タリズマン
4.9K posts



@beemo2satrio @AriefLukman02 @myshawti Penampakan Tiga Serangkai. Yap Tiga Serangkai Ne9ro yang otaknya sudah mokad.

Indonesia

@AriefLukman02 @myshawti rudal astros 90km di roast aja mereka ngamoek
Indonesia

@BanserLuhu44268 @GrigoriPutranto @MellisaOps Kelihatan bolos pelajaran geografi atau gak pernah rasain tinggal di Papua.
Indonesia

@GrigoriPutranto @MellisaOps Kalo sering pasti OPM sudah habis.
Indonesia

Dibalik kata negosiasi, ada Tim Khusus yang beraksi menembus wilayah kekuasaan Pok Egianus Kogoya demi melemahkan kekuatan bersenjata mereka.
Gak serta semerta negosiasi aja, ada proses yang sangat rumit dibalik itu semua.

Indonesian Poop Base@iPoopBased
@Blackburger_28 Negosiasi sama OPM buat bebasin pilot bikin PTSD kah maniezt? Read the room dulu coba 😂
Indonesia

Gimana mau PTSD,kerjaannya lawannya sipil tidak bersenjata, jaga backing klub malem sama nanem singkong 😂
JEWGONDESE@sugondese6666
keknya tentara sini jarang kena PTSD ya.....apa karena jarang dideploy ya?
Indonesia

Oalah Akun Bocil Monyet Hitam
Pantesan kagak maju-maju.

Indonesian Poop Base@iPoopBased
@Blackburger_28 Ok boomer
Indonesia

@RWWReborn 🤣Pernah jelasin baik baik diplatform sebelah malah bawa bawa MBG sampai dikatain Termul.
Indonesia

Saat akun-akun cenblue sibuk "farming engagement" soal rudal dan drone, lalu mengolok-olok MANPADS yang dimiliki oleh negaranya sendiri, Indonesia, saya ingin menjelaskan tentang konsep ADS (air defence system) dan MDS (missile defence system) yang bersifat multi-layered, tapi...
Tapi sepertinya kebanyakan masyarakat Indonesia bahkan tidak mengetahui perbedaan antara roket dan peluru kendali atau rudal, dilanjutkan dengan ketidaktahuan terhadap jenis dari alutsista yang menggunakan roket dan rudal itu sendiri, termasuk berbagai jenis drone juga, jadi kita harus mulai dari dasar.
Di luar semua itu, Astros yang sedang menjadi "perbincangan panas" karena diolok-olok "jaraknya hanya 90 km", merupakan sebuah self-propelled MLRS (multiple-launch rocket system), yang menggunakan 32 roket HE-Frag kaliber 127mm, yang akan ditembakkan secara salvo (bergantian secara non-stop), untuk menggempur sebuah "grid" atau area yang sudah ditentukan. Salvo MLRS seperti ini terbukti efektif sebagai saturation attack, seperti saat pejuang Palestina, atau Houthi, meluncarkan serangan dengan Grad mereka, yang membuat multi-layered ADS dari unsur C-RAM Israel kewalahan.

Sam Oip@piokharisma
Anjir lucu bangetttttt 🤣🤣🤣🤣 Nembak dr Jakarta, mentok nyampeknya Purwakarta doang 😅
Indonesia

@BoyzAnfield lah yg gw pertanyakan kan roket 90km, napa malah ngelebar
Indonesia

Salah satu MLRS Russia, BM-30 Smerch, itu jangkauan maksimumnya 200 Kilometer. Sedangkan jarak Moskow ke Ukraina itu 600 Kilometer
Tapi Militer Rusia gak sebodoh itu nembakin MLRS ke Ukraina dari Moskow, dia geser ke dekat garis depan sesuai fitrahnya sebagai Artileri Roket
Sam Oip@piokharisma
Anjir lucu bangetttttt 🤣🤣🤣🤣 Nembak dr Jakarta, mentok nyampeknya Purwakarta doang 😅
Indonesia

@ItsBearkatz @Robe1807 @vmastratocaster dicocokkan saja mukanya pak haha
btw kita bakal beli lagi icbm dari china dan satu dari pakistan🤫
Indonesia

Anjir lucu bangetttttt 🤣🤣🤣🤣
Nembak dr Jakarta, mentok nyampeknya Purwakarta doang 😅
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ@NenkMonica
Klo jangkauan 90 Km berarti jatuhnya di negeri sendiri 🫢😀
Indonesia

Lebih lucu banget ngeliat orang cuap-cuap kaya gini. Sekarang gw tanya, roket MRLS apa di Perang Dunia II yang punya max rangenya sampai 90 km? Bahkan, Katyusha BM-13 aja cuma ~8 km doang. Lu, ketawa-ketiwi seperti itu memang tau sejauh mana sih soal roket MRLS, huh?
Tau gak, kenapa platform MRLS masih akan relevan di perang modern sekarang?
Di perang Ukraina-Rusia aja MRLS masih terus di pake kok, mereka gunain BM-21 Grad, BM-27 Uragan, BM-30 Smerch dan lain-lain. Ada hal seperti fleksibelitas pada MRLS kenapa dia terus relevan, pakai roket unguided yang lebih murah buat mode area bombardment atau pakai guided rocket/missile yang lebih mahal buat target presisi. Terus, dalam satu kendaraan MRLS itu bisa bawa berbagai jenis paket amunisi, mulai dari roket jarak pendek, menengah sampe jauh.
Di era radar kontra-baterai dan drone intai yang canggih kaya sekarang, MRLS itu cukup baik dalam memakai taktik "Shoot-and-Scoot". Jadi, jarak roket bisa sampai 90 km itu udah luar biasa banget, dibandingkan artileri 155mm pada umumnya punya jarak tembak 40-60 km. Jadi, MRLS bisa jadi "sniper" jarak jauh buat ngincar target macam depot logistik, pusat komando, dan jembatan musuh jauh di belakang garis depan tanpa harus takut terkena tembakan balasan artileri musuh.
Sam Oip@piokharisma
Anjir lucu bangetttttt 🤣🤣🤣🤣 Nembak dr Jakarta, mentok nyampeknya Purwakarta doang 😅
Indonesia

@SoloSaotome @primevideoid Gas saja langganan kalau ada duit wkwkwkwkwk
Indonesia

@TalismanGaruda1 @primevideoid Duh, mana ane masih ada Netflix, sekalian langganan Prime kali ya?😭
Indonesia


@SoloSaotome @primevideoid Di Prime euyy
Wkwkwkwkwk scene terngakak dan terepic sih ini 🤣
Indonesia

@TalismanGaruda1 @primevideoid Ini nonton di Prime ato dah ada yg upload online free?
And WHAT IN THE HELL IS THAT? HOW DID U EVEN FLY A SUBMARINE😭
English

"Kita hormat ke pangkatnya, bukan ke orangnya."
Catholic 𐕣@myshawti
Sopan santun kumendannya sudah hilang sama orang yang lebih tua
Indonesia

Entah maksudnya gimana apa emang namanya juga cenblu yg penting engagement tinggi.
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ@NenkMonica
Klo jangkauan 90 Km berarti jatuhnya di negeri sendiri 🫢😀
Indonesia











