sultan syaroh

405 posts

sultan syaroh

sultan syaroh

@SyarohSultan

Katılım Ağustos 2022
5 Takip Edilen2 Takipçiler
Athya Putri
Athya Putri@athyaa__·
Ada yang kehilangan husky? Ini ada anjing panik nyasar bingung di gang Bareng Kulon VI. Sori foto blur soalnya anjingnya lari2 kebingungan kasian kepanasan @infomalang @yusufgunawan Anjing tanpa kalung ya.
Athya Putri tweet media
Indonesia
21
705
2.3K
102.7K
YUBI Menfesss
YUBI Menfesss@ub_menfess·
Braw! Malang punya banyak tempat indah untuk dijelajahi tapi cewekmu klemar klemer dan gampang jatuh alias ceroboh banget sama dirinya. Ini gimana ya. Mana kalo aku pergi sama temen kelas dia cemburu katanya dia ga pernah diajak jalan, diajak jalan malah banyak ngeluh.
Indonesia
31
0
262
20.3K
Buggy
Buggy@Buggy·
#ONEPIECE1180 Take a moment and realize that this was the “God” that Enel was trying to become… Nerona Imu 🔥
Buggy tweet media
English
105
1.1K
18.9K
880.3K
sultan syaroh
sultan syaroh@SyarohSultan·
@myshawti Karena covernya AI wkwkkw, jadi keliatan kaya fake news
Indonesia
0
0
0
136
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Kenapa kasus seperti ini sulit naik di media? Padahal ini kasus tidak kalah pentingnya juga Nih awak test, pasti sulit naiknya
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
330
20.7K
48.1K
1.6M
ﹰ
@jkissante·
I just know she felt stupid after 😭
English
142
3.3K
90.9K
3.5M
dani ⁶
dani ⁶@katzdani_·
Daniela being in the center but at what cost?
dani ⁶ tweet media
English
46
106
5.8K
117.1K
chud shark
chud shark@artbait5·
conclusions: - manonlisa theory was incorrect - Dani is now the one in the claw machine instead of manon - It’s just 5… once again, hxg fuck you, and burn it all down, it’s more than clear that mv won’t include manon and if the song doesn’t either? well fuck it all
chud shark tweet mediachud shark tweet mediachud shark tweet media
English
55
841
12K
280.7K
sultan syaroh
sultan syaroh@SyarohSultan·
@delegasiX @tagarabak Heran ama orang2, gara2 dalangnya 'ketahuan' jadi dikira ada ijazahnya ya jk ngedalangin gara2 tau ijazahnya ga ada egooo, orang indo emang bego2
Indonesia
1
0
1
264
securitysosmed
securitysosmed@delegasiX·
@tagarabak Sabar pala lu peyang, apa yg mau ditunjukin kalo ijazanya ga ada, skrg makin gede lawan majikan lu, siap2 aja cari argumen utk cari cuan sbg termul
Indonesia
1
0
2
3.9K
sultan syaroh
sultan syaroh@SyarohSultan·
@meltborne Why people's complaining, clearly dani is a MAGA like her father, ofc she racist, Please be glad for manon for leaving such such toxic environment
English
3
2
46
11.5K
sultan syaroh
sultan syaroh@SyarohSultan·
@indepenSumatera Ssssttttt Orang indo jangan dikasih fakta yg menjelekkan panutan mereka, marah2 kan jadinya?? Orang indo tuh emang FEODAL jadi harus ada panutan klo mau berbuat apa2, jokowilah, prabowolah, kdmlah, ferry irwandilah
Indonesia
1
0
1
114
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Dua orang ini lebih sibuk ngonten dibandingkan kerja. Yang satu mengekploitasi manusia yang satunya mengekploitasi alam. Kombo maut
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
710
2.4K
12K
916.9K
sultan syaroh
sultan syaroh@SyarohSultan·
@yappingfess BUAT DRIVER: Klo ga didenger aplikator, pukulin aja cust yg pake mode hemat, lu kan solid2 tuh, Cust ma*i 1-2, viral, rame, cust lain takut pake hemat, aplikator bakal nurut, Usaha dikit kek, demo gamau, bacot doang di twitter
Indonesia
0
1
0
669
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
yap! “kalo bisa jangan pake gojek hemat kak” LAHH ORANG APKNYA SENDIRI YANG NGASIH OPSI. in this economy yang serba mahal kalo ada opsi murahh yaa why not. kalo mau nyalahin yaaa ke apknyaa bukan ke konsumen kocak
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
1.3K
3.1K
41.4K
2.9M
Kaddd
Kaddd@kadryyy140·
@akamamichi @yappingfess Yah gk gitu jga sih, gk smua driver kek gitu kok Banyak jga yang bagus pelayanan nya, tolong jngan generalisir ke semua driver
Indonesia
1
0
36
2.1K
Sularto
Sularto@SulartoRah29397·
@LambeSahamjja Dulu Jumbo sekarang 6 T jadi Teri habis 6 hari buat embege
Indonesia
1
1
3
531
