NYOM.
14.1K posts


Os scalpers levando tudo... Wizard rod e afins tudo sumindo pra todos...
Ryo 🇮🇩@therizrd
Same problem too on Indonesia at G1 event
Português

@airaniiofifteen RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

@linnotlim Kalau orang udah high value mau nikah di KUA, mau makan pecel lele kaki lima, mau minum es teh cekek pun ga menurunkan value mereka
Indonesia

@Daniel7iao Mana postingan di akun gamenya kena community notes pulak 🤣
Big L buat 🤏
Indonesia

📢 ビヒョンの英語ボイス担当声優の交代に関するご案内
こんにちは、ルミア島の生存者の皆さん!
キャラクター「ビヒョン」の英語ボイス担当声優が交代となる予定です。
実装時には英語ボイスは適用されず、後日、可能な限り早急に追加実装を行う予定です。
新たな声優の選定およびボイス変更の日程など、具体的な今後の進捗状況につきましては、別途お知らせにて改めてご案内いたします。
弊社の英語ボイスのキャスティングにつきましては、外部パートナーのサポートを受けて進行しております。オーディションのような公募形式で行われ、開発チーム内では提供された応募者の音声サンプルをもとにブラインドテストを実施し、最終的にボイスを決定する仕組みとなっております。
外部パートナーを通じて進行する現在のプロセスでは、キャスティング段階における事前確認が国内と比較して相対的に不十分となっております。今後、これを補うための実効性のある検証手段を積極的に模索してまいります。
今後、より楽しくプレイできるゲームサービスを提供できるよう、努めてまいります。
いつもエターナルリターンをプレイしていただき、ありがとうございます。
#エタリタ #エターナルリターン

日本語

@animetrends Isn't this considered doxxing?
Are we expecting an incoming mass lawsuit from cover?
English

VTUBER KRONII ES DESPEDIDA POR HACER UN CHISTE HACE 4 AÑOS
Ouro Kronii (Hololive) acaba de sufrir la "funa" más ridícula del año: la despidieron como actriz de doblaje de un videojuego por un chiste de hace 4 años.
Kronii iba a ser la voz en inglés de un personaje para Eternal Return. Sin embargo, la comunidad coreana desenterró un clip viejo donde ella cazaba a un jabalí (boar) dentro del juego y decía que era "boar-ing" (juego de palabras para decir "aburrido"). Los jugadores se ofendieron, juraron que estaba insultando al juego y lloraron tanto que los desarrolladores le quitaron el papel.
¿Lo mejor? Kronii respondió como una absoluta reina basada: empezó a hacer MÁS chistes malos en sus redes y mandó a los ofendidos a "visitar un hospital", aclarando después que las barreras del idioma causan este nivel de estupidez.


Español

A VTuber just lost a voice acting role over a joke she made FOUR years ago 😭
Eternal Return recently announced that Dottovu (better known as Ouro Kronii from Hololive) would voice the new character Bihyung… only to quietly recast her shortly after.
Why? Some Korean players dug up an old sponsored stream where Kronii made a “boar = boring” pun while fighting a wild boar in-game. What was clearly meant as a dumb dad joke somehow turned into controversy years later.
Now the role is gone before it even officially launched. Internet outrage really has no expiration date. 💀
Art on the right by: Akira on Artstation
Credit: VoceSabiaAnime

English

@CrazyAriesX CX line is only for those who have heavy assist and Valkyrie/emperor chip which is freaking expensive because CX-11 pack is scalped
Fk scalpers
English

You can find maybe millions of examples that a smoker is healthier than a non-smoker, but smoking is just bad for health.
Similarly, you can find many examples that a CX Blade performs better than a UX/BX Blade, but CX is just garbage.
Individual design and systematic design are two different things.
CrazyAries@CrazyAriesX
CX is totally garbage
English

@r24zkl62011 @_AnindVD @kamentrader Jarod penyelamat poin yang belum terpatahkan sih, kecuali main infinity mungkin ya wkwk
RBV terutama CX-05 orang ngejar cuan dari scalping kick, mummy curse juga lumayan mahal bisa dijual 300+ bladenya
Indonesia

@TempeZilla @_AnindVD @kamentrader Jarod kapan turun meta sih wkwkwk. Gila banget sih mana rbv yang harusnya buat ngegacha juga discalp pulak
Indonesia

@TempeZilla @hist0riann Seks dlm kata biseksual merujuk pd jenis kelamin yah. Jd klo dlm bhs inggris, sex = jenis kelamin. Gender = gender. Cb belajar bhs inggris lagi. Mmng sex jenis kelamin sama sex ngewe itu tulisannya sama. Itu bisa dijelaskan krn dlm penulisan bahasa sendiri ada yg namanya homonim
Indonesia

pemikiran soal cinta sempit bgt ya para hetero ini, isinya cinta = harus bersetubuh, harus ngesex, pendek bgt pemahaman u soal cinta.
𝗝𝗮𝘅@JackVardan
Kalau begitu diuji saja secara science. Sample 100 gay, taruh di satu pulau, lengkapi kehidupan dan fasilitas "surgawi", tanpa wanita dan silahkan bercocok tanam, hitung jumlah setelah 50 tahun. Berkurang populasinya atau mereka bisa berkembang biak?
Indonesia

Video seorang WNA asal Korea Selatan yang tampak tak berdaya di pinggir jalan Bali ini mendadak ramai diperbincangkan. Menariknya, fokus netizen justru beralih ke kolom komentar yang dipenuhi berbagai reaksi dari para cewe.
Banyak yang pro-kontra karena narasinya dianggap udah menjurus ke arah peleceh*n, tapi masih sering dianggap “candaan” aja. Muncul deh perdebatan soal double standard: kalau pelakunya cowo pasti udah beda ceritanya




