Sabitlenmiş Tweet
FPL Two Notes (Andre)
635 posts

FPL Two Notes (Andre)
@SustainMode
Jambi - Sumatera Utara - Parts Unknown
Katılım Kasım 2019
324 Takip Edilen58 Takipçiler

bung @ponakannyaom gimana tanggapannya tentang tralier film street fighter yang akan tayang tahun ini?
Indonesia
FPL Two Notes (Andre) retweetledi

Michael Edwards wanted to run Liverpool using many of the concepts that Florentino Pérez uses to run Real Madrid before his power was ousted (selling older players at the right time, scouting players from non-EU areas, buying many young talents ready to succeed the senior squad members, recruiting dominant athletic profiles). This time he has power more akin to what Pérez has at Real Madrid. It will be intriguing to see how his vision is implemented fully.
English

timi-tim kayak gini lah yang bikin sepakbola berkurang peminatnya dan beralih ke nonton mobile legend
FPL Si Elang Hitam 🇮🇩 🇪🇸@FPL_sieltam
ATM: “Abang nyerang duluan. Kami bertahan.” ARS: “Abang aja Bang. Abang tuan rumah.” ATM: “Karena kami tuan rumah, abang dipersilahkan nyerang.” ARS: “Abang banyak pendukung di stadion Bang. Duluan aja nyerang.” Akhirnya Leg 1 & 2 berakhir imbang 0-0. #UCL
Indonesia

@id_lgk sarkas atau tidaknya, biar waktu yang menjawab, kampanq lovers 😘 #StopPerederanJerseyAslu
Indonesia

@FPL_sieltam @jerryarvino kayaknya untuk yang kali ini, kamu kelewat tengil, om Ben 🥲🙏
Indonesia

@jerryarvino Bang Jer ini maksud fans City apa Bang?
FPL Si Elang Hitam 🇮🇩 🇪🇸@FPL_sieltam
🍾 #CHEMCI
Indonesia

@id_lgk 80%
but problemnya Slot ini suka nurunin tempo dan intensitas di waktu yang ga tepat, bukan tidak mungkin bakalan dibobol PSG lagi.
Indonesia

@aggie090 @id_lgk @JalanArsenal giliran arsenal menang diem giliran kalah sama siapa aja nongol?
karena tim kebanggaan elu ngeselin hampir semua fans klub manapun, udah.
Indonesia

@SustainMode @id_lgk @JalanArsenal Ya bukan ga boleh, kalo pas lawan arsenal mah boleh aja, tapi kalo terus2an mah nama fanbase arsenal 😂😂 masa giliran arsenal menang diem giliran kalah sama siapa aja nongol, ganti account aja itumah 😂😂
Indonesia

Logika sendal:
Anjing-anjingin fans lain halal hukumnya, tapi kalau dibalas banter, malah playing victim
FPL Two Notes (Andre)@SustainMode
@aggie090 @id_lgk @JalanArsenal “pokoknya mah liat aja dulu team sendiri” jadi Admin Soton maupun Fans Soton ga boleh banter Arsenal, guys, sadar diri posisi klasemen udah ga main di EPL. oke siapp
Indonesia

@aggie090 @id_lgk @JalanArsenal “pokoknya mah liat aja dulu team sendiri”
jadi Admin Soton maupun Fans Soton ga boleh banter Arsenal, guys, sadar diri posisi klasemen udah ga main di EPL. oke siapp
Indonesia

@SustainMode @id_lgk @JalanArsenal Hahaahhaa ga ikutan kalo itu mah bang, pokoknya mah liat aja dulu team sendiri, katanya fanbase ya ga haha, kalo ada orang baru yang follow kayaknya pindah jadi fans arsenal 😂😂
Indonesia

@aggie090 @id_lgk @JalanArsenal kalo ada orang baru yang follow kayaknya pindah jadi fans arsenal? ga juga, fans arsenal ada yang nuduh malsuin tes covid, nuduh PGMOLpool, banter nyerang real life, ga nyaman juga.
Indonesia

@aggie090 @id_lgk @JalanArsenal not really, dia giliran clubnya menang ga senang, malah teriak Slot Out, soalnya seampas itu taktiknya.
Indonesia

@SustainMode @id_lgk @JalanArsenal Ya gimana ya, padahal clubnya sendiri gatau dah, clubnya menang seneng, giliran clubnya kalah bahas club orang
Indonesia

@id_lgk Udahan min mikirin arsenalnya? 😭 mikirin team sendiri dulu aja min wkkwkwk berasa fanbase @JalanArsenal
Indonesia

@id_lgk Andai Jota (RIP) masih ada, bakalan dijual juga, entah kenapa.
Huuuuu 👎👎👎👎👎
Indonesia
FPL Two Notes (Andre) retweetledi
FPL Two Notes (Andre) retweetledi
FPL Two Notes (Andre) retweetledi
FPL Two Notes (Andre) retweetledi

Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam.
Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain.
Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya.
Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang.
Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti.
Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah.
Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia.
Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual.
Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun.
Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya.
Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan.
Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta.
Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini.
Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi?
Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia









