Dikk
700 posts


Saya mulai: Kuliner Indonesia, banyak yang enak secara cita rasa, tapi gizinya kurang/tidak seimbang. (Perbandingan dengan makanan jiran SEA saja, ga usah jauh-jauh)


Unpopular opinion tentang Sejarah yang bisa bikin kamu kayak begini:



Kabais Serahkan Jabatan Buntut Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Selengkapnya baca di: nasional.kompas.com/read/2026/03/2…



📸 Japanese Prime Minister Sanae Takaichi during the state dinner at the White House.







Tahu enggak kenapa “Idul Fitri” itu tidak baku, dan “Idulfitri” itu baku? Hal ini tak terlepas dari asal kata Idulfitri, yaitu bahasa arab. Jadi gini, Idulfitri (عِيْدُ الْفِطْرِ) itu terdiri dari dua kata - ‘Id (عِيْدُ) yang bermakna perayaan - alFitri (الْفِطْرِ) yang bermakna berbuka Secara khusus, Alif lam (ال) yang membentuk “al” sebelum “fitri” itu disebut sebagai ma’rifah dalam bahasa arab. Fungsinya mirip dengan kata "the" dalam bahasa Inggris, yaitu untuk mengubah kata benda umum (indefinite) menjadi spesifik (definite). Dengan begitu, Idulfitri bisa dimaknai sebagai “perayaan berbuka yang itu”. Spesifik banget untuk menandakan berakhirnya puasa di bulan Ramadan, bukan hari untuk mokel misalnya. Nah… kalau penyerapannya dipisah menjadi Idul Fitri, kata “Idul” itu tidak memiliki makna apapun (ada sih Idul di KBBI, tapi artinya bukan hari raya). Kalaupun mau dipisah sesuai kaidah bahasa arab, harusnya Idu-lfitri, tapi jadinya sulit dibaca. Mungkin karena itulah, Idulfitri akhirnya digabung deh agar tidak mengurangi makna dari bahasa asalnya sekaligus memudahkan bacanya CMIIW ya bang @fauzanalrasyid



Following the conversation with John Mearsheimer, I recently sat down with Jiang Xueqin of @Pred_History, where we examine the same crisis through a sharply different lens: - The nuclear issue as a geopolitical pretext rather than an immediate tactical threat, - Why the probability of nuclear use remains extremely low despite rising escalation, - Israel’s deterrence doctrine and the logic behind the “Samson Option,” - Iran’s strategic choice to avoid developing nuclear weapons, - The possibility of a Russian “nuclear umbrella” over Iran, - How prolonged wars reshape regional order. - How eschatology plays a part in the endless war, and why China may not play a role in this “scripted” spiritual transition. Yet the discussion moves well beyond the world events. We also explore his personal trajectory, his intellectual formation, and his philosophy of life. If there is one lesson to take from @xueqinjiang, it is this: being consequential matters more than being wealthy. A grounding conversation on power, war, and consequence. Soon on Endgame - Monday, 16 March, 5 PM WIB / 2 AM PST.















