Don Cuan

905 posts

Don Cuan banner
Don Cuan

Don Cuan

@Tenanancuan

Don Cuan

Tangerang Katılım Mayıs 2025
338 Takip Edilen18 Takipçiler
Don Cuan retweetledi
neyi kaybettiğini hatırla
neyi kaybettiğini hatırla@neyikaybettik·
Model ve müzisyen Jura, Kopenhag Moda Haftası sırasında podyumda Filistin bayrağı açmasının ardından sahneden indirildi. 🗣️Model Juda'nın sosyal medya hesabında yaptığı paylaşım: "Eğer şimdi İsrail’in tüm Filistin’i açlığa mahkûm etmesini kabul edersek, dünyanın en zenginlerinin sıradaki azınlığı soykırıma uğratmasını da kabul etmiş oluruz."
Türkçe
209
8.9K
33.1K
425.2K
Don Cuan retweetledi
PeJaBaT
PeJaBaT@B4n6_H4n5·
Simak video ini hingga tuntas, pencerahan tentang kesehatan... Kok jadi ngeriii ya dengan obat. Mungkin ada yang bisa memberikan Pencerahan lain...?
Indonesia
50
529
1.2K
44.3K
Don Cuan retweetledi
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
BREAKING🚨 DIDUGA KARENA ORANG TUANYA KRITIS TERJADAP PROGRAM MBG, MURID DISALAH SATU SD DI PEMALANG DIBERHENTIKAN DARI SEKOLAH❗ Seorang Siswa SD Di Kec. Randudongkal, KAB. PEMALANG Diberhentikan dari Sekolah oleh pihak Sekolah. Ini kronologinya 👇🏼
Info Jateng tweet media
Indonesia
444
11.7K
19K
266.9K
Don Cuan retweetledi
herwin
herwin@bangherwin·
KH Marzuki Mustamar gak pakai basa-basi: MBG disebut program konyol, Kopdes dinilai dipaksakan, bukan dari kebutuhan warga. Semua dipaksakan seragam, Padahal kebutuhan setiap daerah berbeda. Akhirnya? Program jalan, anggaran terserap, tapi manfaatnya… ya gak jelas lah. Kalau dari awal logikanya udah “yang penting ada program”, jangan heran kalau hasilnya cuma jadi retorika politik basi, bukan solusi.
Indonesia
359
3K
6.7K
87.6K
Don Cuan
Don Cuan@Tenanancuan·
NAH...
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.

QST
0
0
0
7
Don Cuan retweetledi
mrredpillz jokaqarmy
mrredpillz jokaqarmy@JOKAQARMY1·
Everyday in Gaza is about survival they run for their lives to save their Children.
English
248
7K
9.6K
96.7K
Don Cuan retweetledi
neyi kaybettiğini hatırla
neyi kaybettiğini hatırla@neyikaybettik·
Tel Aviv'in göbeğine roket atsa bu kadar canını yakmazdı ! 🚀 İşgalci İsrailli rakibi karşısında galip gelen Kazakistanlı sporcu, işgal takımının önünde Filistin bayrağıyla zafer turu attı.
Türkçe
203
8.9K
46.9K
504.1K
Don Cuan retweetledi
⭐ 𝙿𝚊𝚖𝚙𝚑𝚕𝚎𝚝𝚜 ⭐
🚨🇮🇱 BREAKING — Israel Kidnapped: 🇪🇸 25 Spaniards 🇹🇷 9 Turks 🇧🇷 7 Brazilians 🇲🇽 6 Mexicans 🇫🇷 4 French 🇩🇪 3 Germans 🇬🇧 3 Brits
English
982
22.2K
39.4K
639.1K
Don Cuan retweetledi
Spencer Hakimian
Spencer Hakimian@SpencerHakimian·
Why did we stop talking about The Epstein Files?
Spencer Hakimian tweet media
English
1.6K
33.3K
99.9K
1.9M
Don Cuan retweetledi
Earth Hippy 🌎🕊️💚
A special type of evil..😈 In 1974 Israel planted bombs in children's toys.
English
479
12.7K
22K
421.4K
Don Cuan retweetledi
Al Jazeera English
Al Jazeera English@AJEnglish·
Meta is allowing sanctioned Israeli settler groups to monetise content while banning Palestinian accounts, including journalists. Al Jazeera's @Nour_Odeh reports.
English
324
13.5K
25.5K
792.7K
Don Cuan
Don Cuan@Tenanancuan·
SoSoValue@SoSoValueCrypto