Indonesia


Guys, ada kasus yang menurut gue adalah salah satu yang paling menggemparkan dan paling penting untuk dibahas dengan kepala dingin karena ini menyangkut keselamatan anak-anak di institusi yang paling dipercaya oleh orang tua di Indonesia.
Kasus pelecehan seksual oleh oknum pengasuh pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah.
Kasusnya seperti apa:
Seorang pendiri dan pengasuh pondok pesantren di Dipati, Pati berinisial AS kini sudah berstatus tersangka per tanggal 28 April 2026 setelah dilaporkan sejak 2024.
Korban yang berani melapor adalah santriwati yang masuk pesantren sejak 2016-2017 pada usia sekitar 14 tahun.
Modusnya bertahap dan sangat terstruktur dimulai dari disuruh memijat, lalu diajak ziarah dan selawatan, kemudian diarahkan ke praktik yang lebih jauh dengan dalil "terapi batin" dan "perintah guru tarekat."
Yang paling mengerikan adalah justifikasi yang digunakan: korban diberitahu bahwa mereka memiliki "penyakit batin" seperti iri dan dengki, dan "obatnya" adalah menemani oknum tersebut tidur.
Ketika korban menolak atau mencoba cerita ke orang lain diancam sanadnya diputus, artinya jalur keilmuannya terputus dari guru.
Skala dugaan kejahatan ini:
Dari keterangan yang disampaikan, dugaan jumlah korban mencapai sekitar 50 santriwati dari berbagai daerah termasuk Jakarta dan Kalimantan.
Kasus ini dilaporkan sejak 2024 tapi sempat stagnan tanpa perkembangan yang jelas. Baru setelah ada pendampingan hukum dari kuasa hukum baru dan dukungan ormas lokal perkara ini naik ke penyidikan dan tersangka ditetapkan.
Penyidikan sudah didukung oleh bukti yang cukup kuat: visum, keterangan korban, rekaman percakapan di WhatsApp yang memuat pesan seperti "temani Bapak tidur kalau tidak mau saya ganti yang lain," serta dua HP yang disita sebagai barang bukti.
Modus yang perlu dipahami agar tidak terulang:
Ada pola yang sangat sistematis di sini yang perlu dikenali oleh semua orang tua.
Pertama grooming bertahap.
Tidak ada pelecehan yang terjadi di hari pertama. Selama 3 tahun pertama semua berjalan normal. Kepercayaan dibangun pelan-pelan sebelum penyimpangan dimulai.
Kedua doktrin ketaatan digunakan sebagai senjata.
Di lingkungan pesantren, tawadu atau kepatuhan kepada guru adalah nilai yang sangat dihormati. Oknum ini mengeksploitasi nilai tersebut untuk membuat korban tidak berani menolak atau melapor.
Ketiga ancaman spiritual.
Ancaman "sanad diputus" atau "berkah ilmu hilang" adalah ancaman yang secara psikologis sangat berat bagi santri yang menghargai jalur keilmuannya. Ini membuat korban terdiam bahkan ketika ingin bercerita.
Keempat isolasi korban.
Korban yang mencoba bercerita kepada kakaknya justru dipanggil dan dimarahi.
Orang-orang di sekitar yang mengetahui pun diam karena takut atau percaya oknum tersebut "sakti."
Yang membuat kasus ini akhirnya terbongkar:
Ayah korban yang tidak menyerah.
Sudah dua kali ditawari uang pertama Rp300 juta, kedua Rp400 juta dan dua kali menolak.
Diancam, diintimidasi, disuruh cabut laporan tetap tidak mundur.
Kuncinya juga ada pada pergantian tim penyidik. Dengan Kapolres, Kasatnya, dan penyidik yang baru dalam 3 bulan berkas sudah bergerak dan tersangka ditetapkan.
Sesuatu yang tidak terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya.
Yang perlu dikawal ke depan:
Pertama — ancaman hukuman harus maksimal. Pasal perlindungan anak dengan lebih dari satu korban seharusnya memberikan tuntutan minimum yang jauh lebih berat.
Kuasa hukum mendorong minimal 15 tahun, bukan 3 tahun.
Kedua — ketua yayasan yang diarak dalam demonstrasi 2 Mei statusnya belum jelas dan masih akan dikembangkan penyidikannya.
Apakah dia mengetahui dan membiarkan praktik ini berlangsung bertahun-tahun itu adalah pertanyaan yang harus dijawab.
Ketiga — tujuh dari delapan pelapor masih bekerja di pondok pesantren tersebut.
Mereka perlu perlindungan nyata agar tidak diintimidasi lebih lanjut.
Satu hal yang sangat penting untuk digarisbawahi:
Kasus ini bukan tentang pesantren sebagai institusi. Pesantren adalah tempat yang baik dan dipercaya jutaan keluarga Indonesia untuk mendidik anak-anak mereka.
Yang bermasalah adalah satu oknum yang menggunakan jubah keilmuan untuk menyembunyikan predasi.
Justru karena pesantren adalah institusi yang begitu dipercaya hukum harus sangat tegas terhadap siapapun yang mengeksploitasi kepercayaan itu.
Bukan untuk menghancurkan nama pesantren, tapi untuk membersihkan sistem dari orang-orang yang mencemarkannya.
Dan cara satu-satunya agar hal ini tidak terus terjadi adalah transparansi, keberanian melapor, dan penegakan hukum yang tidak bisa dibeli dengan Rp300 juta atau Rp400 juta.

Indonesia
NYOM. retweetledi