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lu tau nggak ada satu momen dalam sejarah Indonesia yang sampai sekarang belum pernah beneran tuntas? Bukan gempa. Bukan bencana alam. Tapi sebuah keputusan yang diambil dalam satu malam dan biayanya ditanggung rakyat sampai hari ini. Namanya Skandal Bank Century. Mulai dari awalnya dulu. Bank Century itu bukan bank besar. Bukan BCA. Bukan BRI. Asetnya cuma sekitar 1% dari total perbankan nasional. Bank ini lahir dari merger tiga bank bermasalah di 2004 Bank CIC, Bank Pikko, dan Bank Danpac. Dan dari awal merger ini dipaksakan. Tanpa uji tuntas yang memadai. Tanpa standar yang seharusnya. Jadi dari lahir, Century udah sakit. Dan sakitnya dibiarkan. Sampai akhirnya Oktober 2008 krisis finansial global menghantam. Lehman Brothers bangkrut di Amerika. Gelombangnya sampai ke Asia. Dan Century yang dari awal udah rapuh mulai kelihatan sekarat. Nasabah besar mulai narik dana. Dalam hitungan minggu, Century kehilangan lebih dari Rp1 triliun dana pihak ketiga. Gagal bayar kliring. Rasio modal negatif. Dan di sinilah keputusan yang mengubah segalanya dibuat. 21 November 2008. Satu malam. Satu keputusan. Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani, dengan anggota termasuk Gubernur Bank Indonesia Budiono memutuskan: Bank Century adalah bank gagal yang berdampak sistemik. Label itu yang membuka pintu bagi negara untuk menggelontorkan dana talangan. Estimasi awal? Rp632 miliar. Realisasi akhirnya? Rp6,76 triliun. Naik lebih dari 10 kali lipat dari estimasi awal. Dalam hitungan bulan. Dan di sini pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab: Apakah Century beneran berdampak sistemik? Bank dengan aset 1% dari total perbankan nasional kalau bangkrut, apakah beneran bisa meruntuhkan seluruh sistem keuangan Indonesia? Sejumlah ekonom independen yang dipanggil di persidangan bilang tidak. Kondisi perbankan Indonesia 2008 jauh lebih sehat dibanding krisis 97-98. Century bisa ditutup tanpa efek domino besar. Tapi keputusan sudah diambil. Dana sudah dikucurkan. Dan pertanyaan terbesar muncul ke mana uang itu sebenarnya mengalir? Dan ini yang bikin skandal ini beda dari kasus korupsi biasa. Audit BPK menemukan indikasi manipulasi data keuangan Century laporan keuangannya diduga direkayasa untuk memperbesar nilai talangan yang dibutuhkan. PPATK menemukan adanya transfer dana mencurigakan ke rekening politisi. Ada laporan aliran dana ke partai politik menjelang Pemilu 2009. Skandal ini pecah bukan di ruang audit tapi di layar televisi seluruh Indonesia, ketika DPR membentuk Pansus Angket dan sidang-sidangnya disiarkan langsung. Nama-nama besar terseret Budiono yang saat itu sudah jadi Wakil Presiden, Sri Mulyani yang jadi Menteri Keuangan. Keduanya diperiksa. Keduanya tidak pernah jadi tersangka. Yang akhirnya masuk penjara siapa? Robert Tantular pemegang saham utama Century. Divonis 9 tahun penjara. Budi Mulya Deputi Gubernur BI. Divonis 10 tahun penjara. Pejabat teknis. Orang-orang yang menandatangani dokumen. Yang mengeksekusi keputusan. Tapi aktor intelektual di balik keputusan? Yang menikmati aliran dana politik? Yang diduga menggunakan uang talangan sebagai amunisi Pemilu 2009? Tidak tersentuh. Dan ini yang paling bikin gue gelisah. DPR lewat Pansus Angket sudah menyimpulkan 325 suara setuju, 212 menolak bahwa penyelamatan Century penuh penyimpangan dan berpotensi tindak pidana. BPK sudah menemukan 13 temuan indikasi penyimpangan dalam audit investigatifnya. Rekomendasi sudah ada. Bukti sudah ada. Tapi hukum berhenti di pintu kekuasaan. Bandingkan dengan Amerika Serikat. Pas krisis 2008, Amerika juga lakukan bailout besar-besaran lewat TARP. Kontroversial. Dikritik habis-habisan. Tapi Kongres audit menyeluruh. Laporan dibuka ke publik. Bank dipaksa kembalikan dana bailout begitu stabil. Sejumlah eksekutif perbankan masuk penjara karena penipuan. Di Indonesia? Dana Rp6,76 triliun nggak pernah sepenuhnya kembali. Penerima manfaat terbesar tidak pernah terungkap. Dan skandalnya pelan-pelan tenggelam ditelan waktu dan isu-isu baru. Apa yang benar-benar hilang dari kasus ini? Bukan cuma Rp6,76 triliun. Tapi sesuatu yang jauh lebih mahal Kepercayaan publik bahwa hukum berlaku sama untuk semua orang. Survei LSI Januari 2010 hanya 26% publik puas dengan kinerja pemerintah. Century jadi salah satu sebabnya. Kepercayaan ke DPR dan KPK ikut anjlok karena keduanya dianggap gagal menuntaskan kasus yang uangnya jelas, jejaknya ada, tapi keadilannya nggak pernah datang. Dan pelajaran paling pahit dari skandal ini: Century mengajarkan elit Indonesia bahwa skandal besar bisa diselesaikan dengan satu formula sederhana ulur waktu, korbankan pejabat teknis, lindungi yang di atas. Demokrasi yang seharusnya memproteksi rakyat jadi prosedur belaka yang bisa dibeli. Dan rakyat yang membayar pajak, yang dananya dipakai untuk talangan itu — sekali lagi cuma jadi penonton. Skandal Bank Century bukan sejarah yang sudah selesai. Ini cermin yang masih relevan hari ini setiap kali ada kebijakan besar yang diambil tanpa transparansi, setiap kali nama besar lolos dari jerat hukum, setiap kali uang rakyat mengalir ke tempat yang tidak seharusnya. Dan selama pertanyaan siapa penerima manfaat terbesar belum terjawab skandal ini belum benar-benar selesai sampe sekarang dari 2008 belum tuntas ini kasusnya
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
54
264
832
77K