🚨SoSoValue Flash: UAE Shakes OPEC as AI Logic Faces "Moment of Truth" 💥 Core Catalyst: Truce Extensions & Tehran ShadowsWhile the Israel-Lebanon truce extension provides a temporary diplomatic floor, the UAE's exit from OPEC+ introduces a structural supply shock to the energy complex. Geopolitical risk in Hormuz is now battling a looming oil glut, shifting the market's focus from "supply disruption" to "production competition" as the primary driver for crude. 🔍 Key Logic Shifts: 1️⃣ Energy Shock: The UAE exiting OPEC+ effective May 1 is a regime shift. A planned production ramp-up fundamentally undermines the OPEC+ price floor, effectively neutralizing the risk premium traditionally associated with the "Tehran Shadows" over the Strait. 2️⃣ Macro Policy: A hawkish BoJ hold (3 dissenters) and soaring June hike odds signal a rapid unwinding of the yen carry trade. This heightens the stakes for Powell’s tone on Wednesday as the market prepares for the transition to the "Warsh Era." 3️⃣ AI & Earnings: Rumors of OpenAI’s revenue miss add a layer of fragility to the AI narrative. Wednesday’s "Big 4" earnings (MSFT, GOOGL, META, AMZN) must now provide concrete evidence that massive compute Capex is generating sufficient ROI to sustain current valuations. 📊 Trade Setup (SoDEX Assets to Watch): Core: $USTECH-100 | $CL (Crude) | $XAUT | $BTC MAG7: $MSFT | $GOOGL | $META | $AMZN | $NVDA | $TSLA | $AAPL AI Hardware: $SNDK | $MU | $AMD | $INTC Trade now: sodex.com/trade/spot/BTC…

Português
0
0
0
5
IBVM
IBVM@IBVMCHAIN·
IBVM Community Update 🚨 We know many of you were expecting an April launch — and we want to address this openly. Over the past few weeks, IBVM has reached a critical point. We are no longer preparing for just a listing — we are preparing for a strong, high-impact market entry with deep liquidity and long-term stability. At the same time, current global market conditions have been highly volatile, and launching in such an environment can significantly impact price strength and long-term growth. Rushing now would: ❌ Limit liquidity effectiveness ❌ Create short-term volatility ❌ Reduce long-term upside for the community That’s not how we build IBVM. Instead, we are aligning: • Strong liquidity infrastructure • Strategic investor participation • A phased exchange rollout for sustained growth ⚙️ Meanwhile, we continue to build: • Multisig wallet functionality • Gasless transactions for smoother user experience 📅 Updated Plan: We are targeting a better-positioned launch window, with exact timing to be announced once final alignments are complete. 🎁 For our community: All eligible rewards remain secure, and distribution will be structured to support long-term value and sustainable growth. This is not a delay. This is a stronger launch strategy in motion. We are building IBVM as the execution layer for Bitcoin — and we’re doing it the right way. Stay with us. What’s coming next will justify the wait. — Team IBVM
IBVM tweet media
English
92
50
217
7K
Don Cuan retweetledi
Commentary: President Trump 47
🚨Shocking: Pedophile elites wanted to buy an Island, asked if it "comes with children". Agent replied, the Island "does have a small school" They don't know camera was rolling FOLLOW ME, NEXT DROP WILL BE SHOCKING.
English
49
906
1.4K
29.9K
Don Cuan retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 halo semua, mohon bantuannya untuk sebar ini yaa.. temen aku ayahnya diancam penjara 8 tahun dan dituduh merugikan negara 54,5 M padahal ayahnya sudah MENANG DI PENGADILAN 4X!! TANAHNYA MILIK AYAHNYA TETAPI DIA DAN SATU KELUARGA DIANCAM, DISADAP, DAN DIGELEDAH!!
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
135
10.9K
22.9K
289K
Wakil Kepala Program Maling Berkedok Gizi
Seorang pedofil berseragam layaknya parcok diajak olahraga jantung oleh orang tua & warga disekitaran komplek Chandra Lama, Kota Bekasi. Pelaku kerap melakukan pelecehan kpd anak kecil perempuan dibawah umur di pos polisi sekitar komplek dgn modus memberi uang jajan. Bakar!
Indonesia
419
2.6K
12.6K
762.8K
Don Cuan retweetledi
BELL🚫
BELL🚫@mudahtertawa_·
tutorial nyimpen duit saat perjalanan, biar aman dari tukang hipnotis, atau copet dan begal.
Indonesia
270
478
6.2K
616.8K
Don Cuan retweetledi
BACOT
BACOT@Xbacottetangga·
Pagi pagi nangis liat video ini Sang anak : mana tangan, mana tangan 🥺😭 Infonya 👇🏻
Indonesia
108
473
5.6K
586.2K