia yang lebih baik itu mungkin. Prof Sachs menegaskan, "Yes, we have to worry (about the current conditions of our world), but we could be creating well-being; because we have new tools available at our hands today to solve many problems that humanity is facing." Prof Sachs yang tidak asing dengan Indonesia dan Bappenas --bahkan belajar dan mendapatkan inspirasi tentang perencanaan jangka menengah dan panjang dari sini-- menutup kuliahnya dengan menyampaikan harapan, "Saya akan kembali lagi ke sini (tahun depan), dan melihat sudah sejauh apa Bappenas melakukannya." Semoga catatan amat ringkas dari kuliah Prof Sachs yang amat menarik itu (setidaknya bagi saya) berguna bagi Anda. Kuliah selengkapnya --termasuk tanya-jawab-- bisa disaksikan di sini kanal Youtube Bappenas youtube.com/watch?v=UorjNW… Jakarta, 17 Januari 2025
YouTube video
YouTube
Indonesia
9
170
513
26.7K
bubbu
bubbu@selectionmie·
kampus gw Uin Jakarta kebakaran njr, alamat macet inimah
Indonesia
16
15
102
15.3K
Sultan Rivandi retweetledi
United Focus Indonesia
United Focus Indonesia@utdfocusid·
Jay, Marselino, and Ridho played remarkably well, but Verdonk deserves more appreciation. Solid.
United Focus Indonesia tweet media
English
426
5K
24.4K
631.4K
Sultan Rivandi retweetledi
unmag
unmag@unmagnetism·
wasit babi
unmag tweet media
English
3.6K
4.2K
17K
1.2M
Sultan Rivandi retweetledi
unmag
unmag@unmagnetism·
wasit anjing
unmag tweet media
Indonesia
7.5K
8.4K
34K
2.3M
Sultan Rivandi retweetledi
unmag
unmag@unmagnetism·
siapa sangka arab saudi dan australia bisa menahan imbang king indo
Indonesia
162
940
9.5K
358.9K
Sultan Rivandi retweetledi
Akbar Faizal
Akbar Faizal@akbarfaizal68·
Kades bakar pintu DPR tuntut perpanjangan masa jabatan. Menko Polkam mundur dr kabinet. UGM keluarkan petisi ‘kemarahan’. Ribuan caleg nyuap rakyat tanpa malu. Ketua parpol cipika-cipiki di TV. Politisi stunting bicara omong kosong. Dan, Presiden bagi2 sembako. Ini bangsa apa??
Indonesia
2.2K
7.2K
20.3K
976.1K
Sultan Rivandi retweetledi
Elisa
Elisa@elisa_jkt·
Greenflation: inflasi yg tjd akibat dr proses transisi perubahan iklim. Menariknya, ekonomi sirkular yg dicontohkan Pak Mahmud (Madura), adlh salah 1 cara utk kurangi dampak greenflation. Keponakan paman yg keminter gak paham pertanyaan sdr. blogs.worldbank.org/allaboutfinanc…
Indonesia
208
5.7K
19.7K
853.6K
Sultan Rivandi retweetledi
Jimly Asshiddiqie
Jimly Asshiddiqie@JimlyAs·
Etika baik-buruk dlm brnegara kian turun. Liat 1. mentan yg sdg wakili RI di LN dittapkn trsngka KPK tnpa nunggu pulang dulu; 2. eks jubir KPK jadi pngcara trsngka krupsi; 3. wamentan yg diisukn ditampar Menhan sbg brita hoaks diam sj, tp jd aktif di pers ttg mentan yg mnghilang
Indonesia
115
513
1.6K
175.5K
Sultan Rivandi
Sultan Rivandi@SultanRivandi·
Agenda setting kebijakan soal udara gempar luar biasa. dalam tempo waktu yang singkat, semua orang bicara soal udara. tapi cukupkah penyelesaiannya dengan pajak polusi dan pengadaan mobil listrik di dki Jakarta?
Indonesia
0
0
0
488